Connect with us

Infrastruktur

Bank Ini Tertarik Kembangkan KEK Tanjung Lesung

Published

on

KEK Tanjung Lesung

Berbagai pihak terus mendorong potensi yang ada di kawasan wisata KEK Tanjung Lesung, Banten. Bank Banten menjalin kerja sama dengan pihak pengembang dan stakeholder lainnya untuk terus mendorong potensi kawasan ini khususnya dengan layanan perbankan yang mumpuni.

Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten, merupakan kawasan pariwisata yang oleh pemerintah pusat ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata sejak tahun 2015 lalu. Hal ini untuk terus mendorong pengembangan industri pariwisata maupun perekonomian masyarakat setempat melalui sektor pariwisata.

Tanjung Lesung juga menyimpan banyak potensi terlebih lokasinnya yang cukup strategis hanya 170 km dari Jakarta. Kawasannya juga bisa ditempuh melalui jalan darat dan saat ini telah tersambung dengan jalan tol sehingga bisa ditempuh hanya sekitar 3 jam dari Jakarta dan ke depan akan semakin cepat dengan terus dibangunnya infrastruktur jalan tol.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

KEK Tanjung Lesung memiliki area seluas 1.500 hektar dengan potensi pariwisata bukan hanya pantai tapi juga ada banyak potensi lainnya yang bisa dikembangkan. Berbagai potensi ini diproyeksikan bisa menarik investasi hingga lebih dari 92 triliun pada tahun 2030 mendatang dan menyerap tenaga kerja hingga 85 ribu orang hingga tahun 2025.

Besarnya potensi yang ditawarkan dari KEK Tanjung Lesung ini bukan hanya menarik minat kalangan perusahaan pengembang tapi juga dari perbankan. Bank Banten misalnya, tengah menyiapkan berbagai layanan jasa keuangan untuk melayani nasabah potensial di kawasan KEK Tanjung Lesung.

Menurut Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin, peluang pasar ritel maupun korporasi di kawasan ini akan terus didorong dan dijadikan prioritas oleh perusahaan untuk meningkatkan performa keuangan bank masyarakat Banten tersebut.

“Kami akan all out dalam mendukung pengembangan mega proyek KEK Tanjung Lesung dengan potensi investasi dari beragam instumen yang sangat luar biasa. Pengembangan kawasan Tanjung Lesung bukan hanya dapat meningkatkan perekonomian tapi juga menjamin sustainability yang akan terus berkembang sehingga kami siap untuk all out mendukung kawasan ini,” ujarnya.

Terkait dukungan ini Bank Banten telah memulainya dengan bermitra melalui PT Banten West Java Tourism Development Corporation untuk pengembangan kawasan Tanjung Lesung. Hal ini juga sejalan dengan ekosistem ekonomi di wilayah Banten yang terus disiapkan dengan DPRD Banten dan akan keluar menjadi peraturan daerah (perda).

Dengan begitu Bank Banten akan bisa terus memantau untuk melingkupi aspek permodalan maupun layanan jasa keuangan lainnya yang memungkinkan untuk dikembangkan di kawasan ini. Terlebih ada banyak pendukung untuk terus membuat Tanjung Lesung dan wilayah Banten lainnya terus berkembang seperti jalan tol Serang-Panimbang, Kawasan Industri Cileles, tol Serang-Balajara, dan banyak lagi.

“Kerja sama kami dengan berbagai pihak untuk pengembangan KEK Tanjung Lesung ini diharapkan bisa memberikan dampak yang lebih luas bagi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat luas. Kami juga terus mengembangkan diversifikasi layanan untuk terus mengikuti perkembangan guna menjawab tantangan yang ada,” pungkas Agus.

Infrastruktur

Keren, Indonesia Resmikan Industri Bahan Peledak Terbesar se-Asia Tenggara

Published

on

PT Dahana

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), beberapa waktu lalu meluncurkan Holding dan Program Strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertahanan yang dinamakan Defence Industry Indonesia atau disingkat Defend ID di PT PAL Indonesia (Persero), Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya kala itu, Presiden menekankan bahwa Indonesia harus segera membangun kemandirian sekaligus mendorong industri pertahanan dalam negeri agar sepenuhnya siap memasuki era persaingan baru dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan pokok untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kemandirian industri pertahanan harus kita wujudkan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri, tidak bisa parsial, enggak bisa. Kita harus perkuat industrinya, kita juga harus bangun ekosistemnya agar tumbuh dan berkembang semakin maju,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara pun mengapresiasi langkah konsolidasi dan pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN industri pertahanan Defend ID yang sudah lama dinantikan ini.

