Connect with us

Internasional

Ambang Kehancuran Meksiko

Published

on

ilustrasi patung veteran di meksiko

Rakyat Meksiko berharap kemerdekaan akan membawa perbaikan ekonomi dan mewujudkan masyarakat yang lebih egaliter. Akan tetapi, harapan menjemput pupus setelah terbentur berbagai masalah warisan kolonial.

Mentalitas korup yang mencapai tahap memprihatinkan berkelindan dalam birokrasi pemerintahan Meksiko, sehingga kemerdekaan hanyalah ‘istilah lain’ dari pergantian rezim.

Selama perang kemerdekaan, Meksiko menumpuk hutang, dan menanggung pula beban kerugian materiil yang kedepannya menjelma menjadi persoalan rumit.

Sebagian besar veteran perang kemerdekaan dipecat untuk mengurangi anggaran pengeluaran, dan justru memicu berbagai masalah baru, pengangguran meningkat dan kriminalitas merebak.

Kala pemerintah kekurangan dana dan sibuk mencari pinjaman, kondisi perniagaan malah memperparah dengan kemerosotan yang menyebabkan perekonomian Meksiko hancur.

 Laju perekonomian lumpuh, sementara hutang negara meroket. Kudeta berdarah, dan peralihan kekuasaan yang singkat menimbun tumpukan masalah. Rakyat Meksiko membenci kaisar Agustin de Iturbide, dan sistem monarkhinya (kerajaan) yang menindas.

Republik Meksiko pun lahir, dengan hanya mengizinkan agama Kristen Katolik, dan mempersembahkan pers untuk menjadi alat kebebasan berbicara. Upeti untuk bangsa Indian dan perbudakan secara resmi dihapuskan.

Menurut Lynn V. Foster dalam A Brief History of Mexico, Peralihan sistem pemerintahan mengundang masalah lain, rakyat Meksiko yang terisolasi di pedesaan tidak memperoleh hak suara.

Mereka yang sebagian besar buta huruf dan tidak dapat berbicara bahasa Spanyol, menetang keputusan penobatan Benito Juarez sebagai presiden pertama Meksiko.

Penduduk pedesaan melayangkan banyak protes terhadap penobatan pahlawan keturunan Indian tersebut, dan mengundang reaksi keras.

Guadalupe Victoria, memobilisasi massa, memimpin pemberontakan dan menggulingkan kekuasaan Benito Juarez, kemudian memproklamirkan diri sebagai raja, meski tanpa pengalaman administratif yang mumpuni.

Guadalupe Victoria menggiring Meksiko menuju kepiluan. Pola pikir dan ketakutan akan kudeta, membuatnya menghabiskan banyak uang negara untuk membentuk militer dan menjaga loyalitas kroni-kroninya.

Reaksi keras pun kembali muncul, di pos-pos militer yang disebut yang disebut caudillos, hadir sosok pemimpin militer tangguh, General Antoio Lopes de Santa Anna.

Santa Anna yang semula hanya pemimpin militer tingkat desa, sering sejalan karirnya menanjak, hingga menjadi simbol perlawanan rakyat Meksiko dalam menentang agresi militer Amerika Serikat.

Riuh ricuh masalah internal Meksiko berhenti sejenak, menanggapi ekspansi Amerika Serikat. Santa Anna yang telah memegang jabatan strategis angkatan darat Meksiko, berupaya membendung arus gelombang ekspansi militer Amerika Serikat.

Ia merekrut banyak pasukan tak berpengalaman, dan menggunakan serangan balasan dengan strategi gerilya, yang memang cocok untuk pertempuran berat sebelah.

Dalam film The Alamo (1960), digambarkan bahwa Santa Anna tidak sanggup mencegah ekspansi Amerika Serikat, tetapi gerakan tentara negeri Paman Sam tersebut dapat terhambat. Akhirnya, kedua kubu dapat mereorganisasi tentaranya, dan bersiap untuk pertempuran paling menentukan di Alamo.

Baca Juga:

  1. Mengenal Presiden Amerika Tersingkat
  2. Politik Stigma Belanda: Tarekat dan Stigma Gendheng
  3. Asmara di Tengah Konflik: Kisah Cinta Para Pejuang di Masa Revolusi Fisik

Serangkaian pertempuran brutal berhasil dimenangkan Amerika. Santa Anna dan pasukannya tersudut dan terus menerus mengambil langkah mundur. Upaya terakhir Santa Anna pun dapat dipatahkan, dan tentara Amerika Serikat menerebas masuk.

