Connect with us

Investment

BEI Catat Ada 29 Perusahaan Siap IPO, Berikut Daftarnya

Published

on

BEI
Bursa Efek Indonesia. (Istimewa)

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, per 19 September 2022, terdapat 29 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham di BEI. Dari 29 calon perusahaan tercatat tersebut, beberapa di antaranya menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun, antara lain pada sektor Energy, Technology, dan Financials.

“Adapun nama-nama perusahaan yang masih dalam pipeline belum dapat kami sampaikan, sampai dengan perusahaan tersebut mendapatkan ijin publikasi dari OJK,” ujar I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, dikutip Kamis (22/9).

Baca Juga :  Inilah Alasan Facebook Ganti Nama Jadi Meta

Hingga tanggal 20 September 2022 telah ada 44 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI, dengan dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp21,8 triliun.

Baca Juga:

  1. Pemerintah Minta Pertamina Turunkan Harga Pertamax, Apa Syaratnya?
  2. Penghapusan Listrik Daya 450 VA Dinilai Tambah Beban Rakyat
  3. Hadapi Krisis Ekonomi, Pemerintah Perkuat Bauran Kebijakan Pangan Nasional

“Dengan mempertimbangkan jumlah perusahaan pada pipeline pencatatan saham, kami berharap jumlah pencatatan saham pada tahun ini dapat melampaui pencapaian pada tahun lalu,” tuturnya.

Baca Juga :  Gila, Peredaran Uang Lewat Pinjol Ilegal Capai Rp6,1 Triliun

Sebagai informasi, berikut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:

• 4 Perusahaan aset skala kecil atau aset di bawah Rp50 miliar.
• 7 Perusahaan aset skala menengah atau antara Rp50 Miliar hingga Rp250 miliar.
• 18 Perusahaan aset skala besar atau aset di atas Rp250 Miliar.

Adapun rincian sektornya adalah sebagai berikut:

Baca Juga :  Mengenal BTR Coin, Token Asli Pertukaran Kripto Bitrue

• 1 Perusahaan dari Sektor Basic Materials;
• 4 Perusahaan dari Sektor Consumer Cyclicals;
• 3 Perusahaan dari Sektor Consumer Non-Cyclicals;
• 2 Perusahaan dari Sektor Energy;
• 2 Perusahaan dari Sektor Financials;
• 4 Perusahaan dari Sektor Healthcare;
• 2 Perusahaan dari Sektor Industrials;
• 1 Perusahaan dari Sektor Infrastructures;
• 1 Perusahaan dari Sektor Properties & Real Estate;
• 5 Perusahaan dari Sektor Technology;
• 4 Perusahaan dari Sektor Transportation & Logistic.

Investment

KPK Monitoring Investasi Telkomsel ke GoTo

Published

on

KPK kawal investasi Telkomsel dengan GoTo. Foto: suara.com

KPK kawal investasi Telkomsel dengan GoTo. Foto: suara.com

mycity.co.id – PT Telekomunikasi Selulr (Telkomsel) berinvestasi ke PT gojek Tokopedia (GoTo). Adany investasi tersebut membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tengah mengawasi langkah investasi yang dilakukan itu.

Dilansir mycity.co.id dari bisnis.com, pengawasan atau monitoring yang dilakukan ini menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto memiliki tujuan untuk pencegahan korupsi terkait proses investasi tersebut. Sehingga jika nantinya ditemukan ada perbuatan pidana dalam investasi senilai triliunan itu, maka akan langsung dilakukan gelar perkara oleh KPK.

Baca Juga :  Gang Poppies Bali Melegenda Seantero Dunia

“Ya kalau monitoring itu punya tugas untuk pencegahan kedepan, untuk dia ditelisik ada pidananya langsung deputi pencegahan minta ke pimpinan, ekspose, kami (Kedeputian penindakan) dihadirkan. Jadi potong prosedur harusnya misalnya lapor dari PLPN, ini langsung dari pencegahan,” kata Karyoto, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga :  Daftar Petinggi Binomo & Sejarahnya Masuk ke Indonesia

Selain itu, Karyoto menambahkan bahwa Direktorat Monitoring KPK sudah melakukan pemantauan terhadap proses investasi dari perusahaan telekomunikasi kepada raksasa aplikasi itu. Menurut Karyoto, adnyaa proses monitorig ini tidaklah dilakukan secara mendadak.

