Connect with us

Internasional

Ancaman Taliban: AS Perpanjang Waktu Evakuasi, Nyawa Pasukan Militer Terancam

Published

on

Presiden Amerika Serikat Joe Biden

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, meminta Taliban untuk memperpanjuang waktu penarikan pasukan dari Afganistan. Namun, Taliban memperingatkan akan ada bahaya besar mengancam pasukan militer AS.

“Hari ini saya berbicara dengan para pemimpin G7, NATO dan PBB, dan saya berterima kasih kepada mereka atas solidaritas mereka,” kata Joe Biden dalam pidato terakhirnya tentang perkembangan terakhir di Afganistan.  

Dia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mengevakuasi 6.400 orang di Afganistan pada hari terakhir. Tercatat bahwa 70.700 warga Afganistan telah meninggalkan Kabul sejak 14 Agustus 2021.

“Semakin cepat kita menyelesaikannya, semakin baik,” tegas dia.

Dia menekankan bahwa hal itu akan menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi pasukan Amerika Serikat. Beberapa sekutu AS, termasuk Inggris, menyerukan perpanjangan batas waktu 31 Agustus bagi pasukan AS untuk meninggalkan Afganistan.

Namun, Biden menekankan dalam pidatonya bahwa dia akan mematuhi batas waktu evakuasi pasukan tentara AS yaitu 31 Agustus 2021.

Baca Juga :

  1. Mengenal Badai Sitokin yang Dialami Deddy Corbuzier
  2. Mencekam, Kondisi Covid-19 di Amerika Serikat
  3. Jokowi: Indonesia Bakal Kedatangan Banyak Sekali Vaksin Covid-19

Dalam pidatonya pada Selasa malam, Biden juga menunjukkan bahaya yang berkembang dari kelompok teroris ISIS dan mengatakan bahwa semakin lama AS tinggal di Afganistan, maka semakin bahaya serangan kelompok teroris yang disebut ISIS KAY atau ISIS Khorasan.

Menurut Juru bicara Gedung Putih Jen Saki, Biden mengklaim bahwa Amerika Serikat saat ini dalam posisi untuk mencapai tujuannya mengevakuasi warga Amerika dan Afganistan yang berisiko pada batas waktu yang telah diumumkan sebelumnya yaitu 31 Agustus 2021.

Saki juga menekankan bahwa penyelesaian misi militer AS dalam jangka waktu yang ditentukan akan membutuhkan kerja sama Taliban untuk memberikan warga Amerika dan Afganistan akses ke bandara Kabul. Dia juga mengatakan bahwa Biden telah meminta Departemen Pertahanan AS dan Departemen Luar Negeri untuk mempersiapkan rencana untuk memperluas misi AS di bandara Kabul.

Sebelumnya Taliban telah memperingatkan perpanjangan kehadiran militer AS di Afganistan.

Internasional

Jokowi: Saatnya Indonesia Memimpin Negara-Negara Terkaya di Dunia

Published

on

Jokowi di Presidensi G20
Jokowi di Presidensi G20

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), ingin ajang G20 dimanfaatkan Tanah Air sebagai ajang untuk menunjukkan kepemimpinan di mata dunia.

“Sekarang ini kita memimpin negara-negara terkaya dunia untuk membangun dunia yang lebih baik, yang lebih berkeadilan bagi kita semua, bagi masyarakat masa depan dunia,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Pembukaan Kongres IV Persatuan Alumni GMNI, Senin (6/12/2021).

Jokowi menganggap Presidensi G20 ini sebagai hal yang sakral. Dia mengibaratkan kerja keras Indonesia di Presidensi G20 selayaknya perjuangan Presiden Soekarn ketika mendukung negara-negara jajahan untuk memperoleh kemerdekaan.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Perjuangan itu juga diibaratkan seperti perjuangan Bung Karno dalam memimpin kedaulatan negara-negara Asia Afrika. Jokowi ingin momentum Presidensi G20 dimanfaatkan Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang.

“Ini sebagai momentum untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia di dunia internasional, kepemimpinan Indonesia untuk mewarnai arah dunia,” ujarnya.
Jokowi mengatakan, dunia yang semakin terbuka belakangan ini melahirkan gelombang globalisasi.

