Connect with us

COVID-19Update

Bharat Biotech Produksi Vaksin Covid-19 Pertama di India

Published

on

India berhasil kembangkan vaksin dalam negeri untuk atasi Covid-19. Melansir CBS News, Selasa (30/6/2020), Bharat Biotech memproduksi vaksin Covid-19 yang telah disetujui untuk digunakan kepada manusia.

Bharat Biotech adalah perusahaan vaksin dan produk bioterapeutik yang didirikan pada 1996 di Lembah Genome di Hyderabad, India. Vaksin ini merupakan vaksin domestik pertama yang mendapat lampu hijau dari pengawas obat setempat.

India merupakan negara dengan peningkatan kasus Covid-19 tinggi. Sejauh ini kasus Covid-19 di India mencapai 1,3 miliar orang. Pada Senin (29/6/2020), kasus infeksi baru bertambah 20.000 orang.

Uji klinis manusia dijadwalkan dimulai di seluruh India pada Juli. Pengawas obat di India menyetujui aplikasi perusahaan untuk mengadakan uji klinis Phase I dan Phase II Covaxin yang dikembangkan bersama dengan Dewan Penelitian Medis Institut Virologi Nasional India. Demikian pernyataan perusahaan pada Senin (29/6/2020).

Lebih dari 16.000 orang meninggal karena Covid-19 sejak kasus pertama di India pada Januari. Jumlah ini rendah bila dibandingkan dengan jumlah kasus serupa di negara lain. Namun, para ahli takut rumah sakit tak mampu menampung pasien yang terinfeksi Covid-19 di negara berpenduduk padat.

Sampai sekarang belum ada vaksin yang disetujui untuk tujuan komersial. Namun, lebih dari selusin vaksin di antara 100 vaksin yang ada secara global diujikan pada manusia. Selain vaksin buatan Bharat Biotech, vaksin lain yang terbukti ampuh adalah vaksin produksi CanSino Biologics di Cina. (Al-Hanaan)

Foto: WION

Advertisement

COVID-19Update

Jokowi: Indonesia Terus Dukung Pemulihan Pasca Pandemi Covid-19

Published

on

Presiden Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), menegaskan Indonesia terus mendukung upaya pascapandemi Covid-19.

Jokowi menyampaikan hal itu pada acara The Future of Asia Conference, yang disaksikan di Jakarta, Jumat (28/5/2022) malam.

“Indonesia akan terus mendukung upaya pemulihan pascapandemi,” ujarnya.

Di tingkat bilateral, ujar Jokowi, Indonesia terus mengupayakan penguatan kerja sama ekonomi, terutama dengan mitra-mitra strategisnya.

Baca Juga:

  1. Kopi Pakesang Khas Ternate Terpilih Jadi Kopi Rempah Terbaik se-Nusantara
  2. Kopi Takar Mandailing, Cangkirnya dari Batok Kelapa & Sedotannya dari Kayu Manis
  3. Kopi Jahe, Perekat Kehangatan Persaudaraan Masyarakat Betawi

Jokowi mencontohkan kerja sama ekonomi telah dilakukan Indonesia dengan Jepang. Dalam pembicaraan bilateral Presiden dengan Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio di Jakarta April 2022, Indonesia dan Jepang sepakat untuk semakin menguatkan kemitraan ekonomi, serta meningkatkan perdagangan dan investasi melampaui tren sebelum pandemi.

Indonesia dan Jepang sepakat memperluas akses pasar dan mengatasi hambatan perdagangan, terutama ekspor produk pertanian dan perikanan Indonesia.

Kedua, Indonesia akan terus berupaya melakukan kerja sama dalam kerangka ASEAN. Indonesia akan terus mendorong agar negara-negara ASEAN bersama-sama bekerja keras untuk lebih bisa menikmati rantai nilai global agar mampu menaiki tangga kemajuan.

Jokowi menekankan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang telah disetujui dua tahun lalu perlu segera diimplementasikan untuk memperkuat integrasi ekonomi kawasan yang saling menguntungkan.

“Implementasi RCEP berpotensi meningkatkan ekonomi kawasan 10 persen dalam lima tahun ke depan dan berkontribusi 187 miliar dolar AS pada GDP kawasan,” papar Jokowi.

