Connect with us

Religi

Begini Tata Cara & Keutamaan Salat Tasbih di Malam Nifsu Syaban

Published

on

Sholat Nifsu Syaban

Sholat Nisfu Syaban, 17 Maret 2022 dilakukan pada malam hari atau bisa disebut malam Nisfu Syaban. Jangan lupa untuk menghapal terlebih dahulu bacaan sholat Nisfu Syaban.

Sholat malam Nisfu Syaban bisa dilakukan secara sendiri atau pun melakukannya dengan cara berjamaah. Untuk sendiri tentu saja harus menguasai dulu tata cara dan bacaan sholat Nisfu Syaban sendiri.

Berdasarkan beberapa keterangan memang sholat adalah amalan yang dianjurkan untuk menyambut Nisfu Syaban 2022 dilakukan setelah sholat Magrib.

Baca Juga:

  1. Hari Primata Nasional, Menelisik Upaya Pencegahan Kepunahan Primata
  2. Begini Sejarah Hari Toleransi Internasional & Cara Memperingatinya
  3. Hari Olahraga Nasional, Inilah Tips Jitu Agar Tak Cedera Saat Berolahraga di Rumah

Pelaksanaan sholat tasbih bisa siang, bisa juga malam, jika sholat ini dilakukan saat siang hari, maka lebih baik hanya satu salam (4 rokaat langsung salam).

Tetapi, jika pelaksanaan sholat ini pada malam hari, maka lebih baik di 2 salam-kan (2 rokaat, 2 rokaat), Sebagaimana sholat sunah yang biasa dikerjakan.

Pada setiap rokaatnya baca Al – Fatihah dan surat lainnya yang dihapal.

Setelah membaca suroh maka ucapkan dalam keadaan berdiri, Subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar).

Kata Nabi Saw, bacalah sebanyak 15 kali bacaan tasbih tersebut setelah membaca suroh.

Kemudian ruku, baca baacan ruku lalu bacalah bacaan tasbih tadi sebanyak 10 kali.

Kemudian setelah baca bacaan i’tidal, lalu baca kalimat tasbih tersebut sebanyak 10 kali.

Lalu sujud setelah bacaan sujud, baca lagi bacaan tasbih sebanyak 10 kali.

Duduk antara dua sujud, baca do’a duduk antara dua sujud, lalu baca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.

Kemudian sujud lagi baca bacaan sujud, lalu baca lagi kalimat tasbih 10 kali.

Lalu ketika mau berdiri ke rakaat ke dua duduk dulu lalu baca bacaan tasbih sebanyak 10 kali.

Kata Nabi SAW semua itu jumlahnya 75 dalam satu roka’at. Lakukan itu dalam empat rokaat.

Jika engkau dapat melakukannya sehari 1 kali, dalam sehari maka lakukanlah itu yang terbaik.

Jika tidak maka lakukanlah seminggu sekali. Kalau tidak maka lakukan sekali dalam sebulan, jika tidak maka sekali dalam setahun.

Dan kalau tidak pula maka minimal sekali dalam seumur hidup. (H.R Abu Daud Ibdu Majah dan Ibnu Hujaimah) dalam hadist shohihnya. Karna banyaknya riwayat yang menguatkannya.

Advertisement

Religi

Inilah Hukum Islam Pakai Baju Baru Saat Lebaran

Published

on

Hukum Islam pakai baju baru saat Lebaran

Kurang lengkap rasanya jika lebaran tidak memakai baju baru. Membeli baju baru seakan telah menjadi suatu kebiasaan umat muslim ketika merayakan Idul Fitri. Dari sini banyak yang mempertanyakan, tentang hukum pakai baju baru lebaran.

Bagi sebagian orang, memakai baju baru ketika lebaran memberikan kesenangan tersendiri. Meskipun pada hari lain mereka juga bisa membeli baju baru. Namun hal ini tentu berbeda ketika mereka membeli dan memakai baju baru saat hari raya Idul Fitri.

Pengasuh Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal ini. Menurutnya, membeli baju baru lebaran adalah kebiasaan orang dalam berhari raya.

Baca Juga:

  1. Mendengar Tembang Dakwah Sunan Drajat, Si Sunan yang Gemar Mencipta Lagu
  2. Peran Sunan Gresik, Si Kakek Bantal dalam Membangun Sistem Irigasi di Tanah Jawa
  3. Pelabuhan Gresik: Bahari Para Wali, Awal Mula Islamisasi

“Imam Bukhari meriwayatkan satu hadis dari Sayyidina Abdullah bin Umar bahwasanya Sayyidina Umar bin Khattab itu beli jubah dari sutra. Kemudian dibawa jubah itu dan berkata nabi, beli ini dan pakailah untuk hari raya dan menyambut tamu,” katanya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Senin (25/4/2022).

Rasulullah SAW mendengar apa yang disampaikan Sayyidina Umar. Lalu Rasul berkata bahwa baju tersebut adalah milik orang yang tidak mendapatkan baju di akhirat. Rasul juga mengatakan tidak diperkenankan memakai baju sutra bagi laki laki seperti dirinya dan Sayyidina Umar.

Meski Rasulullah SAW melarang memakai baju sutra untuk laki-laki, namun kata Buya Yahya, Rasulullah SAW tidak melarang memakai baju bagus saat hari raya. Para ulama menyebut jika menggunakan baju bagus dan baru saat hari raya adalah sunah.

