Connect with us

Properti

Berkat Program Ini, Milenial Punya Rumah Jadi Lebih Mudah

Published

on

Rumah milenial

Kalangan pengembang dan perbankan terus mengemas produknya untuk bisa diakses oleh kalangan milenial. Konsep hunian yang tepat dengan lokasi dan fasilitas ditunjang dengan skema pembiayaan menarik dari bank diharapkan bisa mendorong pekerja milenial segera membeli rumah.

Bagi kebanyakan masyarakat, membeli rumah merupakan pengeluaran terbesar sepanjang hidup bahkan harus dibeli dengan cara mencicil bertahun-tahun. Rumah juga merupakan produk yang harganya akan terus meningkat dan umumnya tidak terkejar oleh peningkatan penghasilan mayoritas kalangan pekerja.

Karena itu himbauan bagi pekerja milenial untuk menyegerakan membeli rumah merupakan pesan yang sangat penting. Karena menunda membeli hanya akan membuat harganya semakin tinggi dan kalaupun bisa lokasi rumah sudah lebih jauh untuk meyesuaikan dengan kemampuan daya beli saat ini.

Baca Juga :  Dear Milenial, Jangan Tunda Beli Properti di Masa Pandemi Covid-19

Baca Juga:

  1. Danau Weekuri, Bertugas Manjakan Mata Wisatawan
  2. Cukang Taneuh, Green Canyon Milik Indonesia
  3. Danau Sentani, Gugusan 22 Pulau Memesona di Papua

Himbauan untuk pekerja milenial segera membeli rumah kembali disuarakan oleh kalangan pengembang. Menurut Managing Director Synthesis Huis Aldo Daniel, rumah yang dihadirkan Synthesis Huis di Cijantung, Jakarta Timur, bisa menjadi pilihan utama untuk eksekutif milenial karena bisa memiliki pilihan rumah tapak di Jakarta dengan harga yang masih affordable atau di bawah Rp2 miliar.

“Kami menghadirkan konsep hunian rumah tapak dengan lokasi, konsep, fasilitas, hingga untuk menjadi instrumen investasi yang tepat bagi milenial. Selain lokasi yang strategis dekat dengan CBD TB Simatupang, kami juga menghadirkan banyak hal untuk mempermudah konsumen milenial memiliki hunian di Synthesis Huis,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadi Sasaran Pengembang Segmen Rumah Menengah, Banten Siap Naik Kelas

Dari sisi pembayaran, ada tiga sistem pembayaran mulai tunai keras yang dicicil enam kali, pembayaran bertahap hingga 24 kali, atau KPR dengan uang muka 5 persen diberikan oleh developer plus program subsidi cicilan sebesar 1 persen setiap bulannya. Dengan begitu dana awal maupun cicilan rumah ini bisa lebih ringan.

Synthesis Huis juga menggandeng sejumlah perbankan salah satunya Bank Mandiri yang memiliki produk KPR dengan banyak benefit menarik. Menjelang bulan Oktober misalnya, ada program kemudahan yang merupakan bundling promo antara pengembang dengan Bank Mandiri sehingga kemudahan yang ditawarkan lebih banyak lagi.

Vice President Consumer Loans Group Bank Mandiri Ayu Pertiwi menambahkan, membeli rumah bukan hanya memenuhi kebutuhan pokok tapi juga membuat kita memiliki aset dengan nilai yang akan terus meningkat. Salah satu bukti properti menarik untuk investasi yaitu produk ini tetap diminati dan meningkat penjualannya saat situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Punya Banyak Keuntungan, Milenial Wajib Segera Beli Rumah

“KPR Bank Mandiri salah satunya juga fokus menyasar segmen milenial dan itu kami kemas produk pembiayaan yang cocok untuk segmen ini. Beberapa kemudahan yang kami berikan yaitu pricing dengan suku bunga selected developer mulai 3,88 persen fixed tiga tahun 5,99 fixed lima tahun, atau 8,5 persen fixed 10 tahun. Kami juga membebaskan berbagai biaya seperti provisi hingga proses KPR yang cepat dan mudah untuk kemudahan milenial,” bebernya.

Properti

Potensi Raksasa Pengembangan Properti di Bandung Selatan

Published

on

Potensi raksasa pengembangan properti di Bandung Selatan. (Agung Podomoro)
Potensi raksasa pengembangan properti di Bandung Selatan. (Agung Podomoro)

mycity.co.id – Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Bandung memang menjadi salah satu area yang diincar pencari properti.

Salah satu area di Bandung yang saat ini menjadi incaran pencari properti adalah Bandung Barat. Area ini dinilai potensial karena didukung oleh perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Dari sektor ekonomi, saat ini Bandung Barat telah banyak bertumbuh berbagai industri yang menyokong perkembangan perekonomian. Contohnya, seperti tekstil, properti dan jasa.

