Connect with us

Internasional

Banyak yang Tak Tahu, Ini Dia Perbedaan Kutub Utara dan Kutub Selatan

Published

on

Kutub Utara dan Kutub Selatan adalah dua kawasan di muka bumi yang letaknya berlawanan serta sangat berjauhan. Kedua kutub itu permukaannya sama-sama didominasi oleh es. Namun, Kutub Utara dan Selatan memiliki beberapa perbedaan mendasar, termasuk dalam suhunya.

Seolah terlihat serupa, sama-sama daratan di ujung Planet Bumi yang didominasi es, luas, dan monoton. Akan tetapi, Kutub Utara dan Kutub Selatan memiliki perbedaan mendasar.

Nyatanya ada banyak perbedaan dari dua wilayah paling Utara dan Selatan Bumi ini. Persamaan dari Kutub Utara dan Selatan yang paling kentara adalah dua wilayah ini selalu tertutup es dan dingin.

Baca Juga:

  1. Prancis Tegaskan Akan Terus Lawan Ekstremisme Islam
  2. Serukan Boikot Produk Prancis, Erdogan Ditantang Tutup Pabrik Renault
  3. Pernyataan Kontroversial Macron Soal Islam, Negara Arab Ramai-ramai Boikot Produk Prancis

Padahal, meskipun sama-sama tertutup es, Kutub Utara dan Kutub Selatan memiliki dingin yang berbeda. Berikut beberapa perbedaan Kutub Utara dan Kutub Selatan,

  1. Hewan, di Kutub Utara, Anda akan menemukan beruang kutub. Di sana, mereka akan memangsa anjing laut atau paus-paus yang terdampar. Sementara di Kutub Selatan atau Antartika Anda hanya akan menemukan penguin. Penguin di Kutub Selatan tidak memiliki pemangsa alami sehingga bisa menempati puncak rantai makanan. Penguin berevolusi dari burung yang tidak bisa terbang dan memanfaatkan sayapnya menjadi sirip untuk berenang.
  2. Benua dan Lautan, wilayah es di Arktik atau Kutub Utara sejatinya lautan beku yang dikelilingi darat. Luasnya 5,4 juta mil persegi dan sering disebut Lingkaran Arktik. Berbeda dengan Antartika atau Kutub Selatan yang merupakan benua seluas 6 juta mil persegi. Terdapat berbagai bentang alam seperti gunung, lembah, dan danau yang ditutup es di Kutub Selatan. Semua itu dikelilingi oleh lautan.
  3. Penghuni, Antartika bukan milik negara lain dan tidak pernah dijajah. Tidak ada orang asli yang berasal dari benua Antartika. Seluruh wilayah di Antartika diatur oleh perjanjian di mana seluruh sumber dayanya hanya boleh digunakan untuk tujuan damai dan ilmiah. Sementara itu, Arktik dimiliki oleh beberapa negara seperti Kanada, Greenland, Rusia, Islandia, Belgia, Finlandia, Swedia, dan Amerika Serikat. Penduduknya mencapai 4 juta orang. Di sana terdapat desa-desa kecil dan kota seperti Norwegia, Alaska, Barrow, dan sebagainya.
  4. Suhu, rata-rata suhu di Kutub Utara adalah -40 derajat Celcius pada musim dingin, dan 0 derajat Celcius pada musim panas. Sedangkan Kutub Selatan menjadi bagian bumi terdingin dengan suhu -60 derajat Celcius di musim dingin dan 28,2 derajat Celcius di musim panas. Suhu terendah yang pernah dicatat oleh Stasiun Vostok pada Juli 1983 adalah -89,6 derajat Celsius. Es di beberapa bagian di Kutub Selatan tidak bisa mencair karena suhu yang dimilikinya.
  5. Ketebelan Es, 99% Kutub Selatan ditutupi lapisan es dan gletser hingga setinggi 4.700 meter. Antartika menjadi benua penyimpan 85% es abadi di bumi. Jika es-es tersebut cair, diyakini dapat memenuhi tiga perempat kebutuhan air minum penduduk dunia. Sebaliknya, Kutub Utara memiliki ketebalan es bervariasi antara beberapa inci hingga 2 meter. Karena cukup tipis, seringkali muncul retakan-retakan es di sana, terlebih saat musim panas tiba.

Itu dia Cityzen perbedaan antara Kutub Utara dan Kutub Selatan!

Advertisement

Internasional

Makam Kuno Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Jalanan Arab Saudi

Published

on

By

Ilustrasi Makam Kuno

Makam kuno ditemukan dalam keadaan yang baik oleh arkeolog, di jalan Arab Saudi yang berusia 4.500 tahun. Diketahui jalan tersebut memang dipenuhi oleh makam yang menghampar di sana.

Makam adalah tempat tinggal, kediaman, yang merupakan tempat persinggahan terakhir manusia yang sudah meninggal dunia. Dalam makna lain juga dapat diartikan yaitu, ada jenazah orang yang dikuburkan di tempat tersebut.

Mulai dari meneliti kondisi tanah, survei udara menggunakan helikopter, hingga pemeriksaan satelit, akhirnya para ahli dari University of Western Australia berhasil menemukan jalan tersebut. Mereka melakukan penelitian kurang lebih selama setahun kebelakangan ini.

