NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
7 Tradisi Unik di Indonesia, Ada Bakar Batu-Batu-kerik Gigi - mycity.co.id
Connect with us

Culture

7 Tradisi Unik di Indonesia, Ada Bakar Batu-Batu-kerik Gigi

Published

on

Tari tradisional Gayo. (Shutterstock/Muhammad Ridwan Harahab)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan suku, etnis, dan kepercayaan. Dari ujung barat sampai ke ujung timur, Indonesia memiliki beragam tradisi yang masih dijaga hingga sekarang

Bahkan, sejumlah daerah memiliki tradisi-tradisi yang unik. Tradisi dan adat istiadat menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

Melansir dari buku 100 Tradisi Unik di Indonesia karya Fatiharifah, berikut sejumlah tradisi yang ada di Indonesia.

7 Tradisi Unik yang Ada di Indonesia

1. Tradisi Bakar Batu dari Papua

Tradisi bakar batu ini merupakan salah satu ritual yang terbilang unik di Papua. Biasanya tradisi bakar batu dilakukan oleh suku pedalaman Papua dengan nama yang berbeda-beda.

Ritual ini memasak dengan menggunakan batu yang panas sekali. Beberapa suku yang masih menerapkan tradisi bakar batu adalah Lembah Baliem, Paniai, Nabire, Pegunungan Tengah, Pegunungan Bintang, Jayawijaya, dan lain sebagainya.

Batu-batu itu dibakar sampai panas hingga berubah warna menjadi merah membara. Selama menunggu batu panas, warga menggali lubang yang dalam dan memberi daun pisang untuk alang-alang di dasarnya. Batu panas nantinya diletakkan di dasar lubang, lalu di atas batu tersebut ditumpuk daun pisang dan diletakkan daging babi.

Tradisi bakar batu merupakan wujud syukur, bersilaturahmi antar saudara dan kerabat, menyambut kebahagiaan seperti perkawinan, kelahiran, penobatan, hingga menyambut tamu.

2. Balimau Kasai dari Riau

Tradisi unik selanjutnya adalah balimau kasai dari Riau. Tradisi ini biasa diterapkan menjelang bulan Ramadan. Balimau berarti mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk khusus seperti jeruk purut, jeruk nipis, dan jeruk kapas.

Sementara itu, kasai artinya wewangian yang dipakai saat berkeramas. Kasai dipercaya dapat mengusir rasa dengki yang ada di kepala.

Tradisi tersebut berasal dari penduduk Sungai Gangga (India) yang menyucikan diri di sungai agar dosa-dosa mereka hilang bersama aliran sungai. Balimau Kasai berkembang di Indonesia, terutama di Kampar ketika agama Hindu menyebar.

Namun, setelah masuknya budaya Islam tradisi ini masih kerap ditemui dengan tujuan menyambut bulan Ramadan. Balimau Kasai juga disebut sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan memasuki bulan Ramadan.

3. Kerik Gigi dari Suku Mentawai

Ritual kerik gigi dilakukan oleh masyarakat suku Mentawai, Sumatera Barat. Wanita suku Mentawai harus meruncingkan atau mengerik gigi mereka. Gigi yang runcing menjadi simbol kecantikan wanita di daerah sana.

Selain sebagai simbol kecantikan, tradisi ini juga bertujuan untuk mendapatkan kedamaian jiwa. Prosesinya sendiri cukup menyakitkan.

Ketua adat melakukan hal ini tanpa pemberian bius terlebih dahulu. Alat yang digunakan adalah besi atau kayu yang telah diasah. Kerik gigi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Meski begitu, seiring perkembangan zaman tradisi mengerik gigi mulai ditinggalkan. Namun, tetap saja beberapa wanita melaksanakan tradisi ini, khususnya istri kepala desa.

4. Fahombo Batu dari Nias

Tradisi unik selanjutnya berasal dari Nias, Sumatera Utara dan hanya dilakukan oleh lelaki. Fahombo batu atau lompat batu menjadi salah satu ritual yang terkenal di sana.

Namun, tidak semua daerah di Nias memiliki tradisi ini. Salah satu yang masih melakukannya adalah di wilayah Teluk Dalam. Tradisi fahombo batu telah lama dilaksanakan, bahkan hingga berabad-abad dan secara turun-menurun.

Anak lelaki yang berumur tujuh tahun di Nias sudah berlatih lompat tali. Ketinggian tali tersebut akan bertambah seiring bertambahnya usia mereka. Nantinya, lelaki tersebut akan diminta melompati batu setinggi 2 meter dan lebar 60-90 cm.

5. Tabot dari Bengkulu

Tradisi tabot merupakan salah satu tradisi unik yang berasal dari Bengkulu. Tabot artinya kotak kayu atau peti yang berasal dari bahasa Arab.

Tabot dimaksudkan untuk mengenang kisah kepahlawanan Husein, cucu Rasulullah SAW yang gugur pada Perang Karbala tahun 681 M di bulan Muharram. Tradisi ini berasal dari pekerja yang membangun benteng Marlborough (1718-1719).

