Connect with us

CityView

Bikin Merinding, Ini 6 Fakta Unik Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Published

on

WR. Supratman. (Istimewa)

Lagu Indonesia Raya yang diciptakan Wage Rudolf Supratman ternyata memiliki perjalanan yang unik.

Indonesia Raya yang selalu diperdengarkan dan dinyanyikan saat acara kenegaraan dan setiap kali peringatan HUT Kemerdekaan RI, pernah dilarang oleh pemerintah Belanda dinyanyikan. Syairnya yang mengobarkan semangat nasionalisme dianggap bisa membangkitkan semangat perlawanan.

Berdasarkan sumber dari Kemendikbud, lagu Indonesia Raya pertama kali dibuat ketika W.R. Soepratman membaca sebuah artikel di Majalah Timboel terbitan Solo. Artikel tersebut memuat sebuah kalimat yang kurang lebih seperti ini, “Manakah komponis Indonesia yang bisa menciptakan lagu kebangsaan Indonesia yang bisa membangkitkan semangat rakyat Indonesia?”

Baca Juga:

  1. Rusia Mulai Cari Pengganti Putin
  2. Polwan RI Hadiri Konferensi Asosiasi Polwan Internasional
  3. Berubah Total, Arab Saudi Kini Izinkan Wanita Punya Senjata Api

Setelah membaca artikel tersebut, W.R. Soepratman merasa tergugah untuk membuat sebuah lagu kebangsaan yang kita kenal sekarang ini. Hingga akhirnya di tahun 1924 pada umur 21 tahun, lirik dan not lagu Indonesia raya berhasil diciptakan dengan alunan biolanya.

Baca Juga :  Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya

Berikut MyCity telah merangkum berbagai fakta menarik mengenai Lagu Indonesia Raya.

WR. Supratman Adalah Seorang Violonis Grup Jazz.

Selain pernah berprofesi sebagai seorang guru dan wartawan, WR. Supratman juga adalah seorang Violonis dan Komposer. Ia tergabung dalam sebuah grup bernama Black And White Jazz. Bayangkan, seorang violonis Jazz menciptakan sebuah lagu hymne.

Kata “MERDEKA” Disamarkan Menjadi “MULIA”.

Setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan pertama kali di Kongres Pemuda ke-2, pemerintah kolonial Hindia Belanda tampak tidak senang dan khawatir pergerakan masyarakat Indonesia.

Pemerintah Hindia Belanda melarang pribumi menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tetapi masyarakat Indonesia tetap menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan ‘menyamarkan’ kata “Merdeka, Merdeka” dalam lirik menjadi “Mulia, Mulia”.

Baca Juga :  Kenapa Maluku Utara Jadi Kota Paling Bahagia di Indonesia? Ini Jawabannya

Siulan Indonesia Raya Sebagai Penyemangat Masyarakat Pribumi Indonesia.

Pemerintah Hindia Belanda semakin tidak nyaman dengan keberadaan lagu Indonesia Raya. Kemudian masyarakat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan cara bersiul. Mereka saling ‘menyiulkan’ lagu Indonesia Raya dari mulut ke mulut kemanapun mereka pergi.

Arranger Lagu Indonesia Raya Adalah Orang Belanda.

Pada tahun 1950 lagu Indonesia Raya disempurnakan melalui aransemen seorang komposer dari Belanda Bernama Jozef Cleber. Aransemen inilah yang digunakan dan dinyanyikan sampai saat ini.

Supratman Menjadi Buronan Penjajah Karena Lagu Indonesia Raya.

Supratman selalu dikejar otoritas pemerintahan Hindia Belanda karena menciptakan lagu Indonesia Raya yang ‘viral’ pada saat itu. Ia masuk ke dalam daftar pencarian orang penjajah. Sang komposer juga sempat jatuh sakit karena kelelahan.

Baca Juga :  Mengulas IKN dari Sisi Pertahanan & Keamanan

Sampai pada akhirnya ia ditangkap karena menciptakan lagu Matahari Terbit, sebuah lagu yang dianggap propaganda oleh pemerintah Hindia Belanda. ‘Matahari’ bisa dianggap sebagai Jepang yang ingin masuk ke Indonesia. Sedangkan “Matahari Terbit” bisa berarti kemerdekaan bangsa Indonesia yang akan segera terjadi.

Lirik Lagu Indonesia Raya Mengalami Beberapa Proses Penyempurnaan Lirik dan Bahasa.

Versi pertama lirik lagu Indonesia tentu saja yang dituliskan sang komposer, WR. Supratman, tahun 1924 menggunakan ejaan lama. Lalu mengalami perubahan lirik pada saat dinyanyikan pertama kali di depan Kongers Pemuda ke-2 tahun 1928.

Setelah diaransir oleh Jozef Cleber pada tahun 1950, lirik lagu Indonesia Raya mengalami perubahan lagi pada tahun 1958, masih dengan ejaan lama.

