Connect with us

Internasional

Banyak Kecaman, Israel Nekat Caplok Tepi Barat 1 Juli Nanti

Published

on

Meski mendapatkan gelombang kecaman dari negara-negara Arab dan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, bertekad melanjutkan rencananya untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat mulai 1 Juli nanti.

Dengan proses aneksasi (penggabungan), Israel berencana menggabungkan Tepi Barat dan Lembah Yordan, wilayah Palestina yang terpisah dari Gaza.

Usulan Israel untuk mencaplok permukimannya di Tepi Barat dan Lembah Yordan dirilis sejak Januari. Proposal Israel itu akan membuat negara Palestina hanya terdiri dari wilayah Tepi Barat yang tersisa (di luar aneksasi) dan Jalur Gaza.

Baca Juga:

  1. Anies Baswedan Perpanjang PSBB dengan Masa Transisi
  2. New Normal, Risma Minta Kantin Sekolah Tak Buka
  3. Novel Baswedan Mengadu ke Jokowi Soal Hukuman Kasus Penyiraman Air Keras
  4. Lockdown 5 Bulan, Berat Badan Pria di Wuhan Naik 100 Kg

“Israel akan menerapkan kedaulatan hingga 30 persen dari Tepi Barat, yang meliputi permukiman Yahudi dan tanah pertanian Lembah Yordania yang subur, mulai 1 Juli,” ujar Netanyahu, seperti dilansir The Washington Post, Senin (29/6/2020).

Banyak tokoh global mengecam rencana aneksasi di Tepi Barat, yang dinilai hanya akan menghancurkan harapan terwujudnya perdamaian antara Palestina dan Israel.

Beberapa analis mengatakan mereka tidak akan terkejut jika Netanyahu akan nekat, karena sudah tahu bahwa Presiden AS Donald Trump akan mendukungnya. Netanyahu juga menyadari momen seperti itu akan segera hilang jika Trump kalah dalam pemilu AS November mendatang.

“Aneksasi Tepi Barat oleh orang-orang bakhil Israel, sayangnya, adalah langkah logis berikutnya dalam lintasan panjang pendudukan dan pemukiman,” kata Joshua Landis, yang mengepalai Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Oklahoma.

“Garis panjang presiden Amerika Serikat telah dikalahkan oleh perdana menteri Israel untuk membawa kami ke titik ini,” dia menambahkan.

Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, dan juga Arab Saudi menentang keras rencana aneksasi Israel di Tepi Barat.

Tak hanya itu, Dewan Keamanan PBB menolak aneksasi Israel. Indonesia bersama Tunisia dan Afrika Selatan memprakarsai pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tingkat menteri untuk membahas situasi di Timur Tengah, terutama rencana aneksasi bagian wilayah Tepi Barat oleh Israel.

Pertemuan virtual itu berlangsung pada Rabu (24/6/2020). Pertemuan ini juga dihadiri Sekretaris Jenderal PBB, Sekretaris Jenderal Liga Arab, UN Special Coordinator for the Middle East Peace Process, Menteri Luar Negeri Palestina, dan Menteri Luar Negeri dari beberapa negara anggota DK PBB. (Arie Nugroho)

Advertisement

Inspirasi

Daftar Nama 10 Crazy Rich Arab

Published

on

By

Ilustrasi Uang Arab

Di Arab ada 10 nama-nama orang yang diketahui kekayaannya melebihi dari harta Raja Salman, yang merupakan Raja Arab Saudi. Mereka semua memiliki kekayaan bersih yang nilainya begitu fantastis.

Sepuluh orang terkaya di Arab berasal dari Mesir, Aljazair, Uni Emirat Arab, Lebanon, dan Oman. Posisi pertama ditempati oleh Nassef Sawiris dari Mesir, orang Arab terkaya di dunia, dilansir dari Al Arabiya, Selasa (26/1/2022). Ia memiliki saham di pembuat pakaian olahraga Adidas sebesar 6%. Selain itu juga, dirinya pun menjalankan OCI, yang pabriknya berada di Lowa dan Texas. Tempat tersebut merupakan salah satu produsen pupuk nitrogen terbesar di dunia.

