Connect with us

COVID-19Update

Aturan Ibadah Ramadhan Pemkot Tangsel: SOTR Dilarang-Tarawih 50%

Published

on

COVID-19Update

Update Covid-19 Hari Ini: Total Infeksi 646,3 Juta, Jumlah Pasien Sembuh 624,9 Juta

Published

on

Ilustrasi Covid-19/Repro

Ilustrasi Covid-19/Repro

mycity.co.id Per hari ini, total kasus Covid-19 yang dilaporkan secara global menyentuh angka 646.313.077.

Jumlah kematian dan mereka yang telah sembuh dari Covid-19 masing-masing mencapai 6.636.963 dan 624.901.665 orang.

Sementara itu, kasus aktif yang tersebar di seluruh dunia kini mencapai 14.774.449.

Berikut daftar 20 negara dengan infeksi virus corona terbanyak di dunia:

Dunia
Total kasus: 646.313.077
Meninggal: 6.636.963
Sembuh: 624.901.665
Kasus aktif: 14.774.449

1. Amerika Serikat
Total kasus: 100.477.371
Meninggal: 1.104.810
Sembuh: 98.034.006
Kasus aktif: 1.338.555

Baca Juga :  Virus Corona Ternyata Sudah Diramal 12 Tahun Lalu

2. India
Total kasus: 44.673.170
Meninggal: 530.614
Sembuh: 44.136.116
Kasus aktif: 6.440

3. Prancis
Total kasus: 37.686.603
Meninggal: 158.771
Sembuh: 36.853.642
Kasus aktif: 674.190

4.Jerman
Total kasus: 36.373.164
Meninggal: 157.495
Sembuh: 35.698.200
Kasus aktif: 517.469

5. Brasil
Total kasus: 35.212.035
Meninggal: 689.560
Sembuh: 34.201.418
Kasus aktif: 321.057

6. Korea Selatan
Total kasus: 26.959.843
Meninggal: 30.413
Sembuh: 26.006.651
Kasus aktif: 922.779

7. Jepang
Total kasus: 24.519.674
Meninggal: 49.281
Sembuh: 20.688.258
Kasus aktif: 3.782.135

8. Italia
Total kasus: 24.260.660
Meninggal: 181.098
Sembuh: 23.587.105
Kasus aktif: 492.457

Baca Juga :  Mulai Hari Ini, Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Tak Perlu Lagi Antigen

9. Inggris
Total kasus: 24.000.101
Meninggal: 196.821
Sembuh: 23.729.567
Kasus aktif: 73.713

10. Rusia
Total kasus: 21.579.812
Meninggal: 391.890
Sembuh: 20.986.290
Kasus aktif: 201.632

11. Turki
Total kasus: 17.005.537
Meninggal: 101.400
Sembuh: 16.899.705
Kasus aktif: 4.432

12. Spanyol
Total kasus: 13.595.504
Meninggal: 115.901
Sembuh: 13.382.293
Kasus aktif: 97.310

13. Vietnam
Total kasus: 11.514.865
Meninggal: 43.170
Sembuh: 10.608.213
Kasus aktif: 863.482

14. Australia
Total kasus: 10.647.069
Meninggal: 16.100
Sembuh: 10.546.102
Kasus aktif: 84.867

Baca Juga :  Di Korsel, Anjing & Kucing Juga Ikut Tes Covid-19

15. Argentina
Total kasus: 9.727.247
Meninggal: 130.025
Sembuh: 9.588.850
Kasus aktif: 8.372

16. Belanda
Total kasus: 8.539.297
Meninggal: 22.907
Sembuh: 8.488.923
Kasus aktif: 27.467

17. Taiwan
Total kasus: 8.278.371
Meninggal: 14.276
Sembuh: 7.914.793
Kasus aktif: 349.302

18. Iran
Total kasus: 7.559.634
Meninggal: 144.633
Sembuh: 7.335.114
Kasus aktif: 79.887

19. Meksiko
Total kasus: 7.125.176
Meninggal: 330.495
Sembuh: 6.395.789
Kasus aktif: 398.892

20. Indonesia
Total kasus: 6.653.469
Meninggal: 159.735
Sembuh: 6.435.851
Kasus aktif: 57.883

 

