Connect with us

Properti

Berbekal Dana Rp5 Triliun, Inilah Beragam Program Perumahan Kementerian PUPR Tahun Depan

Published

on

Ditjen Perumahan Kementerian PUPR

Ditjen Perumahan Kementerian PUPR telah mendapatkan pagu anggaran sektor perumahan tahun 2022 sebesar Rp5 triliun. Anggaran ini akan dimaksimalkan untuk berbagai program perumahan antara lain pembangunan ribuan Rusun hingga rumah swadaya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tetap memprioritaskan program perumahan untuk program kerja tahun depan. Ditjen Perumahan Kementerian PUPR telah dialokasikan anggaran untuk tahun 2022 sebesar Rp5 triliun untuk menjalankan berbagai program perumahan khususnya untuk mendukung program utama sejuta rumah.

Menurut Dirjen Perumahan Khalawi Abdul Hamid, untuk kebijakan berbagai program perumahan tahun depan fokus utamanya untuk memperkuat infrastruktur khususnya yang mendukung pengembangan perekonomian dan pelayanan dasar sehingga bisa mendorong aktivitas ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

“Ditjen Perumahan akan menyusun program kegiatan yang sesuai dengan tema rencana kerja pemerintah (RKP) untuk mendukung pencapaian salah satu program prioritas nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan eknomi dann pelayanan dasar,” ujarnya saat bicara dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR.

Sementara itu pagu anggaran sebesar Rp5 triliun meliputi belanja operasional pegawai sebesar Rp120 miliar, belanja operasional barang Rp250 miliar, dan belanja non operasional Rp4,5 triliun. Belanja non operasional ini mencakup program rehabilitasi sarana prasarana, pasca bencana, prioritas nasional, maupun berbagai proyek strategis nasional dan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kementerian PUPR pada tahun 2022 juga telah menganggarkan untuk membangun sebanyak 4.587 unit rumah susun (Rusun) untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, dan lainnya. Selain itu masih ada pembangunan Rusun untuk masyarakat terdampak bencana alam dan penugasan khusus sebanyak 1.824 unit.

Program perumahan lainnya yaitu bantuan rumah swadaya sebanyak 101,250 unit yang akan dilakukan di 34 provinsi Indonesia. Pola pelaksanaan program ini dilakukan dengan pendekatan kawasan yang mengintegrasikan penyediaan rumah dengan prasarana dan sarana pemukiman karena itu pelaksanaannya bekerja sama dengan Ditjen Cipta Karya.

Akhirnya bila dirinci alokasi anggaran Ditjen Perumahan sebesar Rp5 triliun itu akan difokuskan untuk lima program. Kelima program tersebut untuk program pembangunan Rusun sebesar Rp1,61 triliun, rumah khusus Rp350 miliar, rumah swadaya Rp2,31 triliun, rumah umum dann komersial Rp190 miliar, dan dukungan manajemen Rp540 miliar.

“Dalam pelaksanaan program perumahan Kementerian PUPR tentunya membutuhkan dukungan dari DPR maupun pemerintah daerah. Akan sangat bagus bila program ini juga diintegrasikan dengan ditjen lain seperti dengan Cipta Karya, Bina Marga, jadi semuanya akan saling terintegrasi,” beber Khalawi.

Properti

Rumah Tapak Jadi Primadona di Bogor, Pengembang Raup Banyak Cuan

Published

on

Adhi City Sentul, Bogor
Adhi City Sentul, Bogor

Rumah tapak menjadi produk properti yang sangat diminati saat pandemi Covid-19. Pengembang ADCP membukukan penjualan 80 persen dari ratusan unit yang dipasarkan untuk klaster perumahan pertamanya di proyek TOD Adhi City Sentul, Bogor.

