Connect with us

Properti

Ayo Milenial, Jangan Tunda Lagi Beli Rumah

Published

on

Rumah Milenial. (Istimewa)

Pentingnya kalangan pekerja milenial segera membeli properti karena produk ini harganya akan terus naik yang tidak akan terkejar dengan peningkatan penghasilan. Produk properti juga bisa menjadi instrumen investasi hingga bisa tahan terhadap laju inflasi.

Inflasi dari kenaikan BBM terus mendorong peningkatan harga berbagai komoditas dan hal ini tentunya berdampak untuk sektor properti. Kenaikan biaya transportasi hingga material bahan bangunan tentunya akan meningkatkan harga produk properti terlebih Bank Indonesia (BI) juga kembali menaikan suku bunga acuannya.

Namun begitu produk properti memiliki beberapa kelebihan hingga disebut sebagai produk yang tahan terhadap inflasi. Hal ini karena produk properti juga merupakan aset yang produktif dan dari sisi value bisa didapatkan dari peningkatan nilai (capital yield) hingga bisa disewakan (capital gain).

Baca Juga:

  1. Lompat Batu Nias, Menyimpan 3 Nilai Peradaban Manusia
  2. Pepe’-pepeka ri Makka, Tarian Islami asal Makassar
  3. Mengenal Daluang, Kertas Khas Tradisional Buatan Anak Bangsa

Potensi dari sektor properti ini bisa dilihat dari indeks harga properti yang dirilis Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) 2022 khususnya untuk wilayah Kota Bekasi. Untuk periode kuartalan, Bekasi terus menunjukan tren yang positif untuk peningkatan harga produk propertinya.

Baca Juga :  80 Juta Milenial Butuh Rumah, Ini Kendala Utamanya

Indeks harga properti di Kota Bekasi tercatat di angka 134,8 pada kuartal kedua atau naik 2,7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang di posisi 131,3. Secara tahunan, peningkatannya bahkan mencapai 7,1 persen dan hal ini tidak mengherankan karena Bekasi dilintasi berbagai proyek strategis nasional (PSN) seperti tol Becakayu, LRT Jabodebek, tol Cimanggis-Cibitung (JORR II), dan sebagainya.

Berbagai keunggulan dari perkembangan infrastruktur ini telah mengangkat prospek proyek properti yang dikembangkan di Bekasi, salah satunya The MAJ Residences hasil pengembangan PT Teguh Bina Karya di Jalan Kemakmuran, Marga Jaya, Kota Bekasi. Dibangun di atas lahan seluas 6 ha, The MAJ Residences Bekasi juga terus menunjukan progres yang baik.

“Sebagai sebuah aset, unit apartemen yang kami tawarkan memiliki berbagai kelebihan khususnya saat dikaitkan dengan situasi ekonomi seperti kenaikan BBM, suku bunga, dan lainnya. Pasar yang besar dan kebutuhan orang akan sarana hunian membuat produk properti tidak terpengaruh gonjang-ganjing ekonomi bahkan semakin penting untuk segera dimiliki khususnya oleh kalangan milenial first time home buyer,” ujar Juanto Salim, Presiden Direktur The MAJ Residences Bekasi.

Baca Juga :  Inilah Tiga Landasan dari Program Sejuta Rumah

Mengapa produk seperti ini penting untuk segera dimiliki oleh milenial? Pilihan produk properti yang berlokasi di pusat kota maupun kawasan yang sudah matang akan semakin sulit dan kalaupun ada harganya akan sangat tinggi. Peningkatan harga lahan dan keterbatasan lahan di perkotaan tidak akan membuat penawaran produk properti harganya menjadi semakin turun dari saat ini yang ditawarkan.

Project Manager The MAJ Residences Bekasi Hendra Hartono menambahkan, unit yang ditawarkannya ini sangat cocok untuk kalangan pekerja milenial terkait lokasi, konsep, penyediaan fasilitas, hingga kemudahan aksesibilitas yang ditawarkan dengan cicilan mulai Rp3 jutaan per bulan sehingga cukup affordable bagi kalangan pekerja milenial.

