Connect with us

Market

Begini Trik Licik Doni Salmanan Jebak Korbannya

Published

on

Doni Salmanan

Nasib influencer Doni Salmanan bak roller coaster. Dari tukang parkir yang menjelma menjadi crazy rich asal Bandung. Kini, dia berstatus sebagai tersangka penipuan dan tindak pidana pencucian uang.

Ya, Doni Salmanan dikenal sebagai sosok yang royal dengan video bagi-bagi uang di jalan, tak ada yang tahu siapa sebenarnya Doni Salmanan.

Dia awalnya pernah mengaku sebagai tukang parkir dan menjalani kehidupan yang sulit, sebelum akhirnya menjadi kaya raya seperti sekarang.

Baca Juga:

  1. Hari Primata Nasional, Menelisik Upaya Pencegahan Kepunahan Primata
  2. Begini Sejarah Hari Toleransi Internasional & Cara Memperingatinya
  3. Hari Olahraga Nasional, Inilah Tips Jitu Agar Tak Cedera Saat Berolahraga di Rumah

Kini, dia sebagai affiliator platform Quotex resmi dijadikan tersangka oleh Bareskrim Polri, Doni Salamanan dijadikan tersangka kasus dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Doni Salmanan menjadi tersangka kasus binary option Quotex, kini dirinya sedang ditahan Bareskrim Polri dan dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Lantas, bagaimana cara Doni Salmanan menipu korbannya? Doni Salmanan awalnya bekerja sama dengan aplikasi robot trading yang bernama Quotex dari binary option.

Quotex yang dimainkan Doni Salmanan ini sama dengan platform binary option yang digunakan oleh Indra Kenz.

Bedanya, Indra Kenz memilih aplikasi Binomo namun kedua aplikasi tersebut baik Binomo maupun Quotex sama-sama masih platform binary option.

Cara menjebak korban pertama adalah dengan memberi modal lewat mode gratis, kemudian sistemnya akan dipermudah untuk menang.

Jika si korban sudah terpancing karena merasakan menang terus menerus kemudian korban akan tergiur untuk mendepositkan uangnya lebih banyak.

Untuk bergabung di aplikasi Quotex biasanya mereka mendapatkan kode referal atau kode yang diberikan oleh orang yang mempromosikan.

Doni Salmanan adalah salah satu affiliator binary option yang gencar mempromosikan Quotex dan mendapatkan banyak korban.

Terlebih Doni Salmanan ini memiliki kemampuan presentasi yang andal dan sangat manis, kemudian ia pamer kemewahan, pansos dengan rajin membagikan uangnya pada artis maupun masyarakat.

Hingga akhirnya Doni Salmanan berhasil mengumpulkan 25.000 member yang tergabung dalam grup telegramnya.

Bayangkan, jika 1 orang member mendepositkan uang sebesar Rp1.000.000 berarti uang yang ia kumpulkan sudah mencapai Rp1miliar.

Nyatanya, sangat banyak korban yang mendepositkan uangnya lebih dari itu bahkan merugi karena loss hingga ratusan juta rupiah gara-gara main Quotex.

Quotex sebagai aplikasi judi yang bekerja sama dengan dirinya, memberi komisi pada Doni Salmanan sebesar 80% dari hasil kekalahan korban.

Jika Doni Salmanan berhasil mengumpulkan uang dari korban hingga Rp100miliar, maka dia sendiri dapat keuntungan sebesar Rp80miliar.

Market

Mengenal CBDC Kripto, Mata Uang Digital dari Bank Sentral

Published

on

CBDC Kripto

Digitalisasi dalam bidang teknologi dan komunikasi memicu revolusi baru dalam berbagai dunia industri, tak terkecuali keuangan. Setelah menghadirkan beragam layanan digital, kini perbankan mesti menghadapi kehadiran aset kripto.

Seiring popularitasnya yang turut meningkat, nilai aset kripto pun kini makin diperhitungkan. Tidak sedikit orang yang akhirnya beralih ke aset kripto untuk investasi. Sementara yang lainnya mulai menggunakan aset kripto sebagai alat transaksi jual beli.

Kendati penggunaan aset kripto di Indonesia sebagai alat tukar dianggap ilegal. Nyatanya di banyak negara asing, sudah banyak merchant yang menambahkan aset kripto sebagai salah satu metode pembayaran. Bahkan Pemerintah Amerika Serikat kini telah mengeluarkan aset kripto berupa stablecoin bernama USDT yang mengacu pada harga dolar AS di pasar.

Baca Juga:

  1. Make Up ‘Nyebrang’ Sunburn Blush, Sempat Trending bikin Rias Wajah Makin Natural
  2. Sejarah Kayu Cendana, Primadona Aroma Segala Aroma
  3. Mudah! Ini Cara Buat Air Mawar Di Rumah

Peningkatan minat masyarakat pada aset kripto membuat industri perbankan konvensional berjuang untuk mengendalikan aset kripto populer. Dua di antaranya adalah Bitcoin dan Ethereum. Sayangnya, kedua aset digital tersebut sudah dikenal luas sebagai cryptocurrency yang terdesentralisasi dan bebas regulasi.

