Connect with us

Teknologi

Berkat RDTR, Kini Urus Perizinan Hanya Sehari

Published

on

Ilustrasi RDTR. (Ditjen Tata Kota)

Kementerian ATR/BPN terus mendorong pemerintah daerah dan kota di seluruh Indonesia untuk membahas RTRW sehingga bisa menghasilkan RDTR di setiap wilayah yang baik. Setelah terbit aturan ini diintegrasikan dengan Online Single Submission (OSS) sehingga memudahkan mengurus perizinan.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) membahas mengenai tiga rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW). Salah satunya RTRW Pemkab Rembang, Pemkab Lampung Tengah, dan Pemkab Way Kanan untuk RTRW periode 2022-2024.

Menurut Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Gabriel Triwibawa, penyusunan Ranperda RTRW serta pertemuan lintas sektor yang kerap diselenggarakan merupakan proses untuk mempersiapkan sebuah lapak untuk pembangunan dalam periode 20 tahun ke depan selain memberikan paparan mengenai pentingnya RTRW dan penyusunan rencana detil tata ruang (RDTR).

“Untuk itu sangat perlu RDTR yang sudah terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) sehingga bisa menjadi pintu masuk sekaligus guideline investasi. Proses perizinan juga bisa dilakukan dalam satu hari kerja sehingga kita bisa menjadi lebih kompetitif dan ini sesuai dengan amanat UU Cipta Kerja maupun aturan turunannya,” ujarnya.

Dengan begitu, apabila suatu daerah memiliki RDTR yang telah terintegrasi dengan OSS maka sistem perizinannya bisa diproses oleh sistem OSS untuk mendapatkan konfirmasi kegiatan pemanfaatan ruang (K-KPR) yang hanya membutuhkan waktu satu hari kerja.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, terdapat dua proyek strategis nasional pada muatan strategis RTRW Kabupaten Rembang yaitu jalan tol Demak-Tuban, jalur kereta api antar kota Semarang-Rembang-Bojonegoro, serta jalur kereta api antar kota Semarang-Rembang-Blora, Cepu, dan jalur kereta api kota Semarang-Rembang-Tuban.

“Tujuan dan kebijakan RTRW Tahun 2022-2042 Kabupaten Rembang adalah mewujudkan wilayah kabupaten sebagai pusat perkonomian regional Jawa Tengah bagian timur yang produktif, berkelanjutan dan berdaya saing yang bertumpu pada keterkaitan sektor industri, pertanian, perikanan, pertambangan, pariwisata, serta memperhatikan pemerataan pembangunan wilayah,” katanya.

Selanjutnya Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah Ardhito wijaya menyampaikan, dengan perencanaan yang matang bisa dijaga dann terus ditingkatkan produktivitas dari hasil yang saat ini sudah ada serta memasukan ide-ide baru untuk meningkatkan produktivitas dengan tata ruang wilayah yang baik.

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Way Kanan bertekad untuk membawa wilayahnya menempati posisi yang baik diantara pemerintah kabupaten lain baik dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan ekonomi-sumber daya, dan lainnya sehingga masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan secara berkelanjutan.

Advertisement

Teknologi

Kamera ETLE Bakal Semakin Canggih, Alamat hingga Status SIM Pelanggar Bisa Dideteksi Polisi

Published

on

Kamera ETLE Bakal Semakin Canggih, Alamat hingga Status SIM Pelanggar Bisa Dideteksi Polisi/Antara

Kamera ETLE Bakal Semakin Canggih, Alamat hingga Status SIM Pelanggar Bisa Dideteksi Polisi/Antara

mycity.co.idPihak kepolisian menyatakan perkembangan teknologi kamera ETLE yang digunakan untuk melakukan tilang elektronik. Kini pihak kepolisian diketahui tengah membuat fungsi kamera tersebut agar menjadi lebih canggih.

Selama ini, Kamera ETLE hanya memiliki fungsi untuk mengetahui pelanggaran lalu lintas berdasarkan pelat nomor kendaraan pelaku.

Tetapi, teknologi kamera ETLE tengah dikembangkan untuk kemampuan lebih canggih lagi.

Ke depannya kamera ETLE bisa mendeteksi alamat hingga status SIM pelanggar lalu lintas yang nantinya akan diincar oleh polisi.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Latif Usman menyatakan hal ini dimungkinkan berkat adanya teknologi baru bernama Face Recognition.

Teknologi baru ini akan mendeteksi wajah pengguna kendaraan lalu mencocokannya dengan data yang ada di dokumen kependudukan hingga kepengurusan SIM.

“Jadi nanti itu (ETLE) bisa nangkap wajah, namanya siapa, alamatnya di mana, punya SIM atau tidak,” ujar Latif Usman dikutip mycity.co.id dari NTMC Polri, Jumat (9/12/2022).

“Itu semua bisa terdeteksi gitu. Kamera ini sudah ada alatnya demikian,” paparnya.