Kemudian lirik lagu Indonesia Raya menggunakan ejaan yang disempurnakan (EYD), tidak diketahui dengan jelas kapan dimulainya.

Bisnis

Khong Guan Sang Biskuit Legendaris Lebaran Ternyata Buatan Singapura

Published

on

Biskuit Khong Guan ternyata bukan buatan Indonesia. (Tribun)

mycity.co.id – Kita sudah tidak asing lagi dengan biskuit kalengan Khong Guan. Biskuit ini sering kali ditemukan di rumah masyarakat Indonesia, terlebih ketika lebaran.

Khong Guan Biscuit Company adalah produsen biskuit yang berkembang menjadi grup perusahaan multinasional. Perusahaan ini memiliki beragam kepentingan, termasuk properti, distribusi produk makanan, dan perdagangan komoditas.

Khong Guan berdiri sejak 1947 dengan pabrik pertama berlokasi di Jalan 18 Howard, Singapura. Khong Guan didirikan oleh Chew Choo Keng dan Chew Choo Han.

Dua bersaudara ini meninggalkan desa mereka di Fujian, China menuju Singapura untuk mencari nafkah pada 1935.

Di negeri Singa, kakak beradik tersebut mendapatkan pekerjaan di pabrik biskuit lokal. Namun, saat Jepang menginvasi Singapura, keduanya pindah ke Perak, Malaysia pada 1940 untuk mencari perlindungan.

Baca Juga :  Bunga Tulip di Belanda Tetap Bersemi Meski di Tengah Pandemi

Di Malaysia, mereka membuat biskuit sendiri untuk dijual. Biskuit mereka sebenarnya cukup laku, namun terkendala pasokan bahan baku hingga akhirnya beralih menjual garam dan sabun. Ini dilakukan untuk bertahan hidup.

Awal Proses Pembuatan Biskuit Khong Guan

Terobosan besar mereka datang ketika Chew Choo Han menemukan beberapa mesin pembuat kue tua yang rusak akibat perang yang dijual sebagai skrap dari pabrik lama tempat mereka bekerja. Dia membelinya dan segera memperbaikinya.

Dia memasang lini produksi biskuit semi-otomatis yang menggunakan rantai sepeda untuk memindahkan biskuit melalui tungku pembakaran batu bata pada sistem konveyor.

Baca Juga :  Samsung Tak Terbendung, iPhone Tendang Xiaomi

Hingga akhirnya pada tahun 1947 Khongguan Biscuit Factory (Singapore) Pte Ltd resmi berdiri. Pada 1950-an hingga 1960-an, Khong Guan berekspansi ke Malaysia.

Pabrik di Singapura memproduksi 10.000 toples kue setiap hari dan mempekerjakan sekitar 200 orang. Khong Guan di Malaysia kini memproduksi 40 ribu kaleng biskuit setiap harinya dan memiliki 1.000 karyawan.

Sekitar 70 persen produk Khong Guan dijual di Singapura dan Malaysia, sedangkan sisanya dijual ke berbagai negara seperti Indonesia, Hong Kong, Afrika, dan Timur Tengah.

Pada tahun 1970, pabrik Singapura pindah ke lokasi yang lebih besar karena permintaan konsumen yang tinggi. Pabrik dipindahkan ke Jurong, Singapura.

Baca Juga :  Hell, Kota di Norwegia yang Ternyata Dingin Banget

Pada 1980-an, Khong Guan kemudian diekspor ke negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Sejak itu, perusahaan telah mengekspor produknya ke lebih dari 40 negara.

Namun di tahun 2001, Chew Choo Keng meninggal pada usia 86 tahun. Pada saat kematiannya, pabrik biskuit yang ia dirikan telah berkembang menjadi multinasional dengan produsen dan perusahaan afiliasi di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Hong Kong, Cina dan Amerika Serikat.

Pada Januari 2007, Chew Choo Han memutuskan untuk pensiun dan meninggal pada November 2007. Hingga saat ini Khong Guan tetap berkomitmen untuk menyediakan biskuit yang berkualitas.

Continue Reading

CityView

Berantas Prostitusi, Pemda DKI Jakarta Bangun GOR Ciracas

Published

on

Gelanggang Olahraga dan Rekreasi Jakarta Timur/mycity

Gelanggang Olahraga dan Rekreasi Jakarta Timur/Mycity

Mycity.co.id – GOR Ciracas, Jakarta Timur, mulai dibangun tahun 2005 hingga 2010 dan baru diresmikan oleh Gubernur Fauzi Bowo pada tahun 2012. Bangunan yang luas ini memiliki lahan seluas 32.860 m2.

Ternyata dulunya lokasi GOR Ciracas, merupakan lokasi prostitusi yang dikenal dengan sebutan ‘boker’.
“Kalau dibilang daerahnya hitam, iya.

