Connect with us

Teknologi

Ada yang Laku Hingga Rp61 Miliar, Begini Cara Beli Tanah di Metaverse

Published

on

Dunia metaverse kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata dan semakin menjanjikan. Para pesohor dunia pun kini menggandrungi dunia metaverse dan membeli tanah serta properti di sini.

Seperti dilansir The Verge, Senin (10/1/2022), baru-baru ini sebidang real estate virtual terjual seharga 4,3 juta dolar AS (Rp61,9 miliar).

Rekor sebelumnya dibuat oleh Metaverse Group, anak perusahaan Tokens.com setelah membeli tanah digital seharga 2,43 juta dolar AS. Tanah virtual terletak di Decentraland, lingkungan online yang dibangun di sekitar ekosistem metaverse.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Menurut The Wall Street Journal, tanah virtual di The Sandbox dibeli oleh pengembang dari perusahaan video game Atari. Mereka adalah pengembang RollerCoaster Tycoon, Zoo Tycoon, dan game simulasi Tycoon lainnya.

Pengembang yang membeli tanah virtual itu bernama “Republic Realm.” Grup itu berinvestasi dalam real estat virtual dan aset digital lainnya dalam bentuk non-fungible token (NFT).

Bagi Cityzen yang ingin membeli tanah virtual di metaverse sebaiknya menyiapkan kocek tebal. Sebab, harga tanah di dunia virtual ini tidak murah. Di Decentraland misalnya, Anda dapat membeli tanah virtual menggunakan koin Decentraland (MANA).

MANA adalah token Ethereum yang mendukung platform dunia virtual Decentraland. MANA dapat digunakan untuk membayar sebidang tanah virtual di Decentraland serta barang dan jasa lainnya.

Harga tanah paling murah di Decentraland dibanderol 4.288 MANA untuk sebidang tanah. Satu MANA sendiri saat ini setara Rp 41 ribu. Jika harga tanah termurah 4.288 MANA maka nilainya setara Rp 175.808.000.

Cara Beli Tanah di Metaverse

Cara membeli tanah di metaverse sebenarnya tidak sulit. Pertama, kalian perlu memiliki Dompet Crypto agar Anda dapat membeli tanah di Decentraland.

MetaMask adalah dompet yang paling di rekomendasikan, karena dapat digunakan oleh hampir semua perusahaan blockchain termasuk Decentraland.

Kemudian, instal plugin Chrome resmi mereka jika anda menggunakan PC atau Laptop untuk membuat akun metamask. Atau bisa jugaa mengunduh di google playstore jika menggunakan smart phone. Terakhir, cara membuat akunnya sendiri hapir sama seperti website.

Khusus untuk membeli tanah virtual di Decentraland, kalian bisa langsung menuju halaman utama situs Decentraland.

Klik builder pada sudut kanan bawah.

Klik “LAND”, Akan muncul tanah metaverse di Decentraland. Jika Anda belum memiliki tanah, maka akan muncul “Buy Land” atau “Beli Tanah”.

Klik pada pilihan “Buy Land” Anda akan masuk padA Official Marketplace-nya Decentraland.

Di sini, Anda akan diminta untuk reconnect ke Decentraland, menggunakan akun MetaMask Anda atau dompet yang tadi.

Setelah terhubung, Anda kini menelusuri berbagai properti di Decentraland, termasuk Tanah. Gunakan saldo dengan mata uang MANA yang tadi sudah dijelaskan di atas.

Setelah menemukan tanah impian, Anda bisa memberikan penawaran tergantung harga yang dipasang oleh pemilik tanah.

Jika sudah DEAL, maka tanah itu akan menjadi milik anda, dan tercatat dalam jaringan blockchain di Decentraland.


Teknologi

David Beckham Daftarkan Merek Dagang NFT dan Metaverse

Published

on

By

David Beckham Daftarkan Merek Dagang NFT dan Metaverse

David Beckham mengikuti langkah banyak selebriti, organisasi, dan perusahaan yang merambah dunia metaverse. Di mana dirinya menjadi nama baru dalam dunia virtual tersebut.

David Beckham mengajukan beberapa merek dagang terkait metaverse dan Non-fungible Token (NFT) secara resmi. Di Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO) pada 19 April, pesepakbola ternama itu mengajukan tiga aplikasi merek dagangnya.

Hal ini berdasarkan dari tweet pengacara merek dagang, Mike Kondoudis. Mengutip dari Yahoo Finance pada Minggu (22/5/2022) Kondoudis menuliskan kalimat yang berbunyi, “Bintang sepak bola internasional telah mengajukan 3 aplikasi merek dagang yang mengisyaratkan rencana untuk NFT, token digital, pakaian virtual, alas kaki dan tutup kepala, serta pertunjukan virtual dan acara hiburan.”

Dengan nomor seri 97369672 yang diajukan oleh DB Ventures Limited yang berbasis di California, merek dagang Beckham secara resmi terdaftar. Di mana dirinya merupakan pemilik dar perusahaan modal ventura.

Baca Juga:

  1. Bisa Live Streaming, TikTok Uji Coba Minigame di Vietnam
  2. Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan
  3. Pencipta iPod Kritik Metaverse: Merusak Hubungan Manusia

DB Ventura sendiri merupakan perusahaan manajemen merek global David Beckham. Pesepakbola legendaris itu menjual 55 persen saham DB Ventures ke Authentic Brands Group (ABG), konglomerat ritel dan hiburan pada tahun ini.