Continue Reading

COVID-19Update

Menkes: Puncak Covid-19 Diperkirakan Terjadi dalam Satu hingga Dua Pekan ke Depan

Published

on

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kasus Covid-19 akan diprediksi meningkat dalam kurun waktu satu atau dua pekan ke depan/Dok. Depkes

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kasus Covid-19 akan diprediksi meningkat dalam kurun waktu satu atau dua pekan ke depan/Dok. Depkes

Pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum usai. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kasus Covid-19 akan diprediksi meningkat dalam kurun waktu satu atau dua pekan ke depan.

Prediksi tersebut disampaikannya berdasarkan hasil monitor kasus Covid-19 secara harian. Ia pun meminta agar seluruh pihak terkait untuk bersiap menghadapi lonjakan virus tersebut.

“Kita sudah monitor secara daily (harian), harusnya kalau feeling saya kita akan mencapai puncaknya antara satu atau dua pekan ke depan. Kemungkinan puncaknya itu akan tercapai,” paparnya kepada wartawan, Sabtu, (26/11/2022).

Baca Juga :  Berenang Dapat Tularkan Virus Covid-19?

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai sekitar 8.000 kasus per hari.

Menurutnya, kasus positif baru di Indonesia terlihat semakin meningkat sejak varian XBB dan BQ.1 terdeteksi di Tanah Air.

Oleh karena kedua sub varian tersebut, Budi memperkirakan bahwa kasus Covid-19 yang terdeteksi di Indonesia akan dapat mencapai 10.000-15.000 kasus per harinya.

Selain disebabkan oleh XBB dan BQ.1, Budi menyebutkan bahwa BA2.75 juga menjadi salah satu varian yang menyebabkan naiknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga :  Maret 2022, RI Diprediksi Capai Herd Immunity

“Jadi memang sekarang kasusnya naik disebabkan varian baru. Varian baru ada tiga, BA2.75, XBB dan BQ1. Yang banyak di Indonesia adalah BQ1, banyak di Eropa dan Amerika dan XBB ada di Singapura,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari Budi, kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini telah memasuki gelombang ketiga.

“Kasus paling banyak ditemukan di Bali, Surabaya, Jakarta. Gelombangnya sudah mulai naik sekarang. Jadi dijaga dari sekarang,” ucapnya.

Meski demikian, Indonesia diprediksi tidak akan mengalami situasi gelombang Covid-19 yang sama seperti negara lain. Pasalnya, berdasarkan sero survei diketahui bahwa masyarakat Indonesia memiliki antibodi yang terbilang tinggi.

Baca Juga :  Daftar Vaksinasi Keliling DKI Jakarta di 19 Titik

Namun, Budi meminta agar masyarakat tetap memenuhi vaksinasinya hingga dosis booster. Hal tersebut dilakukan guna menghindarkan Indonesia dari gelombang Covid-19 berskala besar.

“Kita punya datanya by name by address sekarang untuk 205 juta dari populasi kita, kita bisa prediksi di daerah mana kita harus memberikan booster,” tuturnya.

“Jika kita bisa mengendalikannya, maka Indonesia juga akan menjadi salah satu negara yang tidak mengalami gelombang besar dalam 12 bulan,” ujarnya melanjutkan.

Menkes menjelaskan bahwa vaksinasi dan booster dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit hingga angka kematian akibat virus yang berasal dari China tersebut.

“Dia akan tertular, tidak apa-apa tertular, tapi kalau dia divaksinasi, dia itu ringan. Jadi tolong cepat-cepat vaksinasi, dan yang sudah tapi belum booster, cepat di-booster,” pungkasnya.

Continue Reading

COVID-19Update

Peningkatan Kasus Covid-19, PB IDI: Tetaplah Waspada

Published

on

Ilustrasi Covid -19/Ist

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Erlina Burhan mengatakan, ada peningkatan signifikan dalam jumlah kasus Covid-19 belakangan ini.