Warga kota Veracruz menolak menyerah, dan melanjutkan perlawanan yang berujung sia-sia. Sementara beberapa kota lainnya, mencoba mengajukan negoisasi perdamaian. Dan beberapa provinsi di Meksiko memanfaatkan momentum untuk melepaskan diri dari pemerintah pusat yang korup.

Disamping itu, Santa Anna kembali mengumpulkan tentara tak berpengalaman. Bahkan, Santa Anna sekali lagi unggul dalam jumlah tentara, tetapi timpang jauh terkait persenjataan dan professionalitas.

Pasukan Meksiko menerima kekalahan telak dalam pertempuran Churubusco yang terjadi di pinggiran kota. Rezim korup pun runtuh, dan Santa Anna yang pamornya melesat, mengambil peluang negoisasi untuk mengukuhkan posisinya dan mengulur waktu.

Sekali lagi, Santa Anna yang keras kepala, merekut tentara tak berpengalaman untuk digabungkan dengan sisa pasukannya, dan menantang tentara Amerika Serikat dalam pertempuran di Molina del Rey. Santa Anna beserta pasukannya kembali memperoleh kekalahan, kemudian memilih langkah mundur.

Perjanjian Guadalupe Hidalgo (2 Februari 1848) mengakhiri konflik antara Meksiko dan Amerika Serikat. Sebagai pihak yang kalah, Meksiko kehilangan wilayah utara yang luas, dan harus setuju menukar wilayahnya dengan kompensasi uang sebesar 18 juta dollar atau kurang dari setengah anggaran tahunan.

Internasional

Rusia Serang Pusat Perbelanjaan, G7 Janjikan Dukungan Penuh untuk Ukraina

Published

on

By

Rusia Serang Pusat Perbelanjaan Ukraina

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan rudal Rusia menghantam pusat perbelanjaan yang ramai di Ukraina tengah. Di mana hal itu ketika Moskow berjuang untuk menguasai kota penting di timur.

Para pemimpin Barat pun berjanji mendukung Kyiv dalam perang selama itu dibutuhkan. Mengutip dari laman Channel News Asia pada Selasa (28/6/2022), Zelenskyy di Telegram menuliskan saat dua rudal Rusia menghantam mal di kota Kremenchuk, tenggara Kyiv terdapat lebih dari 1.000 orang berada di dalam.

Untuk mencari yang selamat, tim penyelamat menjaring melalui logam yang hancur dan puing-puing. Sementara itu Rusia belum mengomentari serangan tersebut yang dikecam oleh PBB dan sekutu Barat Ukraina ini.

Akan tetapi Ukraina dituduh oleh wakil duta besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy bahwa mereka hanay menggunakan insiden itu untuk mendapatkan simpati menjelang pertemuan puncak aliansi militer NATO pada 28-30 Juni mendatang.

Baca Juga:

  1. Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar
  2. Putin Bakal Lakukan 2 Hal Ini Sebelum Bertemu Jokowi
  3. Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah

Kita harus menunggu apa yang akan dikatakan Kementerian Pertahanan kita, tetapi sudah terlalu banyak perbedaan mencolok,” tulisnya di Twitter.

Sementara itu, para pemimpin negara-negara demokrasi utama Kelompok G7 berkumpul untuk pertemuan puncak tahunan mereka di Jerman. Di mana mereka mengutuk serangan keji yang disebut oleh mereka ini.

Dalam pernyataan bersama yang di-tweet oleh juru bicara pemerintah Jerman, mereka menuliskan bahwa, “Kami bersatu dengan Ukraina dalam berduka atas korban tak berdosa dari serangan brutal ini.”

“Presiden Rusia Putin dan mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” sambung tulisan tersebut.

Para pemimpin G7, termasuk Presiden AS Joe Biden selama pertemuan puncak di Jerman mengatakan selama diperlukan dan mengintensifkan tekanan internasional pada pemerintah Presiden Vladimir Putin dan sekutunya Belarusia, mereka bakal mempertahankan sanksi terhadap Negeri Beruang Merah tersebut.

