Connect with us

Traveling

Bali Bakal Punya Perusahaan Daerah Urus Pariwisata Digital

Published

on

Wayan Koster
Wayan Koster

Bali tengah menggalakkan pariwisata digital budaya di daerahnya. Gubernur Bali Wayan Kosten mengatakan bakal membentuk perusahaan daerah yang khusus mengurusi pariwisata digital budaya. Bahkan, peraturan daerah (Perda) mengenai hal ini sedang digodok oleh DPRD Bali.

Wayan mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi digital membuka peluang baru. Bahkan, dia menyatakan banyak pelaku usaha yang memanfaatkan teknologi digital dalam berbisnis.

“Bali sebagai daerah pariwisata pun, pemanfaatan teknologi digital sangat masif dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Waya menilai bahwa Bali akan kehilangan potensi pendapatan dareah seandainya tak mengurusi masalah pariwisata digital.

“Karena itu, kita perlu memiliki perusahaan daerah yang mengatur dan mengelola secara khusus mengenai keberadaan pariwisata digital,” dia menambahkan.

“Kita lose (rugi) banyak sekali. Sehingga, hiruk pikuk pariwisata di Bali yang kelihatannya mewah itu sejatinya nilai ekonominya masih kecil buat Bali. Kenapa? Karena penyelenggara, pelakunya, belum dikelola secara optimal, jadi tidak banyak manfaat yang kita ambil,” ungkap Koster.

Padahal, sambung dia, pariwisata digital bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Bali, termasuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi angka kemiskinan.

“Ini yang saya maksud, supaya pariwisata kita di Bali betul-betul dijadikan potensi riil memberikan manfaat pada kehidupan masyarakat Bali, manfaat langsung dan tidak langsung,” dia memungkasi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Traveling

Menelusuri Indahnya 2 Kampung Anggur di Yogyakarta

Published

on

Kampung anggur Yogyakarta
Kampung anggur Yogyakarta

Anggur merupakan satu di antara buah yang paling digemari masyarakat Indonesia. Buah ini memiliki rasa identik, yakni manis bercampur asam. Selain dimakan langsung, anggur juga bisa diolah menjadi minuman atau yoghurt.

Tanaman anggur telah dibudidayakan sejak tahun 4000 SM di Timur Tengah dan menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Ada beberapa varietas anggur yang dikawinsilangkan dan berhasil tumbuh dengan baik di iklim Indonesia, kemudian dikenal dengan nama anggur lokal.

Beberapa jenis anggur lokal antara lain anggur Bali, Kediri Kuning, Probolinggo Biru 81, Prabu bestari, Jestro Ag5, dan yang terbaru adalah Janetes SP 1 keluaran Litbang Kementerian Pertanian.

Selain menikmati buah anggur, sebenarnya di Indonesia juga ada perkebunan anggur yang bisa dikunjungi untuk berwisata. Meski tidak seterkenal mengunjungi kebun stroberi, berlibur bersama keluarga ke kebun anggur bisa jadi alternatif baru.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Ya, saat ini wisata kebun anggur memang belum terlalu banyak di Indonesia. Namun, Cityzen bisa menemukan dua kampung wisata anggur di Yogyakarta. Keduanya adalah Kampung Anggur Rongkop dan Kampung Anggur Plumbungan.

Kampung Anggur di Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Provinsi DI Yogyakarta. Letaknya relatif dekat di Kota Yogyakarta. Hanya sekitar 30 sampai 45 menit berkendara ke arah selatan.

Sesuai namanya, kampung ini dikenal sebagai tempatnya pembudi daya anggur. Sebab, sebagian besar penduduknya menanam anggur di pekarangan rumahnya. Di sepanjang jalan kampung ini, terutama dari bulan Juli sampai Oktober, pengunjung bakal tergoda melihat buah anggur berwarna merah tua dan hijau, berbentuk bulat sedikit lonjong, bergelantungan hampir di setiap pekarangan penduduk. Daun pohon angggur merambat di bangunan rumah hingga menjadi atap teduh di tengah hari yang terik.

Cerita Kampung Anggur ini bermula dari seorang bernama Rio Aditya. Dia menjajal menanam anggur di pekarangan rumahnya pada 2010. “Awalnya saya coba menanam anggur lokal, Isabela. Tapi hasilnya kurang memuaskan,” kata Rio pada Rabu 5 Agustus 2020. Kemudian pada 2014, dia mengganti dengan jenis anggur hibrida dari Ukraina bernamanya Ninel.

Kampung anggur Yogyakarta
Kampung anggur Yogyakarta

Pemuda yang memiliki halaman rumah seluas 150 meter persegi dipenuhi pohon anggur itu memilih budi daya anggur karena potensi pasarnya yang menjanjikan. Buah yang identik dengan minuman wine asal Prancis itu pun coba dikembangkan di Bantul, dan ternyata berhasil. “Perawatannya anggur ninel ini lebih mudah, tidak mengenal musim, dan hasil panennya memuaskan,” ujar Rio.

