Connect with us

CityView

Ancaman Rusaknya Kelestarian Komodo & Tata Ruang Hidup Masyarakat Akibat Jurrasic Park

Published

on

Taman Nasional Komodo

Pembangunan Taman Nasional Premium di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengancam konservasi, ekonomi pariwisata, dan tata ruang hidup masyarakat di sana. Gelombang protes bertubi-tubi yang diajukan berbagai lembaga konservasi di Indonesia akhirnya ditanggapi oleh UNESCO.

WALHI misalnya, mereka mengungkapkan model pembangunan yang sedang direncanakan oleh Pemerintah merupakan model komodifikasi alam yang didominasi oleh big business dengan mengotak-atik zonasi yang ada.

Keluhan juga disampaikan Sunspirit for Justice and Peace. Mereka menyatakan peringatan UNESCO ini bak vaksin di tengah virus investasi yang belakangan ini menghancurkan konservasi, pariwisata warga dan ruang penghidupan warga dalam kawasan TN Komodo.

Baca Juga :

  1. Aturan Lengkap PPKM Level 4,3,& 2 di Pulau Jawa-Bali
  2. Jokowi Ternyata Sudah Punya Rencana jika Pandemi Covid-19 di Indonesia Berlangsung Bertahun-tahun
  3. Daftar Lengkap Wilayah yang Masuk PPKM Level 4 di Jawa dan Bali

Bahkan, WALHI dan Sunspirit for Justice and Peace mengeluarkan pernyataan bersama yang meminta seluruh proses perubahan zonasi dalam kawasan TNK yang makin membuka ruang bisnis bagi perusahaan-perusahaan swasta dihentikan. Pemerintah diminta mengutamakan program konservasi sumber daya alam dan ekosistem di TNK berbasis sains dan masyarakat lokal.

Gelombang protes tersebut akhirnya mendapatkan tanggapan UNESCO. Dalam sidang Komite Warisan Dunia ke-44 yang berlangsung di Fuzhou, China pada tanggal 16 – 31 Juli 2021, UNESCO memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Indonesia terkait Taman Nasional Komodo.

Taman Nasional Komodo

UNESCO memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Indonesia yang tertuang dalam Draft Decision nomor 44 COM 7B.93 yang telah diadopsi dalam sidang tersebut.

Disebutkan, dua diantara lainnya adalah, pertama, item nomor 6, UNESCO mendesak Indonesia untuk menghentikan proyek-proyek infrastruktur pariwisata di dalam dan sekitar lokasi TN Komodo yang memiliki potensi dampak pada nilai OUV (outstanding universal value) sampai revisi AMDAL diserahkan dan ditinjau oleh IUCN.

Kedua, pada item nomor 7, UNESCO juga meminta Indonesia untuk mengundang World Heritage Centre/IUCN guna memantau secara langsung dampak lingkungan yang terjadi akibat pembangunan serta meninjau status konservasi dari TN Komodo.

Dampak Buruk di Pulau Komodo

Taman Nasional Komodo

Ya berdasarkan pantauan dan penelitian mereka, WALHI menyatakan Taman Nasional Komodo dalam beberapa tahun belakangan terus diancam oleh berbagai model pembangunan yang sebenarnya berdampak buruk bagi konservasi dan ekonomi pariwisata mereka.

Bahkan dalam dua dekade terakhir, ada banyak kasus penyelundupan komodo dan daging rusa serta pencurian terumbu karang telah memperburuk keberlangsungan konservasi dan ekosistem di TN Komodo.

Sejak perubahan zonasi pada tahun 2012, pemerintah membuka keran bagi perusahaan-perusahaan swasta untuk membangun resort-resort eksklusif di dalam kawasan TN Komodo.

Sejauh ini, pemerintah tengah memberi izin konsesi kepada tiga perusahaan yaitu PT Sagara Komodo Lestari di Pulau Rinca seluas 22,1 Ha, PT Komodo Wildlife Ecotourism di Pulau Padar seluas 274,13 Ha dan Pulau Komodo seluas 151,94 Ha.

