Connect with us

Market

Berkaca dari 4 Macan Asia, Saatnya Indonesia Bangkit dari Tidur Panjang

Published

on

Indonesia Macan Asia

Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Korea Selatan mendapatkan julukan Macan Asia. Lantas, mengapa julukan tersebut disematkan ke empat negara ini?

Alasannya adalah proses ekspor dan industrialisasi yang cepat. Sejak tahun 1960, keempat negara ini terus mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi dan berhasil masuk dalam jajaran negara-negara terkaya di dunia.

Singapura dan Hong Kong selama ini dikenal sebagai pusat keuangan asing. Adapun, Taiwan dan Korea Selatan dikenal sebagai pembuat komponen elektonik dan komputer andal.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Meski demikian, alasan utama keempatnya mendapatkan julukan Macan Asia adalah kebijakan ekspor mereka. Taiwan dan Korsel mengadopsi rezim hybrid yang sesuai dengan bisnis ekspor mereka.

Di sisi lain, Korea Selatan dan Taiwan menerapkan insentif ekspor untuk pasar barang yang diperdagangkan.

Pemerintah Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura semuanya berusaha untuk mempromosikan sektor ekspor tertentu, yang digambarkan sebagai kebijakan yang didorong oleh ekspor.

Semua inisiatif membantu keempat negara mencapai tingkat pertumbuhan rata-rata 7,5% per tahun selama tiga dekade, sehingga memperoleh status negara maju.

Sebelum Krisis Keuangan Asia tahun 1997, kebangkitan ekonomi Empat negara Macan Asia (dikenal sebagai Keajaiban Asia) adalah karena kebijakan berorientasi ekspor dan kebijakan pembangunan yang ketat.

Perekonomian itu unik dalam hal pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan tingkat distribusi pendapatan yang adil. Sebuah studi Bank Dunia merekomendasikan dua strategi pertumbuhan, antara lain, sebagai penyebab keajaiban Asia – manajemen makroekonomi dan akumulasi faktor.

Ekonomi Hong Kong mengalami industrialisasi dengan pertumbuhan industri tekstil selama tahun 1950-an. Pada 1960-an, produksi di Koloni Inggris telah tumbuh dan terdiversifikasi untuk memasukkan elektronik, garmen, dan plastik untuk ekspor.

Setelah kemerdekaan Singapura, Dewan Pengembangan Ekonomi mengembangkan dan mengadopsi kebijakan ekonomi nasional untuk mendorong sektor manufaktur negara itu. Kawasan industri didirikan, dan negara menawarkan insentif pajak yang menarik investasi asing.

Sementara itu, Korea Selatan dan Taiwan mulai melakukan industrialisasi pada pertengahan 1960-an dengan intervensi pemerintah yang signifikan, termasuk program dan kebijakan. Kedua negara mengikuti pembangunan yang berorientasi ekspor, seperti di Singapura dan Hong Kong.

Empat Macan Asia dimotivasi oleh kemajuan Jepang yang dapat dikenali dan mengikuti strategi yang sama melalui investasi dalam kategori yang sama – pendidikan dan infrastruktur.

Mereka mendapat manfaat dari bantuan pertukaran internasional yang membedakan mereka dari negara lain – yang paling penting adalah bantuan ekonomi dari Amerika Serikat, yang dapat ditunjukkan dengan penyebaran barang elektronik Amerika di rumah tangga tradisional di empat negara.

Indonesia Macan Asia yang Tertidur

Indonesia sendiri memiliki potensi besar masuk dalam kalangan Macan Asia. Pasalnya, Tanah Air memiliki kekayaan bahasa, suku, budaya dan adat istiadat yang begitu beragam dan tersebar dari pulau Weh sampai Pulau Rote.

Kekayan budaya yang dimilki Indonesia merupakan salah satu asset penting dalam pertumbuhan dan perkembangan negara Indonesia ini. Banyak sekali warga asing yang berbondong-bondong untuk datang berkunjung untuk menikmati Indonesia. 

Selain kekayaan budaya yang begitu beragam tersebut, Indonesia juga memilki banyak sekali kekayaan alam yang begitu melimpah. Kekayaan alam yang begitu melimpah inilah kemudian berhasil menarik perhatian bangsa asing sangat terobsesi dan begitu berambisi untuk menguasai kekayaan Indonesia tersebut.
Tak heran jika bangsa asing mampu bertahan hingga berats-ratus tahun di Indonesia untuk mengeruk kekayaan yang ada. Bahkan salah satu tambang emas terbesar di dunia ada di Indonesia. 

Tentu kita sudah tak asing lagi dengan Gunung Ersberg di Papua atau biasa kita mengenalnya dengan tambang Freeport yang telah beroperasi sejak tahun 1967 hingga saat ini masih menggerus kekayaan alam bumi Papua seperti emas, tembaga dan perak.

