Connect with us

Internasional

Biden Gelar Pertemuan Darurat Antar G20 Bahas Serangan Rudal di Polandia

Published

on

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT G20 di The Apurva Kempinski Bali, Senin (14/11 – 2022). Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menggelar rapat darurat yang membahas serangan rudal di Polandia, di sela KTT G20 di Bali. Biden menjelaskan ada informasi awal yang membantah rudal yang jatuh di Polandia pada Selasa (15/11/2022) ditembakkan dari Rusia.

Biden mengatakan hal itu kepada wartawan pada Rabu (16/11/2022) di Bali. “Ada informasi awal yang membantahnya,” ujar Biden, ketika ditanya apakah terlalu dini untuk mengatakan bahwa rudal itu ditembakkan dari Rusia.

Baca Juga :  Titah Jokowi ke Seluruh Menteri: Kerja Mati-matian Tekan Angka Kematian Covid-19!

Baca Juga : Harta Cadangan Dibekukan, Rusia Bakal Lawan Negara Barat

“Kecil kemungkinannya peluru itu ditembakkan dari Rusia, tapi kita lihat saja nanti,” papar pemimpin AS itu.

Biden berbicara setelah para pemimpin global berkumpul untuk pertemuan G20 di Bali, Indonesia, mengadakan pertemuan darurat pada Rabu setelah ledakan mematikan di Polandia yang menurut Ukraina dan pihak berwenang Polandia disebabkan oleh rudal buatan Rusia.

Baca Juga :  Wapres Resmikan Pembukaan ISEF ke-8 Tahun 2021

Ditanya apakah terlalu dini untuk mengatakan bahwa rudal itu ditembakkan dari Rusia, Biden mengatakan, “Ada informasi awal yang membantahnya. Saya tidak ingin mengatakan itu sampai kami benar-benar menyelidikinya tetapi tidak mungkin sejalan dengan lintasan yang ditembakkan dari Rusia tapi kita lihat saja nanti.”

Baca Juga :  Pejabat Gedung Putih Akui Donald Trump Tidak Diuji Covid-19 Setiap Hari

“Negara-negara AS dan NATO akan menyelidiki sepenuhnya sebelum bertindak,” ujar dia.

Internasional

Sesuai Janji, Anwar Ibrahim Tak Akan Ambil Gaji Perdana Menteri

Published

on

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, telah mendapatkan mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru (DW)

Mycity.co.id – Pemilihan umum ke-15 Malaysia telah berakhir. Datuk Seri Anwar Ibrahim dari Pakatan Harapan (PH) sekarang menjadi Perdana Menteri ke-10 negara tersebut. Sesuai janji yang ia ucapkan ketika berkampanye, Anwar tidak akan mengambil gajinya sebagai perdana menteri.

Hal ini tertuang dalam pernyataan pers pertama Anwar sebagai Perdana Menteri Malaysia yang ia rilis pada Kamis (24/11/2022). Pada poin ke-7 pernyataan pers itu, Anwar mengaku tetap menolak untuk menerima gaji sebagai Perdana Menteri.

Ada 8 poin yang termuat dalam pernyataan pers pertama Anwar ini. Yang pertama adalah komitmen mempertahankan Bahasa Melayu, agama Islam sebagai agama resmi negara dan kedudukan Raja-Raja Melayu, hak keistimewaan kaum Melayu tanpa meminggirkan hak kaum Cina, India, suku kaum Sabah dan Sarawak serta Orang Asli.

Baca Juga :  Pejabat Gedung Putih Akui Donald Trump Tidak Diuji Covid-19 Setiap Hari

Poin kedua, pemerintahan dibentuk dengan dukungan padu dan mantap dari tiga gabungan terbesar yakni Harapan, Barisan Nasional, dan Gabungan Parti Sarawak. Poin ketiga, kerajaan akan menjamin dan menjaga hak semua rakyat Malaysia, khususnya golongan yang terpinggir dan melarat tanpa kira bangsa dan agama Poin 4, fokus nomor satu saat ini adalah agenda pengukuhan ekonomi.

Poin ke-5 melawan rasuah dan penyelewengan secara serius dan habis-habisan dengan menggerakkan agenda reformasi tatakelola pemerintahan. Dan yang terakhir, Anwar memutuskan Senin (28/11/2022) sebagai hari libur nasional.

Baca Juga :  Dunia Loversation, Kesederhanaan Hidup yang Kerap Terlupakan oleh Milenial

Setelah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia, sejumlah musuh politiknya menyampaikan selamat pada Anwar. Di antara mereka adalah presiden MCA Datuk Seri Dr Wee Ka Siong, presiden Pejuang Datuk Seri Mukhriz Tun Dr Mahathir, ketua Sabah Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Bung Moktar Radin, sekretaris jenderal UMNO Datuk Seri Ahmad Maslan dan wakil Parti Sosialis Malaysia (PSM) ketua S. Arutchelvan.

Dia juga mengatakan menghormati keputusan Yang Mulia untuk pembentukan pemerintah persatuan untuk mengembangkan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. “Mudah-mudahan, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri yang baru, kita bisa memberantas politik balas dendam dan menghindari perpecahan dalam masyarakat majemuk,” katanya, seperti dikutip dari Bernama.