Izin konsesi juga diberikan kepada PT Synergindo Niagatama di Pulau Tatawa seluas 15,32 Ha. Pemerintah juga tengah mengurus perizinan dari PT Flobamora, BUMD milik Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Organisasi masyarakat sipil sejak 10 Septembr 2020 lalu, berkirim surat kepada UNESCO mempersoalkan pembangunan di dalam kawasan TNK. Surat tersebut dilayangkan berangkat dari kekhawatiran mereka pembangunan di dalam kawasan TNK bakal mengancam komodo dan habitatnya.

Namun, kabar teranyar menyatakan Pemerintah tetap melanjutkan proyek pembangunan tempat wisata premium di kawasan Taman Nasional Komodo.

“Proyek ini akan dilanjutkan sudah disetujui tidak akan memberikan dampak,” kata Wiratno, Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK kepada kantor berita Reuters.

CityView

Inilah Kota Termahal di Dunia

Published

on

Kota Tel Aviv
Kota Tel Aviv

Economist Intelligence Unit (EIU) merilis daftar kota termahal di dunia untuk ditempati. Namun, tak disangka jika kota termahal di dunia justru berada di negara Israel.

Seperti dilansir dari CNN International, Kamis (2/12/2021), Kota itu adalah Tel Aviv. Kota itu kini menempati posisi pertama usai sebelumnya berada di peringkat kelima.

EIU mengatakan bahwa Tel Aviv naik peringkat terutama karena mata uang Israel, shekel, telah melonjak. Shekel perks terhadap dolar AS, dan menuet 4% tahun ini.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Belum lagi keberhasilan peluncuran vaksin Covid-19 Israel, yang merupakan tercepat di dunia. Menurut angka dari Our World in Data, 62% populasi Israel telah divaksinasi penuh.

Disebutkan bahwa sekitar sepersepuluh harga telah mengalami kenaikan di kota itu. Ini merujuk 200 produk dan layanan di 173 kota.

EIU mengatakan bahwa tingkat inflasi dari harga yang dilacaknya telah meningkat sebesar 3,5% tahun-ke-tahun dalam mata uang lokal hingga September 2021 atau naik dari hanya 1,9% pada tahun 2020. Dikatakan ini mewakili laju inflasi tercepat dalam indeksnya selama lima tahun terakhir.

“Masalah rantai pasokan, fluktuasi nilai tukar mata uang dan perubahan permintaan konsumen menyebabkan kenaikan harga komoditas dan barang lainnya,” tulis laporan EIU.

“Transportasi mengalami kenaikan biaya terbesar, dengan harga bensin per liter naik rata-rata 21% pada tahun 2021.”

Kepala biaya hidup di seluruh dunia di EIU, Upasana Dutt, mengatakan bahwa harga diperkirakan akan naik lebih jauh di banyak kota selama tahun mendatang. Ini karena gaji meningkat.

“Namun, kami juga mengharapkan bank sentral menaikkan suku bunga, hati-hati, untuk membendung inflasi,” katanya, seraya menambahkan bahwa kenaikan harga ini harus, oleh karena itu, mulai moderat dari level saat ini.

Sementara itu di peringkat dua, ada ibu kota Prancis, Paris. Tetangga RI, Singapura brada di peringkat yang sama.

Daftar Kota Termahal di Dunia:

  1. Tel Aviv, Israel
  2. Paris, Prancis
  3. Singapore
  4. Zurich, Swiss
  5. Hong Kong, China
  6. New York, AS
  7. Geneva, Swiss
  8. Copenhagen, Denmark
  9. Los Angeles, AS
  10. Osaka, Jepang

Continue Reading

CityView

Ini Rencana Proyek Aerotropolis di Ibu Kota Negara Baru

Published

on

Ibu Kota Negara Baru
Ibu Kota Negara Baru

Penyesuaian sektor transportasi di proyek kawasan aerotropolis dilakukan Pemerintah dalam rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke Kalimantan Timur.