Selanjutnya, posisi kedua orang terkaya diduduki oleh Issad Rebrab. Ia merupakan satu-satunya miliarder yang ada di Aljazair. Dirinya memiliki perusahaan swasta terbesar di Aljazair, yang mana ia juga yang menjadi CEO Cetival sekaligus pendiri dari perusahaan tersebut.

Untuk lebih lengkapnya, berikut mycity telah merangkum untuk 10 crazy rich di Arab:

Nassef Sawiris

Peringkat pertama dinobatkan kepada Nassef Sawiris, dengan total kekayaan bersihnya senilai Rp. 68,9 triliun. Dirinya berasal dari Mesir.

Baca Juga:

  1. Kisah Nurul Atik, Mantan OB yang Kini Punya Omzet Rp 1,2 Triliun
  2. Hanya Lulusan SD, Wanita Ini Kini Menjadi Crazy Rich Surabaya
  3. Makam Kuno Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Jalanan Arab Saudi

Issad Rebrab dan keluarga

Selanjutnya, adalah Issad Rebrab dan keluarganya yang memiliki kekayaan bersih Rp 68,9 triliun. Ia berasal dari Aljazair.

Majid al-Futtaim dan keluarga

Peringkat ketiga, ada Majid al-Futtaim dan keluarga. Mereka memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 51,6 triliun. diketahui dirinya dan keluarga, berasal dari Uni Emirat Arab (UEA).

Naguib Sawiris

Posisi ke-4 untuk daftar crazy rich Arab selanjutna adalah, Naguib Sawiris yang berasal dari Mesir. Ia memiliki kekayaan bersih sekitar Rp 45,9 triliun. Ia juga merupakan ketua Orascom Telecom Media and Technology Holding S.A.E.

Abdulla bin Ahmad al-Ghurair dan keluarga

Kemudian, urutan ke-5 ditempati oleh Abdulla bin Ahmad al-Ghurair dan keluarganya yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA). Mereka memiliki kekayaan bersih dengan total Rp 40,2 triliun. Abdulla bin Ahmad al-Ghurair, juga merupakan pendiri dan ketua Mashreqbank, bank Emirati.

Mohamed Mansour

Lanjut, pada posisi keenam ada Mohamed Mansour, yang berasal dari Mesir. Dirinya memiliki kekayaan bersih senilai Rp 35,8 triliun.

Najib Mikati

Urutan selanjutnya diraih oleh Najib Mikati, yang berasal dari Lebanon. Dirinya memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 35,8 triliun. Ia juga merupakan seorang politisi, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Lebanon dalam dua periode.

Taha Mikati

Di posisi delapan, ada Taha Mikati yang juga berasal dari Lebanon. Diketahui, kekayaan bersih yang dimilikinya senilai Rp 35,8 triliun. Dirinya merupakan saudara kandung dari Najib Mikati.

Hussain Sajwani

Kemudian, di peringkat kesembilan ada Hussain Sajwani yang berasal dari Emirat. Ia memiliki kekayaan bersih sebanyak Rp 34,4 triliun. Ia adalah pendiri perusahaan pengembangan properti, DAMAC Properties, dan grup DICO yang merupakan perusahaan investasi pribadinya.

Suhail Bahwan

Terakhir, di posisi ke-10 orang terkaya di Arab jatuh kepada Suhail Bahwan. Ia berasal dari Oman. Diketahui, total kekayaan bersihnya senilai Rp 33 triliun. Dirinya adalah seorang pengusaha miliarder Oman.

Continue Reading

Internasional

Erdogan Segera Ganti Nama Negara Turki, Jadi Apa?