Baca Juga :  Rumah Tapak Tetap Jadi Andalan Bisnis Properti di Tahun 2022, Ini Alasannya

“Akan sangat sulit mendapatkan hunian di lokasi seperti ini namun dengan range harga yang affordable hingga bisa mendukung lifestyle para pekerja milenial. Bukan hanya untuk hunian, dengan potensi kawasannya unit yang kami pasarkan ini juga bisa menjadi instrumen investasi menarik dengan potensi sewa yang besar,” jelasnya.

The MAJ Residences Bekasi ini dipasarkan hingga menjalani proses pembangunan saat situasi pandemi tahun 2020 lalu. Ada banyak penyesuaian dan strategi yang akhirnya diterapkan seiring banyaknya adaptasi dan penerapan new normal dan tidak membuat progres proyek ini terkendala hingga nanti diserahterimakan.

Kawasannya juga dikelilingi berbagai fasilitas seperti Metropolitan Mall, Mega Mall Bekasi, Living Plaza, RS Hermina, RS Mitra Keluarga, RSUD Bekasi, Binus University, dan sebagainya. Penghuni juga akan dimudahkan aksesibilitasnya karena dekat dengan tol Bekasi Barat dan tersedia transportasi publik Stasiun Kereta Bekasi, Halte Transjakarta, dan nantinya Stasiun LRT Bekasi Barat.

Properti

Potensi Raksasa Pengembangan Properti di Bandung Selatan

Published

on

Potensi raksasa pengembangan properti di Bandung Selatan. (Agung Podomoro)
Potensi raksasa pengembangan properti di Bandung Selatan. (Agung Podomoro)

mycity.co.id – Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Bandung memang menjadi salah satu area yang diincar pencari properti.

Salah satu area di Bandung yang saat ini menjadi incaran pencari properti adalah Bandung Barat. Area ini dinilai potensial karena didukung oleh perkembangan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Dari sektor ekonomi, saat ini Bandung Barat telah banyak bertumbuh berbagai industri yang menyokong perkembangan perekonomian. Contohnya, seperti tekstil, properti dan jasa.

“Salah satu indikasi Bandung Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, terlihat dari banyaknya investor yang menanamkan modalnya di daerah ini. Bahkan secara kasat mata terlihat dari semakin tingginya volume kendaraan di kawasan itu,” ujar Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Jawa Barat, Slamet Mulyanto S.

Baca Juga :  Begini Contoh Surat Perjanjian Sewa Apartemen

Dari sektor infrastruktur, Bandung Barat juga dikelilingi dengan berbagai pembangunan jalan tol. Di antaranya, Tol Padaleunyi, rencana pembangunan jalur kereta cepat dan Tol Soroja yang tahun lalu baru diresmikan.

Slamet Mulyanto S mengakui keberadaan Tol Soroja dapat meringkas jarak tempuh Bandung Selatan dengan daerah sekitarnya. Selain itu pemerintah menyiapkan sejumlah upaya seperti pelebaran jalan utama menuju Bandung Selatan dari ROW 16 menjadi ROW 20.

Hal itu tertera dalam dokumen yang diterbitkan Dinas Permukiman dan Tata Wilayah Kabupaten Bandung. Pembuatan jalan pintas atau jalan penghubung, hingga pengembangan sarana angkutan umum massal.

Baca Juga :  Ini Tipe Rumah yang Paling Banyak Dicari di Masa Pandemi Covid-19

Selain infratruktur, sektor pariwisata juga dinilai salah faktor yang dapat mendongkrak bisnis properti di Bandung.

Menurut Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property watch (IPW), Bandung Selatan memiliki banyak potensi alam yang masih asri.

Sektor pariwisata di kawasan ini pun sebagian besar sangat menarik untuk mendorong bisnis propertinya tumbuh lebih baik.

“Bandung Selatan akan menjadi kawasan potensial bisnis properti sehingga makin banyak pengembang mulai berinvestasi di sini,” imbuh Ali.