Seorang peneliti bernama Matthew Dalton mengatakan kepada CNN bahwa, “Orang-orang yang tinggal di daerah ini telah mengetahui tentang mereka selama ribuan tahun.” Namun dirinya juga berpikir hal itu tidak benar-benar diketahui, sampai ia dan teman-temannya mendapatkan citra satelit seberapa luas mereka.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Peneliti lain bernama Dalton juga mengungkapkan bahwa, “Sebenarnya dalam beberapa kasus, makam itu sendiri sangat padat, sehingga anda tidak bisa berjalan di rute kuno itu sendiri karena anda seperti dikelilingi makam.”

Dari penglihatannya di atas helikopter, ia melihat jalan pemakaman tersebut membentang hinga ratusan atau bahkan ribuan kilometer. Dalton juga mengatakan bahwa jalan tersebut bahkan membentang sampai ke Yaman, sebab di negara tersebut dan juga Suriah Utara ditemukan makam yang serupa.

Makam tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat baik, hal ini seperti yang diungkapkan oleh peneliti bernama Melissa Kennedy, “Makam-makam ini berusia 4.500 tahun, dan mereka masih berdiri setinggi aslinya, yang benar-benar tidak pernah terdengar sebelumnya. Kondisinya pun masih sangat terpelihara.”

Penemuan tersebut cukup mengejutkan karena biasanya makam yang telah lama, keadaanya tidak mungkin sebagus itu. Belum lagi usia makam yang diperkirakan sudah 4.500. Peneliti menganggap bahwa jalanan itu telah lebih dulu digunakan sebelumnya da makam-makam yang membentang di sana.

Sebelum menganalisis data mereka, langkah selanjutnya untuk tim peneliti adalah melakukan lebih banyak penanggalan radiokarbon dan kembali ke lapangan. Melissa Kennedy juga mengatakan bahwa penelitian ini harus terus dilakukan.

Continue Reading

Internasional

Arab Saudi Gelontorkan Dana Fantastis untuk Bangun Al Ula, Wilayah yang Dihindari Nabi Muhammad

Published

on

Kota Al Ula
Kota Al Ula

Pemerintah Arab Saudi menggelontorkan dana sebesar 15 miliar dolar AS atau Rp214 triliun untuk membangun Kota Al Ula. Uniknya, wilayah ini dulunya dihindari oleh Nabi Muhammad.

Seperti dinukil dari Al Arabiya, Sabtu (15/1/2022), Al Ula selama ini dieknal sebagai kawasan yang ‘berhantu’.Banyak masyarakat Saudi percaya kawasan itu merupakan tempat jin dan ruh jahat sehingga harus dihindari.

Pembangunan ini dilakukan untuk meningkatkan ekonomi dengan memperluas sektor wisata di beberapa daerah, salah satunya Al Ula.

Baca Juga:

  1. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Akui Tak Tertarik dengan Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

Pembangunan Al Ula dibagi menjadi tiga tahap yakni 2023, 2030, 2035. Sebagai dana awal, Saudi memberi US$2 miliar atau sekitar Rp28 triliun untuk mengembangkan kawasan Al Ula.

CEO Komisi Kerajaan untuk Al Ula (RCU), Amr AlMadani mengatakan dana juga didapat dari kemitraan swasta sebesar US$3.2 miliar atau sekitar Rp45 triliun. Dana itu telah dialokasikan untuk prioritas infrastruktur jelang penyelesaian proyek fase 2023.

“Kita tak ada masalah dalam mengeksekusi fase satu, termasuk pengembangan bandara, yang sudah selesai,” kata Al Madani.

RCU didirikan Kementerian Keuangan Saudi pada Juli 2017 untuk mengelola perkembangan situs bersejarah.

Proyek itu, katanya, juga akan mulai mengembangkan infrastruktur trem rendah karbon. Hal ini, termasuk 22 km pertama sistem trem rendah karbon dari rencana sepanjang 46 km pengembangan jaringan energi terbarukan, dan peningkatan sistem pasokan air dan instalasi pengolahan air limbah.

“Dan sejauh ini, pengalaman pengunjung kami di situs warisan dan alam sedang ditingkatkan,” ujar Al Madani.

Al Ula terletak 1.100 kilometer dari Riyadh. Kota ini terdiri dari 22.561 kilometer persegi padang pasir, pegunungan batu pasir, dan situs warisan budaya kuno, termasuk Hegra, Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Arab.

Continue Reading

Internasional

Jokowi Lantik Dubes Wanita Pertama dari Papua

Published

on

Presiden Jokowi dan Fientje Maritje Suebu
Presiden Jokowi dan Fientje Maritje Suebu

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), hari ini, Rabu (12/1/2022), melantik duta besar perempuan pertama asal Papua, Fientje Maritje Suebu.

Dia dilantik sebagao Duta Besar LBBP RI untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook, dan Niue.

Jokowi juga melantik Sunarko sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Sudan. Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo juga dilantik sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau dalam kesempatan itu.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

“Saya bersumpah/berjanji bahwa saya untuk diangkat menjadi duta besar luar biasa dan berkuasa penuh akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Jokowi diikuti tiga duta besar, di Istana Kepresidenan Jakarta.

Fientje adalah perempuan kelahiran Sentani yang menempuh pendidikan di Sekolah Dinas Luar Negeri. Usai lulus, ia berkiprah di Kementerian Luar Negeri selama 31 tahun.

Dia pernah menjabat Wakil Kepala Perwakilan di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk India. Pada Juli 2021, DPR menyatakan Fientje lolos uji kelayakan dan kepatutan sebagai duta besar.

Fientje menggantikan posisi politikus Partai Golkar Tanthowi Yahya. Mantan presenter kondang itu telah menjabat sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, Kepulauan Cook, dan Niue sejak 2017.

Continue Reading

Trending