Connect with us

Nasional

Aksi Bejat Petinggi BUMN Pertamina Terhadap Siswi SMP di Kota Batam

Published

on

Foto Ilustrasi Pencabulan.

Tersangka berinisial TNM (44) sudah berada dibalik sel penjara setelah ditangkap di salah satu hotel yang ada di Kota Batam. Perbuatan bejat pelaku membuat banyak orang naik pitam, termasuk istri pelaku.

Sang istri hanya bisa menutup telinga saat pelaku dicecar pertanyaan oleh penyidik PPA Polresta Barelang disampingnya.

Baca Juga:

  1. Kampung Yoboi, Destinasi Berburu Sagu di Sentani Papua
  2. Benny Simanjuntak Sebar Foto KDRT Dhena Devanka Kepada Jonathan Frizzy, Warganet: Kasian Ijonk!
  3. Gatot Sebut TNI Disusupi PKI, Panglima Kostrad: Itu Tudingan Keji!

Kronologi Tersangka Pencabulan

1. Diamankan Saat Berlibur Bersama Istri.

Saat diamankan oleh polisi, pelaku memang sedang bersama istrinya berada disebuah hotel yang berada di Kota Batam.

Ketika itu, ia berada di Kota Batam untuk berlibur dengan istrinya. menurut pengakuannya, selama ini pelaku tinggal dirumah dinas milik pertamina di Pulau Sambau.

2. Ceritakan Hubungan Gelap, Sang Istri Tak Kuasa Mendengarnya Hingga Tutup Telinga.

Ketika diperiksa Polisi, pelaku menceritakan bagaimana perbuatan bejatnya melakukan hubungan gelap kepada siswi SMP yang masih berusia 12 tahun.

Karena tak kuasa mendengar pengakuan sang suami,istri sah pelaku pencabulan terlihat menutup telinganya di dalam ruang penyidik.

3. Korban Hamil 5 Bulan.

Perbuatan bejat tersangka terungkap saat korban mengeluh sakit kepada orangtuanya. Ketika itu, korban sudah mengkonsumsi obat penggugur kandungan.

Diketahui usia kandungan korban sudah berusia lima bulan. saat itulah, korban dibawa orangtuanya ke RS untuk diperiksa. Sang ibu kaget seketika, ternyata selama ini perubahan badan anaknya karena hamil.

Akhirnya korban mengakui perbuatan dirinya sudah dihamili seorang om-om yang bekerja sebagai petinggi pertamina.

Kesal dengan perbuatan anaknya, sang ibu membuat laporan ke polisi dan akhirnya pelaku berhasil di tangkap.

4. Berkenalan di Sebuah Acara, Korban Jadi Model.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut ia, perkenalan antara kedua orang ini terjadi disebuah acara.

Korban kebetulan menjadi model dalam acara Fasion Show disalah satu hotel yang ada di Batam. Tertarik dengan korban akhirnya pelaku mencari tahu nomer kontak korban ke resepsionis hotel.

Di sana kemunikasi mereka mulai lancar dan akhirnya kedua orang ini sering jalan bareng hingga melakukan hubungan gelap.

5. Berhubungan di Dalam Mobil Dinas.

Memiliki posisi penting di Pertamina Sambau Kota Batam. Pelaku diberikan fasilitas seperti rumah dan mobil dinas untuk dirinya bekerja sehari-hari.

Satu ketika, pelaku dan korban bertemu di sebuah mall yang ada di Batam. Setelah pulang jalan-jalan, pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya di dalam mobil dinas.

Mobil itu diparkirkan mall.

“Dari pengakuannya, pertama sekali mereka melakukan hubungan itu di dalam mobil saat diparkirkan di Parkiran Mall,” kata Reza saat menerangkan.

6. Beri Uang Jajan Rp300 Ribu.

Setelah berkencan dan melakukan aksi bejatnya, korban diantarkan pulang kerumahnya kemudian diberikan jajan Rp 300 ribu.

Merasa ketagihan dengan daun muda, beberapa hari kemudian pelaku akhirnya kembali menghubungi korban.

Ia kembali mengajak korban untuk melakukan hubungan gelapnya. Kali ini, hubungan gelap tersebut dilakukan di sebuah hotel.

Disana mereka kembali bercumbu mesra hingga melakukan hubungan intim layaknya suami istri.

7. Pelaku Lupa Beberapa Kali Hubungan Badan.

Sejak kenal korban pada Februari 2021 lalu, keduanya ternyata sudah sering melakukan hubungan gelap tersebut. Bahkan saat penyidik menanyakan, pelaku mengaku lupa sudah berapa kali melancarkan aksi bejatnya.

“Karena sudah terlalu sering, pelaku sendiri sudah lupa. Hingga akhirnya korban hamil 5 bulan,” tambahnya.

