Connect with us

Internasional

Lautan Protes Bikin Nyali Israel Ciut untuk Caplok Tepi Barat?

Published

on

Israel sebelumnya menegaskan akan melakukan aneksasi (pencaplokan) Wilayah Tepi Barat pada 1 Juli 2020. Namun, Israel urung melakukannya disebabkan sejumlah penolakan dari beberapa negara dan masalah internal.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, bertekad melanjutkan rencananya untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat. Dengan proses aneksasi (penggabungan), Israel berencana menggabungkan Tepi Barat dan Lembah Yordan, wilayah Palestina yang terpisah dari Gaza.

Usulan Israel untuk mencaplok permukimannya di Tepi Barat dan Lembah Yordan dirilis sejak Januari. Proposal Israel itu akan membuat negara Palestina hanya terdiri dari wilayah Tepi Barat yang tersisa (di luar aneksasi) dan Jalur Gaza.

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

“Israel akan menerapkan kedaulatan hingga 30 persen dari Tepi Barat, yang meliputi permukiman Yahudi dan tanah pertanian Lembah Yordania yang subur, mulai 1 Juli,” ujar Netanyahu kala itu.

Keinginan Israel itu langsung mendapatkan penolakan dari berbagai negara. Indonesia menjadi negara yang pertama menyatakan penolakan terhadap proses aneksasi Israel.

Indonesia bersama Tunisia dan Afrika Selatan memprakarsai pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tingkat menteri untuk membahas situasi di Timur Tengah, terutama rencana aneksasi bagian wilayah Tepi Barat oleh Israel.

Pertemuan virtual itu berlangsung pada Rabu (24/6/2020). Pertemuan ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB, Sekretaris Jenderal Liga Arab, UN Special Coordinator for the Middle East Peace Process, Menteri Luar Negeri Palestina, dan Menteri Luar Negeri dari beberapa negara anggota DK PBB.

“Pilihan ada di tangan kita, apakah akan berpihak kepada hukum internasional, atau menutup mata dan berpihak di sisi lain yang memperbolehkan tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional?” tanya Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi.

“Sudah terlalu lama rakyat Palestina mengalami ketidakadilan, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dan situasi kemanusiaan yang buruk. Aneksasi Israel merupakan ancaman bagi masa depan bangsa Palestina,” dia menambahkan.

Menurut Retno, memperbolehkan aneksasi artinya membuat preseden di mana penguasaan wilayah dengan cara aneksasi adalah perbuatan legal dalam hukum internasional.

“Seluruh pihak harus menolak secara tegas di seluruh forum internasional baik melalui pernyataan maupun tindakan nyata bahwa aneksasi adalah illegal,” ujar Retno.

Kedua, Retno mengatakan, rencana aneksasi formal Israel ini merupakan ujian bagi kredibilitas dan legitimasi DK PBB di mata dunia internasional. DK PBB didesak harus cepat mengambil langkah cepat yang sejalan dengan Piagam PBB.

“Siapa pun yang mengancam terhadap perdamaian dan keamanan internasional harus diminta pertanggungjawabannya dihadapan DK PBB. Tidak boleh ada standar ganda,” ujar dia.

Alasan ketiga yang disampaikan Retno, aneksasi akan merusak seluruh prospek perdamaian dan aneksasi juga akan menciptakan instabilitas di Kawasan dan dunia. Untuk itu, terdapat urgensi adanya proses perdamaian yang kredibel di mana seluruh pihak berdiri sejajar.

Penolakan juga datang dari Yordania. Mereka bahkan telah menyampaikan sikap penoloakan mereka itu ke Amerika Serikat (AS), negara-negara Eropa, dan Palestina.

Yordania mengancam untuk membatalkan atau menurunkan perjanjian damai 1994 dengan Israel jika aneksasi itu diteruskan. Raja Abdullah disebut sangat geram dengan niat Israel sehingga ia menolak menerima panggilan dari Netanyahu. Yordania adalah salah satu dari dua negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, bersama dengan Mesir.

Israel Batal Melakukan Aneksasi

Perkembangan terbaru, Pemerintah Israel menyatakan bahwa aneksasi tidak akan mengikutkan Lembah Yordan. Hal itu tentu saja kontras dengan pernyataan Israel sebelumnya di mana mereka menganggap Lembah Yordan sebagai bagian dari proses aneksasi.

Mengenai waktu aneksasi, Israel juga memundurkannya untuk waktu yang tak ditentukan. Kabarnya, terjadi ketidaksepahaman antara koalisi pemerintah Israel mengenai waktu dan proses aneksasi sepihak. Mitra koalisi Netanyahu, Benny Gantz, meminta penundaan hingga pandemi Covid-19 berakhir. Namun, Netanyahu bersikukuh melakukannya pada 1 Juli.