Sementara itu, ia menjadi duta merek DigitalBits, protokol blockchain lapisan satu yang memungkinkan tokenisasi aset, termasuk NFT pada Maret lalu. Untuk memperingati kepergian Beckham ke metaverse pun DigitalBits merilis video pendek melalui Twitter.

Diketahui dalam memasuki ruang digital sebagai brand ambassador, Beckham tidak sendirian. Di mana berita berita bulan lalu bertepatan dengan juara grand slam tenis Naomi Osaka menjadi brand ambassador untuk FTX.

Continue Reading

Gadget-Telekomunikasi

iPhone 5 & 5C Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai Oktober 2022

Published

on

iPhone 5

Ada kabar buruk bagi aklian pengguna iPhone 5 dan 5C. WhatsApp akan menghentikan kompatibilitas iOS 10 dan 11. Dengan demikian, pengguna iPhone 5 dan 5C tak bisa langi menggunakan apilkasi ini pada Oktober 2022 nanti.

Seperti dilansir dari The Verge, Senin (23/5/2022), para pengguna yang saat ini masih menggunakan iOS 10 dan iOS 11 diminta melakukan update maksimal 24 Oktober 2022. Jika tidak, pengguna tidak bisa lagi menjalankan Whatsapp di perangkat mereka.

Namun untuk pengguna iPhone 5 dan 5c yang hanya maksimal iOS 10 diimbau mengganti ponsel ter-update bila tetap mau menggunakan Whatsapp.

Baca Juga:

  1. Dikenal Sebagai Kota Pahlawan, Inilah Sederet Rekomendasi Wisata Sejarah di Surabaya
  2. Keris dan Perubahan Budaya bagi Masyarakat Jawa
  3. Gua Liang Bua, Rumah Manusia Kerdil Indonesia dari NTT

“Saat ini, kami menyediakan dukungan untuk dan direkomendasikan menggunakan gawai berikut: Android OS 4.1 dan terbaru, iphone iOS 12 dan terbaru, KaiOS 2.5.0 dan terbaru, termasuk JiOPhone dan JiPhone 2,” tulis Whatsapp dalam halaman FAQ.

Whatsapp sudah memberi peringatan kepada pengguna iPhone iOS 10 dan iOS 11 bahwa mereka harus update agar bisa tetap menggunakan Whatsapp setelah 24 Oktober.

“Whatsapp akan menghentikan dukungan untuk iOS setelah 24 Oktober 2022,” demikian keterangan dari Whatsapp dari tangkapan layar peringatan kepada pengguna.

“Mohon pergi ke Setelan > Umum, kemudian klik Perbarui Perangkat Lunak untuk mendapatkan versi iOS terkini,” tulis mereka lagi.

Beda dari pengguna iPhone 5 dan 5c, para pengguna iPhone 6 dan 6s tidak perlu khawatir karena Whatsapp memastikan layanan mereka akan tetap berjalan di iOS 12.

Mengutip Yahoo Finance, iPhone 5 dan iPhone5c sudah berumur 10 tahun saat ini. Pengumuman Whatsapp ini diprediksi tak berdampak kepada banyak orang.

Pasalnya, sudah banyak pengguna Apple yang memperbarui perangkat mereka. Saat ini, iPhone sendiri sudah sampai ke versi iPhone 13.

Continue Reading

Teknologi

Bisa Live Streaming, TikTok Uji Coba Minigame di Vietnam

Published

on

By

TikTok

Pada platformnya di Vietnam, TikTok diketahui sedang menguji coba fitur game yang dapat disiarkan langsung atau live streaming.

TikTok ingin memanfaatkan fitur game tersebut untuk mendapatkan keuntungan uang dari iklan. Tidak hanya itu saja TikTok ternyata juga inigin agar di aplikasi mereka, penggunanya menghabiskan waktu yang lama di sana.

Mengutip Reuters, sumber TikTok mengatakan bahwa, “Kami selalu mencoba memperkaya platform kami dan secara teratur mencoba fitur baru dan integrasi yang membawa nilai positif ke komunitas kami.”

Dikarenakan Vietnam menawarkan populasi melek teknologi dengan 70 persen warganya berusia di bawah 35 tahun, membuatnya diduga menjadi yang terpilih dalam hal ini. Tiktok yang dimiliki oleh ByteDance China, menguji minigame atau gim sederhana berbasis HTML-5 semisal Disco Loco 3D dan Garden of Good pada tahap awal.

Baca Juga:

  1. Google Ajukan Bangkrut Usai Rekening Bank Dibekukan
  2. Pencipta iPod Kritik Metaverse: Merusak Hubungan Manusia
  3. Samsung: Sekarang Waktu yang Tepat untuk Masuk ke Zaman 6G

Kemudian untuk mengembangkan fitur game, TikTok turut menggandeng pihak ketiga yaitu Zynga. TikTok di sisi lain, bahkan juga berencana di dalam fitur live video miliki mereka turut akan menyertakan fitur game ini.

Di mana nantinya seorang pengguna bisa menyiarkan permainannya kepada pengguna lain, dikutip Tech Crunch. Selain itu, para pengguna TikTok pun dapat bermain bersama.

Tiktok bekerjasama dengan perusahaan yang berbasis di Tel Aviv Israel, Watchful untuk mengembangkan fitur game di Live Video. Akan tetapi terkait apakah fitur game akan tersedia secara global atau hanya di Vietnam saja, TikTok belum mengonfirmasinya.

Continue Reading

Trending