Capaian bisnis yang baik terus ditunjukan perusahaan pengembang dengan terus meningkatnya kinerja pernjualan perusahaan. PT Adhi Commuter Properti (ADCP), pengembang belasan proyek LRT City Jabodetabek yang merupakan anak perusahaan BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk, meraih kesuksesan untuk penjualan rumah tapak di Adhi City Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Hingga saat ini, klaster pertama proyek mixed use seluas 120 hektar ini yaitu Bhumi Anvaya (352 unit), mencatatkan penjualan hingga 80 persen hingga bulan November 2021. Kesuksesan penjualan ini bersamaan dengan dibukanya rumah contoh (show unit) dua lantai tipe 50/60 dengan full interior dan dilengkapi multifunctional room.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Hingga saat ini seluruh proyek ADCP masih terus berproses sesuai dengan target dan untuk Adhi City Sentul ini kami terus kebut pekerjaan finishing untuk klaster pertama di Bhumi Anvaya ini. Hal ini merupakan komitmen kami terhadap pengembangan proyek yang bisa dilihat oleh masyarakat khususnya konsumen,” ujar Rizkan Firman, Direktur Utama ADCP.

Pembangunan yang terus dikerjakan sesuai target juga dijadikan fokus utama ADCP untuk terus meningkatkan kepercayaan konsumen khususnya saat situasi pandemi Covid-19. Rizkan juga menyampaikan optimismenya dengan pengembanagn township development di Adhi City Sentul yang akan mencakup rumah tapak, pusat bisnis, fasilitas komersial, dan lainnya dengan kawasan yang terkoneksi transportasi publik (TOD).

Project Director Adhi City Sentul Nanang Safrudin Salim menambahkan, penjualan unit rumah tapak di Adhi City Sentul terus meningkat dan tidak terpengaruh dengan situasi pandemi yang menunjukan kebutuhan masyarakat yang besar akan produk hunian khususnya di wilayah Bogor.

“Saat ini stok unit rumah tapak kami makin menipis dan kami yakin respon yang baik ini akan terus meningkat terlebih dengan progres pembangunan proyek transportasi masal LRT yang juga terus berjalan. Ke depan unit yang kami pasarkan tentunya akan terus meningkat value-nya seiring Stasiun LRT yang nantinya akan beroperasi,” katanya.

Untuk kemudahan masyarakat, ADCP masih memiliki program promo bertajuk Endjoy Sale yang memberikan banyak kemudahan pembelian. Diantaranya, program subsidi uang muka, free biaya-biaya seperti administrasi, KPR, provisi, hingga hadiah langsung berupa cashback senilai Rp15 juta dan gratis liburan untuk pasangan ke Bali.

Adhi City Sentul dikembangkan dengan mengombinasikan konsep natural living dan mixed use development yang menghadirkan klaster rumah tapak dan low-rise vertical. Kawasannya juga dirancang untuk menjadi pusat bisnis dan finansial, fasilitas sosial, leisure, dan lainnya dengan konsep alam serta infrastruktur transportasii masal LRT yang akan beroperasi Agustus 2022.

Adhi City Sentul berlokasi di mulut tol Sirkuit Sentul (tol Jagorawi). Fasilitas di dalam kawasannya antara lain club house, sport pavilion, organic walkways, co-hub, Adhi City Plaza, Adhi City Great Mosque, dan sebagainya yang akan membuat penguin bisa memenuhi seluruh kebutuhan sehari-hari maupun lifestyle di dalam kawasan.

Continue Reading

Properti

Ini 6 Tips Jitu Memilih Rumah Subsidi yang Bagus

Published

on

rumah subsidi
rumah subsidi

Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi, terutama bagi mereka yang telah dan akan berkeluarga. Namun nyatanya, harga rumah terus meningkat setiap tahun.

Kebutuhan akan rumah pun jadi kian sulit untuk dipenuhi. Untuk itu, pemerintah pun menyediakan bantuan pembiayaan rumah yang disebut dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.

