Connect with us

Arsitektur

Begini Penampakan Istana Jokowi di Ibu Kota Baru

Published

on

Istana Presiden

Kepala Bappenas atau Menteri PPN, Suharso Monoarfa, mengungkapkan Pemerintah akan membangun Istana Presiden di ibu kota baru pada tahun ini.

“Kalau semua rancangan yang di master plan yang disusun dan detail plan yang sudah disiapkan. Kita optimis mudah-mudahan istana Presiden bisa di groundbreaking pada tahun ini,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI, DPR RI.

Ibu Kota negara yang baru akan mengusung tema Negara Rumba Nusa. Di dalam konsepnya, akan ada Plaza Bhinneka Tunggal Ika dan Danau Pancasila. Demikian pantauan MyCity di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Juga ada kawasan diplomatik, bisnis dan komersial hingga pemukiman. Sementara Istana Presiden berada dekat dengan danau, juga berdekatan dengan kantor staf presiden dan Masjid Astana. Pemenang sayembara adalah Urban +.

Istana Presiden

Founder Urban + Sibarani Sofian menjelaskan pemilihan konsep Negara Rimba Nusa karena ‘Negara’ sebagai perwakilan pemerintah, ‘Rimba’ karena lokasi berada di hutan, dan ‘Nusa’ merupakan identitas negara yang berdasarkan kepulauan. Dia juga bercerita bagaimana konsep ini dibuat saat di Kementerian PUPR 23 Desember 2019 lalu.

Berbagai ide dari seluruh anggota diramu menjadi satu hingga menghasilkan desain dari IKN. Mulanya ada tiga lokasi yang menjadi acuan pembuatan desain ibu kota baru. Jadi ada tiga konsep dan tiga lokasi. Akhirnya diputuskan yang di Sepaku.

Arsitektur

Gedung Utama Kementerian PUPR Raih Penghargaan Green Building Terbaik

Published

on

Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Konsep green building perlu terus dikembangkan untuk mengantisipasi perubahan iklim maupun pemborosan energi. Konsep gedung hijau telah diterapkan di Gedung Utama Kementerian PUPR hingga meraih penghargaan sebagai gedung hijau yang menerapkan berbagai konsep efisiensi.

Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meraih Penghargaan Subroto Bidang Efisiensi Energi (PSBE) 2021 untuk kategori penghematan energi di Instansi Pemerintah dengan subkategori Gedung Lama.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian Energi dann Sumber Daya Mineral (ESDM) atas komitmen Kementerian PUPR dalam upaya pengurangan dampak lingkungan dengan mengadopsi konsep bagunan gedung hijau (BGH).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Penghargaan Subroto ini diberikan secara rutin sejak tahun 2012 lalu dan merupakan apresiasi Kementerian ESDM bagi pemangku kepentingan di sektor bangunan dan industri yang berhasil menerapkan upaya efisiensi serta konservasi energi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menghadapi isu lingkungan, Kementerian PUPR terus ikut berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon melalui berbagai pembangunan infrastruktur seperti pembangunan gedung hijau, pasar tradisional dan rusun hemat energi, kebun raya dan ruang terbuka, serta pembangunan TPA sampah dengan teknologi sanitary landfill dan incinerator.

“Gedung Utama Kementerian PUPR memang dibangun dengan konsep green building dengan estimasi penghematan listrik mencapai 40 persen, penghematan konsumsi air hingga 35 persen, dan lainnya. Desain keseluruhan gedung juga memerhatikan lebih banyak penerangan alami dari sinar matahari, menerapkan sensor penerangan otomatis, dan berbagai konsep green lainnya,” ujarnya.

Kawasan Kampus PUPR juga menerapkan sistem daur ulang penggunaan air untuk menghemat konsumsi air melalui sistem rain water harvesting, recycling, dan reuse. Air hujan yang turun di area resapan dialirkan masuk ke dalam drainase selanjutnya ditampung dalam ground water tank dan didaur ulang sebagai air untuk menyiram tanaman, flushing urinoir, dan suplai air untuk cooling tower.

Kepala Biro Umum selaku pengelola gedung Kementerian PUPR Edy Juharsyah menambahkan, selain konsep green untuk penghematan energi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengguna. Di setiap lantai ruangan kantor dilengkapi dengan toilet, musala, tempat wudu, pantry, dan ruangan ibu-anak (nursery).