Baca Juga :  Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya

Disini dulu tempat prostitusi. nah makanya dibangun GOR ini”, Ucap Galih sebagai penerima tamu di GOR Ciracas.

Lokalisasi Boker merebak sejak tahun 1975. Pemerintah Daerah pun memikirkan cara agar tempat prostitusi ini berhenti dan hilang.

“Searea ini dulu tempat barbar dan prostitusi. Pemda punya inisiatif, bagaimana ngilanginnya, bangunlah GOR olahraga untuk masyarakat jadi lebih berguna”, Ucap penerima tamu itu.

Baca Juga :  Bunga Tulip di Belanda Tetap Bersemi Meski di Tengah Pandemi

GOR Ciracas dikelola oleh dinas pemuda dan olahraga dibawah Pemda.

GOR ini terdiri dari tiga bangunan, yaitu arena dalam ruangan yang terdiri dari tiga lantai, stadion sepak bola, dan kolam renang berstandar nasional.

Baca Juga :  Samsung Tak Terbendung, iPhone Tendang Xiaomi

Ramai hanya saat weekend, disaat weekdays hanya dipakai latihan saja oleh sepak bola, karate, silat, taekwondo, climbing dan renang.

Sarana dan prasaranan olahraga yang disediakan dibuka untuk umum dan dapat dinikmati oleh masyarakat dengan harga sewa yang relatif murah dan beberapa fasilitas olahraga luar rungan dapat dinikmati secara gratis.

Continue Reading

CityView

SnowBay TMII, Dulu Waterpark Ternama Kini Jadi Lahan Parkir

Published

on

Kondisi Snowbay Waterpark terbengkalai. Foto: YouTube Juna Tong

Kondisi Snowbay Waterpark terbengkalai. Foto: YouTube Juna Tong

mycity.co.id – Dibalik animo para pengunjung terhadap wajah baru TMII atau Taman Mini Indonesia Indah sekarang, ada Snowbay Waterpark yang terlihat terbengkalai. Bahkan kini   beralih fungsi menjadi lahan parkir. Sebelum pandemi, Snowbay menjadi salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi.

Namun, selama pandemi Snowbay tutup dan sama sekali tak beroperasi. Ini membuatnya menjadi terbengkalai bahkan, dari beberapa gambar yang beredar di media sosial,  taman air ini akan dijadikan lahan parkir oleh pihak Taman Mini itu sendiri. Sayang, tapi itulah kenyataan yang terlihat secara gambalng ketika tim mycity.co.id mengunjungi Snowbay.

Baca Juga :  Jackie Chan Punya Dua Pesawat Jet, Total Kekayaannya Capai Rp 5 Triliun

Pandemi Covid-19 membawa dampak tidak mengenakan bagi sebagian besar tempat-tempat wisata. Banyak tempat wisata yang terpaksa tutup akibat diberlakukannya lockdown pada saat itu dan kembali bangkit berkat diberlakukannya new normal. Meskipun pandemi sudah berlalu dan TMII sudah dirvitalisasi, SnowBay Waterpark masih tidak ada kehidupan di dalamnya.

Snowbay terletak tepat di depan terminal kereta gantung tampak lebih suram saat ini. Dedaunan kering dan sampah yang berserakan di jalan, air kolam yang keruh serta ditumbuhi lelumutan pada lantai kolam. Vendor-vendor jualan tampak ditinggalkan begitu saja, ada pula beberapa bagiannya yang rusak. Besi-besi penyanggah pun sudah mulai berkarat. Kesan angker terasa jelas saat memasuki tempat wisata satu ini.

Baca Juga :  Mengulas IKN dari Sisi Pertahanan & Keamanan

Saat mycity.co.id mencoba menghubungi pak Redy selaku Humas TMII mengenai peralihan fungsi SnowBay menjadi lahan parkir. Beliau hanya menjawab, “Snowbay sudah tidak ada. Saya tidak bisa memberikan stateman terkait hal ini. yang bisa memberikan stateman hanya Direktur Eksekutif, tapi kebetulan beliau sedang ada tugas di luar.”

Baca Juga :  Di Skotlandia, Jokowi Pamer Keberhasilan Atasi Karhutla

Dilansir mycity dari Wikipedia, Snowbay Waterpark itu sendiri merupakan wahana yang dirancang secara khusus sebagai taman rekreasi petualangan berkelas dunia, terletak di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah dan memiliki konsep pegunungan salju sehingga memberikan suasana nyaman dan menyenangkan. Tempat ini menjadi wahana wisata favorit bagi keluarga yang sekalian berkunjung ke TMII.

Jika Snowbay hanya dijadikan tempat parkir saja rasanya amat disayangkan, sebab para pengunjung masih memiliki minat yang besar terhadap Snowbay. Akan lebih baik jika Snowbay dapat difungsikan kembali sebagai tempat wisata bagi para pengunjung dan wisatawan.

Continue Reading
Advertisement

Trending