Connect with us

Investment

Bank Raya Kantongi Pendapatan Rp357,21 Miliar pada Semester I 2022

Published

on

PT Bank Raya Indonesia Tbk. (Istimewa)

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mengumumkan kinerja perseroan untuk periode yang berakhir hingga Juni 2022. Pada periode tersebut, Bank Raya Indonesia mencatatkan pendapatan bunga bersih Rp357,21 miliar. Raihan itu turun 17,63 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp433,66 miliar.

Pada semester I 2022, perseroan mencatatkan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp71,39 miliar, naik dibanding semester I 2021 sebesar Rp38,54 miliar. Dengan demikian, penyisihan kerugian penurunan nilai tercatat sebesar Rp69,32 miliar, turun signifikan dibanding periode yang saham tahun lalu sebesar Rp269,09 miliar.

Bersamaan dengan itu, beban operasional lainnya tercatat sebesar Rp254,8 miliar, naik dibanding semester i 2021 sebesar Rp172,18 miliar. Dari rincian itu, laba operasional perseroan tercatat sebesar Rp104,48 miliar, naik 155,23 persen dibanding semester I 2021 sebesar Rp40,93 miliar.

Pada periode ini, perseroan juga mencatatkan pendapatan non operasional sebesar rp 3,04 miliar, naik 510,67 persen dibanding semester I 2021 sebesar Rp497,03 juta. Setelah dikurangi beban pajak, perseroan mengukuhkan laba periode berjalan sebesar Rp15,38 miliar. Turun 41,34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,22 miliar.

Baca Juga :  Pemerintah Kantongi Rp2,6 Triliun Dari Lelang SBSN

Dari sisi aset perseroan sampai dengan Juni 2022 tercatat sebesar Rp14,48 triliun. Turun 14 persen dibandingkan posisi akhir desember 2021 sebesar Rp16,87 triliun. Per 30 Juni 2022, saldo kredit yang diberikan sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebesar Rp9,27 triliun dari Rp11,61 triliun per Desember 2021.

Saldo cadangan kerugian penurunan nilai atas kredit yang diberikan adalah sebesar Rp1,5 triliun, turun dari Rp1,88 triliun pada akhir Desember 2022.

Liabilitas sampai dengan akhir Juni 2022 tercatat sebesar Rp12,08 triliun, turun dibandingkan posisi akhir Desember 2021 sebesar Rp14,41 triliun. Sementara ekuitas hingga Juni  2022 turun tipis menjadi Rp2,39 triliun dari Rp2,46 triliun pada akhir tahun lalu.

Mengutip data RTI, hingga penutupan perdagangan sesi pertama, saham AGRO naik 0,82 persen ke posisi Rp615 per saham. Saham AGRO dibuka naik lima poin ke posisi Rp615 per saham. Saham AGRO berada di level tertinggi Rp 625 dan terendah Rp605 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.358 kali dengan volume perdagangan 91.604 saham. Nilai transaksi Rp5,6 miliar.

Baca Juga :  Menkes: 3 Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Indonesia

Rights Issue, Bank Raya Indonesia Terbitkan 3,5 Miliar Saham

Sebelumnya, PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) akan menambah modal dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (17/8), PT Bank Raya Indonesia Tbk akan menawarkan sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 melalui rights issue. Jumlah saham itu setara 15,39 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada 31 Juli 2022.

Perseroan akan memakai dana rights issue untuk memperkuat permodalan perseroan yang dapat digunakan sebagai ekspansi modal kerja dan penyaluran kredit. Perseroan berharap aksi korporasi ini dapat berkontribusi positif terhadap kinerja keuangan perseroan.

Baca Juga :  IHSG Diperkirakan Menguat Hari Ini, Ikuti Kenaikan Bursa Saham

“Penguatan struktur permodalan ini diharapkan mendukung kegiatan usaha perseroan ke depan. Yang pada akhirnya akan menciptakan value bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan serta untuk pemenuhan kewajiban perseroan berdasarkan POJK Nomor 12/2020,” tulis perseroan.

Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 September 2022.

Perseroan menggelar aksi korporasi ini seiring perseroan telah mencanangkan aspirasi baru yaitu The Best Digital Bank by Becoming House of Fintech and Home for Gig Economy.

Dengan aspirasi ini, perseroan memiliki arah kebijakan untuk mengembangkan produk bank digital melalui pendekatan B2C dengan menggunakan direct sales dari community branc, serta melalui pendekatan B2B2C dengan menjalin business partnership dengan fintech untuk memperkuat customer base.

Investment

KPK Monitoring Investasi Telkomsel ke GoTo

Published

on

KPK kawal investasi Telkomsel dengan GoTo. Foto: suara.com

KPK kawal investasi Telkomsel dengan GoTo. Foto: suara.com

mycity.co.id – PT Telekomunikasi Selulr (Telkomsel) berinvestasi ke PT gojek Tokopedia (GoTo). Adany investasi tersebut membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tengah mengawasi langkah investasi yang dilakukan itu.