Continue Reading

COVID-19Update

WHO: Jangan Terlena, Pandemi Covid-19 Belum Usai!

Published

on

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Badan Kesehatan Dunia (WHHO) menegaskan bahwa pandemi Covid-19 masih berlanjut, meski sejumlah negara sudah mencabut kebijakan untuk menekan penyebarannya.

“Di banyak negara, semua pembatasan telah dicabut, dan kehidupan tampak seperti sebelum pandemi,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Jadi, apakah (pandemi) sudah berakhir? Tidak, ini tentu belum berakhir,” tegas dia.

Baca Juga:

  1. Gandeng Pemprov DKI, WIR Group Kembangkan Metaverse Jakarta
  2. Gali Masa Depan Dunia, Indosat Lebarkan Sayap ke Metaverse
  3. Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua, Putin: Musuh Pasti Bakal Was-Was

Senada dengan Tedros, Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Michael Ryan, menyatalan pandemi Covid-19 belum masuk ke dalam tahap endemi. Bahkan menurutnya, pandemi Covid-19 bisa menyebabkan epidemi yang lebih besar.

“Jangan percaya endemi sama saja semuanya sudah selesai,” ujarnya.

Dia menyebut dua penyakit yakni tuberkolosis dan malaria, yang telah menjadi endemi tetapi masih membunuh jutaan orang per tahunnya.

Sementara itu, pemimpin teknis Covid-19 WHO Maria Van Kerkhove mengatakan virus tersebut masih terus beredar dalam tingkat tinggi. Dia menambahkan Covid-19 masih menyebabkan kematian serta kehancuran dalam jumlah besar.

Menurutnya saat ini dunia masih dalam periode pandemi. “Kita masih berada di tengah pandemi ini. Kita semua berharap tidak demikian. Tapi kita tidak dalam tahap endemi,” ungkap Van Kerkhove.

Continue Reading

COVID-19Update

Mantap, PPKM di Seluruh Indonesia Berakhir Hari Ini

Published

on

By

PPKM di Seluruh Indonesia Berakhir Hari Ini

Pada hari ini, Senin 23 Mei 2022 akan berakhir terkait kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia yang telah berlaku dalam dua pekan terakhir.

Di mana hal tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 24/2022 untuk PPKM Jawa-Bali, dan Inmendagri 25/2022 untuk wilayah luar Jawa-Bali, yang ditekankan Tito Karnavian selaku Menteri Dalam Negeri.

Daerah yang berstatus PPKM level 1 mengalami penurunan dari sebelumnya 29 daerah berkurang menjadi 11 daerah untuk wilayah Jawa-Bali. Begitu juga dengan wilayah PPKM level 3 dari 2 daerah menjadi 1 daerah saat ini.

Sementara itu, mengalami kenaikan dari 97 menjadi 166 daerah untuk wilayah yang berstatus PPKM level 2. Sedangkan wilayah berstatus PPKM level 1 berjumlah 11 daerah, level 2 mencapai 116 daerah, dan wilayah yang masuk kategori PPKM level 3 berjumlah 1 daerah untuk wilayah luar Jawa-Bali.

Baca Juga:

  1. Cara Unik Korut Basmi Covid-19: Pakai Obat Tradisional
  2. Boleh Tak Pakai Masker di Tempat Umum, Ini Aturan Lengkap Terbaru Soal Penggunaan Masker
  3. Sah, Jokowi Hapus Aturan Tes Covid-19 Sebagai Syarat Perjalanan & Bebaskan Penggunaan Masker di Luar Ruangan

Dalam sepekan terakhir pun tercatat oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terdapat penambahan kasus mencapai 1.844. Di mana pada 18 Mei lalu dengan 327 kasus menjadi penambahan kasus tertingginya.

Kemudian per 22 Mei 2022 bertabah sebanyak 285 orang untuk angka kesembuhan secara nasional. Di mana terdiri dari 281 transmisi lokal dan empat pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Maka jumlah kesembuhan mencapai 5.892.411 orang atas hal tersebut.

Sebagai informasi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebelumnya pernah menyebutkan pemerintah membuka peluang untuk menyetop PPKM yang sudah diberlakukan sejak Agustus 2021 silam.

Continue Reading

Trending