Connect with us

Hangout

Bikin Nagih, Ini Sambai Oen Peugaga Legenda yang Dibuat dari 44 Daun

Published

on

Sambai Oen Peugaga

Tidak ada abisnya memang jika anda mencicipi Kuliner yang ada di Indonesia, banyak sekali ragam macam kuliner yang ada di Indonesia, apa lagi makanan tradisional yang hanya ada di Indonesia saja seperti makanan yang satu ini yaitu Sambai Oen Peugaga.

Makanan yang sangat khas tradisi Aceh itu merupakan racikan lalapan yang terdiri dari 44 dedaunan. Masyarakat Aceh biasa menyebutnya Sambai Oen Peugaga, makanan ini biasanya hadir pada saat ingin menyambut ramadhan.

Sambai Oen Peugaga, yang berarti sambal daun pegagan, merupakan sajian kuliner khas Tanah Rencong warisan nenek moyang Ureueng Aceh. Meski berlabel ‘sambal’, sajian oen peugaga pada dasarnya lebih menyerupai penganan urap.

Baca Juga :

  1. Wow! Erigo Wakili Indonesia di New York Fashion Week 2021
  2. Pesona Desa Cibuntu, Desa Wisata Terbaik se-ASEAN
  3. Inilah Syarat Naik KRL di PPKM Level 3

Sambai Oen Peugaga di Aceh diracik bersama dengan 44 dedauanan lainnya seperti daun tapak liman, daun jambu muda (pucuk), daun mengkudu, rebung kala, bunga pepaya, daun serai, daun jeruk purut, dan berbagai jenis daun lainnya.

Walaupun termasuk dalam kata sambel anda tidak perlu khawatir pasalnya makanan ini memiliki Kandungan vitamin yang terkadung dalam 44 dedauan itu memiliki khasiat yang baik untuk pencernaan dan pencegahan penyakit. Selain hal tersebut, sambai oen peugaga juga diyakini mampu meberikan nutrisi pada otak, sehingga membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat dan juga kecerdasan.

Hangout

Pasti Memorable, 5 SkyBuilding untuk Menyaksikan Kembang Api di Tahun 2022

Published

on

Hotel Aston Marina
Hotel Aston Marina

Tahun baru 2022 sudah di depan mata. Bagi Cityzen yang tak bisa bepergian, merayakan tahun baru dengan menyaksikan kembang api di skybuilding bisa menjadi pilihan.

Ya, perayaan tahun baru selalu identik dengan mebang api. Apalagi, di Kota besar seperti Jakarta. Tentunya, Cityzen bakal lebih puas jika menyaksikan keindahan kembang api dari tempat yang tinggi.

Berikut, MyCity telah menyiapkan beberapa pilihan skybuilding untuk menyaksikan kembang api di pengujung tahun 2021 nanti.

Hotel Aston Marina

Hotel Aston Marina
Hotel Aston Marina

Kalau mau lihat kembang api dari sudut yang berbeda di kota Jakarta, kamu bisa coba ke tempat ini. Yap, naik ke atas atap hotel yang ada dekat Ancol dan sekitarnya seperti, Hotel Aston Marina.

Soalnya disini lah spot terbaik buat melihat kembang api yang bakal dipasang di Ancol. Pastinya keren, jadi, jangan pejamkan mata waktu melihat keindahannya ya.

Menara BCA

Menara BCA
Menara BCA

Supaya malam tahun baru makin spesial bersama dengan keluarga nih, kamu bisa coba menginap di salah satu gedung tertinggi yang ada di daerah Thamrin dan Sudirman.

Soalnya, dari sini kamu tak cuma bisa melihat kelap-kelip malam di seluruh gedung pusat kota Jakarta, tapi juga sekaligus lihat kembang api di seluruh kota Jakarta. Tinggal naik ke rooftop-nya, dan nikmati pemandangan malam tahun baru Jakarta yang super keren. Salah satu tempat yang bisa dijadikan spot keren nih adalah restoran SKYE di Menara BCA.

Menara Peninsula

Menara Peninsula
Menara Peninsula

Kalau mau ke tempat yang tinggi sekaligus bisa menginap dan merasakan kemewahan salah satu hotel di Jakarta, kamu bisa memilih Menara Peninsula. Dari kamar hotel ataupun naik ke rooftop nya, kamu bisa langung disuguhi pemandangan kembang api yang menawan.