Berkaca dari hal itu, banyak pihak skeptis dengan rencana aneksasi. Ada yang mengatakan bahwa aneksasi Tepi Barat hanyalah lip service untuk konservatif. Hal tersebut masuk akal mengingat Netanyahu selalu menggunakan isu aneksasi untuk menjaga pengaruhnya di Partai Likud dan dukungan simpatisannya.

Kemungkinan lain, ada juga yang beranggapan bahwa Netanyahu terlalu takut melakukan aneksasi jika resikonya sendiri tidak terkendali. Aneksasi memang langkah beresiko mengingat banyak isu bersilangan di sana mulai dari kepentingan Amerika, kepentingan Arab, kepentingan Israel, dan tentu juga kedaulatan Palestina.

PBB sudah memperingatkan Netanyahu bahwa aneksasi akan memicu berbagai masalah, mulai dari ketidakstablian di Tepi Barat dan sanksi dari negara lain.

“Aneksasi akan mengubah dinamika di Tepi Barat secara dramatis. Saking dramatisnya, akan memicu ketidakstabilan dan konflik di wilayah Tepi Barat (yang sudah dihuni) serta Gaza,” ujar utusan PBB untuk Timur Tengah, dikutip dari Al Jazeera. (Arie Nugroho)

Advertisement

Inspirasi

Daftar Nama 10 Crazy Rich Arab

Published

on

By

Ilustrasi Uang Arab

Di Arab ada 10 nama-nama orang yang diketahui kekayaannya melebihi dari harta Raja Salman, yang merupakan Raja Arab Saudi. Mereka semua memiliki kekayaan bersih yang nilainya begitu fantastis.

Sepuluh orang terkaya di Arab berasal dari Mesir, Aljazair, Uni Emirat Arab, Lebanon, dan Oman. Posisi pertama ditempati oleh Nassef Sawiris dari Mesir, orang Arab terkaya di dunia, dilansir dari Al Arabiya, Selasa (26/1/2022). Ia memiliki saham di pembuat pakaian olahraga Adidas sebesar 6%. Selain itu juga, dirinya pun menjalankan OCI, yang pabriknya berada di Lowa dan Texas. Tempat tersebut merupakan salah satu produsen pupuk nitrogen terbesar di dunia.

Selanjutnya, posisi kedua orang terkaya diduduki oleh Issad Rebrab. Ia merupakan satu-satunya miliarder yang ada di Aljazair. Dirinya memiliki perusahaan swasta terbesar di Aljazair, yang mana ia juga yang menjadi CEO Cetival sekaligus pendiri dari perusahaan tersebut.

Untuk lebih lengkapnya, berikut mycity telah merangkum untuk 10 crazy rich di Arab:

Nassef Sawiris

Peringkat pertama dinobatkan kepada Nassef Sawiris, dengan total kekayaan bersihnya senilai Rp. 68,9 triliun. Dirinya berasal dari Mesir.

Baca Juga:

  1. Kisah Nurul Atik, Mantan OB yang Kini Punya Omzet Rp 1,2 Triliun
  2. Hanya Lulusan SD, Wanita Ini Kini Menjadi Crazy Rich Surabaya
  3. Makam Kuno Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Jalanan Arab Saudi

Issad Rebrab dan keluarga

Selanjutnya, adalah Issad Rebrab dan keluarganya yang memiliki kekayaan bersih Rp 68,9 triliun. Ia berasal dari Aljazair.

Majid al-Futtaim dan keluarga

Peringkat ketiga, ada Majid al-Futtaim dan keluarga. Mereka memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 51,6 triliun. diketahui dirinya dan keluarga, berasal dari Uni Emirat Arab (UEA).

Naguib Sawiris

Posisi ke-4 untuk daftar crazy rich Arab selanjutna adalah, Naguib Sawiris yang berasal dari Mesir. Ia memiliki kekayaan bersih sekitar Rp 45,9 triliun. Ia juga merupakan ketua Orascom Telecom Media and Technology Holding S.A.E.

Abdulla bin Ahmad al-Ghurair dan keluarga

Kemudian, urutan ke-5 ditempati oleh Abdulla bin Ahmad al-Ghurair dan keluarganya yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA). Mereka memiliki kekayaan bersih dengan total Rp 40,2 triliun. Abdulla bin Ahmad al-Ghurair, juga merupakan pendiri dan ketua Mashreqbank, bank Emirati.

Mohamed Mansour

Lanjut, pada posisi keenam ada Mohamed Mansour, yang berasal dari Mesir. Dirinya memiliki kekayaan bersih senilai Rp 35,8 triliun.