Bertahun-tahun lamanya Indonesia hanya mendapatkan sebagaian kecil dari hasil kekayaan alam bumi Papua tersebut hingga pada akhirnya sekitar 51% saham yang semula menjadi miliki asing berhasil dimilki Indonesia.

Selain kekayaan yang berasal dari Gunung Ersberg masih banyak sekali kekayaan-kekayaan alam Indonesia yang dikuasai oleh negara lain. 

Selain barang tambang yang melimpah kekayaan hayatinya juga tak kalah melimpah. Posisi Indonesia yang sangat strategis berada pada iklim tropis menjadikan Indonesia sebagai tempat yang nyaman untuk pertumbuhan dan perkembangan beragam jenis flora dan fauna.

Sehingga dari sinilah Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki jenis flora dan fauna terbanyak didunia. Kita juga tahu bahwa penduduk Indonesia menempati peringkat ke empat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak.

Dari beragam kekayaan yang dimiliki lalu bagaimana peran pemerintah atau negara dan juga penduduknya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki negara Indonesia.

Namun yang sangat disayangkan dari sekian banyak kekayaan-kekayaan alam yang dimilki Indonesia pada faktanya negara kita masih sangat bergantung dan mengandalkan negara lain dalam mengolah kekayaan alam tersebut. 

Market

Resesi Ekonomi AS di Depan Mata, Sri Mulyani Ungkap Dampaknya untuk Indonesia

Published

on

Ilustrasi resesi ekonomi AS

Pertumbuhan ekonomi AS terkontraksi 0,9 persen pada kuartal II 2022. Penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) itu makin meningkatkan risiko resesi ekonomi yang akan dialami AS.

Seperti dinukil dari CNN International, Jumat (29/7/2022), kontraksi ini membuat ekonomi negara AS kembali menyusut dua kuartal berturut-turut.

Di sisi lain, bank sentral AS (The Fed) resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin. Kenaikan suku bunga itu adalah kedua yang berturut-turut dan yang keempat pada tahun ini.

Baca Juga:

  1. Diperiksa Kasus ‘Stupa Jokowi’, Roy Suryo Penuhi Panggilan Polda Metro
  2. Ibu Iriana, Ibu Negara Pertama yang Kunjungi Ukraina
  3. Pesan Menyentuh Sri Mulyani Kepada PNS yang Dapat Gaji ke-13 1 Juni 2022

Kenaikan dilakukan demi mengatasi lonjakan inflasi AS yang beberapa waktu belakangan ini terus melonjak. Tercatat, inflasi AS sempat menyentuh 9,1 persen pada Juni lalu.

Lantas, apa dampak resesi ekonomi AS yang di depan mata ini bagi Indonesia? Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, menyebut inflasi tinggi di AS, Eropa, dan Inggris akan mengetatkan likuiditas, dan meningkatkan suku bunga.

“Perangnya di Eropa, tapi dampaknya ke seluruh dunia. Krisis pangan, energi terjadi. Karena Rusia produsen energi yang termasuk terbesar di dunia. Dan Ukraina-Rusia produsen pangan terbesar pangan di dunia, termasuk pupuk,” jelas Sri Mulyani saat memberikan sambutan pada Dies Natalis Ke-7 PKN STAN, Jumat (29/7/2022).

“Maka dalam inflasi yang muncul karena pemulihan ekonomi tidak diikuti supply, ditambah disrupsi perang, dunia tidak baik-baik saja. Inflasi di berbagai negara melonjak tinggi,” dia menambahkan.

“Apa hubungannya dengan kita, kalau kenaikan suku bunga dan likuiditas cukup kencang, maka pelemahan ekonomi global terjadi,” jelas Sri Mulyani.

Dampak pelemahan ekonomi global, kata Sri Mulyani mulai terlihat di Amerika Serikat dan China, yang merupakan mitra dagang Indonesia.

Amerika Serikat (AS) secara definisi telah mengalami resesi. Negeri itu, mencatatkan pertumbuhan negatif dua kali berturut-turut selama dua kuartal dalam tahun yang sama.

Dalam pengumuman terbaru Biro Statistik, produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal II-2022 kontraksi atau negatif 0,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Padahal di kuartal I-2022 yoy, pertumbuhan pun tercatat negatif sebesar 1,6%.

Sementara China yang juga telah merilis pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2022, tercatat menurun ke 0,4% dari pertumbuhan pada kuartal sebelumnya di 2,5%. Pertumbuhan ekonomi tersebut juga di bawah prediksi pasar di 5,5%.

Continue Reading

Market

Ini Dia Strategi Jitu Anyar OJK untuk Atasi Pinjol Ilegal

Published

on

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki strategi jitu anyar untuk mengatasi masalah terkait maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal. Apa itu?