8. Belikan Obat Penggugur Kandungan.

Petinggi pertamina TNM (44) yang saat ini sudah menjadi tersangka karena melakukan pencabulan terhadap Siswi SMP di Batam ternyata otak dibalik pengguguran anak yang tidak di inginkan ini.

Setelah mengetahui Siswi SMP tersebut Hamil, TNM memutar otak untuk menutupi kesalahannya.

Kemudian ia melihat beberapa obat penggugur kandungan di Internet. Ternyata obat itu banyak dijual bebas di sejumlah online shop.

Tanpa pikir panjang akhirnya TNM membelikan obat tersebut dan menyerahkannya kepada korban untuk dikonsumsi. Karena mengkonsumsi obat itulah korban akhirnya melahirkan lebih cepat.

9. Korban Melahirkan Namun Nyawa Bayi Tak Terselamatkan.

Siswi 12 tahun itu melahirkan anak hasil hubungan gelap tersebut kehamilannya masih berusia 5 bulan. Anak tersebut sempat lahir namun karena tubuhnya yang kecil akhirnya nyawanya tidak terselamatkan.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan, anak tersebut memang meninggal setelah dilahirkan.

“Anak itu sudah lahir, tapi kemudian meninggal dunia. Karena lahirnya lebih cepat setelah mengkonsumsi obat penggugur kandungan yang dibelikan pelaku kepada korban,” ungkapnya.

10. Gaji Tersangka Rp30 Juta per bulan.

Dari pemeriksaan pihak penyidik, ternyata gaji petinggi Pertamina Sambau yakni tersangka sudah lebih dari cukup.

Selain gaji Rp 30 juta sebulan, ia juga menerima sejumlah tunjangan dan fasilitas rumah serta mobil untuk dia bekerja.

Namun sayang, hal itu tidak membuatnya bersyukur.

Pelaku justru menduakan cinta istrinya dan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang berhasil dia rayu dan dia tiduri.

Bahkan setiap usai melakukan hubungan gelap dengan korban, pelaku selalu memberikan uang. Tapi uang yang diberikan pelaku kepada korban tidaklah banyak jumlahnya.

Petinggi Pertamina tersebut hanya mampu memberikan uang Rp 300 ribu sekali kencan.

Advertisement

Nasional

Buntut Kasus Toilet di SPBU Pertamina Bayar, Erick Thohir Minta Fasilitas Umum BUMN Gratis

Published

on

Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, beberapa waktu lalu menyortoti masalah toilet di SPBU Pertamina yang berbayar. Buntutnya, Erick kini mewajibkan seluruh fasilitas umum BUMN gratis.

Erick Thohir menegaskan hal itu melalui surat edaran yang diteken pada 24 November 2021, dua hari setelah dia menemukan toilet berbayar di SPBU Pertamina.

“Pemberian layanan oleh BUMN yang di dalamnya terdapat Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial agar senantiasa dilakukan perawatan, pemeliharaan dan pengelolaan yang memadai sehingga memberikan dampak optimal dan tidak membebani bagi masyarakat yang menggunakannya. Tidak dipungut biaya bagi masyarakat pengguna,” bunyi Surat Edaran yang diteken Erick Thohir.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Dalam surat edaran tersebut Erick juga meminta fasilitas umum dan fasilitas sosial BUMN harus memadai dan terawat dengan baik agar menjadi bagian dari standar kualitas layanan yang dilakukan BUMN.

Dalam sebuah video, Erick Thohir tampak kaget mengunjungi SPBU di Kecamatan Malasan, Probolinggo, Jawa Timur. Dalam video tersebut, Erick berbincang dengan penjaga toilet SPBU.

Dia bertanya kepada penjaga toilet SPBU kenapa tidak gratis karena ini adalah fasilitas umum. Penjaga toilet tersebut mengaku tidak tahu karena hanya ditugaskan oleh pengelola SPBU yang merupakan pihak swasta.

Erick pun meminta direksi Pertamina untuk menggratiskan toilet di seluruh jaringan SPBU Pertamina.

“Kepada direksi Pertamina saya mengharapkan fasilitas umum seperti ini harusnya gratis. Karena kan sudah dapat dari jualan bensin. Sudah gitu, ada juga toko kelontong. Jadi, masyarakat mestinya mendapatkan fasilitas tambahan,” kata Erick.

Menanggapi hal itu, Corporate Secretary Subholding Commercial And Trading Pertamina Irto Ginting pihaknya akan menggratiskan toilet di SPBU perusahaan. Agar itu bisa terealisasi, pihaknya akan mengingatkan pemilik SPBU untuk meningkatkan layanan ke masyarakat, termasuk memastikan akses gratis toilet serta memperhatikan kebersihan dan kenyamanannya.

Ia memastikan bahwa toilet merupakan bentuk layanan yang ada di SPBU Pertamina.