Najib Mikati

Urutan selanjutnya diraih oleh Najib Mikati, yang berasal dari Lebanon. Dirinya memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 35,8 triliun. Ia juga merupakan seorang politisi, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Lebanon dalam dua periode.

Taha Mikati

Di posisi delapan, ada Taha Mikati yang juga berasal dari Lebanon. Diketahui, kekayaan bersih yang dimilikinya senilai Rp 35,8 triliun. Dirinya merupakan saudara kandung dari Najib Mikati.

Hussain Sajwani

Kemudian, di peringkat kesembilan ada Hussain Sajwani yang berasal dari Emirat. Ia memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 34,4 triliun. Ia adalah pendiri perusahaan pengembangan properti, DAMAC Properties, dan grup DICO yang merupakan perusahaan investasi pribadinya.

Suhail Bahwan

Terakhir, di posisi ke-10 orang terkaya di Arab jatuh kepada Suhail Bahwan. Ia berasal dari Oman. Diketahui, total kekayaan bersihnya senilai Rp 33 triliun. Dirinya adalah seorang pengusaha miliarder Oman.

Continue Reading

Internasional

Erdogan Segera Ganti Nama Negara Turki, Jadi Apa?

Published

on

Turki

Presiden Reccep Tayip Erdogan mengumumka bahwa Turki bakal segera berganti nama. Jadi apa?

Seperti dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (25/1/2022), Erdogan mengubah nama Turki menjadi Turkiye. Alasannya, Erdogan menilai nama Turkiye mewakili, mengekspresikan budaya dan peradaban Bangsa Turki yang sesungguhnya.

“Kata Turkiye mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban, dan nilai-nilai bangsa Turki dengan cara terbaik,” katanya.

Baca Juga:

  1. Ragam Bahaya yang Menanti di Balik Metaverse
  2. Korea Selatan Bangun Metaverse Seoul, Kota Digital Pertama di Dunia
  3. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse

“Dalam rangka memperkuat nama Turkiye, dalam segala jenis kegiatan dan surat menyurat, terutama dalam hubungan resmi dengan negara lain dan lembaga dan organisasi internasional, istilah Turkiye akan digunakan sebagai pengganti istilah seperti ‘Turki’, ‘Turkei’, ‘Turquie’ dan seterusnya,” dia menambahkan.

Seorang pejabat senior pemerintah juga membenarkan ini. Namun, tegasnya, proses masih berlangsung.

“Waktu yang tepat untuk perubahan nama masih dalam pertimbangan pemerintah,” katanya dimuat Greek Reporter.

Wacana penggantian ini sendiri sebenarnya telah menguat sejak lama. Erdogan berpandangan bahwa nama ‘Turkey’ yang dikenal dalam Bahasa Inggris sama dengan arti kalkun.

Continue Reading

Internasional

Bertemu PM Singapura, Jokowi Bawa Pulang Investasi Rp131 Triliun

Published

on

Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong
Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), hari ini, Selasa (25/1/2022), bertemu Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong. Ada beragam kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut, di antaranya investasi dari Singapura sebesar 9,2 miliar dolar AS atau Rp131 triliun.

Pertemuan itu berlangsung di di The Sanchaya Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas upaya penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi, hukum, hingga pendidikan.

“Kerja sama penguatan bidang ekonomi, Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia. Pertemuan mencatat adanya investasi baru senilai USD 9,2 miliar,” ujar Jokowi.

Baca Juga:

  1. Ragam Bahaya yang Menanti di Balik Metaverse
  2. Korea Selatan Bangun Metaverse Seoul, Kota Digital Pertama di Dunia
  3. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse

“Investasi Singapura, antara lain di bidang energi baru terbarukan, di sekitar Batam, Pulau Sumba dan Manggarai Barat di NTT, serta pembangunan hub logisik di Pelabuhan Tanjung Priok,” Jokowi menambahkan.

Jokowi memastikan, investasi di bidang energi dan energi terbarukan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam rangka memajukan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Hal itu dilakukan, semata mendukung iklim investasi hijau.

“Jadi dalam rangkaian pertemuan ini telah ditandatangani MOU kerja sama energi, kemudian MOU kerja sama green and circular economy development,” tuturnya.

Selain itu, guna menjaga stabilitas finansial dan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi, Indonesia dan Singapura melalui bank sentral masing-masing juga memutuskan untuk memperbaharui kebijakan moneter.

“Ditandatangani pula beberapa kerja sama antara lain MoU kerja sama keuangan, dan pada November 2021 kerja sama local currency bilateral swab agreement dan bilateral repo lines telah diperpanjang satu tahun,” kata Jokowi.

“Saya berharap MoU antara bank sentral terkait inovasi pembayaran anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme dapat segera ditandatangani,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Trending