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, Ogi Prastomiyono menyatakan sistem perizinan pinjol akan dsederhanakan dan dibuat dalam satu tahap.

“Terkait dengan yang ilegal juga kita akan tangani bahwa mereka itu kita lakukan upaya untuk mereka apply menjadi peer to peer lending yang legal,” ujarnya, Kamis (21/7/2022).

Baca Juga:

  1. Begini Upaya Pemerintah Atasi PMK pada Hewan Ternak Jelang Idul Adha
  2. 5 Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
  3. 5 Cara Menenangkan Hati yang Gelisah Menurut Islam

“Nantinya perizinan itu satu tahap, kalau dulu itu ada pendaftaran dan juga ada perizinan. Tapi kita satu tahap, tapi prosesnya perlu dilakukan sesuai dengan peraturan yang kita keluarkan,” dia menambahkan.

Di sisi lain, Dean Komisioner yang membidangi edukasi dan perlindungan konsumen, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan, alasan munculnya berbagai permasalahan mengenai industri jasa keuangan, dikarenakan tingkat literasi keuangan masyarakat masih rendah.

Berdasarkan hasil survei di 2019, tingkat literasi keuangan Indonesia baru 38 persen. Sedangkan, inklusi keuangan telah mencapai 76 persen. Artinya terdapat perbedaan yang sangat besar.

“Kita lihat disini gap-nya sangat besar yang ini menjelaskan kenapa banyak sekali kasus-kasus terjadi di masyarakat kita. Karena masyarakat tingkat inklusinya sudah tinggi tetapi ternyata belum paham secara benar-benar apa produk atau jasa keuangan yang mereka beli, gunakan dan sebagainya,” jelasnya.

Oleh karena itu, Friderica telah mempersiapkan tiga strategi untuk mengatasi masalah rendahnya literasi masyarakat terkait industri jasa keuangan. Pertama, melakukan program edukasi kepada masyarakat secara masif. Kedua, pengawasan market conduct.

“Ketiga peningkatan perlindungan konsumen itu sendiri baik itu melalui mekanisme pengaduan nasabah yang kita permudah, bagaimana kita memfasilitasi dan sebagainya,” demikian dia.

Continue Reading

Market

Pasar Loyo, 3.765 Koin Kripto Baru Justru Muncul

Published

on

kripto

Pasar kripto telah kehilangan nilainya lebih dari 50 persen pada 2022. Namun, menurut Finbold, jumlah mata uang digital yang muncul terus tumbuh mencapai rekor tertinggi baru. Pada 26 Juni, jumlah cryptocurrency yang dilacak oleh Coinmarketcap melampaui angka 20.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah yang mencapai 20.002.

“Dengan memanfaatkan alat arsip web, Finbold telah menentukan pada 2022, pasar telah menambahkan 3.765 cryptocurrency baru, pertumbuhan sebesar 23 persen,” isi laporan Finbold, dikutip dari situs Finbold, Rabu (29/6/2022).

Di tahun 2022, ada dari banyak token kripto baru yang menarik yang siap diluncurkan di platform kripto terkemuka. Tahun ini tampaknya menjadi tahun untuk cryptocurrency yang berkaitan dengan DAO.

Baca Juga:

  1. Upaya Menjaga Identitas Asli Betawi Melalui Cagar Buah Condet
  2. Asal-usul Senayan, Tempat Adu Ketangkasan Berkuda yang Kini Jadi Jantung Jakarta
  3. Asal-usul Nama Ancol & Awal Mula Berdirinya di Indonesia

Selain itu, ApeCoin yang berasal dari proyek NFT ternama, Bored Ape Yacth Club (BYAC), juga diluncurkan baru-baru ini yang mulai menyita perhatian para investor dan penggemar NFT.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, banyak coin crypto terbaru yang sedang melalui tahapan untuk meluncurkan ICO maupun IDO. Beberapa di antaranya tampaknya diperuntukan sebagai game NFT baru. Namun, seperti halnya semua cryptocurrency dan ICO baru, pengguna harus melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi lebih jauh.

Munculnya aset baru juga mempercepat perdebatan regulasi karena otoritas bertujuan untuk melindungi investor. Sejalan dengan itu, pendiri Cardano (ADA), Charles Hoskinson, merekomendasikan sertifikasi mandiri untuk mengatur pasar yang sedang berkembang.

Menurut Hoskinson, pihak berwenang harus mengadopsi model serupa yang digunakan oleh Internal Revenue Service (IRS) AS dalam mengelola cryptocurrency.

Selain itu, kurangnya regulasi saat ini adalah salah satu pendorong penting munculnya cryptocurrency. Misalnya, meluncurkan mata uang kripto ke pasar tidak memerlukan proses regulasi yang panjang mirip dengan pencatatan saham.

Continue Reading

Trending