Connect with us

Uncategorized

Abdul Ghani Baradar Bantah Terluka Parah dalam Konflik Internal di Istana Afganistan

Published

on

Wakil Perdana Menteri Afganistan Mullah Abdul Ghani

Dalam sebuah video yang dirilis Rabu, Wakil Perdana Menteri Taliban Abdul Ghani Baradar membantah laporan bahwa dia terluka dalam bentrokan dengan faksi saingan Taliban.

“Tidak, ini tidak benar, saya baik-baik saja dan sehat,” katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah yang diunggah ke Twitter oleh kantor politik Taliban di Doha.

“Media mengatakan ada perselisihan internal. Tidak ada masalah di antara kami, ini tidak benar,” sambung salah satu tokoh senior Taliban yang dihormati.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” tambahnya.

Baca Juga :

  1. Kronologi Napi Lapas Tanggerang Lolos dari Kebakaran
  2. Makamah Konstitusi: Debt Collector Bisa Sita Mobil dan Motor Tanpa Proses Pengadilan
  3. Vaksin Moderna dan Pfizer di Jakarta Terbuka untuk Masyarakat Umum

Sebelumnya, seorang pejabat Taliban menulis di Twitter bahwa wawancara itu akan disiarkan di RTA TV untuk membantah “propaganda musuh”. Para pejabat Taliban telah membantah bahwa Baradar terluka dalam bentrokan dengan faksi Taliban.

Desas-desus telah beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir bahwa bentrokan antara dua faksi Taliban di istana kepresidenan Afghanistan membuat Abdul Ghani Baradar terluka parah.

Menanggapi rumor tersebut, Taliban mengatakan bahwa Abdul Ghani Baradar berada di Kandahar untuk bertemu dengan Hibatullah Akhundzadeh, pemimpin mereka dan akan segera kembali ke Kabul.

Namun, dua sumber Taliban di Doha dan Kabul mengatakan bahwa pertengkaran verbal antara Abdul Ghani Baradar dan Khalil Haqqani, penjabat kepala kementerian Taliban dan paman pemimpin jaringan Haqqani terjadi di istana presiden pada hari Kamis.

Sumber mengatakan mereka keluar dari ruangan dan terjadi perkelahian antara pengikut mereka. “Setelah kejadian itu, Saudara Mullah Abdul Ghani kesal dan pergi ke Kandahar,” kata seorang sumber kepada BBC.

Taliban menguasai Kabul pada 24 Agustus dan dengan penundaan tiga minggu, secara tak terduga mengumumkan pemerintahan sementara yang dipimpin oleh Mullah Hassan Akhund.

Hampir semua menteri kabinet sementara dekat dengan Taliban, dan kelompok itu telah berulang kali menekankan bahwa kabinet itu bersifat sementara dan bukan struktur permanen.

Sejauh ini tidak ada pemerintah yang mengakui kabinet Taliban. Sumber mengatakan Abdul Ghani Baradar tidak setuju atas pembentukan pemerintahan baru dan kabinet sementara Taliban.

Advertisement

Uncategorized

Ikan Hias, Ladang Cuan Baru Indonesia di Kancah Internasional

Published

on

Ikan Hias

Bukan hanya Kelapa Sawit, Indonesia ternyata memiliki bidang komoditas lain yang tak terduga untuk ekspor. Komoditi itu adalah ikan hias.

Hal itu bukannya tanpa alasan. Berdasarkan data trademap yang dipublikasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di sepanjang tahun 2016-2019 Indonesia berada di peringkat keempat sebagai eksportir ikan hias dunia setelah Jepang, Singapura, dan Spanyol.

Produksi ikan hias di Indonesia juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Alhasil, Indonesia mampu memenuhi permintaan pasar internasional. Produksi ikan hias yang berada di angka 1,19 miliar ekor pada tahun 2017 meningkat menjadi 1,22 miliar ekor di tahun 2018. Peningkatan signifikan juga kembali terjadi di tahun 2019 menjadi 1,68 miliar ekor yang menghasilkan nilai ekspor mencapai Rp19,81 triliun.

Karena hal tersebut, tak heran jika Menteri Kelautan dan Perikanan yaitu Sakti Wahyu Trenggono menyatakan, bahwa komoditas ikan hias menjadi salah satu andalan Indonesia dalam menopang perekonomian masyarakat.