Mereka berasal dari India yang dipekerjakan oleh Inggris. Karena merasa cocok dengan keadaan di Bengkulu, mereka pun menetap dan menyelenggarakan tabot. Lambat laun tradisi tersebut mengalami perubahan, tidak untuk mengenang Husein, namun juga memenuhi wasiat leluhur.

6. Bakar Tongkang dari Riau

Di Riau ada yang namanya tradisi bakar tongkang. Masyarakat Tionghoa di Riau mengadakan ritual tersebut setiap bulan Juni.

Ritual tersebut dimaksudkan sebagai wujud syukur karena para leluhur berhasil membawa keluarganya menetap di perantauan hingga saat ini. Kapal tongkang diibaratkan sebagai kapal yang membawa leluhur mereka hingga ke Bagasiapiapi Riau.

7. Timba Laor dari Maluku

Tradisi selanjutnya adalah timba laor dari Maluku. Ritual menangkap cacing laut atau laor di pantai Namalatu, Desa Latuhalat, Ambon telah berlangsung selama ratusan tahun.

Kandungan protein dari cacing laut sangat tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai makanan tradisional. Laor merupakan cacing laut yang muncul setahun sekali, tepatnya antara bulan Maret dan April.

Yang lebih uniknya, laor hanya muncul saat purnama pasang tertinggi dan hanya muncul di daerah pantai berkarang. Munculnya laor dipengaruhi oleh siklus Bulan dan Matahari.

Prosesi menangkap cacing laut dimulai dengan upacara adat. Nantinya, mereka menggunakan alat tangkap berupa nyiru atau kain kasa yang diikat pada sebatang kayu sebagai pegangan.

Culture

Mengenal Batik Ecoprint yang Digaungkan Sandiaga Uno

Published

on

Mengenal Batik Ecoprint.

mycity.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong Jember untuk menjadi pusat batik ecoprint. Apakah itu?

“Baju batik yang dikenakan Bapak Bupati Hendy merupakan batik ecoprint. Saya siap membantu mempromosikan,” katanya.

Dia mengapresiasi dengan kekayaan yang diperlihatkan Bupati Jember sudah maju dari segi ekonomi kreatif dan UMKM.

“Saya ikut bangga melihat hasil yang telah dicapai Jember saat ini,” jelasnya. Sementara itu Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan sangat mendukung program Kemenparekraf.

“Kami memiliki 248 desa/kelurahan dan Jember memiliki program one village one product,” kata Bupati Hendy. Lanjutnya, Kabupaten Jember memiliki 612 ribu usaha UMKM yang tersebar di 31 kecamatan.

Batik Ecoprint

Batik ecoprint merupakan varian dari batik yang menekankan kepada sifatnya yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, batik ecoprint banyak memanfaatkan material yang berasal dari bahan alami.

Menurut laman milik Pemerintah Kota Yogyakarta, pembuatan batik ecoprint dilakukan dengan memanfaatkan pewarna alami yang berasal dari tanin atau zat warna yang terkandung dalam daun, akar atau batang tumbuhan. Tanin tersebut kemudian diletakkan di kain yang kemudian direbus.

Pemilihan kain sebagai bahannya pun tidak sembarangan. Kain yang digunakan harus berasal dari serat alami. Fungsinya, agar warna dari tanin bisa meresap sempurna ke kain dengan ketahanan yang lama.

Ada banyak daun yang bisa dimanfaatkan sebagai penghasil warna bagi batik ecoprint. Daun-daun tersebut tumbuhannya juga mudah ditemui di berbagai wilayah Indonesia, di antaranya secang, jati, jarak, dan ketapang.

Selain karena sifatnya yang ramah lingkungan, batik ecoprint juga punya keunggulan lain, yakni lebih aman bagi kesehatan. Batik ecoprint bisa mengurangi berbagai resiko kesehatan mulai dari alergi hingga pencemaran lingkungan.

Batik ecoprint ini dianggap potensial untuk dikembangkan di Jember karena sumber daya yang dinilai potensial di sana. Dengan UMKM yang jumlahnya banyak dan aktif, Jember punya kesempatan besar untuk menjadikan batik ecoprint sebagai produk unggulannya.

Continue Reading

Culture

Shio yang Hoki dalam Asmara di Tahun Kelinci Air

Published

on

Ilustrasi tahun kelinci air/Foto: Getty Images/erhui1979

Ilustrasi tahun kelinci air/Foto: Getty Images/erhui1979

 

Berdasarkan kalender China, 22 Januari 2023 adalah perayaan Tahun Baru China atau yang lebih dikenal dengan Imlek.

Pergantian tahun ini oleh orang Tionghoa dipercaya akan berpengaruh pada peruntungan shio alias zodiak.

Banyak aspek kehidupan yang dapat diramalkan dari tahun Kelinci Air ini, termasuk hubungan asmara.