Rumah subsidi adalah rumah yang dibangun dengan harga terjangkau. Pembeli bisa mendapatkan rumah subsidi tersebut dengan skema KPR melalui bank dengan skema kredit baik secara konvensional maupun dengan skema syariah. Demikian dilansir dari laman Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Bunga kredit yang ditawarkan untuk KPR rumah subsidi juga flat karena mendapatkan subsidi dari pemerintah melalui Kementerian PUPR.

Pemerintah menyediakan rumah subsidi pada Tahun Anggaran 2021 melalui empat program bantuan pembiayaan rumah, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP) atau KPR bersubsidi, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Lantas yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara kita memilih rumah subsidi yang bagus? Berikut MyCity akan memberikan tips-tipsnya.

Pilih rumah yang tidak terlalu jauh dari kantor

Pilih lah lokasi rumah yang tidak terlalu jauh dari tempat bekerja, hal ini sangat penting, karena jangan sampai Anda harus mengeluarkan biaya besar untuk ongkos pergi kekantor atapun stress karena keletihan.

Lihat track record pengembang

Saat ini banyak sekali pengembang yang memproduksi rumah subsidi, pastikan bahwa pengembang tersebut memang memiliki pengalaman yang baik membangun rumah. Tanyakan kepada pengembang kapan rumah yang sudah dibeli akan selesai dibangun. Biasanya pembuatan rumah subsidi cukup cepat tidak sampai satu tahun.

Periksa kondisi air

Saat selesai dibangun, biasanya rumah subsidi tidak langsung dipasang jaringan listrik ataupun air, untuk itu pastikan kepada pihak pengembang agar segera memasangkan aliran air dan listrik, jangan sampai setelah ditinggali Anda akan bingung untuk mencari air.

Pastikan kualitas bangunan baik

Pastikan rumah memiliki kualitas material yang baik, bagi mereka yang membeli rumah subsidi dengan cara inden, sebaiknya harus sering datang ke lokasi dibangun rumah. Di sana Anda bisa memantau langsung proses dibangunnya rumah dan melihat secara langsung apakah bahan material yang digunakan sudah sesuai dengan yang dijanjikan oleh pengembang.

Periksa septic tank

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah urusan sanitasi, pastikan septic tank dibuat dengan ukuran yang selayaknya yakni minimal 1,5 meter ke bangunan.Sementara jarak dari septic tank ke sumur pompa air bersih minimal 10 meter.

Pilih rumah jauh dari banjir

Pilihlah rumah subsidi yang jauh dari lokasi rawan banjir, karena kendati dibeli dengan harga yang terjangkau, pasti Anda tidak mau setiap musim hujan harus kerja bakti membersihkan rumah bukan? Selain itu, guna memudahkan aktifitas Anda sebaiknya pilihlah lokasi rumah yang dapat dilalui oleh alat transportasi umum.

Continue Reading

Properti

Lombok, Ladang Cuan Anyar Bisnis Properti Indonesia

Published

on

Gran Melia Lombok
Gran Melia Lombok

Tonggak sektor properti komersial kini bergantung pada regulasi di industri pariwisata. Terutama di situasi pasca-pandemi, kebijakan pemerintah yang substansial sangat dinantikan banyak pihak terutama perusahaan properti komersial yang bergerak di bisnis akomodasi hotel dan resor.

Merujuk data yang dirilis Bank Indonesia dalam Perkembangan Properti Komersial Triwulan III-2021, pertumbuhan permintaan properti komersial kini mulai menunjukkan perbaikan meskipun masih tumbuh terbatas. Indeks Permintaan Properti Komersial secara tahunan tumbuh positif sebesar 0,13% (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan 0,06% (yoy) pertumbuhan pada triwulan II-2021.