“Salah satu indikasi Bandung Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, terlihat dari banyaknya investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Bahkan secara kasat mata terlihat dari semakin tingginya volume kendaraan di kawasan itu,” ujar Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jawa Barat, Slamet Mulyanto S.

Baca Juga :  Co-Living, Alternatif Hunian di Masa Pandemi Covid-19

Dari sektor infrastruktur, Bandung Barat juga dikelilingi dengan berbagai pembangunan jalan tol. Di antaranya, Tol Padaleunyi, rencana pembangunan jalur kereta cepat dan Tol Soroja yang tahun lalu baru diresmikan.

Slamet Mulyanto S mengakui keberadaan Tol Soroja dapat meringkas jarak tempuh Bandung Selatan dengan daerah sekitarnya. Selain itu pemerintah menyiapkan sejumlah upaya seperti pelebaran jalan utama menuju Bandung Selatan dari ROW 16 menjadi ROW 20.

Hal itu tertera dalam dokumen yang diterbitkan Dinas Permukiman dan Tata Wilayah Kabupaten Bandung. Pembuatan jalan pintas atau jalan penghubung, hingga pengembangan sarana angkutan umum massal.

Baca Juga :  Dear Milenial, Jangan Tunda Beli Properti di Masa Pandemi Covid-19

Selain infratruktur, sektor pariwisata juga dinilai salah faktor yang dapat mendongkrak bisnis properti di Bandung.

Menurut Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property watch (IPW), Bandung Selatan memiliki banyak potensi alam yang masih asri.

Sektor pariwisata di kawasan ini pun sebagian besar sangat menarik untuk mendorong bisnis propertinya tumbuh lebih baik.

“Bandung Selatan akan menjadi kawasan potensial bisnis properti sehingga makin banyak pengembang mulai berinvestasi di sini,” imbuh Ali.

Dengan potensi tersebut, akhirnya tak heran banyak pengembang yang menanamkan modalnya di Bandung Barat. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengembangkan kawasan hunian yang diberi nama Podomoro Park di Kecamatan Buahbatu.

Baca Juga :  Jadi Sasaran Pengembang Segmen Rumah Menengah, Banten Siap Naik Kelas

“Ada sekitar 10 hektar diperuntukkan untuk proyek komersial yang mendukung kawasan perumahan ini, mulai lintasan joging, kolam renang, pusat kebugaran, dan lainnya. Sekitar 50 persen lahan proyek ini akan kami dedikasikan untuk kawasan terbuka hijau dan danau,” kata Assistant Vice President Strategic Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya.

Agung mengaku optimistis proyek terbarunya ini bisa menjadi salah satu pilihan investasi menarik. Apalagi, Bandung makin menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia.

Proyek yang dirilis pada kuartal I-2018 ini merupakan salah satu langkah APLN memberikan dukungan perkembangan dan pembangunan Bandung Selatan.

Continue Reading

Properti

Pinjol Bikin Masyarakat Sulit Ajukan KPR

Published

on

Pinjaman Online bikin masyarakat kesulitan mengajukan KPR. (Pudjiadji Prestige)
Pinjaman Online bikin masyarakat kesulitan mengajukan KPR. (Pudjiadji Prestige)

mycity.co.id – Pengajuan KPR akan diperiksa dengan seksama oleh bank untuk memastikan kemampuan mencicil kreditur. Umumnya, banyak pengajuan KPR yang ditolak bank karena masalah kartu kredit. Saat ini, penolakan KPR banyak terjadi karena pinjaman online (pinjol).

Mayoritas pembeli hunian khususnya rumah tapak di Indonesia menggunakan skema pembiayaan bank dengan produk KPR. Calon debitur tentunya harus melampirkan berbagai persyaratan untuk diperiksa bank. Perihal kemampuan mencicilnya sehingga rumah yang dibiayai bisa lancar dan tidak menjadi kredit macet yang akhirnya menjadi beban bank.

Dalam pelaksanaannya, pengajuan KPR masyarakat cukup banyak yang tidak lolos maupun ditolak bank karena berbagai hal.

Baca Juga :  Enaknya, Pajak Properti di Australia Dipotong 50 Persen

Menurut Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu, saat ini bank cukup ketat terkait meloloskan permintaan masyarakat untuk pembiayaan perumahannya.

“Saat mengajukan pinjaman untuk pembiayaan rumah tentunya tidak terlepas dari Bank Indonesia (BI) checking dan saat ini BI checking makin seru,” tutur dia.

“Kalau dulu banyak pengajuan KPR ditolak karena kartu kredit, kalau sekarang karena pinjaman online (pinjol). Faktor pinjol pada ditolaknya KPR masyarakat itu mencapai 30 persen,” ujarnya.

Jadi, faktor gagalnya pengajuan kredit masyarakat yang disebabkan pinjol mencapai 30 persen. Hal ini semakin banyak terjadi seiring kian mudahnya aktivitas pinjol ini.