Dengan kemampuan seperti itu, polisi hanya perlu bekerja sama dengan beberapa pihak untuk nantinya melakukan pencocokan data.

Data pelanggar lalu lintas bisa diketahui menggunakan dokumen Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Jadi kami nanti kerja sama dengan Dukcapil. Nanti data orang akan berkembang dan dicari menggunakan face recognition,” pungkasnya.

Continue Reading

Teknologi

Satelit ICON Milik NASA Hilang Kontak, Belum Pasti Pulang ke Bumi

Published

on

Ilustrasi satelit. Satelit ICON milik NASA hilang kontak sejak akhir November lalu. Foto: AFP PHOTO / CNES

Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) kehilangan kontak dengan salah satu satelitnya bernama Ionospheric Connection Explorer (ICON). Satelit itu hilang kontak sejak 25 November dan tidak bisa lagi dilacak sejak saat itu.

“Tim saat ini masih bekerja untuk menjalin koneksi. Kami bekerjasama dengan Jaringan Pengawasan Luar Angkasa dari Departemen Pertahanan dan telah memverifikasi satelit itu tetap utuh,” tulis pernyataan resmi NASA seperti dikutip Space.

Satelit ICON sebenarnya memiliki ‘command loss timer’ yang didesain untuk mengatur ulang satelit itu jika tak merespon kepada tim kontrol di Bumi selama delapan hari. Akan tetapi, satelit tersebut tetap diam sejak pengaturan ulang tuntas pada Senin (5/12).

ICON merupakan satelit yang diluncurkan pada Oktober 2019 dan mengeksplorasi lapisan ionosfer Bumi yang belum pernah dilakukan satelit manapun sebelumnya. Ionosfer sendiri merupakan lapisan atmosfer Bumi yang membentang dengan jarak 80-640 kilometer.

Melansir Space News, satelit ICON berharga $252 juta atau Rp3,9 triliun. ICON dirancang untuk memelajari interaksi cuaca luar angkasa dengan cuaca terestrial di lapisan ionosfer.

Hal itu bertujuan memberi pemahaman lebih baik soal variasi di ionosfer. Salah satunya adalah pengukuran yang menunjukkan erupsi gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai pada Januari 2022 punya efek hingga lapisan ionosfer dan merusak gelombang listrik.

Lebar lapisan ionosfer memang secara teratur berganti karena merespon radiasi matahari. Pergantian itulah yang bisa berdampak kepada teknologi komunikasi.

ICON didesain untuk mengeksplorasi ionosfer hingga Desember 2021. Saat ini, ia masih dalam status menjalani misi perpanjangan. ICON juga akan menjadi bagian dari misi tinjauan heliofisik pada 2023 untuk menentukan apakah misi itu harus diperpanjang.

Namun NASA menemukan sejumlah masalah pada ICON antara lain dengan sistem aviasi dan sub sistem komunikasi frekuensi radionya. Belum diketahui apakah ICON akan pulang ke Bumi.

“Tim saat ini belum bisa menentukan kesehatan satelit itu dan kurangnya sinyal downlink bisa jadi indikasi kegagalan sistem,” kata tim NASA.nasa

Continue Reading

Teknologi

Gandeng Google, Pemprov DKI Atur Kemacetan Pakai Kecerdasan Buatan

Published

on

Pemprov DKI Jakarta menggandeng Google untuk membuat kecerdasan buatan guna mengatur lalu lintas. (detik)
Pemprov DKI Jakarta menggandeng Google untuk membuat kecerdasan buatan guna mengatur lalu lintas. (detik)

mycity.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan Google untuk mengatur lalu lintas ibu kota dengan teknologi kecerdasan buatan.

Hal itu diungkapkan Kepala Unit Pengelola Sistem Pengendalian Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Emanuel Kristanto.

Emanuel menyebut kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman pada November 2022 bertajuk proyek Green Light.

“Kami tengah bekerjasama dengan google indonesia untuk optimasi traffic light di persimpangan. Mereka akan gunakan teknologi AI,” ujar Emanuel kepada wartawan, Jumat (9/11/2022).

Emanuel menyatakan AI dari Google dapat melakukan analisa mengenai kepadatan lalu lintas secara langsung atau real time.

Data analisa tersebut nantinya akan dikirimkan ke Dishub untuk dijadikan pengaturan waktu lambu lalu lintas di persimpangan.

Durasi lampu lalu lintas akan berbeda tiap jam dan berdasarkan kondisi kepadatan kendaraan yang melintas. Proyek ini, kata Emanuel, rencananya akan mulai diterapkan pada tahun 2023.

“Secara garis besar Google akan menggunakan teknologi AI mereka untuk menganalisa volume lalu lintas di persimpangan dan merekomendasikan waktu nyala hijau yang optimal di masing-masing kaki persimpangan,” jelasnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending