Connect with us

Traveling

Berani Masuk ke Sidamukti? Desa Mati & Penuh Aura Mistis di Majalengka

Published

on

Desa Sidamukti

Selain memiliki pemandangan alam yang memesona, Majalengka, Jawa Barat, juga dikenal memiliki keindahan terasering berundak yang luar biasa.

Meski demikian, Majalengka juga memiliki beberapa tempat misterius. Satu di antaranya adalah desa terbengkalai atau yang biasa dikenal dengan sebutan desa mati.

Desa ini, Cityzen, telah ditinggal oleh warganya selama puluhan tahun. Desa itu bernama Desa Sidamukti. Selama lebih dari sepuluh tahun ditinggalkan warganya, ada sekitar 200 rumah yang dibiarkan terbengkalai.

Baca Juga:

  1. Saat Buka Puasa, Sebaiknya Tak Konsumsi 5 Makanan Ini Secara Berlebihan
  2. Hindari 5 Kebiasaan Tak Sehat Ini Saat Berbuka Puasa
  3. Catat! Ini 5 Cara Makan untuk Hindari Asam Lambung Saat Puasa

Dikutip dari channel YouTube Bucin TV, memperlihatkan kondisi sepinya Desa Sidamukti. Wilayah ini begitu sepi, terbengkalai, area pekarangan setiap rumah kotor hingga penuh dengan dedaunan kering

“Saat ini gue sedang ada di salah satu kampung, desa yang sudah terbengkalai di daerah Majalengka, Jawa Barat temen-temen,” kata Dafi Tuasamu pemilik akun Bucin TV

Dia menjelaskan, desa ini mulai ditinggalkan antara tahun 2011 dan 2012. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut rawan longsor, dan sering terjadi pergeseran tanah.

Pertama kali terjadi longsor di Desa Sidamukti, pada 2001. Sebagian warganya mulai meninggalkan kampung tersebut.

Kemudian terjadi lagi pada 2012, dan akhirnya pemerintah daerah setempat mengimbau kepada warga di wilayah tersebut untuk meninggalkan tempat tinggalnya, lalu disediakan tempat baru yang lebih aman.

Traveling

Inilah 7 Pantai Indonesia yang Jadi Tempat Terbaik untuk Berselancar

Published

on

pantai sorake
pantai sorake

Indonesia terkenal dengan pantai-pantainya yang indah serta terdapat banyak spot-spot terbaik untuk melakukan olahraga air seperti surfing atau berselancar.

Dengan hamparan pantai dari wilayah barat hingga timur Indonesia, tak terhitung lokasi surfing yang bisa Toppers kunjungi untuk mengasah keahlian berselancar menaklukan ombak di lautan.

Kegiatan surfing sebagai salah satu olahraga air mengandalkan pada ombak pantai. Semakin besar dan tinggi ombak maka akan semakin menarik pula olahraga yang membutuhkan keberanian ini.
Oleh karenanya, bagi Cityzen yang ingin menikmati surfing dengan berbagai tempat di Indonesia, maka wisata pantai yang ada di sepanjang samudera Hindia ini dapat menjadi alternatif.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Selain terkenal dengan tempat surfing yang menantang dan menguji adrenalin, pantai-pantai yang menghadap samudera Hindia juga memiliki pesona alam yang eksotis.

Keindahan alam yang berada di pesisir Barat ini biasanya menghadirkan pantai pasir dengan warna biru yang jernih seperti lazuardi.

Ditambah lagi dengan berbagai ragam hayati yang dapat kamu jumpai di tepi pantai. Sehingga selain melakukan surfing melalui ombak-ombak besar, kamu juga dapat menjadikan pantai ini sebagai area rekreasi bersama sahabat maupun keluarga.

MyCity telah merangkum beberapa pantai yang menjadi tempat paling menantang untuk surfing atau berselancar.

Pantai Sorake, Sumatera Utara

Pantai Sorake, Sumatera Utara

Sebuah pantai yang berada di Pulau Nias lepas pantai Sumatera Utara ini memiliki ombak yang sangat tinggi dan mempesona. Gelombang besar yang dimiliki oleh Pantai Sorake tidak terlepas dari posisinya yang behadapan dengan samudera Hindia.

Ketinggian ombak yang terdapat di Pantai Sorake ini bisa mencapai 10-15 meter sehingga sangat cocok bagi peselancar profesional. Namun apabila kalian masih dalam tahapan belajar, maka harus ekstra hati-hai ketika surfing di pantai dengan ombak raksasa ini.

Selain memiliki gelombang yang sangat memesona, Pantai Sorake yang berada di teluk Lagundri ini juga memiliki keindahan alam yang luar biasa dan tentunya dapat memanjakan mata wisatawan. Pada bulan Juni dan Juli biasanya banyak turis-turis menikmati keindahan pasir Sorake. Selain berselancar, di pantai ini wisatawan juga dapat memancing maupun berenang di laut yang biru.

Untuk mencapai Pantai Sorake maka kamu cukup menggunakan kapal Feri dari Pelabuhan Sibolga Pulau Sumatera. Setelah melewati selat kamu akan singgah terlebih dahulu di Kota Nias yang berjarak 2 KM dari Pantai Sorake.

Pulau Sipora Mentawai, Sumatera Barat

Pulau Sipora Mentawai, Sumatera Barat

Pulau Sipora boleh dibilang merupakan salah stau pulau yang paling kecil di kepulauan Mentawai. Meskipun begitu, soal keindahan alamnya tidak diragukan lagi, pantai pulau ini telah terkenal dengan ombaknya di seluruh dunia.

Pulau Sipora memiliki lokasi tempat yang strategis karena berada di antara dua pulau lainya yaitu Pulau Siberut dan Pagai. Pantainya terkenal cantik dengan pasir putih yang menawan. Dengan air biru laut yang jernih maka akan sangat memanjakan mata para turis.

Pulau kecil ini memiliki ombak raksasa yang sangat cocok untuk dijadikan tempat berselancar. Berbagai jenis ombak dapat ditemui di pantai pulau ini seperti ombak panjang dan bergulung maupun ombak yang memiliki interval lebih lama dan konsistent. Untuk mengunjungi keindahan alam tempat ini, pengunjung bisa menaiki kapal motor yang berada di Kota Padang.

Pantai Plengkung, Banyuwangi

Pantai Plengkung, Banyuwangi

Pantai Plengkung terletak 20 kilometer dari Desa Grajagan dan termasuk bagian dari Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai yang juga dikenal di kalangan surfer sebagai G-Land ini memiliki ombak dengan ketinggian 6 hingga 8 meter sepanjang 2 kilometer.

Ombak di Pantai Plengkung juga mempunyai 7 gulungan dengan interval sekitar 5 menit akibat tekanan air laut dari Kutub Selatan. Tidak heran jika ombak di pantai ini disebut-sebut sebagai ombak terbaik kedua setelah Hawaii.

Salah satu bukti ketenarannya adalah di pantai ini pernah diselenggarakan lomba surfing tingkat internasional atau yang dikenal dengan “Banyuwangi G-Land International Team Challenge”. Lomba ini diikuti oleh 12 tim peselancar dari delapan negara, yaitu Australia, Prancis, Amerika, Inggris, Selandia Baru, dan Indonesia.

Pulau Nias, Sumatera Utara

Pulau Nias, Sumatera Utara

Di kalangan peselancar internasional, Pulau Nias terkenal memiliki ombak yang begitu fantastis. Gelombang ombaknya menggulung sempurna dengan ketinggian mencapai 2-15 kaki.

Pulau Nias terkenal di kalangan para surfer dunia karena memiliki dua spot surfing terbaik dunia yang disebut The Point dan Indicator.

Keduanya tiada henti menampilkan rangkaian ombak yang luar biasa sepanjang tahun.Pulau ini juga memiliki karang yang banyak, tetapi tidak mengganggu kegiatan surfing. Tempat surfing yang paling terkenal di pulau ini adalah Pantai Sorake dan Lagundri.

Pulau Nihiwatu, Nusa Tenggara Timur

Pulau Nihiwatu, Nusa Tenggara Timur

Berada di Sumba Barat, Pulau Nihiwatu merupakan salah satu pulau yang terkenal akan keindahan alamnya di Nusa Tenggara Timur. Mulai dari hamparan pasir putih nan halus dan perairan jernih kebiruan yang indah, hingga gulungan ombak yang sangat cocok untuk berselencar menjadikan Pulau Nihiwatu tak cuma destinasi wisata, namun lokasi surfing yang sangat menantang.

Pantai Tanjung Setia, Lampung Barat

Pantai Tanjung Setia, Lampung Barat
Pantai Tanjung Setia, Lampung Barat

Pantai Tanjung Setia ini sudah dikenal oleh turis mancanegara namun belum oleh masyarakat lokal. Pantai ini menjadi salah satu tempat favorit dan terbaik di dunia untuk olahraga air.

Ombak di pantai ini termasuk salah satu ombak tertinggi di dunia karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Ombak di pantai ini bisa mencapai tinggi 6-7 meter dengan panjang 200 meter.

Pantai Ombak Tujuh, Jawa Barat

Pantai Ombak Tujuh, Jawa Barat
Pantai Ombak Tujuh, Jawa Barat

Pantai Ombak Tujuh menghadap ke arah Samudera Hindia dan berdampingan dengan beberapa pantai lainya yang juga memiliki pemandangan yang eksotis seperti Pantai Citerem dan Pengumbahan. Lokasi pantai ini berada di Sukabumi, Jawa Barat.

Alasan di balik penamaan tempat ini sebagai Pantai Tujuh adalah dengan keunikan ombaknya yang bersusun-susun sehingga datang secara berurutan dan bergantian. Di pantai tersebut selain dapat berselancar dengam ombak, pengunjung tentunya diperlihatkan keindahan alam pantai selatan yang memiliki banyak batu karang yang menawan.

Continue Reading

Traveling

Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut

Published

on

Napabale
Napabale

Pantai Napabale yang berada di Sulawesi Tenggara disebut-sebut sebagai Hawaii-nya Indonesia. Lantas, seberapa indah tempat ini sampai mendapatkan julukan tersebut.

Pantai Napabale berada di Sulawesi Tenggara, tepatnya di Desa Loghia, Kabupaten Muna. Berada sekitar 15 kilometer jauhnya dari Kota Raha, daerah ini dikenal sebagai gudangnya pariwisata.

Ketika wisatawan mengunjungi wilayah ini pilihannya ada dua, berenang pantai atau berendam di laguna. Di laguna, mereka bisa berlama-lama berendam dan berenang dengan permukaan air yang teduh.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Laguna Napabale, terlindungi dari ombak lautan. Di tengahnya ada pulau-pulau karang kecil, biasa digunakan nelayan untuk mengikat perahu jika tak melaut.

Saat air pasang, laguna berwarna hijau kebiruan ini bisa sedalam lima hingga 10 meter. Kerap dipakai berkeliling swafoto dengan menggunakan perahu atau sampan kecil.

Di tengah laguna, saat berperahu turis akan dihampiri dan ditawari makanan hasil laut yang dapat ditukar dengan uang. Biasanya, nelayan sekitar sudah siap menawarkan jasa bakar ikan.

Seperti turis pada umumnya, warga yang sempat bersampan di tengah laguna, akan menyempatkan diri berswafoto. Pada beberapa titik, ada beberapa spot yang rugi dilewatkan tanpa jepretan kamera.

Napabale
Napabale

Selanjutnya, di seberang laguna ada pantai berpasir putih. Letaknya hanya 30 meter dari laguna. Untuk mencapai lokasi yang disebut pantai Napabale itu, dari laguna pengunjung harus berperahu melewati terowongan di tebing karang. Panjang terowongan sekitar 30 meter.

Jika air surut, terowongan bisa mudah dilalui. Jika pasang, jangan coba melintasi terowongan. Sebab, air memenuhi bibir terowongan hingga mustahil dilewati perahu.

Pantai Napabale juga mirip pantai di Kepulauan Hawaii. Pantai dengan pasir putih, laut biru dengan pohon-pohon kelapa. Bisa digelar tenda atau alas tikar. Cocok bagi turis yang sudah bertekad menghitamkan kulit.

Pada zaman dahulu, di sekeliling perairan kabupaten Muna, ada cerita-cerita bajak laut. Bukan emas yang dirampok di tengah lautan, melainkan hasil tangkapan nelayan.

Jika tak bernasib mujur, tangkapan sehari dirampas lanun yang sudah menunggu. Alhasil, kerang atau mutiara, tiram, rumput laut yang sudah susah payah diburu nelayan, habis seketika.

Maka, laguna Napabale akan dipakai bersembunyi. Sebab, perahu bajak laut yang berukuran agak besar nyaris tidak bisa keluar masuk melewati terowongan dengan mudah.

Salah satu keunikan yang ada di Napabale adalah terletak di kaki bukit dan dihubungkan ke laut melalui sebuah terowongan alami. Danau yang berada di Kampung Lohia ini memang terbilang unik dengan air asin karena bersebelahan langsung dengan laut. Selain itu, terowongan penghubung juga hanya akan terlihat saat kondisi air laut surut.

Napabale
Napabale

Terowongan sepanjang 30 meter dengan lebar sekitar sembilan meter tersebut bisa dilewati wisawatan saat ait laut surut dan akan segera tertutup ketika air laut pasang. Ketika air pasang memang berbahaya untuk berenang dan melewati area terowongan karena air bisa naik sampai setengah meter di atas terowongan.

Kegiatan yang dapat dilakukan selama mengunjungi Napabale adalah berkeliling dan melewati terowongan dengan sampan, jalan-jalan di sekitar pantai, menyelam, berenang, atau sekadar bersantai menikmati pemandangan alam berupa keindahan danau, bongkahan batu karang, dan pepohonan rindang di sekitar.

Di tepi banyak penyewaan perahu pincara oleh para nelayan yang bisa mengantarkan wisatawan untuk berkeliling hingga ke pantai pasir putih di seberang danau. Para nelayan sudah biasa mengantarkan wisatawan dan bisa diandalkan sebagai pemandu wisata. Ketika menyewa perahu, Anda juga bisa diajak melewati terowongan untuk mengunjungi Selat Buton. Tentunya harus memperhatikan kondisi air laut demi keamanan.

Di Napabale juga banyak wisawatan yang melakukan snorkeling dan diving untuk mengeksplor kehidupan di bawah danau karena dihuni oleh berbagai spesies ikan di Selat Buton, juga terdapat karang-karang besar yang berbentuk cawan di tengah danau. Tentunya ini akan menjadi pengalaman baru yang menarik untuk menjelajah kawasan danau.

Continue Reading

Traveling

Pemuteran, Kawasan Kumuh yang Kini Menjelma Jadi Desa Wisata Internasional Nan Memesona

Published

on

Desa Pemuteran
Desa Pemuteran

Sebelum menjadi desa wisata yang terkenal, Pemuteran dulunya hanyalah desa nelayan. Semuanya berubah I Gusti Agung Prana, yang dulunya berprofesi sebagai pemandu wisata, mulai menggali potensi wisata Desa Wisata Pemuteran pada tahun 1989.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Desa Wisata Pemuteran pun sukses bertransformasi menjadi sebuah hidden gem pariwisata dengan keanekaragaman hayati bertaraf internasional yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung dan berwisata ke desa ini.

Pada 25 tahun yang lalu, tepatnya 1989, beberapa tokoh di Desa Pemuteran, salah satunya Agung Prana merasa khawatir dengan kondisi yang ada di desanya dan ingin memperbaiki keadaan tersebut, agar nelayan tidak lagi mencari ikan dengan cara melakukan pemboman.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Dengan pemboman tidak saja membunuh ikan-ikan yang menjadi sasaran, namun juga binatang laut lainnya bahkan termasuk terumbu karang yang merupakan habitat bagi tumbuhnya ekosistem laut.

“Kita mulai perbaikan tahun 1989 dan menjelang baik pada tahun 1992,” ujar Agung Kertiyasa yang merupakan anak tokoh desa setempat, Agung Prana.

Pada tahun 1992, I Gusti Agung Prana mendirikan hotel yang pertama kali di Desa Pemuteran, yakni Hotel Pondok Sari. Dengan serangkaian pengenalan dan edukasi, masyarakat yang tadinya nelayan dan gemar merusak terumbu karang, mulai mengerti dan beralih profesi bahkan mereka menjadi yang paling depan dalam kegiatan melindungi terumbu karang.