“Kawasan gedung juga dilengkapi dengan jalur pejalan kaki dengan guiding block untuk pengguna difabel dan taman sebagai ruang terbuka hijau dengan bangku-bangku taman. Kami di Biro Umum juga terus berupaya memegang teguh komitmen untuk menjaga gedung ini supaya tetap fungsional sebagai bangunan gedung hijau,” katanya.

Kementerian PUPR juga telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) PUPR No. 15 Tahun 2015 tentang bangunan gedung hijau, Permen PUPR No. 9 Tahun 2021 tentang pedoman penyelenggaraan konstruksi berkelanjutan dan Permen PUPR No. 21 Tahun 2021 tentang penilaian kinerja bangunan gedung hijau dalam rangka mendukung infrastrutur ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Continue Reading

Arsitektur

Ini Dia 5 Rumah Sakit Tertua di Indonesia

Published

on

Rumah Sakit Dustira
Rumah Sakit Dustira

Cityzen mungkin tak tahu bahwa ada rumah sakit di Indonesia yang telah berdiri selama ratusan tahun. Bahkan, beberapa rumah sakit sudah dibangun sejak zaman Belanda.

Ya, sebagian besar rumah saki ini sudah dibangun sejak masa kolonialisme Belanda. Maka dari itu, banyak bangunan rumah sakit yang terlihat klasik dengan arsitektur khas ala bangunan Eropa.

Tak heran, ada beberapa bangunan rumah sakit yang terlihat klasik dan berciri khas ala bangunan negeri kincir angin tersebut.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

MyCity telah merangkum lima rumah sakit tertua di Indonesia.

Rumah Sakit Dustira

Rumah Sakit Dustira
Rumah Sakit Dustira

Salah satu rumah sakit tertua di Indonesia adalah RS Dustira. Rumah sakit tersebut didirikan tahun 1887 pada masa penjajahan Hindia-Belanda dengan nama awal Militaire Hospital. Lokasinya ada di Cimahi, Jawa Barat.

Rumah sakit dengan luas tanah 14 hektare ini merupakan kebanggaan para prajurit di wilayah Kodam III/Siliwangi. Baru pada tahun 1956 namanya berubah menjadi RS Dustira sebagai penghargaan terhadap jasa Mayor dr. Dustira Prawiraamidjaya dalam membantu para pejuang di medan perang dan memberikan pertolongan pada korban, terutama di wilayah Padalarang.

Berusia lebih dari 130 tahun, rumah sakit ini telah menjadi saksi sejarah Indonesia. Pada tahun 1942-1945, RS Dustira digunakan sebagai tempat perawatan para tawanan tentara Belanda dan Jepang. Sempat dikuasai oleh NICA pada 1945-1947, rumah sakit ini akhirnya diserahkan oleh militer Belanda kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada tahun 1949.

Rumah Sakit PGI Cikini

Rumah Sakit PGI Cikini

Di Kota Jakarta juga ada rumah sakit yang usianya telah lebih dari 100 tahun yaitu RS Cikini di Jakarta Pusat. Bangunan rumah sakit seluas 5,6 hektare yang ditempati saat ini sebelumnya merupakan rumah pelukis Raden Saleh.

Sejarah rumah sakit tersebut tak lepas dari momen saat Dominee Cornelis de Graaf dan isterinya, Ny. Adriana J de Graaf Kooman mendirikan Vereeniging Voor Ziekenverpleging In Indie, perkumpulan orang sakit di Indonesia pada tahun 1895. Mereka membuat sebuah balai pengobatan di dekat Istana Negara sambil mencari dana untuk layanan kesehatan tersebut.

Pada tahun 1897 akhirnya mereka membeli rumah Raden Saleh dari sumbangan 100 ribu gulden pemberian Ratu Emma yang menjabat sebagai Ratu Belanda saat itu. Dengan ini, pelayanan kesehatan pun dialihkan ke bangunan tersebut.

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo

Masih berlokasi di Jakarta Pusat, Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo yang dikenal dengan sebutan RSCM ini juga termasuk rumah sakit tertua di Indonesia dan didirikan pada 19 November 1919.