“Sudah lama ini saya tunggu-tunggu dan saya kejar-kejar terus agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi, ekosistemnya semakin kuat, mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan. Dan, ini saya catat janjinya, janji ini saya catat, Defend ID akan menjadi TOP50 perusahaan pertahanan dunia,” ujar Presiden.

Tak hanya itu, Presiden juga mengingatkan Defend ID untuk terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan (alpalhankam).

“Saya minta agar TKDN produk-produk pertahanan unggulan terus ditingkatkan dari angka yang telah dicapai saat ini yaitu 41 persen, agar bisa terus naik dan meningkat, dan nanti pada akhirnya 100 persen. Kita harus bergerak cepat, lincah, dan juga jeli melihat peluang, proaktif menjawab peluang agar bisa menjadi bagian dari rantai pasok global. Ini penting sekali, dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri,” tegasnya.

Pusat Industri Bahan Peledak Terbesar di Asia Tenggara

Bukan saja peresmian entitas Defend ID, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan peresmian salah satu fasilitas berupa pusat industri untuk mewujudkan tujuan yang telah disebutkan di atas. Yakni berupa pusat industri sekaligus pabrik peledak atau elementated detonator milik Dahana.

Yang istimewa, tidak hanya menjadi pabrik peledak terintegrasi pertama di Indonesia, namun fasilitas ini digadang-gadang sebagai pabrik bahan peledak terbesar yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Mengutip keterangan resmi Dahana, disebutkan bahwa proyek pembangunan pabrik peledak terbesar di ASEAN ini sebarnya sudah dijajaki sejak tahun 2018, dengan menggandeng perusahaan terkait asal Korea Selatan, yakni Hanwha Corporation selaku pihak yang memasok peralatan detonator elemented.

Pembangunan pabrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini memulai tahap groundbreaking pada tahun 2019 dan prosesnya sendiri berjalan sesuai dengan target, di mana kala itu diharapkan dapat mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2022.

Dalam rancangannya, pabrik peledak ini kedepannya ditargetkan akan mampu memproduksi elemented detonator, dengan kapasitas hingga 8 juta unit per tahun.

Sedikit informasi, selain banyak digunakan di bidang pertahanan untuk industri militer, elemented detonator merupakan salah satu bahan utama peledak yang terdiri dari high explosives serta mengandung delay element untuk mengatur waktu tunda detonator, yang banyak digunakan di industri pertambangan, kuari, dan konstruksi.

Disebutkan jika nilai investasi Hanwha pada pembangunan fasilitas ini mencapai angka 13,62 juta dolar AS, atau sekitar Rp199 miliar.

Saat peresmian fasilitas dilakukan, Suhendra Yusuf selaku Direktur Teknologi dan Pengembangan Dahana menyebut jika keberadaan pabrik elemented detonator ini merupakan salah satu strategi untuk mewujudkan kemandirian bahan peledak dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan akan impor, terutama pada sektor inititating device.

Lebih dari itu, Suhendra juga menyebut jika fasilitas ini dapat membuat Indonesia berhemat devisa negara hingga mencapai puluhan miliar per tahunnya.

“Merupakan strategi backward integration dari hilir ke hulu, serta mewujudkan kemandirian teknologi bahan peledak sehingga mengurangi impor, dan menghemat devisa negara sebesar 6 juta dolar AS per tahun atau setara Rp87 miliar per tahun,” paparnya.

Continue Reading

Infrastruktur

Buat Kawasan Industri Batang, Kementerian PUPR Bangun 10 Tower Rusun

Published

on

tower rusun batang

Kementerian PUPR terus memperbanyak pembangunan rusun yang diperuntukan bagi kalangan pekerja di kawasan industri. Di KIT Batang sebanyak 10 tower rusun lima lantai dibangun yang ditargetkan akan diselesaikan pertangahan tahun 2022.

Pemenuhan kebutuhan hunian terus didorong khususnya untuk kalangan pekerja untuk memudahan segmen ini mendapatkan sarana hunian yang sehat dan nyaman. Salah satu program perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu pembangunan rumah susun (rusun).

Untuk kalangan pekerja industri di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, saat ini Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan 10 tower rusun yang dilaksanakan menjadi tiga paket pekerjaan dengan anggaran senilai Rp351 miliar. Ke-10 rusun ini diperuntukan bagi kalangan pekerja di KIT Batang.