Baca Juga :  Perbudakan Modern Gadis-Gadis Cantik Eropa Timur

Sementara itu, Mukhriz berharap pembentukan pemerintahan baru yang terdiri dari Pakatan Harapan, BN, Gabungan Parti Sarawak dan partai-partai lain akan menstabilkan situasi setelah lebih dari dua tahun gejolak politik. “Pejuang berdoa agar pemerintah di bawah kepemimpinan Anwar mendorong Malaysia keluar dari gejolak ini dan menghidupkan kembali negara ini, sehingga mengembalikannya ke jalurnya,” katanya dalam sebuah pernyataan hari ini.

Continue Reading

Internasional

Anwar Ibrahim Minta Suku Melayu, China, dan India Tak Pecah Belah

Published

on

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022/AFP

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022/AFP

mycity.co.idPerdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022.

Anwar Ibrahim yang unggul dalam pemilu meminta agar tidak ada lagi retorika yang bisa memecah kerukunan suku Melayu, suku China, suku India, maupun suku dari wilayah Sabah dan Sarawak.

Baca Juga :  Perbudakan Modern Gadis-Gadis Cantik Eropa Timur

Lebih lanjut, politisi senior itu menyebut retorika itu dipanas-panasi oleh orang-orang yang kepentingannya terdesak di tengah pemilu. Retorika itu dinilai mengganggu upaya membangun pemerintahan.

“Saya bimbang melihat sentimen dan retorik perkauman yang terus diapikan oleh segelintir pihak yang terdesak dan berkepentingan terutamanya di saat penting seperti sekarang,” ungkap Anwar Ibrahim melalui Facebook resminya, dikutip mycity.co.id, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga :  Rudal Palestina Bikin Listrik di Israel Mati Total

Ia pun menegaskan agar pemilu tidak berakhir dengan kekacauan antar-suku, dan bahwa semua suku di Malaysia adalah bersaudara.

“Usaha dan ikhtiar dalam menubuhkan kerajaan yang bertanggungjawab dan stabil tidak seharusnya berakhir dengan kekacauan kerana kaum Melayu, China, India, Orang Asli, suku kaum Sabah dan Sarawak adalah bersaudara sebagai manusia dan rakyat Malaysia yang cintakan keamanan,” tegas Anwar Ibrahim.

Baca Juga :  Balas Dendam, Rusia Usir 15 Diplomat Asal Australia

Anwar lantas meminta agar pemimpin kepolisian Malaysia bersikap tegas agar retorika SARA tersebut tidak digunakan di perpolitikan Malaysia.

Aliansi politik Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim berhasil unggul di pemilu Malaysia dengan 83 kursi di parlemen. Namun, ia belum pasti menjadi perdana menteri, sebab partainya belum meraih mayoritas. Muhyiddin Yassin pun masih terus membangun koalisi agar menjadi mayoritas.

Continue Reading

Internasional

PM Malaysia Sempat Trending di Medsos

Published

on

Anwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik,/AFP

Anwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik,/AFP

mycity.co.idAnwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik, akhirnya Raja Malaysia memutuskan untuk menunjuk perdana menteri baru setelah bertemu dengan konferensi penguasa.

Melansir Malaysia Kini, sosok Anwar Ibrahim pun resmi menggantikan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob dan menjabat menjadi Perdana Menteri ke-10.

Baca Juga :  Balas Dendam, Rusia Usir 15 Diplomat Asal Australia

Pelantikan pun digelar di Istana Negara dan di depan Raja Malaysia yaitu Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Dalam pelantikan tersebut, Anwar juga membacakan sumpah jabatan sebagai PM Malaysia pada sore hari waktu setempat.

“Saya, Anwar Ibrahim setelah ditunjuk untuk memegang jabatan Perdana Menteri, bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan dengan jujur menjalankan tugas jabatan saya dengan segala upaya saya dan bahwa saya akan mengabdikan kesetiaan saya yang sejati kepada Malaysia,” kata Anwar ketika membaca sumpah jabatan.

Baca Juga :  Pejabat Gedung Putih Akui Donald Trump Tidak Diuji Covid-19 Setiap Hari

Terpilihnya Anwar menjadi Perdana Menteri Malaysia juga disambut baik oleh publik terutama warganet yang bersyukur dengan terpilihnya dia sebagai Perdana Menteri Malaysia saat ini.

“Saya suka bagaimana Anwar Ibrahim tidak menghabiskan waktu untuk mengganti bio Twitternya yang menyatakan bahwa dia sekarang adalah PM ke-10 Malaysia,” tulis akun Twitter @sadhosays.

Baca Juga :  Rudal Palestina Bikin Listrik di Israel Mati Total

“Siapapun yang jadi PM Malaysia harini, itu akan menjadi situasi yang sulit baginya untuk bermanuver,” kata @karmenlunarx.

“Salam dan selamat dato, semoga dilimpahkan kesehatan sehingga bisa melayani kami dengan kemampuan terbaik buat kerja biar setara dengan gaji pls!! Juga skrng takde kabinet lagi, tapi saya harap Anda dan tim dapat melakukan sesuatu tentang ini,” tulis akun @brskaaa___.

Continue Reading
Advertisement

Trending