Namanya diambil dari tokoh perjuangan Indonesia pada masa kolonial, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo. Selain memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, RSCM juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan untuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Sejarah rumah sakit ini juga tak lepas dari tahun 1896 saat Dr. H. Roll menjabat sebagai pimpinan pendidikan kedokteran di Batavia. Pada masa itu, laboratorium dan Sekolah Dokter Jawa masih satu pimpinan.

Kemudian tahun 1910, Sekolah Dokter Jawa berubah menjadi STOVIA yang merupakan cikal bakal sekolah kedokteran di Indonesia. Pada 19 November 1919 baru didirikan Centrale Burgelijike Ziekenhuis yang disatukan dengan STOVIA dan sejak saat itu pendidikan serta pelayanan kedokteran semakin maju. Fasilitas pelayanan kesehatan pun semakin berkembang.

RS Dr Soetomo

RS Dr Soetomo
RS Dr Soetomo

Sejarah RSUD Dr. Soetomo Surabaya diawali dengan berdirinya Rumah Sakit Simpang dan Rumah Sakit AL Central Burgerijike Ziekenhuis (CBZ).

Rumah Sakit Simpang terletak di Jalan Pemuda 33 merupakan rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran UNAIR yang didirikan tahun 1923. Sedangkan Rumah Sakit AL Central Burgerijike Ziekenhuis (CBZ) yang terletak di Desa Karang Menjangan merupakan rumah sakit yang dibangun oleh Kerajaan Belanda pada tahun 1937. Pada tahun 1943 pada masa penjajahan Jepang, pembangunan rumah sakit dilanjutkan oleh Jepang. Setelah selesai kemudian didirikan Rumah Sakit AL.

Pada 1 September 1948 oleh Pemerintah Belanda Rumah Sakit Simpang diubah menjadi Roemah Sakit Oemoem Soerabaja. Namun, pada 1950 Roemah Sakit Oemoem Soerabaja di bawah Departemen Kesehatan RI, ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Pusat.

RS Immanuel Bandung

RS Immanuel Bandung

Sayangnya tak banyak referensi mengenai rumah sakit ini. Dalam situs RS Immanuel sendiri, disebutkan, bangunan ini dulunya adalah Balai Pengobatan.

Bertempat di Pasirkaliki, Bandung, pendeta Alkema mengubah tempat kereta kudanya menjadi tempat pengobatan pada 1900. 10 tahun kemudian, dia diganti oleh Pendeta Yohanes Iken yang berupaya mendirikan Zending Hospital Immanuel di Jalan Kebonjati.

Selanjutnya, pada 1922, Immanuel pindah ke Situsaeur untuk pengembangan lebih lanjut. Tepatnya, 1 Juli 1949 kepemilikan diserahkan kepada Gereja Kristen Pasundan dan beroperasi di bawah pengelolaan Yayasan Badan Rumah Sakit Gereja Kristen Pasundan (BRS-GKP).

Continue Reading

Arsitektur

Ini Dia 5 Tempat Ibadah Terunik di Indonesia Pilihan MyCity

Published

on

Gereja Maria Annai Velangkanni Sumatera Utara

Indonesia adalah negara yang kaya dengan keanekaragamanan duku dan budaya. Tak jarang, berbagai budaya yang ada di Indonesia merupakan akulturasi dari negara lain. Bahkan, tempat ibadah pun tak lepas dari pencampuran dari budaya lain.

Keberagaman tersebut menghadirkan tempat ibadah dengan arsitektur yang unik dan mengagumkan. Tak hanya untuk beribadah, beberapa tempat ibadah juga dijadikan wisata untuk membuat masyarakat lebih mengetahui sejarah bangunan yang ada.

MyCity telah menyiapkan lima tempat ibadah dengan arsitektur yang unik. Pastinya, Cityzen bakal berdecak kagum ketika melihatnya.

Gereja Pohsarang Kediri

Gereja Pohsarang Kediri

Gereja Katolik Roma yang terletak di Kediri, tepatnya di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen ini dibangun pada tahun 1936. Gereja yang berada di lereng Gunung Wilis ini akan membuat pengunjung yang hadir merasakan udara sejuk mencapai hingga 21 derajat celcius.