Continue Reading

Nasional

Bepergian Wajib Bawa SKM Selama Libur Natal & Tahun Baru

Published

on

Polri
Polri

Pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Para pengendara wajib membawa Surat Keluar dan Masuk (SKM) jika ingin bepergian.

Ratusan ribu personel gabungan dari unsur TNI-Polri juga akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan protokol kesehatan selama libur akhir tahun.

“Kami libatkan seluruh Indonesia, sekitar 217 ribu, seluruh Indonesia. TNI juga mempersiapkan personilnya, satpol PP, dan jajaran kesehatan juga mempersiapkan, dan stakeholder terkait lainnya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Irjen Dedi Prasetyo juga menegaskan pihaknya bakal menggelar Operasi Lilin untuk melakukan pengamanan selama 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Hal itu berpedoman pada Instruksi Mendagri Nomor 62 Tahun 2021. Sejumlah pembatasan akan dilakukan merujuk pada ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga menggunakan surat keterangan berpergian untuk mencatat setiap mobilitas masyarakat selama penerapan PPKM Level 3 nantinya. Menurut Dedi, polisi akan berjaga di sejumlah titik perbatasan yang telah ditentukan.

“Polri juga di seluruh-seluruh pintu-pintu tol, dan jalur-jalur akses tertentu perbatasan antar wilayah itu ada pos sebagai cek poin nah di situ nanti juga akan dicek disitu apakah masyarakat yang bepergian memiliki SKM,” jelas Dedi.

Menurut Dedi, langkah itu diambil agar tak terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang diakibatkan oleh pergerakan massa dalam jumlah banyak dalam masa liburan.

Selain itu, Pemerintah mengizinkan Umat Kristiani untuk mengikuti kegiatan peribadatan Hari Raya Natal secara berjamaah di Gereja dengan pembatasan jumlah jemaat 50 persen dari total kapasitas gereja.

Polisi akan mulai memberlakukan posko checkpoint di sejumlah titik di Indonesia untuk mengamankan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Checkpoint tersebut akan tersebar di beberapa perbatasan wilayah hingga pintu keluar masuk tol.

Pengendara wajib menunjukkan Surat Keluar Masuk (SKM) yang dikeluarkan oleh ketua RT untuk melintas. Namun demikian, Dedi menegaskan bahwa pihaknya tak menerapkan skema penyekatan untuk membatasi mobilitas masyarakat selama libur Nataru kali ini.

Ia menyebutkan, para pengendara yang tidak dapat menunjukkan SKM melakukan tes cepat Covid-19 Antigen maupun PCR secara gratis di Posko PPKM. Jika positif, pengendara tersebut akan langsung dievakuasi.

Sementara, Dedi menjelaskan bahwa petugas kepolisian akan menempel stiker ke setiap kendaraan yang sudah lolos pengecekan SKM. Stiker, kata dia, akan menjadi tanda bagi pengendara agar dapat diizinkan untuk melintas.

“Kalau misalkan positif akan dievakuasi menuju tempat lain. Kalau misalnya SKM dia ada maka silahkan melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

Continue Reading

Nasional

Polisi Bubarkan Paksa Aksi Demonstrasi Pemuda Pancasila

Published

on

Pemuda Pancasila
Pemuda Pancasila

Polisi membubarkan paksa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila di depan Gedung DPR-MPR, Kamis (25/11/2021).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi naik ke atas mobil komando pada pukul 16.00 dan memberikan peringatan kepada massa Pemuda Pancasila untuk segera membubarkan diri.

“Saya mohon perhatian, yang saat ini sedang menyampaikan pendapat. Ingat rekan-rekan hak saudara dibatasi oleh kewajiban, kewajiban menaati peraturan yang berlaku,” ujar Hengki.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Hengki mengatakan aparat telah memberikan pelayanan kepada massa untuk menyampaikan pendapatnya. Namun yang terjadi, massa ricuh dan bahkan melukai anggota polisi.

“Tugas kami dari pihak kepolisian adalah menjaga dan melayani rekan-rekan sekalian. Sekaligus sebenernya saat ini adalah menjaga protokol kesehatan–saya terpaksa buka masker biar (terdengar) jelas–tapi kegiatan rekan-rekan sekalian sekarang dinodai oleh ulah rekan-rekan,” kata Hengki.

“Perwira kami, AKBP dikeroyok luka-luka, apakah itu tujuan rekan-rekan datang kemari? Melawan kami, mengeroyok kami yang mengamankan rekan-rekan. Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Perwira menengah. Perwira menengah dikeroyok padahal beliau mengamankan kegiatan ini,” tutur Hengki dengan nada tinggi.

Hengki kemudian meminta massa membubarkan diri. Tidak lama setelah Hengki turun, massa membubarkan diri.

“Saya minta rekan-rekan membubarkan diri kembali ke kediamannya masing-masing,” tutur Hengki.

Continue Reading

Trending