Rasa buah anggur ninel ini lebih manis dari jenis anggur lainnya. Tingkat kemanisan anggur itu mencapai 22 persen briks atau empat tingkat lebih tinggi dibanding jenis anggur kebanyakan yang rata-rata 18 persen briks. Keberhasilan Rio membudi dayakan anggur ninel memancing minat warga Kampung Plumbungan mengikuti langkahnya.

Kampung Anggur Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul ini selain telah menjadi wisata agro edukatif, ternyata juga menorehkan sebuah prestasi dan sejarah baru dalam bidang hortikultura, yaitu berhasil membuat varian baru pohon Anggur yang diberi nama Anggur Satria Taman Sari I. Varian baru ini telah bersertifikat dan dipatenkan.

Di sisi lain, Dusun Ngasem Kidul, Kelurahan Bohol, Gunungkidul, baru saja merintis kampung agrowisata anggur dengan pendampingan dari Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) dan petani anggur. Pengembangan kampung agrowisata ini juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan sebagai daya tarik wisata.

Menurut penjelasan Suryanto dari IKG, kampung anggur ini memanfaatkan lahan berkontur perbukitan yang ada di Rongkop. Lokasinya pun termasuk strategis karena berada di jalur wisata Gunungkidul, yang terkenal dengan deretan pantai eksotisnya.

Kampung anggur Yogyakarta
Kampung anggur Yogyakarta

Untuk penanaman anggurnya sendiri sudah sekitar 400 pohon dan berjalan sekitar sembilan bulan, hasilnya dapat dilihat dalam waktu 1,5 tahun. Saat ini, tanaman anggur di sana sudah mulai nampak merambat dan tumbuh subur, bahkan sudah ada yang berbuah.

Drs. Edi Sukirman selaku Ketua IKG mengaku terkesima melihat buah anggur yang tumbuh subur di Kelurahan Bohol yang selama ini dianggap sebagai wilayah tandus. Kebun buah anggur ini menjadi bukti bahwa Gunungkidul tidak hanya punya destinasi wisata yang terkenal, tetapi juga ada potensi lain yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Di Kampung Anggur Rongkop, terdapat 11 varietas anggur yang ditanam yaitu Harold, Trans, Ninel, Nikel super, Sovenir, Carnival, New Baikonur, Vanya, Dobosky Pink, Bowlgoves, dan Forset.

Continue Reading

Traveling

Danau Segara Anak, Surga Mini di Kaki Gunung Rinjani

Published

on

Danau Segara Anak

Ada yang lebih menakjubkan dari Gunung Rinjani selain kekayaan flora dan fauna khas Asia Tenggara dan Australia, yaitu Danau Segara anak yang berada di lembah sisi barat Gunung Rinjani. Gunung Rinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang terkenal dengan panoramanya yang luar biasa.

Danau Segara Anak merupakan kaldera atau danau kawah dari Gunung Rinjani yang berada di ketinggian 2.008 meter di atas permukaan laut. Luas Danau ini mencapai 1.100 hektar dan dengan kedalaman 160-230 meter.

Menariknya lagi, Anda akan mendapati sebuah gunung di tengah-tengah danau yang diberi nama Gunung Baru Rinjani atau yang berarti gunung baru jadi yang memiliki ketinggian 2.376 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Gunung Baru Jadi merupakan gunung yang masih aktif. Terakhir kali gunung ini meletus pada tahun 2004 dan 2009. Untuk itu Anda harus berkonsultasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mengenai status gunung yang masih aktif ini untuk menjaga keamanan Anda.

Nama Danau Segara Anak berasal dari birunya warna air danau seperti air laut. Karena itulah danau yang berjarak 5km dari puncak Rinjani ini diberi nama Segara Anak atau anak laut. Karena berada di puncak gunung, satu-satunya cara agar Anda bisa mencapai danau ini adalah dengan berjalan kaki.

Danau Segara anak
Danau Segara anak

Namun, melihat sendiri panorama menakjubkan dari Danau Segara Anak setelah berjalan kaki tentu akan menjadi obat untuk tenaga dan keringat yang telah terkuras selama perjalanan mendaki puncak Rinjani. Anda bebas memancing atau sekedar menikmati indah dan sejuknya pesona Danau Segara Anak.

Danau Segara Anak

Tidak hanya wisata alam, Anda juga bisa menikmati wisata religi di Danau Segara Anak. Hal ini karena danau ini dipercaya sebagai tempat yang sacral. Pada tanggal-tanggal tertentu, masyarakat melakukan ritual suci Wettu Telu. Ada juga upacara Pekelem yang biasa dilakukan di bulan Maulud.