Gereja Pohsarang ini terinspirasi dari gaya arsitektur kerajaan Majapahit dikombinasikan dengan gaya arsitektur Eropa. Dibangun oleh Romo Jan Wolters CM dan seorang arsitek terkenal pada saat itu yang bernama Ir. Henricus Maclaine Pont. Keunikan dari arsitektur ini bisa Kawan temui melalui ukuran dan bentuk dinding yang ada di Gereja Pohsarang.

Di dalam gereja, juga terdapat Gua Maria yang tingginya mencapai 3,5 meter. Gua Maria ini merupakan inspirasi dari Gua Maria yang terdapat di Lourdes, Perancis. Selain digunakan untuk umat Katolik beribadah, tak jarang juga pengunjung datang untuk bermeditasi.

Pagoda Avalokitesvara Semarang

Pagoda Avalokitesvara Semarang

Pagoda Avalokitesvara yang terletak di Semarang memiliki nama resmi Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong. Pagoda yang berada di depan Markas Kodam IV Diponegoro menjadi pagoda tertinggi kedua di Indonesia. Ketinggian dari pagoda ini mencapai 45 meter.

Awalnya, Pagona ini menduduki peringkat pertama menjadi pagoda tertinggi di Indonesia, namun hal tersebut berubah di tahun 2010. Hadirnya Pagoda Lumbini di Karo dengan ketinggian mencapai 46,8 meter membuat bergesernya posisi Pagoda Avalokitesvara.

Pagoda Avalokitesvara memiliki arsitektur dengan tujuh tingkatan yang didesain semakin ke atas semakin menyempit. Pagoda yang digunakan sebagai tempat ibadah bagi umat Buddha, juga dibuka umum untuk para wisatawan. Arsitektur yang unik dan indah tersebut membuat menarik perhatian bagi banyak kalangan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Masjid Tiban Malang

Masjid Tiban Malang

Masjid Tiban atau yang dikenal sebagai Masjid Tiban Turen ini terletak di Malang tepatnya di Desa Sananrejo. Masjid yang mulai dibangun pada tahun 1978 ini sebenarnya merupakan pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah.

Keunikan arsitektur dari Masjid Turen adalah pembangunannya yang menggabungkan tiga unsur kebudayaan sekaligus, yakni dari China, India, dan Timur Tengah. Bangunan masjid yang besar ini memiliki ketinggian mencapai 30 meter dan memiliki gapura yang megah. Tak heran, jika masjid Tiban ini menjadi salah satu destinasi wisata religi.

Masjid ini menarik perhatian wisatawan karena terdiri dari 10 lantai. Dilansir dari laman tempo.co, lantai 1 hingga 4 digunakan sebagai aktivitas para santri, lantai 6 digunakan sebagai ruang diskusi. Sedangkan, lantai 5, 7, dan 8 dimanfaatkan sebagai toko yang dikelola oleh para santri kemudian untuk lantai 9 merupakan lereng bangunan yang dibangun menyerupai lereng gunung.

Di lantai terakhir atau ke-10 merupakan puncak terakhir dari bangunan masjid. Pengunjung dari Masjid Tiban ini mencapai 2.000 orang per hari, sedangkan saat hari raya Idul Fitri bisa mencapai 10.000 orang bahkan lebih.

Gereja Maria Annai Velangkanni Sumatera Utara

Gereja Maria Annai Velangkanni Sumatera Utara

Gereja yang berlokasi di Taman Sakura Indah, Medan ini merupakan tempat ibadah umat Katolik. Uniknya dari Gereja ini adalah arsitekturnya yang tidak mirip gereja pada umumnya. Gereja Maria Annai Velangkanni justru lebih mirip dengan kuil Hindu yang ada di India.

Gereja yang resmi dibuka pada tahun 2005 ini, ternyata didirikan oleh komunitas Katolik asal Tamil. Maka, tak heran jika arsitekturnya lebih mengarah ke gaya India Mughal. Bangunan yang memiliki dua lantai dengan tujuh menara ini menampilkan kemegahan dan cerita dari interiornya.

Keunikan arsitekturnya membuat para pengunjung yang bukan beragama Katolik tertarik untuk mengunjungi. Tak perlu heran, jika akan banyak pengunjung yang datang hanya untuk mengabadikan momen bersama gereja tersebut.

Continue Reading

Trending