Baca Juga :  Gila, Peredaran Uang Lewat Pinjol Ilegal Capai Rp6,1 Triliun

Sehingga KPK pada kasus ini hanya proaktif kalau melihat hal yang sedang muncul pemberitaan di masyarakat.

“Karena pencegahan dari monitoring itulah punya daya cari terhadap tindak pidana tindak pidana yang terjadi di masyarakat.”

Continue Reading

Investment

Jokowi Minta Semua Pihak Bersatu Agar Ekonomi Indonesia Tak Terpuruk

Published

on

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bersatu untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bersatu untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)

mycity.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kondisi ekonomi global dalam kondisi sulit. Untuk itu, Jokowi meminta seluruh pihak bersatu agar ekonomi Indonesia tak terpuruk.

Jokowi menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022). Dia menegaskan semua pihak harus memiliki perasaan yang sama.

Baca Juga :  Beli Minyak Goreng Curah Kini Wajib Pakai KTP

“Dan sepakat bahwa situasi saat ini betul-betul yang tidak mudah. Situasi yang sulit untuk semua negara, untuk semua negara,” ujar Jokowi.

“Negara besar, negara maju semaju apapun sekarang ini semuanya pada posisi yang sangat sangat sangat sangat sangat sangat sulit,” lanjutnya.

Baca Juga :  Inilah Alasan Facebook Ganti Nama Jadi Meta

Permasalahan yang dihadapi berbagai negara berkutat pada inflasi, krisis energi, krisis pangan, hingga krisis finansial.

“Semuanya menghantui semua negara. Oleh sebab itu dalam menakhodai situasi yang sangat sulit ini semuanya harus hati-hati,” ujar Jokowi.

Baca Juga :  Manusia Neanderthal Punah karena Kawin dengan Homo Sapiens, Studi Jelaskan

“Policy kebijakan harus hati-hati. Jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Kalau salah risiko gede sekali karena situasi tidak normal baik kebijakan fiskal maupun moneter. Ini terus saya sampaikan karena keadaannya tidak pada keadaan yang normal,” lanjutnya.

Kuncinya, menurut Jokowi, semua pihak harus bekerja lebih keras lagi. Tidak bisa bekerja normal dalam keadaan yang tidak normal.

Continue Reading

Investment

Ini Syarat Utama bagi Investor Asing yang Ingin Tanam Modal di Indonesia

Published

on

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan karpet merah untuk investor asing. (Bisnis Indonesia)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan karpet merah untuk investor asing. (Bisnis Indonesia)

mycity.co.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan syarat bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Baca Juga :  Ini Syarat Utama bagi Investor Asing yang Ingin Tanam Modal di Indonesia

Bahlil menyatakan bahwa BKPM terbuka kepada semua investor asing. Namun, mereka wajib menaati undang-undang yang berlaku.

“Ini semua terjadi karena arahan Presiden untuk tidak boleh memperlakukan satu negara diberikan karpet merah,” ujarnya.

Baca Juga :  PPATK Bekukan 150 Rekening Reza Paten Net89 Senilai Rp1 Triliun

“Tapi semuanya kita berikan karpet merah selama mereka mengikuti aturan perundang-undangan di negara kita,” tegasnya.

Dia menambahkan capaian ini juga hasil dari kesuksesan UU Cipta Kerja. Menurut Bahlil, investor sangat mengapresiasi capaian tersebut.

Baca Juga :  Kemenhub: 13 Juta Warga Jabodetabek Bakal Mudik Lebaran

Adapun, dari data penanaman modal asing di Indonesia tahun 2021, posisi pertama masih diisi oleh Singapura dan kedua, Hong Kong. Di posisi ketiga dan keempat ada China dan AS. Sementara itu, posisi kelima ditempati oleh Jepang.

Continue Reading
Advertisement

Trending