Baca Juga:

  1. Drone Israel Ditembak Jatuh Hizbullah di Lebanon
  2. Taliban Ancam Balik Amerika Serikat
  3. Demi Tingkatkan Perdagangan, Menteri Luar Negeri Israel Kunjungi Bahrain

Berkaca dari hal itu, potensi ekspor ikan hias terlihat amat menjanjikan. Nyatanya, bisnis ikan hias justru meningkat saat pandemi nyatanya dirasakan oleh salah satu Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) yang berada di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

“Di masa pendemi seperti ini, budidaya ikan hias tidak pernah mengalami penurunan, malahan mengalami kenaikan. Alhamdulillah dari semenjak awal pandemi, harga ikan hias bisa naik sampai 100 persen” ujar Lukman Hakim selaku Ketua Pokdakan Cibinong Mandiri, dalam sebuah video yang dimuat pada kanal YouTube Kementerian KKP.

Ikan Hias

Bukti kepopuleran ikan hias sebagai komoditas ekspor datang dari Bali. Berdasarkan laporan terakhir dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) KKP Denpasar, tercatat bahwa selama bulan Agustus 2021 saja, ada sebanyak 414.190 ekor ikan hias yang telah berhasil menjangkau pasar global, dengan nilai nominal mencapai Rp3,45 miliar.

Kaitannya dengan julukan primadona ekspor, angka pengiriman dari ikan hias terbukti lebih tinggi dibanding jumlah ekspor ikan hidup lainnya seperti benih kerapu yang hanya mencapai angka 67 ribu ekor dan siput hias sebanyak 40,4 ribu ekor.

Adapun pendistribusian dari komoditas ini ternyata dilakukan dengan melalui sebanyak 836 kali pengiriman yang dilakukan oleh Balai KIPM setempat, bersamaan dengan pendistribusian komoditas ekspor jenis ikan lainnya.

Disebutkan bahwa lima destinasi ekspor ke mancanegara yang berasal dari Bali yaitu Amerika Serikat, Taiwan, Australia, Tiongkok, dan Jepang. Sedangkan berdasarkan kondisi pasarnya sendiri, jenis ikan hias yang paling banyak diekspor di antaranya terdiri dari arwana, arwana jardini, maskoki, koi, dan cupang hias.

Meski begitu, angka ekspor ikan hias yang telah dicapai di bulan Agustus tersebut nyatanya menurun dibanding periode dan waktu yang sama pada tahun 2020 lalu. Bisa diduga, kendala mobilitas karena pandemi menjadi alasan kuat dari adanya penurunan yang terjadi, terutama dalam hal transportasi untuk pengangkutan ikan hias ke negara tujuan.

“Kalau permintaan ikan masih banyak, stok ikan di Benoa juga banyak. Masalah kami hanya di transportasi.” ungkap Anwar, selaku Kepala Balai KIPM Bali.

Namun, ternyata masih ada beberapa kendala agar ikan hias bisa menjadi komoditi ekspor. Satu-satunya permasalahan hanyalah dari segi transportasi, yang disebut menjadi hal utama dalam menghambat pendistribusian komoditas satu ini untuk bisa dikirimkan secara lancar ke berbagai negara pemesan.

Ikan Hias

Padahal, dalam pendistribusian komoditas ekspor berupa binatang hidup seperti ikan hias, waktu pengiriman yang singkat justru sangat dibutuhkan. Berdasarkan segala penjelasan di atas, Pemerintah Indonesia tampaknya harus membuka mata terkait potensi ikan hias sebagai komoditi ekspor.

Continue Reading

Uncategorized

Gubernur Gorontalo Minta Jokowi Evaluasi Sikap Risma

Published

on

Video yang merekam Menteri Sosial Tri Rismaharini marah-marah viral di media sosial. Kemarahan Risma berkaitan dengan data penerima bantuan sosial di Gorontalo.

Peristiwa itu terjadi saat Risma menggelar rapat tertutup dengan Forkopimda tentang pemadanan data Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tuani (BST) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT).

Dalam video itu, terlihat Mensos Risma bangkit dari tempat duduknya dan menunjuk-nunjuk seorang pria yang duduk agak jauh darinya menggunakan pena.

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Pria yang ditunjuk itu rupanya seorang petugas PKH Gorontalo. Kemarahan Risma dipicu soal tudingan pencoretan data keluarga penerima manfaat (KPM) oleh Kemensos. Namun setelah dicek di data bansos, ternyata KPM tersebut masih terdaftar di Kemensos.