The Sultan Hotel & Residence

The Sultan Hotel & Residence
The Sultan Hotel & Residence

Tak ada yang bisa mengalahkan kemewahan hotel satu ini. Terletak di Senayan, kamu bisa menginap di malam tahun baru bersama keluarga atau sahabat terkasih sekaligus menikmati kembang api keren di Jakarta. Seru sekali pastinya menyapa matahari pertama di tahun baru dengan suasana yang luxury dan super nyaman.

Royal Kuningan Hotel

Royal Kuningan Hotel
Royal Kuningan Hotel

Kalau mau yang beda, coba deh nonton kembang api dari Kolam renang di Royal Kuningan Hotel. Dari sini, kamu bisa menyaksikan berbagai keindahan warna warni kembang api yang ada di Jakarta. Apalagi kalau sambil liburan dan menginap di hotel ini, pastinya tahun baru jadi penuh kejutan deh.

Continue Reading

Hangout

Tahun Baru 2022 Sebentar Lagi, Inilah 5 Tempat Wisata Paling Eksotis di Indonesia

Published

on

Air Terjun Mangku Sakti
Air Terjun Mangku Sakti

Perayaan pergantian tahun di berbagai tempat memang tidak pernah sepi, begitu pun dengan Indonesia. Keberagaman suku serta budaya menyebabkan perayaan pergantian tahun dihiasi oleh beragam tradisi yang berbeda-beda.

Mendekati akhir tahun kebanyakan orang sudah mulai merencanakan liburan mereka. Mulai dari pemilihan destinasi, pesan penginapan, hingga transportasi yang digunakan.

Namun perlu diperhatikan dalam memilih destinasi wisata, pasalnya berbagai tujuan pasti akan lebih ramai dari biasanya. Jika Cityzen bosan dengan gedung pencakar langit dan padatnya perkotaan, pelesiran ke pulau-pulau di berbagai daerah bisa jadi pilihan.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki beragam pulau yang indah nan eksotis yang cocok untuk memulihkan kondisi diri. MyCity telah merangkum lima tempat liburan tahun baru paling eksotis.

Air Terjun Mangku Sakti di Lombok yang Berikan Kedamaian

Air Terjun Mangku Sakti

Terletak di kaki Gunung Rinjani, air terjun ini punya pesona yang begitu indah. Terutama pada musim kemarau, kamu bisa melihat air jernih berwarna kebiruan. Belum lagi, pemandangan hijau di sekitarnya dan berbatuan sungai yang menawan.

Kecantikan yang unik di Pantai Glagah di Kulon Progo

Pantai Glagah di Kulon Progo
Pantai Glagah di Kulon Progo

Mencari tempat yang unik, memang paling mudah di Indonesia. Salah satunya nih adalah Pantai Glagah, pantai yang punya nuansa laguna dan ombaknya yang bergulung-gulung. Teletak di Yogyakarta, Pantai Glagah merupakan tempat yang paling tempat buat menikmati suasana matahari terbenam. Duduk di dermaga pantai, dengarkan desiran ombak dan hitung mundur tenggelamnya matahari.

Beranikan Diri Mendaki Gunung Pertama Kali dengan Ketinggian 1.091 Mdpl

Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo

Kalau belum pernah mencoba untuk mendaki gunung, ini kesempatan kamu! Puncak Suroloyo, cuma setinggi 1.091 M, kamu bisa melihat keindahan alam di Yogyakarta. Plus, kamu bakal terpesona dengan kemegahan Gunung Sindoro, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Jangan ragu untuk camping supaya bisa memanjakan otak sambil melihat langit pagi yang eksotis.

Menikmati Pantai Unik yang punya perpaduan Air Tawar dan Air Laut di Malang Selatan

Pantai Lenggoksono

Pasti pengen dong mengakhiri tahun baru dengan kenangan yang paling berkesan? Nah, salah satu tempat yang wajib kamu kunjugi itu adalah Pantai Lenggoksono yang terletak di Malang Selatan. Uniknya di pantai ini, kamu bisa melihat berbatuan besar, air terjun yang mungkin kecil tapi jatuh langsung ke arah pantai. Kamu bisa melihat langsung bagaimana air tawar dan air laut itu bisa menyatu.

Merasakan Wajah Baru di Nusa Penida, Bali

Nusa Penida
Nusa Penida

Ini dia pulau kecil yang agak terpisah dari Pulau Bali, tepatnya berada di Bali Timur. Tempat rahasia ini punya keindahan yang sangat menawan dan bisa langsung memanjakan mata. Plus nih, kalau kamu termasuk para penyelam, kamu bakal punya kenangan yang paling indah.