“Sunahnya kita pakai baju yang bagus kalau bisa baru, kalau punya duit. Gak usah ngutang, gak wajib. Nanti gara-gara wajib para suami bingunglah semuanya,” tutur Buya Yahya.

Buya Yahya mengingatkan, hari raya Idul Fitri bukan soal bajunya yang baru. Tapi, orang yang berhari raya itu adalah yang imannya bertambah.

“Boleh pakai baju yang bagus, tapi jangan maksa siapapun membelikan baju yang baru. Yang penting menutup aurat dulu, baru nanti peningkatan kalau ada rezeki,” ujarnya.

“Memang diimbau kita keluarga untuk menyenangkan keluarganya di hari raya itu. Apakah dengan makan enak, baju bagus, itu sunah. Dengan catatan tidak boleh melakukan sunah dengan cara yang haram, mencuri, mengambil harta orang lain, dan sebagainya,” pungkasnya.

Continue Reading

Pojok

Begini Doa Saat Dapat Hampers & Bingkisan Lebaran

Published

on

hampers lebaran
Hampers Lebaran

Hari Raya Idul Fitri merupakan omen suka cita bagi seluruh umat Islam di dunia. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam merayakannya dengan kegiatan silaturahmi, saling memaafkan, dan berbagi.

Satu di antara kebiasaan menjelang Lebaran adalah bertukar hantaran lebaran. Hantaran ini bisa berupa parcel, hampers, dan hadiah-hadiah lainnya. Tujuan memberi hantaran ini adalah sebagai wujud berbagi suka cita lebaran.

Menerima hantaran pastinya menjadi rezeki yang menyenangkan. Sebagai bentuk rasa syukur, ada doa yang bisa dibaca ketika menerima hantaran lebaran. Doa ini sekaligus juga bisa menjadi doa untuk pemberi hantaran.

Baca Juga:

  1. Ini 7 Keunggulan OPPO A96
  2. Twitter Akhirnya Setuju Jual Perusahaan ke Elon Musk
  3. Resmi Jadi Pemilik Baru, Elon Musk Ingin Semua Orang Bebas Berbicara di Twitter

Berikut MyCity telah merangkum beberapa doa ketika kita mendapatkan hampers atau bingkisan Lebaran.

Doa pertama

Allahumma aktsir malahu wa barik lahu fima a’thoitahu wa yassir lahu ayyaf’ala fihi khoiran wa qonni’hu fima a’thoitahu waj’alna wa iyyahu minasy syakirin.

Artinya: “Ya Allah, perbanyaklah hartanya, berkahilah rezeki yang Engkau berikan padanya, mudahkanlah dia melakukan kebaikan dengan rezeki tersebut, berilah kelapangan hati padanya agar menerima rezeki yang Engkau berikan, jadikanlah kami dan dia bagian dari orang-orang yang bersyukur”.

Doa kedua

Allahumma barik lahum fima rozaqtahum waghfirlahum warhamhum.

Artinya: “Ya Allah, berilah keberkahan atas apa yang Engkau rezekikan pada mereka, ampunilah dan kasihanilah mereka.”

Doa ketiga

Berikut doa saat mendapat rezeki yang tak terduga:

Alhamdulillahil ladzi razaqoni haza min ghairi hawlin minni wala quwwatin. Allahumma barik fihi.

Artinya: ” Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rezeki ini kepadaku tanpa daya dan upayaku. Ya Allah, berilah keberkahan di dalamnya.”

Sementara, bagi yang memberikan hampers atau bingkisan Lebaran, doanya adalah sebagai berikut.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

‘Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samii’ul aliim

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”

Continue Reading

Pojok

Wajib Tahu, Ini Doa Sebelum Membaca Alquran di Bulan Ramadan

Published

on

Membaca Alquran

Dalam Islam, setiap kegiatan yang kita lakukan alangkah baiknya selalu dimulai dan diakhiri dengan membaca doa. Dengan doa, setiap kegiatan yang kita lakukan akan mendapat berkah dan menjadi satu amalan ibadah untuk yang membacanya.

Seperti ibadah yang lainnya, dalam membaca Al-Qur’an kita juga dianjurkan untuk membaca doa terlebih dahulu.

Allah SWT telah menurunkan Al-quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa kebenaran yang terbaru. Hal tersebut sesuai dengan isi surah An-Nisa ayat 105 yang berbunyi demikian:

اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ اَرٰىكَ اللّٰهُ ۗوَلَا تَكُنْ لِّلْخَاۤىِٕنِيْنَ خَصِيْمًا ۙ –

Baca Juga:

  1. Selangkah Lagi, XL Matikan Layanan 3G
  2. NFE 2022, Ajang Berkumpulnya Kreator Hingga Kolektor NFT
  3. Samsung, Vivo & Xiaomi Kalah, Ini Dia Raja Ponsel Baru RI

Artinya: “Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang yang berkhianat.”

Allah SWT juga menjelaskan tentang penjagaan atas Al-quran dalam surah Al Hijr ayat 9. Berikut bacaannya:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ – ٩

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya”.

Berikut adalah doa sebelum membaca Alquran:

“Allohummaftah ‘alayya hikmataka wansyur ‘alayya rohmataka wa dzakkirnii maanasiitu yaa dzal jalaali wal ikhroomi”

“Ya Allah bukakanlah hikmahMu padaku, bentangkanlah rahmatMu padaku dan ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Continue Reading

Trending