Risma pun menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mencoret data KPM di PKH.

Kemarahan Risma semakin memuncak ketika ada data penerima PKH yang dicoret sebagai KPM dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) lantaran saldo rekeningnya nol rupiah.

Sikap emosional Menteri Sosial Tri Rismaharini itu rupanya menyinggung perasaan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Rusli menilai sikap Menteri Sosial itu tidak patut dilakukan. Selain seorang ibu, Risma adalah seorang menteri yang seharusnya memberi contoh bagaimana seorang pejabat negara bersikap.

“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Itu contoh yang tidak baik,” ujar Rusli Habibie, Jumat (1/10).

Menurutnya , Risma perlu menjaga sikap di depan rakyat, terlebih saat berkunjung ke kampung orang.

“Pangkat, jabatan harus kita jaga. Tidak ada artinya pangkat ini semua kita tinggalkan. Kalaupun dia salah, ya dikoreksi,” kata Rusli Habibie.

Gubernur Gorontalo pun meminta Presiden Jokowi untuk mengevaluasi sikap Risma yang selalu emosional. Apalagi rekaman video yang terjadi di Gorontalo itu menjadi viral dan menghebohkan warga.

Meskipun begitu, Rusli mengaku bisa memahami laporan pendamping PKH yang menyulut emosi.

“Pendamping PKH itu menyampaikan kepada ibu menteri ada nama-nama ini saldonya kosong karena informasinya sudah dicoret. Itu yang bikin naik darahnya,” jelas Rusli Habibie.

Namun, ia tidak setuju dengan cara Menteri Sosial merespon laporan itu.

“Itu pegawai saya meskipun dia pegawai rendahan tapi manusia juga. Saya alumni STKS, tahun 80-an sudah kenal Menteri Sosial Nani Soedarsono, para Dirjen tapi tidak ada yang sikapnya begitu. Saya tersinggung, saya enggak terima,” katanya tegas.

Continue Reading

Uncategorized

Jadi Tersangka, KPK Tunggu Kedatangan Azis Syamsuddin Besok

Published

on

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka KPK – voi.id

Berbagai sumber di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) benarkan bahwa Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) di Lampung Tengah, Lampung.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, masih enggan memastikan status tersangka Azis.

“KPK saat ini sedang melakukan penyidikan perkara dugaan TPK (Tindak Pidana Korupsi) pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara TPK yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah,” kata Ali Fikri, dikutip dari detik, Kamis (23/9).

Baca Juga:

  1. Luhut: Jawa Bali Kini Tidak Ada Daerah yang Masuk Level 4
  2. Resmi! Jokowi Bubarkan 3 BUMN
  3. Wanita Afganistan Protes Menuntut Haknya

Fikri mengatakan tim penyidik masih bekerja dan terus mengumpulkan alat bukti, dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Lampung.

“KPK akan menyampaikan secara lengkap mengenai kronologis serta konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, dan tentu pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pada saatnya nanti,” ungkapnya.

“Pengumuman tersangka akan kami sampaikan pada saat dilakukan upaya paksa penangkapan dan/atau penahanan,” sambungnya Fikri.

Kemudian, Firli menyampaikan bahwa kedatangan Azis Syamsudin pada Jumat (24/9) dinantikan oleh penyidik. Ia berharap Azis tidak mangkir.

“Ya, tentu penyidik menyampaikan panggilan karena kepentingan penyidikan sehingga terangnya suatu perkara. Kita berharap, setiap orang yang dipanggil akan memenuhi panggilan sebagai wujud penghormatan atas tegak dan tertibnya hukum dan keadilan. Kita tidak boleh menunda keadilan karena menunda keadilan adalah juga ketidakadilan,” jelasnya, dikutip dari cnnindonesia, Kamis (23/9).

Sebelumnya, nama Azis Syamsuddin muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju. Salah satunya disebutkan Azis Syamsudin meminta bantuan kepada Robin untuk mengurus kasus yang melibatkan dan Aliza Gunado soal penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Jaksa KPK pada surat dakwaan itu menyebutkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado memberikan Rp3.099.887.000 dan USD36.000 ke AKP Robin dan rekannya sebagai pengacara atas nama Maskur Husain.

Continue Reading

Trending