Cukup naik kapal laut dari Padang Bai Karangasem, tepatnya dari Denpasar selama 2 jam atau naik kapal boat dari Sanur. Kamu bisa melihat Brokens Beach/ Pasir Uug dan Angel’s Bilabong. Dijamin kedua tempat ini bisa buat akhir tahun kamu makin menyenangkan.

Continue Reading

Hangout

Peuyeum, Si Manis Ikonik Kota Bandung yang Disukai Orang Eropa

Published

on

Peuyeum
Peuyeum

Bandung merupakan daerah yang terkenal dengan kuliner-kuliner tradisional. Salah satunya yakni peuyeum sampeu atau tapai singkong.

Namun, tahukah Cityzen bagaimana awal mula singkong sebagai panganan pokok pada saat itu yang diubah menjadi peyeum atau tape singkong? Rupanya, hal tersebut bermula saat krisis pangan di masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1.800-an silam.

Di masa lalu ketika terjadi perang oleh tentara Belanda, masyarakat Jawa Barat tidak bisa makan termasuk mendapatkan beras karena para penjajah menyita seluruh padi yang dimiliki oleh masyarakat. Sehingga masyarakat hanya mengandalkan tumbuhan umbi-umbian termasuk singkong sebagai bahan konsumsi utama pengganti nasi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dikutip dari kebudayan.kemdikbud.go.id, awal mula proses pengawetan singkong berasal dari inisiatif masyarakat di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Di masa penjajahan saat itu masyarakat Cimenyan mulai memperhatikan ketahanan pangan di masa perang dengan memanfaatkan komoditas singkong di wilayahnya dengan cara mengawetkannya melalui proses peragian agar tidak busuk.

Untuk membuat peuyeum, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan singkong berkualitas dan bersih agar tidak mengalami kegagalan di tengah prosesnya. Kualitas singkong yang kurang baik memang bisa tetap menjadi peuyeum, tapi hasilnya akan rusak dan tidak enak dimakan.

Peuyeum
Peuyeum

Pengolahan singkong dilakukan lewat proses fermentasi dengan menggunakan ragi. Pengolahan model ini sudah ada sejak tahun 1800-an. Singkong yang sudah dikupas dan dibersihkan kemudian direbus di air mendidih sampai matang. Setelah itu ditiriskan sampai dingin dan dimasukkan ke dalam wadah berlapis daun pisang, lalu ditaburi ragi dan dibiarkan dua sampai tiga hari dalam tempat tertutup.

Selama proses fermentasi berlangsung, wadah sebaiknya tidak dibuka-tutup untuk mengindari masuknya udara dan akan berpengaruh pada rasanya. Setelah didiamkan beberapa hari, singkong tersebut selesai diolah dan akan menjadi lebih lembek dan mengeluarkan rasa manis dan siap disantap.

Bila dilihat dari bentuknya, peuyeum masih serupa dengan singkong, hanya teksturnya saja yang sudah berubah menjadi lebih lembek dan manis. Selain itu, peuyeum juga memiliki rasa yang khas dan kandungan alkohol di dalamnya pun termasuk tinggi yaitu sekitar 7-10 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan bir yang biasanya sekitar 0-3 persen.

Peuyeum
Peuyeum

Setelah proses fermentasi selesai, peuyeum bisa langsung dikonsumsi begitu saja untuk merasakan versi orisinal. Namun, bisa juga diolah dengan berbagai cara. Paling mudah adalah membuat peuyeum goreng dengan mencampurkan tepung, air, dan gula mirip seperti pengolahan pisang goreng. Ini adalah cara paling sederhana dalam mengolah peuyeum dan mudah, tetapi nikmati untuk teman minum teh.

Bisa juga membuat colenak atau dicocol enak khas Bandung, yaitu sajian peuyeum bakar yang disantap bersama kelapa parut yang dicampur dengan saus gula merah. Selain itu, ada juga peuyeum bol, yaitu kue bola-bola serupa donat yang terbuat dari bahan peuyeum, gula, dan tepung kemudian dibentuk bulat-bulat, digoreng, dan ditaburi gula halus.

Di toko oleh-oleh juga biasanya tersedia bolu peuyeum yang memiliki rasa unik dan khas. Bolu dibuat dari adonan tepung, telur, susu, mentega, esens vanila, dan pastinya potongan peuyeum kemudian dicampur dan dipanggang. Variasi lain adalah brownies dari bahan peuyeum.

Continue Reading

Trending