Connect with us

Market

Atasi Ponzi, AS, Kanada, Australia, & Belanda Sepakat Berbagi Data Kriminal Kripto

Published

on

Ilustrasi aset kripto

Meningkatnya kriminalitas berupa skema ponzi membuat Amerika Serikat (AS), Inggris, Kanada, Australia, dan Belanda berbagi data kriminal untuk mengatasi kejahatan tersebut.

The Head of tax enforcement dari negara-negara Joint Chiefs of Global Tax Enforcement (J5) bertemu di London minggu ini untuk berbagi intelijen dan data untuk mengidentifikasi sumber aktivitas kripto lintas batas ilegal, Bloomberg melaporkan Jumat, 13 Mei 2022.

J5 dibentuk sebagai tanggapan atas ajakan bertindak dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) agar negara-negara dapat berbuat lebih banyak untuk mengatasi pemicu kejahatan pajak.

Baca Juga:

  1. Cabai Jawa: Primadona Jamu, Dianggap Sebagai Harta Karun Tanaman Obat di Indonesia
  2. Jamur Tudung Pengantin, Cantik Namun Berbau Busuk
  3. Menparekraf Sandiaga Uno Bakal Siapkan Pendampingan Bisnis untuk Pelaku UMKM Jamu

Ini terdiri dari Australian Taxation Office (ATO), Canada Revenue Agency (CRA), Fiscale Inlichtingen-en Opsporingsdienst (FIOD), HM Revenue & Customs (HMRC), dan Internal Revenue Service Criminal Investigation (IRS-CI).

Selama pertemuan tersebut, para pejabat mengidentifikasi lebih dari 50 petunjuk kriminal terkait kripto, publikasi tersebut menyampaikan.

“Beberapa dari petunjuk ini melibatkan individu dengan transaksi NFT yang signifikan seputar potensi pajak atau kejahatan keuangan lainnya di seluruh yurisdiksi kami,” kata Kepala investigasi kriminal di Internal Revenue Service (IRS), Jim Lee kepada wartawan pada Jumat, dikutip dari bitcoin.com, Senin (16/5/2022).

Dia menambahkan, satu petunjuk tampaknya merupakan skema Ponzi USD 1 miliar, mencatat petunjuk ini menyentuh setiap negara J5.

Selain itu, para pejabat telah mengidentifikasi petunjuk yang melibatkan pertukaran terdesentralisasi dan perusahaan teknologi keuangan, Lee menambahkan, mungkin ada pengumuman tentang “target signifikan” segera bulan ini.

Kepala dan direktur umum Layanan Informasi dan Investigasi Fiskal Belanda (FIOD), Niels Obbink mengatakan, NFT adalah salah satu cara digital modern baru dalam pencucian uang berbasis perdagangan.

Obbink mencatat, kripto memiliki kontrol yang lebih sedikit dan pengawasan yang lebih sedikit dan regulasi terbatas yang membuatnya rentan terhadap penipuan. Dia menekankan, itu harus menjadi perhatian.

Market

Waduh! Koin Kripto Senilai Rp1,48 T Juta Digondol Maling

Published

on

By

Koin Kripto Senilai Rp1,48 T Juta Digondol Maling

Kripto koin (cryptocurrency) senilai US$ 100 juta atau setara Rp 1,48 triliun dari Horizon, yang mengembangkan blockchain telah dicuri oleh hacker (peretas).

Saat ini masih terus diselidiki untuk rincian terkait peretasan tersebut. Akan tetapi Harmony, pengembang di balik Horizon menyebut sejak Rabu pagi mereka terus melakukan identifikasi pencuri. Satu akun yang diduga sebagai pelakukan pun sudah dikantongi oleh Harmony.

mengutip dari CNBC Internasional pada Minggu (26/6/2022) perusahaan rintisan itu mengatakan bahwa, “Kami telah mulai bekerja dengan otoritas nasional dan spesialis forensik untuk mengidentifikasi pelakunya dan mengambil kembali dana yang dicuri.”

Untuk menyelidiki serangan tersebut, Harmony mengungkapkan tengah bekerja dengan Biro Investigasi Federal dan sejumlah perusahaan keamanan siber lainnya.

Baca Juga:

  1. Mengenal Cara Kerja Tambang Aset Kripto
  2. Wah, Aplikasi Trading Kripto PINTU Dapat Pendanaan Rp1,6 Triliun
  3. Gara-Gara Harga Kripto Lesu, Deretan Perusahaan Ini Terpaksa PHK Karyawan

Di mana serangan itu dikatakan Harmony tidak mempengaruhi jembatan terpisah untuk bitcoin. Seperti aspek lain dari DeFi yang bertujuan untuk membangun kembali layanan keuangan tradisional. Misalnya seperti pinjaman dan investasi di blockchain.

Hal itu pun sudah menjadi target utama bagi peretas karena kerentanan dalam kode dasarnya yang ada.

Pemimpin penelitian di perusahaan analisis blockchain Elliptic Jess Symington menjelaskan bahwa, “Jembatan menjaga simpanan likuiditas yang besar, menjadikannya target yang menggoda bagi hacker.”

“Agar individu dapat menggunakan jembatan untuk memindahkan dana mereka, aset dikunci di satu blockchain dan tidak dikunci, atau dicetak, di blockchain lain,” tambahnya.