Dilansir mycity.co.id dari bisnis.com, pengawasan atau monitoring yang dilakukan ini menurut Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto memiliki tujuan untuk pencegahan korupsi terkait proses investasi tersebut. Sehingga jika nantinya ditemukan ada perbuatan pidana dalam investasi senilai triliunan itu, maka akan langsung dilakukan gelar perkara oleh KPK.

Baca Juga :  Terbantu Lonjakan 301 Saham, IHSG Ditutup Naik 0,04 Persen

“Ya kalau monitoring itu punya tugas untuk pencegahan kedepan, untuk dia ditelisik ada pidananya langsung deputi pencegahan minta ke pimpinan, ekspose, kami (Kedeputian penindakan) dihadirkan. Jadi potong prosedur harusnya misalnya lapor dari PLPN, ini langsung dari pencegahan,” kata Karyoto, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga :  Bapebbti Sebut Token ASIX Tak Dilarang, Harga Langsung Melonjak 94 Persen

Selain itu, Karyoto menambahkan bahwa Direktorat Monitoring KPK sudah melakukan pemantauan terhadap proses investasi dari perusahaan telekomunikasi kepada raksasa aplikasi itu. Menurut Karyoto, adnyaa proses monitorig ini tidaklah dilakukan secara mendadak.

Baca Juga :  Perusahaan Fintech Paygua Jajaki Rencana IPO

Sehingga KPK pada kasus ini hanya proaktif kalau melihat hal yang sedang muncul pemberitaan di masyarakat.

“Karena pencegahan dari monitoring itulah punya daya cari terhadap tindak pidana tindak pidana yang terjadi di masyarakat.”

Continue Reading

Investment

Jokowi Minta Semua Pihak Bersatu Agar Ekonomi Indonesia Tak Terpuruk

Published

on

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bersatu untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pihak bersatu untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. (YouTube Sekretariat Presiden)

mycity.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kondisi ekonomi global dalam kondisi sulit. Untuk itu, Jokowi meminta seluruh pihak bersatu agar ekonomi Indonesia tak terpuruk.

Jokowi menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2022 di Jakarta, Rabu (30/11/2022). Dia menegaskan semua pihak harus memiliki perasaan yang sama.

Baca Juga :  Perusahaan Fintech Paygua Jajaki Rencana IPO

“Dan sepakat bahwa situasi saat ini betul-betul yang tidak mudah. Situasi yang sulit untuk semua negara, untuk semua negara,” ujar Jokowi.

“Negara besar, negara maju semaju apapun sekarang ini semuanya pada posisi yang sangat sangat sangat sangat sangat sangat sulit,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ini yang Wajib Dilakukan Investor Ketika Harga Kripto Anjlok

Permasalahan yang dihadapi berbagai negara berkutat pada inflasi, krisis energi, krisis pangan, hingga krisis finansial.

“Semuanya menghantui semua negara. Oleh sebab itu dalam menakhodai situasi yang sangat sulit ini semuanya harus hati-hati,” ujar Jokowi.

Baca Juga :  IHSG Bergerak di Zona Merah Dipicu Kekhawatiran Resesi Global

“Policy kebijakan harus hati-hati. Jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Kalau salah risiko gede sekali karena situasi tidak normal baik kebijakan fiskal maupun moneter. Ini terus saya sampaikan karena keadaannya tidak pada keadaan yang normal,” lanjutnya.

Kuncinya, menurut Jokowi, semua pihak harus bekerja lebih keras lagi. Tidak bisa bekerja normal dalam keadaan yang tidak normal.

Continue Reading

Investment

Ini Syarat Utama bagi Investor Asing yang Ingin Tanam Modal di Indonesia

Published

on

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan karpet merah untuk investor asing. (Bisnis Indonesia)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memberikan karpet merah untuk investor asing. (Bisnis Indonesia)

mycity.co.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan syarat bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Baca Juga :  Ini yang Wajib Dilakukan Investor Ketika Harga Kripto Anjlok

Bahlil menyatakan bahwa BKPM terbuka kepada semua investor asing. Namun, mereka wajib menaati undang-undang yang berlaku.

“Ini semua terjadi karena arahan Presiden untuk tidak boleh memperlakukan satu negara diberikan karpet merah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Kantongi Rp2,6 Triliun Dari Lelang SBSN

“Tapi semuanya kita berikan karpet merah selama mereka mengikuti aturan perundang-undangan di negara kita,” tegasnya.

Dia menambahkan capaian ini juga hasil dari kesuksesan UU Cipta Kerja. Menurut Bahlil, investor sangat mengapresiasi capaian tersebut.

Baca Juga :  Muhyiddin Yassin Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan PM Malaysia

Adapun, dari data penanaman modal asing di Indonesia tahun 2021, posisi pertama masih diisi oleh Singapura dan kedua, Hong Kong. Di posisi ketiga dan keempat ada China dan AS. Sementara itu, posisi kelima ditempati oleh Jepang.

Continue Reading
Advertisement

Trending