Published

on

Turki

Presiden Reccep Tayip Erdogan mengumumka bahwa Turki bakal segera berganti nama. Jadi apa?

Seperti dilansir dari Middle East Monitor, Selasa (25/1/2022), Erdogan mengubah nama Turki menjadi Turkiye. Alasannya, Erdogan menilai nama Turkiye mewakili, mengekspresikan budaya dan peradaban Bangsa Turki yang sesungguhnya.

“Kata Turkiye mewakili dan mengekspresikan budaya, peradaban, dan nilai-nilai bangsa Turki dengan cara terbaik,” katanya.

Baca Juga:

  1. Ragam Bahaya yang Menanti di Balik Metaverse
  2. Korea Selatan Bangun Metaverse Seoul, Kota Digital Pertama di Dunia
  3. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse

“Dalam rangka memperkuat nama Turkiye, dalam segala jenis kegiatan dan surat menyurat, terutama dalam hubungan resmi dengan negara lain dan lembaga dan organisasi internasional, istilah Turkiye akan digunakan sebagai pengganti istilah seperti ‘Turki’, ‘Turkei’, ‘Turquie’ dan seterusnya,” dia menambahkan.

Seorang pejabat senior pemerintah juga membenarkan ini. Namun, tegasnya, proses masih berlangsung.

“Waktu yang tepat untuk perubahan nama masih dalam pertimbangan pemerintah,” katanya dimuat Greek Reporter.

Wacana penggantian ini sendiri sebenarnya telah menguat sejak lama. Erdogan berpandangan bahwa nama ‘Turkey’ yang dikenal dalam Bahasa Inggris sama dengan arti kalkun.

Continue Reading

Internasional

Bertemu PM Singapura, Jokowi Bawa Pulang Investasi Rp131 Triliun

Published

on

Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong
Presiden Jokowi dan PM Singapura Lee Hsien Loong

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), hari ini, Selasa (25/1/2022), bertemu Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong. Ada beragam kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut, di antaranya investasi dari Singapura sebesar 9,2 miliar dolar AS atau Rp131 triliun.

Pertemuan itu berlangsung di di The Sanchaya Resort Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas upaya penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang, terutama di bidang ekonomi, hukum, hingga pendidikan.

“Kerja sama penguatan bidang ekonomi, Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia. Pertemuan mencatat adanya investasi baru senilai USD 9,2 miliar,” ujar Jokowi.

Baca Juga:

  1. Ragam Bahaya yang Menanti di Balik Metaverse
  2. Korea Selatan Bangun Metaverse Seoul, Kota Digital Pertama di Dunia
  3. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse

“Investasi Singapura, antara lain di bidang energi baru terbarukan, di sekitar Batam, Pulau Sumba dan Manggarai Barat di NTT, serta pembangunan hub logisik di Pelabuhan Tanjung Priok,” Jokowi menambahkan.

Jokowi memastikan, investasi di bidang energi dan energi terbarukan terus menjadi prioritas pemerintah Indonesia dalam rangka memajukan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Hal itu dilakukan, semata mendukung iklim investasi hijau.

“Jadi dalam rangkaian pertemuan ini telah ditandatangani MOU kerja sama energi, kemudian MOU kerja sama green and circular economy development,” tuturnya.

Selain itu, guna menjaga stabilitas finansial dan moneter untuk mendukung pemulihan ekonomi, Indonesia dan Singapura melalui bank sentral masing-masing juga memutuskan untuk memperbaharui kebijakan moneter.

“Ditandatangani pula beberapa kerja sama antara lain MoU kerja sama keuangan, dan pada November 2021 kerja sama local currency bilateral swab agreement dan bilateral repo lines telah diperpanjang satu tahun,” kata Jokowi.

“Saya berharap MoU antara bank sentral terkait inovasi pembayaran anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme dapat segera ditandatangani,” demikian Jokowi.

Continue Reading

Trending