Sementara itu soal bagaimana dana tersebut dicuri, belum diungkapkan secara pasti oleh Harmony. Namun, sejak April lalu satu investor telah menyuarakan keprihatinan tentang keamanan jembatan Horizonnya.

Continue Reading

Market

Mengenal Cara Kerja Tambang Aset Kripto

Published

on

By

Cara Kerja Tambang Aset Kripto

Popularitas aset kripto terbilag tetap tinggi di berbagai kalangan, meski nilainya sedang merosot tajam. Termasuka pada cara menambangnya itu sendiri.

Mining atau kegiatan menambang kripto, serta miners atau berarti penambang kripto, merupakan dua unsur yang sangat penting dalam dunia kripto. Mining sendiri adalah proses pembuatan koin baru dan juga proses melakukan validasi transaksi kripto.

Direktur All Time Mining – Christoper Vittorio Simon mengatakan, pemilik alat mining akan mendapat komisi karena alatnya telah digunakan sebagai alat validasi transaksi saat proses transaksi berhasil.

Vito mengatakan, “Dalam teknologi blockchain, butuh sebuah validator untuk melakukan validasi transaksi. Contohnya bank sebagai validator di saat kita mengirim uang, dan ada biaya transkasi.”

Baca Juga:

  1. Gara-Gara Harga Kripto Lesu, Deretan Perusahaan Ini Terpaksa PHK Karyawan
  2. Miliarder AS: Perang Rusia Lawan Ukraina Percepat Adopsi Kripto
  3. Bos IMF: Kripto Penipuan Skema Piramida

Selain itu ia juga menyebutkan untuk membentuk satu block, akan dilakukan penyelesaian kode (puzzle). Miners atau penambangan yang berhasil membentuk blok akan mendapatkan upah berupa koin sebagai biaya transaksi nantinnya.

Diketahui, alat menambang atau mining rig juga menjadi faktor penting lainnya dalam kegiatan menambang kripto. Mining rig adalah seperangkat komputer yang disusun agar memudahkan dan meningkatkan performa komputer ketika proses menambang kripto.

Sementara itu penambang, khususnya penambang kripto pemula dalam memilih mining rig harus memperhatikan sejumlah hal. Ini dikatakan oleh Chief Technical Officer All Time Mining Herry Pieter.

“GPU ini paling memengaruhi kecepatan dan konsumsi daya listrik watt. VGA juga akan sangat berpengaruh ke break event-point atau titik keseimbangan hasil dari pendapatan dan modal yang dikeluarkan,” terangnya.

Namun tak hanya sampai di situ saja, melainkan juga seperti membuat lokasi menambang atau mining site dengan aliran udara yang baik pun perlu diperhatikan. Hal tersebut karena demi ketahanan mesin, suhu ruangan mining site harus terjaga.

“Untuk ukuran ruangan tidak perlu terlalu besar, tapi lebih menyesuaikan berapa banyak rig yang ada. Kelembapan juga sangat berpengaruh, jadi kita tidak perlu pakai AC,” kata Herry.

Continue Reading

Market

Dituntut Rp3.800 Triliun, Elon Musk Ngotot Dukung Dogecoin

Published

on

Elon Musk

Elon Musk beserta dua perusahaannya, yaitu SpaceX dan Tesla, digugat 258 miliar dollar AS atau sekitar Rp 3.800 triliun oleh seorang investor uang kripto Dogecoin (DOGE) bernama Keith Johnson.

Dalam gugatannya, Johnson mengaku telah kehilangan banyak uang setelah berinvestasi di Dogecoin. Johnson menilai Elon Musk telah memanipulasi harga Dogecoin. Gugatan ini dilayangkan di pengadilan di kota Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS) pada Kamis (16/6/2022) waktu setempat.

Dalam dokumen gugatan tersebut, Johnson, sebagai warga AS yang telah membeli, memiliki, dan melakukan perdagangan Dogecoin sejak 2019, menuduh Musk dan dua perusahaannya bahwa mereka telah menjadikan Dogecoin sebagai mainan belaka.

Baca Juga:

  1. Mahfud MD: Pemerintah Mulai Pindah ke IKN Juli 2024
  2. Sejarah Jakarta Selatan, Kota Administratif Terkaya di Jakarta
  3. Melihat Komunitas Sastra di Kota Bekasi

Meski demikian, Elon Musk menegaskan tetap akan mendukung dogecoin. Musk juga menyebut pernyataannya ini merupakan dukungan untuk co-creator Dogecoin Billy Markus. Markus menyatakan keinginannya agar orang-orang dapat menggunakan DOGE untuk sesuatu yang lebih dibandingkan hanya untuk skema pump and dump.

“Saya akan terus mendukung Dogecoin,” cuit Musk.

Musk telah lama dikenal sebagai pendukung dogecoin. Di komunitas kripto, Musk juga dijuluki sebagai Dogefather. Dia percaya DOGE adalah kripto rakyat dan memiliki potensi sebagai mata uang. Sebaliknya, dia mengatakan bitcoin lebih cocok sebagai penyimpan nilai.

Musk juga sebelumnya mengungkapkan dia secara pribadi memiliki beberapa DOGE selain BTC dan ETH sebagai aset investasinya.

Continue Reading

Trending