Baca Juga:

  1. Tradisi Mudik yang Lebih dari Mudik, Cuci Parigi Sebagai Penyucian Jiwa Masyarakat Maluku
  2. Awal Mula Suku Tengger dan Tradisi Unan-Unan
  3. Binarundak, Tradisi Makan Bersama Pakai Bambu untuk Reuni Lebaran di Sulawesi Utara

“Pembangunan fasilitas rusun ini juga diharapkan bisa terus mendorong perkembangan KIT di Jawa Tengah. Dengan adanya rusun ini kalangan pekerja memiliki alternatif tempat tinggal yang layak dan nyaman tinggal nanti diatur bagaimana pemanfaatan rusun ini supaya fungsinya bisa optimal,” ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Direktur Rumah Susun Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Aswin Grandiarto Sukahar menerangkan, pembangunan sarana rusun untuk pekerja KIT Batang ini dibagi menjadi tiga paket. Untuk paket pertama dibangun empat tower rusun dengan ketinggian lima lantai dengan model barak yang mencakup 88 unit untuk bisa menampung banyak pekerja.

“Untuk paket kedua akan dibangun sebanyak tiga tower lima lantai dengan jumlah unit 66 barak. Sementara untuk paket ketiga juga sama akan dibangun tiga tower lima lantai. Pembangunan rusun di KIT Batang ini menerapkan pola baru karena menggunakan tanah negara dan fasilitasnya juga disediakan oleh pemerintah seperti jalan lingkungan, jaringan listrik, air, sanitasi, dan berbagai sarana perumahan lainnya,” imbuhnya.

Rusun KIT Batang ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat ibadah, sarana olahraga, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Keberadaan rusun ini juga diharapkan bisa terus mendukung perkembangan kawasan industri hingga mempercepat pertumbuhan ekonomi khususny di wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan progres di lapangan, saat ini pembangunan rusun paket pertama telah mencapai 93,34 persen, paket kedua 86,15 persen, dan paket ketiga 85,36 persen. Proyek ini dibangun dengan proses percepatan untuk mengejar target operasional pada pertengahan tahun ini juga.

Continue Reading

Infrastruktur

Anies: Trek Sirkuit Formula E Telah Rampung 100 Persen

Published

on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden RI Joko Widodo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa trek utama sirkuit Formula E Jakarta telah rampung 100 persen.

Anies menyampaikan hal itu saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kala meninjau persiapan Formula E di Ancol, Jakarta Utara, Senin (25/1/2022).

“Kalau untuk treknya sudah 100 persen selesai, sekarang yang sedang dalam proses pembangunan, seperti disampaikan Bapak Presiden, adalah paddock, grand stand, kemudian juga pagar nanti di atas beton-beton ini akan ada pagar yang itu untuk melindungi,” kata Anies.

Baca Juga:

  1. Cabai Jawa: Primadona Jamu, Dianggap Sebagai Harta Karun Tanaman Obat di Indonesia
  2. Jamur Tudung Pengantin, Cantik Namun Berbau Busuk
  3. Menparekraf Sandiaga Uno Bakal Siapkan Pendampingan Bisnis untuk Pelaku UMKM Jamu

“Itu semua yang akan dikerjakan sama persiapan untuk fasilitas bagi tamu-tamu yang menggunakan mal di sebelah ini. Tapi secara umum treknya sudah 100 persen selesai,” beber Anies lagi.

Formula E Jakarta rencananya bakal berlangsung pada 4 Juni 2022 nanti. Pihak panitia penyelenggara bakal menyediakan setidaknya 50 ribu lembar tiker Formula E Jakarta dengan banderol mulai dari Rp 350 ribu.

“Jadi sudah disepakati, bahwa tiket Formula E berjumlah minimal 50 ribu, dengan rentang harga Rp 350.000 sampai jutaan rupiah,” terang Ketua Panitia Organizing Committee (OC) dari Formula E, Ahmad Sahroni, melalui keterangan tertulisnya (5/4/2022).

Sahroni mengatakan tiket Formula E memiliki sebaran kelas yang beragam dan bisa dibeli mulai bulan Mei mendatang. Dia menuturkan panitia tak hanya menyuguhkan balapan semata, melainkan berbagai ajang hiburan untuk para penonton maupun pengunjung Ancol.

“Acaranya nanti juga akan sangat meriah, di mana kita mengadakan konser musik yang diisi oleh musisi dan grup musik ternama. Kita akan memiliki tiga panggung yang akan menampilkan hiburan dari pagi hingga malam,” ucapnya.

Continue Reading

Trending