Perlahan tapi pasti, Desa Pemuteran berbenah diri menjadi desa wisata dengan memanfaatkan potensi alam yang menjadi kekayaannya.

Letaknya di pesisir pantai sekaligus dekat dengan bukit-bukit yang hijau membuatnya cocok untuk kawasan wisata bahari sekaligus wisata alam.

Desa Pemuteran
Desa Pemuteran

Dengan kondisi tersebut maka wisatawan yang ingin “retreat” atau “healing” bisa menikmati suasana gunung. Sementara wisatawan pecinta bahari bisa diving dan snorkeling.

Desa Pemuteran merupakan destinasi wisata yang cocok untuk wisawatan yang ingin merasakan suasana liburan di pantai dan gunung. Pun, bisa jadi alternatif untuk liburan dengan tenang dan jauh dari keramaian di Bali.

Untuk yang suka jalan-jalan, bisa mengunjungi Bukit Kursi Pemuteran yang asri. Tak sulit mendaki ke puncaknya karena sudah disediakan anak tangga dengan pagar penjaga. Dari atas bukit, Anda juga bisa menyaksikan pemandangan Pantai Pemuteran dan Pura Bukit Kursi yang terletak di puncak bukit.

Dari atas bukit, Anda bisa kembali turun dan menikmati suasana Pantai Pemuteran yang tenang dan sepi, serasa di pantai pribadi. Di pantai, wisawatan bisa bersantai, berjemur, bermain voli pantai, atau berenang.

Selain itu juga bisa mengunjungi kawasan penangkaran penyu di Reef Seen Diver’s Resort untuk mengetahui berbagai informasi menarik soal penyu. Penangkaran yang dikelola oleh masyarakat lokal dan Kelompok Pelestari Penyu Pemuteran Hijau juga mengajak wisatawan untuk ikut serta dalam kegiatan pelepasan penyu ke laut. Ini tentu akan jadi pengalaman tak terlupakan.

Setelah puas berjalan-jalan, jangan lupa mencicipi berbagai kuliner tradisional Bali yang langsung dimasak oleh masyarakat lokal. Beberapa menu makanan Bali yang wajib dicoba antara lain nasi campur, sate lilit, dan ayam betutu.

Desa Pemuteran juga memiliki acara tahunan yang bernama Pemuteran Bay Festival. Gelaran yang sudah diadakan sejak tahun 2015 ini menampilkan berbagai kesenian dan kebudayaan lokal sekaligus menjadi ajang pelestarian lingkungan.

Selama festival berlangsung, akan ada berbagai kegiatan mulai dari lomba seni dan budaya, pameran produk kerajinan lokal, dan parade pantai.

Desa Pemuteran
Desa Pemuteran

Pantai Pemuteran merupakan salah satu area yang paling diminati wisatawan. Bagaimana tidak, selain karena pemandangan pantainya begitu memanjakan mata, di dalamnya menyimpan berbagai struktur terumbu karang yang unik dan sudah mendapatkan banyak penghargaan skala nasional bahkan internasional.

Desa Pemuteran merupakan salah satu desa wisata berkelanjutan karena berhasil merehabilitasi terumbu karang di wilayah perairannya.

Di perairan Pemuteran, terdapat sekitar 140 biorock yang ditenggelamkan untuk merehabilitasi terumbu karang. Desa ini bahkan disebut sebagai pelopor pendiri pecalang atau petugas keamanan tradisional untuk mengamankan lautnya.

Untuk menjelajahi bawah lautnya, wisatawan dapat melakukan snorkeling atau selam permukaan di Taman Laut Menjangan. Kondisi perairannya begitu biru jernih sehingga kehidupan bawah lautnya sungguh jelas dan penuh warna. Selain snorkeling, tentunya Anda juga bisa diving untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luar biasa.

Totalnya ada 30 spot snorkeling dan diving di perairan Pemuteran dan berisi sekitar 80 persen jenis terumbu karang yang ada di dunia. Pesona keajaiban alam bawah lautnya memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Continue Reading

Trending