Continue Reading

Internasional

Sebar Hoaks Tentang Operasi Militer Spesial ke Ukraina, Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Published

on

By

Rusia Denda Google Rp18 Miliar

Google dikabarkan telah didenda senilai 68 juta rubel atau sekitar Rp 18 miliar oleh pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor.

Di mana pihak Rusia menuding terkait perang di Ukraina, Google sudah membantu menyebarkan informasi yang tidak dapat diandalkan. Selain itu juga mesin pencari itu juga dianggap telah gagal menghapus informasi tidak dapat diandalkan atau hoaks dari platform-nya tersebut.

Kemudian Roskomnadzor pun juga menyebut YouTube turut berkontribusi menyebarkan informasi tidak akurat soal perang di Ukraina. Sehingga membuat tentara Rusia terfitnah dalam hal ini.

Pengawas telekomunikasi menyebutkan YouTube kini menampung lebih dari 7.000 materi mempromosikan yang dianggap ilegal. Di mana termasuk mempromosikan pandangan ekstremis, seruan untuk protes, ketidakpedulian terhadap kehidupan dan kesehatan anak di bawah umur.

Baca Juga:

  1. Tiba di Jerman, Jokowi & Iriana Dapat Sambutan Meriah
  2. Rusia Memotong Pasokan Gas ke Belanda, serta Perusahaan di Denmark dan Jerman
  3. Menteri Energi Wijesekera Minta Maaf, Sri Lanka Bangkrut Kehabisan BBM

Mengutip dari Bleeping Computer pada Senin (27/6/2022) Roskomnadzor mengatakan bahwa, “Google LLC telah berulang kali dibawa ke tanggung jawab administratif atas pelanggaran undang-undang Rusia.”

“Adapun Google telah gagal menghapus informasi yang dilarang. Untuk ini, Google didenda total Rp 18 miliar,” sambung pengawas telekomunikasi Rusia tersebut.

Denda berbasis pendapatan setinggi 10 persen dari omset tahunan Rusia pun berisiko dikenakan Google. Hal tersebut dikarenakan perusahaan akses ke materi yang berisi informasi yang dilarang di Rusia, berulang kali gagal dilakukan oleh perusahaan.

Pada otoritas setempat, Google cabang Rusia dilaporkan telah mengajukan pailit. Di ketahui, informasi ini dari laporan Interfax berdasarkan pengajuan pada pengadilan yang dilakukan perusahaan.

Continue Reading

Internasional

Putin Bakal Lakukan 2 Hal Ini Sebelum Bertemu Jokowi

Published

on

Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan ini di Moskow. Namun sebelum bertemu Jokowi, Presiden Putin memiliki dua agenda. Apa saja?

Seperti dinukil dari Reuters, Senin (27/6/2022), kedua agenda Putin itu adalah mengunjungi dua negara bekas Uni Soviet. Ini menandai kunjungan luar negeri pertama Putin setelah melakukan operasi militer spesial di Ukraina.

Koresponden Kremlin untuk televisi pemerintah Rusia, Rossiya 1, Pavel Zarubin mengungkapkan bahwa Putin akan mengunjungi Tajikistan dan Turkmenistan pekan ini dan kemudian bertemu Jokowi untuk melakukan pembicaraan di Moskow.

Baca Juga:

  1. Roti Djoen, Toko Roti Legendaris Yogya yang Sudah Ada Sejak Tahun 1935
  2. Simak, Sejarah Roti Cinnamon Roll Asal Swedia Menjadi Favorit Dunia
  3. Lezat! 3 Menu Roti dan Telur Ini Mengenyangkan dan Padat Nutrisi

Disebutkan bahwa di Dushanbe, ibu kota Tajikistan, Putin akan bertemu Presiden Imomali Rakhmon, yang merupakan sekutu dekat Rusia dan penguasa terlama untuk sebuah negara bekas Soviet.

Kemudian di Ashgabat, ibu kota Turkmenistan, Putin akan menghadiri pertemuan puncak negara-negara Kaspia. Ditambahkan Zarubin bahwa pemimpin Azerbaijan, Kazakhstan, Iran dan Turkmenistan akan menghadiri pertemuan itu.

Laporan kantor berita Rusia, RIA, yang mengutip ketua Majelis Atas Parlemen Rusia menyebutkan bahwa Putin juga berencana mengunjungi kota Grodno di Belarusia pada 30 Juni dan 1 Juli untuk menghadiri forum bersama Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Continue Reading

Trending