Dengan potensi tersebut, akhirnya tak heran banyak pengembang yang menanamkan modalnya di Bandung Barat. PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mengembangkan kawasan hunian yang diberi nama Podomoro Park di Kecamatan Buahbatu.

Baca Juga :  Keren, Kementerian PUPR Punya Rumah Khusus Hasil Printing 3D

“Ada sekitar 10 hektar diperuntukkan untuk proyek komersial yang mendukung kawasan perumahan ini, mulai lintasan joging, kolam renang, pusat kebugaran, dan lainnya. Sekitar 50 persen lahan proyek ini akan kami dedikasikan untuk kawasan terbuka hijau dan danau,” kata Assistant Vice President Strategic Residential Agung Podomoro Land, Agung Wirajaya.

Agung mengaku optimistis proyek terbarunya ini bisa menjadi salah satu pilihan investasi menarik. Apalagi, Bandung makin menjadi salah satu kota terpadat di Indonesia.

Proyek yang dirilis pada kuartal I-2018 ini merupakan salah satu langkah APLN memberikan dukungan perkembangan dan pembangunan Bandung Selatan.

Continue Reading

Properti

Pinjol Bikin Masyarakat Sulit Ajukan KPR

Published

on

Pinjaman Online bikin masyarakat kesulitan mengajukan KPR. (Pudjiadji Prestige)
Pinjaman Online bikin masyarakat kesulitan mengajukan KPR. (Pudjiadji Prestige)

mycity.co.id – Pengajuan KPR akan diperiksa dengan seksama oleh bank untuk memastikan kemampuan mencicil kreditur. Umumnya, banyak pengajuan KPR yang ditolak bank karena masalah kartu kredit. Saat ini, penolakan KPR banyak terjadi karena pinjaman online (pinjol).

Mayoritas pembeli hunian khususnya rumah tapak di Indonesia menggunakan skema pembiayaan bank dengan produk KPR. Calon debitur tentunya harus melampirkan berbagai persyaratan untuk diperiksa bank. Perihal kemampuan mencicilnya sehingga rumah yang dibiayai bisa lancar dan tidak menjadi kredit macet yang akhirnya menjadi beban bank.

Dalam pelaksanaannya, pengajuan KPR masyarakat cukup banyak yang tidak lolos maupun ditolak bank karena berbagai hal.

Baca Juga :  Ini Daftar Produk Properti yang Harganya Tetap Naik di Situasi Krisis

Menurut Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu, saat ini bank cukup ketat terkait meloloskan permintaan masyarakat untuk pembiayaan perumahannya.

“Saat mengajukan pinjaman untuk pembiayaan rumah tentunya tidak terlepas dari Bank Indonesia (BI) checking dan saat ini BI checking makin seru,” tutur dia.

“Kalau dulu banyak pengajuan KPR ditolak karena kartu kredit, kalau sekarang karena pinjaman online (pinjol). Faktor pinjol pada ditolaknya KPR masyarakat itu mencapai 30 persen,” ujarnya.

Jadi, faktor gagalnya pengajuan kredit masyarakat yang disebabkan pinjol mencapai 30 persen. Hal ini semakin banyak terjadi seiring kian mudahnya aktivitas pinjol ini.

Baca Juga :  Kolaborasi Kementerian PUPR & BNPT Berbuah Rusun Santri di Poso

Padahal, nominal pinjol ini juga tidak terlalu besar. Bahkan, banyak yang di bawah Rp1 juta namun hal ini tetap berpengaruh pada penilaian pengajuan KPR.

Masalah ditolaknya KPR karena pinjol ini juga makin rumit. Hal ini sulit diatasi karena kebanyakan pemberi jasa pinjol bukan dari kalangan perbankan. Sehingga hal, ini juga menyulitkan bank untuk melakukan taksasi ataupun penilaian untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses KPR.

Untuk solusi mudahnya, Nixon menyebut akan meminta persyaratan tambahan dalam bentuk peningkatan atau top up. Limitnya dari harga rumah sehingga bisa digunakan untuk melunasi pinjol calon debitur.

Baca Juga :  Punya Gaji Rp10 Juta Per Bulan, Berapa Harga Rumah yang Layak Dibeli Milenial?