Sementara, globalisasi melahirkan dunia yang hiperkompetisi. Oleh karenanya, ia ingin Indonesia memenangkan kompetisi, baik dalam negeri, di pasar global, dan pasar luar negeri. Presiden ingin Indonesia menemukan cara-cara baru untuk lebih unggul dan mendahului negara lain.

Continue Reading

Internasional

Terlanjur Kaya, Orang Ini Beli 1 Kota AS

Published

on

Mark Cuban

Orang yang terlanjur memiliki harta berlebih memang terkadang melakukan hal-hal di luar nalar. Pemilik klub Dallas Maverick, Mark Cuban, membeli sebuah kota kecil Mustang di Texas.

Seperti dinukil dari CNN International, Senin (6/12/2021), Kota kecil di Texas ini hanya berpenghuni 21 orang. Menariknya, Cuban memutuskan membeli kota ini karena rekomendasi.

“Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan dengan itu,” kata Cuban.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Hingga saat ini, belum diketahui berapa biaya yang harus dibayarkan oleh Cuban. Namun, kota ini pada tahun 2017 sempat dijual seharga 4 juta dolar AS.

Mustang sendiri merupakan lahan kosong seluas 77 hektar. Kota ini didirikan pada awal 1970-an, ketika sebagian besar wilayah ini dikenal sebagai sumber air lokal di Navarro County yang mengalami kekeringan.

Saat ini, di kota tersebut hanya ada taman trailer dan klub tari telanjang, Wispers Cabaret, yang dilaporkan dalam kondisi rusak di kota tersebut. Selain itu, menurut broker real estate Dallas Mike Turner, kota ini juga memiliki seekor buaya di salah satu kolamnya.

Dari kota ini, hanya membutuhkan waktu 45 menit ke utara menuju Kota Dalas. Disebutkan para penggemar sejarah akan senang mengetahui bahwa kota Waco hanya berjarak lebih dari satu jam berkendara ke barat daya dari Mustang.

Continue Reading

Internasional

Hubungan Memanas, Rusia Ngamuk Gegara Jet Tempur AS Wara-wiri

Published

on

Hubungan Rusia dan AS
Hubungan Rusia dan AS

Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia memanas. Rusia mengirimkan ancaman kepada AS pada Minggu (5/12/2021) waktu setempat.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (6/12/2021), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebut penerbangan sipil di bawah ancaman karena tindakan Angkatan Udara AS di Laut Hitam. AS bersama sekutunya NATO bahkan dianggap tengah mempertaruhkan nyawa banyak warga sipil.

Hal ini terjadi akibat peningkatan intensitas penerbangan NATO di dekat perbatasan Rusia. Jumat, Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia melaporkan pesawat mata-mata AS, RC-135 dan CL-600 Artemis wara-wiri di atas Laut Hitam.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Ini menciptakan risiko munculnya insiden berbahaya sehubungan dengan pesawat sipil,” tulis Zakharova dimuat media Rusia TASS, Senin (3/12/2021).

Rusia sendiri menyebut jet tempur Su-30SM dan Su-27 dikerahkan untuk mencegat jet mata-mata itu. Saat itu, pesawat maskapai komersil Aeroflot tujuan Tel Avib-Moskow diminta mengubah ketinggian untuk memastikan penerbangan mereka tetap aman di atas perairan terbuka Laut Hitam.

Sebelumnya, ketegangan Rusia dengan AS dan sekutu memanas beberapa bulan ini. November lalu, Rusia mencegat sebuah pesawat Angkatan Udara Inggris yang posisinya disebut 30 kilometer (km) dari teritori negeri Vladimir Putin.

Pesawat pegintai Inggris RC-135 mencoba mendekati perbatasan Federasi Rusia di wilayah bagian barat daya semenanjung Krime,” tegas kementerian Rusia.

Rusia sendiri mengirimkan Su-30 untuk mendesaknya pergi. Rusia menyebut jet Inggris berbalik ketika jet Rusia mendekat.

Continue Reading

Trending