Kepala Puslitbang Transportasi Udara, Capt. Novyanto Widadi menyampaikan bahwa wilayah di sekitar Provinsi Kalimantan Timur termasuk provinsi lainnya di Pulau Kalimantan diharapkan akan mendukung konektivitas dan pengembangan IKN salah satu caranya melalui pengembangan bandar udara di sekitar wilayah IKN tersebut dengan penerapan konsep aerotropolis.

Dia juga menegaskan, aerotropolis pada dasarnya adalah daerah yang terintegrasi dengan bandar udara, dan disekitarnya terdapat kluster hotel, kantor, fasilitas distribusi dan logistik dimana semua jenis aktivitas tersebut disediakan dan ditingkatkan oleh bandar udara.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Untuk mendukung pengembangan bandara-bandara di sekitar wilayah Ibu Kota Negara melalui konsep Aerotropolis, maka diperlukan adanya analisis kriteria sebagai acuan dan berbagai tahapan pengembangan bandara dan wilayah sekitarnya agar tepat sasaran dan sesuai dengan perencanaan daerah,” ujarnya melalui siaran pers

Di sisi lain, Tim Ahli Pustral UGM, Ikaputra, menyebutkan bahwa secara prinsip ada tiga ilmu besar di dalam Aerotropolis, yakni Urban Planning, Airport Planning dan Business Site Planning yang merupakan kesatuan yang penting.

“Konsep Aerotropolis IKN pun harus memiliki global and national link, yang masing-masing memiliki peran besar dalam mendukung IKN, juga ada Hub integrasi berupa Borneo Forest link yang menjadikan hubungan antar Aero City yang ada di Balikpapan terkoneksi dan lengkap,” tuturnya.

Jenis kegiatan yang akan dikembangkan di Aerotropolis sendiri dibagi menjadi tiga wilayah, yang pertama yaitu wilayah terminal, baik terminal penumpang maupun terminal kargo, yang kedua adalah Airport City, yang masuk ke dalam kawasan bandara namun berada di luar terminal, dan ketiga adalah area Aerotropolis yang berada di luar kawasan properti bandara.

Continue Reading

CityView

Pemerintah Jual Aset DKI Jakarta Demi Bangun Ibu Kota Negara Baru

Published

on

aset DKI Jakarta
aset DKI Jakarta

Pemerintah terus berupaya untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Setelah menentukan lokasi, pemerintah terus berupaya untuk menngelontorkan dana.

Tak pelak, salah satu cara yang dilakukan Pemerintah dalah mengoptimalkan sejumlah aset negara di DKI Jakarta.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI akan mengoptimalisasi sejumlah aset negara di Jakarta. Nilainya Rp1.000 triliun.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Semua aset ini akan dijual atau dikerjasamakan. Saat ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur.

“Uangnya nanti akan digunakan untuk pembangunan di ibu kota negara baru,” kata Direktur BMN DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan dalam media briefing di Jakarta, Jumat 26 November 2021.

Menurut dia, optimalisasi aset negara di Jakarta itu tak hanya dilakukan melalui penjualan saja, namun bisa juga melalui kerja sama dengan jangka waktu sekitar 30 tahun.

Aset negara di Jakarta antara lain meliputi tanah dan bangunan, sehingga sedang dipilah mana aset yang bisa dimonetisasi nantinya.

“Tapi tidak terburu-buru, kami harus mengatur terlebih dahulu,” ujar Encep.

Jika optimalisasi terburu-buru, ia menilai harga aset negara di Jakarta kemungkinan akan menjadi rendah, sehingga pihaknya tak mau menganggu pasar.

Kemenkeu mencatat aset negara pada 2020 mencapai Rp11.098,67 triliun, yang di antaranya sebesar Rp6.595,77 triliun berupa barang milik negara (BMN) seperti tanah, gedung, bangunan, dan sebagainya.

Adapun nilai BMN selama 10 tahun terakhir rata-rata mengalami kenaikan, tetapi khusus pada 2013 terjadi penurunan nilai BMN karena penerapan penyusutan pertama kali dengan nilai Rp387 triliun sebagai pengurang aset tetap.

Continue Reading

Trending