Dalam operasinya pun, Bitcoin dan Ethereum berjalan di atas blockchain. Sehingga, konfirmasi transaksi yang dilakukan tidak tergantung pada satu pihak saja. Melainkan melalui proses mining yang berisi teka-teki operasi matematis rumit dan tentu saja persetujuan dari seluruh nodes yang terlibat.

Ketidakmampuan bank sentral atau otoritas pusat untuk mempengaruhi serta mengontrol Bitcoin dan Ethereum lantas membuahkan ide baru. Ide tersebut adalah membuat mata uang resmi dalam versi aset kripto. Cryptocurrency itu lantas akan bersifat sentralisasi. Sehingga diatur, dioperasikan, dan dikontrol oleh otoritas moneter masing-masing negara.

Sebelum membahas mengenai daftar negara yang mulai mengembangkan CBDC, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan konsep CBDC itu sendiri.

Sebagai mata uang digital, CBDC memiliki berbagai manfaat. Di antaranya memungkinkan proses transaksi menjadi lebih cepat, fleksibel dan berbiaya rendah, memudahkan sistem pengiriman uang di dalam dan antar negara, serta mendorong orang untuk dapat berdagang.

Layaknya angin segar, CBDC dapat menjadi pertanda baik bagi produktivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Dikarenakan CBDC adalah mata uang digital, maka seluruh transaksi dapat dengan mudah untuk dilacak dan diverifikasi. Hal ini tentu akan memudahkan pemerintah untuk menemukan aktivitas yang mencurigakan atau ilegal.

Saat ini, pemerintah melihat CBDC sebagai sebuah inovasi keuangan yang bisa meringankan tugas negara dalam manajemen risiko dan memvalidasi berbagai investasi pada lembaga keuangan.

Kendala keamanan finansial yang kerap dialami oleh beberapa bank dan lembaga keuangan dapat ditingkatkan dengan mengimplementasikan CBDC. Uang CBDC dapat ditransfer menggunakan dompet digital (digital wallet) tanpa rekening bank atau negara tertentu dapat menggunakan bank sentral sebagai fasilitator.

Adapun fungsi nyata CBDC adalah dapat meminimalkan biaya pencetakan, pengangkutan, penyimpanan, dan pembuangan uang kertas yang cukup tinggi.

Di sisi lain, CBDC adalah subjek dari beberapa masalah keamanan dunia maya. Secara khusus, kehadiran CBDC dapat mengundang serangan siber yang membahayakan sistem pembayaran dan kliring.

Sebagai penemuan keuangan yang relatif baru, CBDC perlu usaha yang lebih dalam mempertahankan reputasi untuk keselamatan dan operasi bebas risiko. Untuk mengatasi masalah ini, sistem AML, CTF, dan KYC (Know Your Customer) CBDC harus diperketat semaksimal mungkin.

CBDC adalah mata uang digital yang mengandalkan sistem terpusat. Kendati begitu, masih banyak pihak yang mempertanyakan apakah pemerintah akan membocorkan data pengguna ke pihak lain atau apakah iklan politik akan muncul dari eksploitasi data atau tidak.

Persoalan ini adalah kekhawatiran CBDC lain yang perlu kamu waspadai. Mata uang versi kripto tersebutlah yang dikenal sebagai CBDC (Central Bank Digital Currency).

Berdasarkan data terakhir, sekitar 87 dari 195 negara di dunia telah mengeksplorasi CBDC. Masing-masing melalui tahapan eksplorasi yang berbeda, seperti Launched, Piloted, Development, Research, Inactive, Canceled, dan lain-lain.

CBDC menyediakan berbagai fungsi. Yang paling umum adalah ritel dan grosir. CBDC Ritel diterbitkan secara digital untuk transaksi yang melibatkan masyarakat dan usaha kecil. Sedangkan, CBDC Grosir diberikan kepada lembaga keuangan untuk menyelesaikan transaksi skala besar.

Continue Reading

Market

Keren, Singapura Mulai Terima Pembayaran dengan Kripto

Published

on

By

Ilustrasi Aset Kripto

Kini pembayaran dengan mata uang kripto atau cryptocurrency telah diterima oleh berbagai bisnis di Singapura. Diantaranya yaitu, e-retailer peralatan rumah tangga “&glazed”.

Bahkan &glazed menerima pembayaran menggunakan mata uang kripto sebelum memiliki opsi pembayaran tanpa uang tunai (cashless) yang sudah biasa ada di toko-toko, dikutip Channel New Asia (CNA) pada Kamis (19/5/2022).