Baca Juga :  BSA Land Tawarkan Properti Khusus Milenial, Harga Rumah Rp400 Jutaan

Padahal, nominal pinjol ini juga tidak terlalu besar. Bahkan, banyak yang di bawah Rp1 juta namun hal ini tetap berpengaruh pada penilaian pengajuan KPR.

Masalah ditolaknya KPR karena pinjol ini juga makin rumit. Hal ini sulit diatasi karena kebanyakan pemberi jasa pinjol bukan dari kalangan perbankan. Sehingga hal, ini juga menyulitkan bank untuk melakukan taksasi ataupun penilaian untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses KPR.

Untuk solusi mudahnya, Nixon menyebut akan meminta persyaratan tambahan dalam bentuk peningkatan atau top up. Limitnya dari harga rumah sehingga bisa digunakan untuk melunasi pinjol calon debitur.

Baca Juga :  Dear Milenial, Jangan Tunda Beli Properti di Masa Pandemi Covid-19

Di sisi lain, solusi ini tidak diikuti secara kooperatif oleh perusahaan pinjol yang tetap menghitung denda bunga. Sehingga, nasabah kesulitan melakukan proses pelunasan.

“Kami di Bank BTN masih memberikan toleransi kepada calon debitur bila memiliki pinjaman kredit macet ataupun menunggak dari aktivitas pinjol selama 90 hari,” tegas dia.

“Tapi bila sudah menyangkut pinjol ini prosesnya memang agak ruwet. Sehingga teman-teman kantor cabang untuk mudahnya langsung ditolak. Ini tentu harus bisa disikapi dengan serius karena rejection 30 persen BI checking itu besar sekali,” pungkasnya.

Continue Reading

Properti

Kementerian PUPR Segera Bangun Rumah Anti Gempa untuk Warga Cianjur

Published

on

Kondisi rumah hancur di Cianjur. (CNN Indonesia)

mycity.co.id – Kementerian PUPR akan segera membangun hunian untuk masyarakat terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur. Rumah yang dibangun berkonsep build back better dengan teknologi rumah anti gempa Risha hasil pengembangan Kementerian PUPR.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk menyiapkan sejumlah alternatif lokasi untuk digunakan relokasi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi.

Hal ini dibutuhkan Kementerian PUPR untuk segera dibangun rumah tahan gempa sehingga masyarakat bisa segera menempati lokasi aman dan hunian yang lebih terjamin keamanannya.

“Kami berharap Pemkab Cainjur bisa segera menetapkan kawasan yang siap bangun sehingga kami dari kementerian bisa membangun rumah tahan gempa untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi pada awal pekan ini,” ujar Dirjen perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Baca Juga :  Ayo Milenial, Jangan Tunda Lagi Beli Rumah

Titik relokasi merupakan kewenangan dari pemerintah daerah sebagai pemilik otoritas wilayah. Hal ini dikarenakan pemda juga memiliki ketetapan tata ruang wilayahnya sehingga bisa menetapkan lokasi untuk dibangun hunian bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

Kementerian PUPR juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Geologi dan BMKG untuk mengecek alternatif lokasi yang bisa digunakan untuk relokasi hunian masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga :  Demi Genjot Penjualan, Pengembang Masimalkan Insentif PPN & LTV

Setiap lokasi juga nantinya akan dicek apakah layak untuk dibangun bangunan hunian maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Beberapa contoh pembangunan hunian pasca bencana antara lain di Palu, Sulawesi Tengah dan Lumajang, Jawa Timur. Hunian yang dibangun menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (Risha) hasil pengembangan Kementerian PUPR.

Di dua lokasi Palu dan Lumajang itu Kementerian PUPR membangun hingga ribuan unit rumah tahan gempa dalam waktu yang singkat. Di Lumajang misalnya, sebanyak hampir dua ribu unit rumah dibangun hanya dalam waktu tiga bulanan dengan konsep Risha setelah pemerintah daerah menetapkan lokasi relokasi.

Baca Juga :  Jadi Sasaran Pengembang Segmen Rumah Menengah, Banten Siap Naik Kelas

Konsep hunian yang dibangun Kementerian PUPR juga build back better atau membangun dengan lebih baik dan itu menjadi suatu keharusan. Masyarakat memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan hunian pasca bencana selain itu proses penanganan bencana juga tidak boleh kehilangan golden time sehingga masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tempat relokasi sementara.

“Kami sudah melakukan survei dan identifikasi rumah masyarakat yang rusak dengan aplikasi rumah terdampak bencana (Rutena) dan sudah diketahui perkiraan berapa yang rusak ringan, sedang, maupun yang berat. Kami juga melihat alternatif lokasi lahan yang disiapkan pemda dan terus berkoordinasi dengan lurah dan camat,” imbuh Iwan.

Continue Reading
Advertisement

Trending