Bagi masyarakat Rinjani, Danau Segara Anak memiliki makna tersendiri, terutama bagi umat Hindu yang tinggal di sekitar Gunung Rinjani dan Lombok.

Bagi pemeluk Hindu, Danau Segara Anak adalah danau sakral. Tempat ini menjadi pusat pemujaan, terutama pada saat upacara Mulang Pekelem yaitu perayaan syukur yang dilakukan menjelang musim hujan.

Upacara ini bertujuan untuk memohon anugerah hujan yang akan mengembangkan alam juga menyuburkan tanaman sehingga bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pada upacara ini mereka akan menyembelih hewan peliharaan, seperti ayam, bebek, dan kambing di Danau Segara Anak. Ini merupakan persembahan kepada dewa.

Continue Reading

Traveling

Inilah 6 Wisata Islami di Bali

Published

on

hotel syariah
hotel syariah

Bepergian ke sebuah tempat yang mayoritas masyarakatnya bukan beragama Islam menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Muslim. Salah satunya adalah Bali, yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Namun, kini Bali semakin ramah dengan wisatawan yang beragama Islam. Kini, ada banyak pilihan hotel, tempat makan halal, hingga aktivitas seru yang bisa dikunjungi.

Nah, untuk memudahkan traveler muslim saat liburan di Bali, MyCity sudah mengumpulkan semua destinasi wisata paling ramah terhadap muslim. Dengan begitu, Cityzen tetap bisa merasakan liburan yang luar biasa di salah satu surga dunia ini.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Berwisata di Puja Mandala

Berwisata di Puja Mandala
Berwisata di Puja Mandala

Tempat yang satu ini sangat indah karena meggambarkan kerukunan dan perdamaian. Tempat ibadat umat Muslim, Katolik, Kristen, Hindhu dan Budha berjejer rapi berdampingan di komplek yang satu ini. Berdiri Masjid Ibnu Batutah yang mewakili agama Islam. Oh iya, di komplek ini juga ada pusat pendidikan dan perpustakaan Al-Quran terbesar di Bali. Alamatnya di Jl. Kuru Setra, Desa Bualu, Nusa Dua.

Desa Candi Kuning Bedugul

Desa Candi Kuning Bedugul
Desa Candi Kuning Bedugul

Desa yang menawarkan panorama cantik dengan gunung, danau, air terjun hingga kebun raya. Suasana yang asri dan ramah membuat kamu betah berlama-lama disini. Kamu bisa berbincang dan melihat keseharian Komunitas Muslim Kuno di Desa Candi Kuning ini.

Menikmati Makanan Khas Bali yang Enak dan Halal

Menikmati Makanan Khas Bali yang Enak dan Halal
Menikmati Makanan Khas Bali yang Enak dan Halal

Bali terkenal dengan beberapa menu andalan seperti nasi bali dengan ayam dan bumbu khas, sate lilit, sayur urap, telur dan makin lengkap dengan sambal matah. Menu tadi dijamin halal dan kamu bisa menikmatinya di beberapa lokasi yang sudah terkenal.

Untuk Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku ada di Ubud dan Warung Nasi ayam Bu Oki ada di Uluwatu,Jimbaran. Jika kalian suka seafood, kalian bisa cobain menu ikan di Warung Mak Beng di Sanur.

Kampung Gelgel

Kampung Gelgel
Kampung Gelgel

Kampung yang menjadi lokasi masjid tertua di Bali, yaitu Masjid Nurul Huda. Cityzen bisa menemukan mimbar masjid tertua disini, keren banget dan kuat banget kayunya.

Di halaman masjid, kamu juga bisa menemukan menara tua yang berdiri tegak setinggi 17 meter. Benar-benar tempat bersejarah yang menarik untuk ditelusuri. Di Kampung Gelgel juga suka diadakan pertunjukan Tari Rudat. Sebuah seni tari yang menggambarkan kedekatan Raja dan prajuritnya ini lekat dengan sejarah keberadaan umat Muslim di Bali pertama kali.

Desa Pengayaman

Desa Pengayaman

Banyak aktifitas dan tradisi menarik umat muslim di Desa Pengayaman, Sukasada, Buleleng. Komunitas tersebut dikenal dengan nama Nyama Selam, yang artinya orang-orang Islam yang menjalankan tradisi Bali. Selain berkeliling Desa, kamu juga bisa beribadat di Masjid Jami Safinatussalam, masjid tertua di desa ini, sekaligus bermain bersama anak-anak di Panti Asuhan sekitar desa.

Hotel Syariah

Hotel Syariah
Hotel Syariah

Nah buat kamu yang lebih suka nginep di hotel syariah, untuk daerah Bali, kamu bisa cobain Hotel Bayt Kaboki. Buat yang belum tahu, hotel syariah itu biasanya butuh buku nikah waktu check-in kalau kamu berlibur dengan lawan jenis, non-alkohol dan bebas rokok.

Continue Reading

Trending