Berdasarkan informasi di lapangan, occupancy rate hotel rata-rata adalah 15%-20% pada periode Juli-Agustus 2021. Namun sejak regulasi terhadap izin masuknya orang asing ke Indonesia diperluas pada pertengahan September, tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2021 mencapai rata-rata 36,64 persen atau naik 4,52 poin dibandingkan TPK September 2020 yang sebesar 32,12 persen. Demikian dikutip dari Kementerian Parekraf RI.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Perkembangan bisnis properti komersial yakni hotel dan resor di Indonesia memang masih di fase pemulihan. Kendati demikian, brand hotel mewah ternama asal Spanyol yakni Meliá Hotels International sudah begitu optimistis terhadap pasar resor Tanah Air dengan melahirkan Gran Meliá Lombok yang rencananya dibuka pada tahun 2024.

Mengusung sentuhan kemewahan Spanyol ke Indonesia, Gran Meliá Lombok terletak di Teluk Torok, Lombok. Lokasinya berada di selatan pulau, dikelilingi oleh perbukitan hijau dan pantai dengan air sebening kristal, menjadikannya tujuan sempurna untuk mengasingkan diri dan menikmati hidup yang lebih tenang.

Lombok yang beberapa tahun belakangan jadi alternatif destinasi wisata favorit turis domestik maupun mancanegara, semakin tenar namanya usai World Superbike (WSBK) 2021 yang diselenggarakan di Sirkuit Mandalika. Potensi Lombok sebagai tujuan investasi seyogyanya didukung penuh oleh kemudahan dari sisi perizinan pemerintah setempat.

Selain itu, potensi utama Lombok terletak pada pesonanya yang dibekali keindahan lingkungan alam yang masih terjaga keasliannya. Sawahnya yang luas, lanskap yang terjal, dan gunung berapi Rinjani yang terkenal merupakan bagian dari atraksi alam pulau, yang dikelilingi oleh pantai tak berujung dan perairan pirus yang ideal untuk peselancar.

Itu sebabnya, resor Gran Meliá Lombok yang memiliki 22 vila tepi pantai mewah dan 105 vila lainnya di lereng gunung, akan menambah semarak industri pariwisata Lombok termasuk sektor properti komersial Tanah Air.

“Komitmen kami untuk Indonesia, di mana kami membuka hotel internasional pertama kami lebih dari 35 tahun yang lalu, lebih kuat dari sebelumnya dan kami sangat senang menandatangani perjanjian baru ini. Gran Meliá Lombok akan menjadi resor tujuan tersendiri di Lombok dan selanjutnya akan meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Gabriel Escarrer, Wakil Ketua dan CEO Meliá Hotels International.

Gran Meliá Lombok dimiliki oleh Invest Islands – sebuah perusahaan pengembang real estat dan properti berlisensi penuh yang berbasis di Lombok – dan akan menjadi hotel ke-12 Meliá Hotels International di Indonesia. Delapan di antaranya saat ini beroperasi dan empat lainnya termasuk Gran Meliá Lombok tengah menunggu pembukaan.

Jack Brown selaku pendiri Invest Islands mengatakan, “Gran Meliá Lombok adalah tonggak sejarah besar bagi Invest Islands. Kami sangat bangga dapat bekerja sama dengan pemimpin dunia dalam pengoperasian hotel dan salah satu kesamaan utama yang kami miliki dengan brand Meliá adalah fokus pada pengembangan rendah karbon. Gran Melia Lombok memiliki kepadatan bangunan yang sangat rendah dan banyak ruang terbuka hijau alami.”

Meskipun Invest Islands adalah perusahaan pengembangan properti, namun Jack menyebut pihaknya punya komitmen yang sama dengan Meliá Hotels International terkait sustainability. Diantaranya dalam hal eksplorasi solusi ekologis, baik itu melalui penggunaan bahan asli dan pengrajin lokal atau melalui pertanian organik serta pusat daur ulang plastik.

“Semoga ini adalah awal dari hubungan baik yang dapat berlanjut selama bertahun-tahun yang akan datang dan kami berharap dapat membawa kemewahan Spanyol ke Lombok, dengan tetap menghormati lingkungan alam,” tutup Jack.

Continue Reading

Trending