Data Terbaru PB IDI Kamis (3/11/2022), adalah 6.502.659 total kasus, 30.053 kasus aktif, 6.313.911 sembuh dengan 158.695 kematian yang merupakan laporan nyata bukan hanya sekadar angka.

Baca Juga: Kabar Mengenai Covid-19 Hari Ini, Cukup Menggembirakan!

Erlina Burhan mengingatkan, agar jangan sampai lonjakan kasus Covid-19 kembali terjadi di Indonesia, setelah varian XBB dan XBC ditemukan.

Erlina pun menyinggung tren kenaikan kasus Covid-19 yang biasanya terjadi setelan munculnya varian baru.

“Berdasarkan sejarah, kenaikan kasus terjadi pasca varian baru muncul,” tukas Erlina Burhan dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (3/11/2022).

“Meski demikian, kita berharap kalau ada kenaikan kasus, (kondisinya) akan tetap terkendali seperti sub varian Omicron lainnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Berenang Dapat Tularkan Virus Covid-19?

Sejak 26 September hingga 25 Oktober, Kementerian Kesehatan mencatat adanya empat kasus terkonfirmasi varian XBB di Indonesia.

Saat ini, keempat pasien semuanya sudah menyelesaikan masa isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh.

“Untuk mengantisipasi pasca temuan ini, maka pemerintah terus melakukan berbagai upaya, dengan menguatkan pengawasan, testing dan tracing serta genome sequencing.

Agar kita dapat mengetahui sebaran varian apa saja yang masih ada, yang mana yang mendominasi, dan mana-mana saja yang baru muncul di berbagai daerah,” jelas Erlina Burhan.

Baca Juga: Covid-19 di Cina Kembali Menggila, Sekolah Ditutup

Dia pun menuturkan, gejala yang ditimbulkan oleh varian baru XBB diketahui kurang lebih masih sama dengan sub varian Omicron lainnya.

Baca Juga :  Daftar Vaksinasi Keliling DKI Jakarta di 19 Titik

Bahkan dari segi vatalitasnya dinilai lebih rendah. Berdasarkan informasi dari pusat pengendalian pencegahan penyakit (CDC), gejala Covid XBB yang dikeluhkan, antara lain, demam, merasa kedinginan, batuk, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, diare dan sesak napas.

“Sedangkan pada empat pasien di Indonesia tersebut, gejala yang dirasakan mereka adalah batuk dan pilek saja. Sehingga, dapat dinilai bahwa gejala yang ditimbulkan umumnya ringan. Meski demikian, diketahui varian XBB ini lebih cepat menular, apabila kita melihat gelombang XBB di Singapura, ternyata lebih cepat 0,79 kali dibandingkan gelombang varian BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2. Kita belajar dari situasi di negara tetangga kita untuk meningkatkan kewaspadaan,” terang Erlina.

Baca Juga :  Relawan Vaksin Covid-19 Meninggal Dunia

Satgas Covid-19 PB IDI memberikan sejumlah saran menghadapi ancaman varian baru Covid-19 pada awal tahun 2023.

Ketua Satgas Covid-19 PB IDI, dr Erlina Burhan mengakui bahwa ancaman Covid-19 masih ada karena virus terus bermutasi dan menciptakan varian atau subvarian baru.

Maka dari itu hal yang harus disiapkan sehingga Indonesia bisa siap menghadapi virus varian baru itu adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), masker, cuci tangan, jaga jarak dan vaksin.

Baca Juga: Covid-19 di Cina Kembali Menggila, Sekolah Ditutup

“Kita semua wajib menerapkan PHBS mulai dari diri sendiri dan keluarga. Lalu membantu mengkampanyekan penerapan PHBS kehidupan sehari di lingkungan rumah, sekolah/kampus, tempat kerja dan berbagai tempat umum dengan cara menarik dan komunikatif,” pungkasnya.

Continue Reading
Advertisement

Trending