Di sisi lain, solusi ini tidak diikuti secara kooperatif oleh perusahaan pinjol yang tetap menghitung denda bunga. Sehingga, nasabah kesulitan melakukan proses pelunasan.

“Kami di Bank BTN masih memberikan toleransi kepada calon debitur bila memiliki pinjaman kredit macet ataupun menunggak dari aktivitas pinjol selama 90 hari,” tegas dia.

“Tapi bila sudah menyangkut pinjol ini prosesnya memang agak ruwet. Sehingga teman-teman kantor cabang untuk mudahnya langsung ditolak. Ini tentu harus bisa disikapi dengan serius karena rejection 30 persen BI checking itu besar sekali,” pungkasnya.

Continue Reading

Properti

Kementerian PUPR Segera Bangun Rumah Anti Gempa untuk Warga Cianjur

Published

on

Kondisi rumah hancur di Cianjur. (CNN Indonesia)

mycity.co.id – Kementerian PUPR akan segera membangun hunian untuk masyarakat terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur. Rumah yang dibangun berkonsep build back better dengan teknologi rumah anti gempa Risha hasil pengembangan Kementerian PUPR.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk menyiapkan sejumlah alternatif lokasi untuk digunakan relokasi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi.

Hal ini dibutuhkan Kementerian PUPR untuk segera dibangun rumah tahan gempa sehingga masyarakat bisa segera menempati lokasi aman dan hunian yang lebih terjamin keamanannya.

“Kami berharap Pemkab Cainjur bisa segera menetapkan kawasan yang siap bangun sehingga kami dari kementerian bisa membangun rumah tahan gempa untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi pada awal pekan ini,” ujar Dirjen perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Baca Juga :  Konsep Rumah Sehat 3 Lantai Kini Makin Diminati Milenial Indonesia

Titik relokasi merupakan kewenangan dari pemerintah daerah sebagai pemilik otoritas wilayah. Hal ini dikarenakan pemda juga memiliki ketetapan tata ruang wilayahnya sehingga bisa menetapkan lokasi untuk dibangun hunian bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

Kementerian PUPR juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Geologi dan BMKG untuk mengecek alternatif lokasi yang bisa digunakan untuk relokasi hunian masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga :  Pahami Tentang PPJB Saat Anda Hendak Membeli Rumah

Setiap lokasi juga nantinya akan dicek apakah layak untuk dibangun bangunan hunian maupun infrastruktur pendukung lainnya.

Beberapa contoh pembangunan hunian pasca bencana antara lain di Palu, Sulawesi Tengah dan Lumajang, Jawa Timur. Hunian yang dibangun menggunakan teknologi rumah instan sederhana sehat (Risha) hasil pengembangan Kementerian PUPR.

Di dua lokasi Palu dan Lumajang itu Kementerian PUPR membangun hingga ribuan unit rumah tahan gempa dalam waktu yang singkat. Di Lumajang misalnya, sebanyak hampir dua ribu unit rumah dibangun hanya dalam waktu tiga bulanan dengan konsep Risha setelah pemerintah daerah menetapkan lokasi relokasi.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Penjualan Properti di Australia Justru Naik 9 Persen

Konsep hunian yang dibangun Kementerian PUPR juga build back better atau membangun dengan lebih baik dan itu menjadi suatu keharusan. Masyarakat memerlukan perhatian khusus dalam penyediaan hunian pasca bencana selain itu proses penanganan bencana juga tidak boleh kehilangan golden time sehingga masyarakat tidak terlalu lama tinggal di tempat relokasi sementara.

“Kami sudah melakukan survei dan identifikasi rumah masyarakat yang rusak dengan aplikasi rumah terdampak bencana (Rutena) dan sudah diketahui perkiraan berapa yang rusak ringan, sedang, maupun yang berat. Kami juga melihat alternatif lokasi lahan yang disiapkan pemda dan terus berkoordinasi dengan lurah dan camat,” imbuh Iwan.

Continue Reading
Advertisement

Trending