Bitcoin, Ethereum, dan Litecoin merupakan sejumlah jenis cryptocurrency yang diterima untuk pembayaran di toko online mereka dari awal tahun. Minatnya pada sektor yang terus berkembang tersebut membuat pendiri &glazed Lionel Lim mengambil keputusam tidak biasa itu.

Di bursa kripto yang berbasis di Singapura, Lim berinvestasi dalam cryptocurrency serta juga memiliki pekerjaan penuh waktu. Diketahui, alasan lain toko online mereka menirima aset digital tersebut, karena baginya akan semakin banyak orang berbelanja di toko onlinenya jika memiliki metode pembayaran yang banyak.

Baca Juga:

  1. Ini yang Wajib Dilakukan Investor Ketika Harga Kripto Anjlok
  2. Ini 5 Saran untuk Pemula yang Ingin Mulai Investasi Kripto
  3. Atasi Ponzi, AS, Kanada, Australia, & Belanda Sepakat Berbagi Data Kriminal Kripto

Kepada CNA dirinya mengatakan bahwa, “Kami ingin membuatnya semulus mungkin-sejauh apa pun yang Anda ingin bayar, kami mendapatkannya.”

Lim mengatakan sampai sekarang masih sangat sedikit yang mau membayar menggunakan kripto, meski telah cukup lama menerima pembayaran dengan kripto. Menurutnya, dengan pembayaran mata uang kripto hanya menghasilkan 1 persen dari total pesanan tingkat penerimaannya begitu rendah.

Ia menyebutkan sudah disimpan pemasukan itu dari dompet digital perusahaan di platform pembayaran yang digunakan untuk menerima cryptocurrency, yakni Coinbase Commerce. Untuk mencairkannya, dirinya juga mengaku tidak terlalu terburu-buru.

Continue Reading

Market

Curhat Bos Bursa Kripto Terbesar di Dunia yang Kini Kembali Miskin

Published

on

By

Perusahaan Pertukaran (exchange) Kripto Terbesar di Dunia, Binance

Setelah adanya kejatuhan dua kripto besutan Terra yakni Terra Luna (LUNA) dan TerraUSD (UST), perusahaan pertukaran (exchange) kripto terbesar di dunia Binance alami kerugian yang cukup besar.

Diketahui Binance menempatkan dananya sebesar US$ 3 juta dalam bentuk token LUNA serta sebagai imbalannya, menerima 15 juta token tersebut pada tahun 208 lalu. Dana Binance yang ditempatkan di LUNA melonjak menjadi US$ 1,6 miliar kala harga LUNA mencapai rekor tertingginya pada April kemarin.

Akan tetapi token LUNA yang dimiliki Binance pun menyusut parah hingga kini bernilai sekitar US$ 2.391 saja ketika harganya ambruk.

Mengutip Fortune, dalam sebuah tweet CEO Binance Changpeng Zhao mengatakan bahwa, “Modal kami di LUNA mencapai US$ 3 juta, kemudian melonjak menjadi US$ 1,6 miliar. Tetapi saat harga LUNA jatuh, kami menderita kerugian yang amat besar, di mana nilai LUNA kami kini hanya mencapai US$ 2.391 saja.”

Baca Juga:

  1. Ini yang Wajib Dilakukan Investor Ketika Harga Kripto Anjlok
  2. Ini 5 Saran untuk Pemula yang Ingin Mulai Investasi Kripto
  3. Mengenal BTR Coin, Token Asli Pertukaran Kripto Bitrue

Namun dirinya masih ingin memberikan kompensasi kepada trader ritel yang kehilangan dananya yang cukup besar saat LUNA mengalami koreksi parah pada pekan lalu. Hal ini terlepas dari kerugian besar yang di alami oleh Binance.

Mengenai kerugian yang diderita oleh trader-nya kepada LUNA, Binance menyerahkan sepenuhnya. Di mana atas kesalahan yang berimbas pada kerugian yang diderita trader Binance, mereka meminta pertanggungjawabannya.

“Binance akan memberikan kompensasi kepada setelah trader kami mendapatkan kompensasi dari tim proyek Terra. Kami meminta Terra bertanggung jawab atas kejatuhan dua tokennya yang membuat trader Binance mengalami kerugian besar,” ujar Zhao dalam tweetnya.

Stablecoin algoritmik besutan Terraform Labs TerraUSD (UST) turun menjadi sekitar 13 sen dolar Amerika Serikat (AS), secara teoritis terkait dengan harga dolar AS pada pekan lalu.

LUNA mata uang kripto yang dimaksudkan untuk membantu stablecoin UST mempertahankan pasak dolarnya pun runtuh akibat dari kecelakaan itu. Saat ini harganya hanya sekitar 1 sen dolar AS, setelah sebelumnya sekitar sekitar US$ 119 pada April silam.

Continue Reading

Trending