Kabar baiknya, menurut Pakar Feng Shui Angelina Fang rupanya tahun ini akan menjadi tahun yang romantis.

“Elemen air pada Kelinci Air ini selain pintar dan imajinatif, ia juga romantis. Ini adalah tahun baik bagi orang-orang yang sedang mencari pasangan,” imbuh Angelina.

Setidaknya ada empat shio yang diramal mengalami keberuntungan dalam aspek hubungan asmara tahun ini.

Kira-kira, apakah empat shio itu? Apakah di antaranya ada shio anda?

1. Tikus

Lahir tahun: 1936, 1948, 1960, 1972, 1984, 1996, 2008

Anda dengan shio tikus perlu berbahagia, pasalnya asmara shio tikus di tahun Kelinci Air ini cukup baik.

Bagi yang masih lajang berpotensi untuk bertemu jodoh dan menikmati romantisme dalam percintaan.

Hal ini perlu disambut dengan perubahan diri, misalnya lebih aktif meminta kerabat untuk mengenalkan anda ke calon pasangan, dan juga harus berbenah diri.

Sedangkan bagi yang sudah berpasangan, disarankan untuk bisa mengendalikan diri untuk mencegah skandal percintaan yang bisa merusak reputasi anda.

Kesibukan karir dan keuangan anda mungkin dapat memisahkan anda dengan pasangan, jadi luangkan lah waktu yang berkualitas dengannya.

2. Kuda

Lahir tahun: 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002

Bagi anda shio kuda yang masih lajang, ada bintang bagus yang memberi potensi terbukanya jalur asmara anda tahun ini.

Coba lah untuk lebih terbuka dan menemui orang baru. Bahkan, bila mampu menjalani hubungan dengan baik anda diramalkan dapat berlanjut ke jenjang pernikahan.

Namun bagi anda yang telah berpasangan, waspadai lah godaan skandal karena masalah bisa menjadi panjang bahkan berpotensi menimbulkan problem hukum yang cukup besar.

3. Anjing

Lahir tahun: 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006

Asmara shio anjing di tahun Kelinci Air, bagi anda yang masih jomblo akan mudah menarik lawan jenis.

Pantaskan lah diri untuk mendapatkan jodoh berkualitas, misalnya dengan memperbaiki penampilan maupun meningkatkan wawasan diri.

Bila anda dengan shio anjing telah berpasangan, anda diramalkan akan menikmati kehidupan asmara yang lebih harmonis lagi di tahun ini.

Meski terkadang merasa kesepian, tetap lah hargai pasangan yang telah bersama anda selama ini.

4. Babi

Lahir tahun 1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007

Bila anda sedang ingin mengakhiri status lajang, tahun Kelinci Air ini menjadi tahun yang baik bagi shio babi. Ada harapan baik untuk anda bertemu jodoh.

Bagi anda yang telah memiliki pasangan, suasana hati yang tidak stabil akan mempengaruhi kualitas dalam hubungan.

Faktor eksternal seperti orang lain maupun pekerjaan akan mengganggu, sehingga belajar lah untuk mengembangkan komunikasi yang efektif dengan pasangan anda.

“Shio-shio yang hoki di tahun ini berarti dia akan lebih mudah untuk disukai orang lain,” kata Angelina Fang kepada Antara baru-baru ini.

Menurut Angelina, energi positif Kelinci Air pada tahun ini menjadi pertanda baik selain bagi anda yang sempat terhambat untuk bertemu pasangan saat pandemi, juga untuk memperbaiki hubungan yang melonggar antara orang terdekat lainnya, kerabat atau keluarga.

 

 

Continue Reading

Culture

Imlek Sempat Dilarang di Era Orba, Kini Jadi Hari Libur Nasional

Published

on

Perayaan Imlek di Thailand. Foto: Kompas.com

Perayaan Imlek di Thailand. Foto: Kompas.com

mycity.co.idPerayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan Minggu 22 Januari 2023 dinyatakan sebagai hari libur nasional. Pemerintah juga telah menetapkan hari Senin, 23 Januari 2023 sebagai hari cuti bersama Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili.

Ketetapan hari libur nasional dan cuti bersama itu diputuskan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1066 Tahun 2022 Nomor 3 Tahun 2022, Nomor 3 Tahun 2022 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023.

Padahal saat zaman orde baru, Imlek tidak dinyatakan sebagai hari libur. Bahkan saat itu, hanya boleh dilakukan di lingkungan keluarga dalam ruang tertutup.

Sebenarnya, mulai kapan pemerintah menetapkan perayaan Imlek sebagai hari libur nasional? Simak penelusuran Tempo berikut ini.

Pertama kali datang
Budaya Cina masuk bersama kedatangan orang Cina yang bermigrasi ke berbagai wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia untuk berdagang. Kedatangan mereka turut berdampak pada perkembangan kebudayaan di tanah air.

Imlek di masa pemerintahan Soekarno
Presiden Republik Indonesia Ir Soekarno menetapkan Penetapan Pemerintah tentang hari-hari raya umat beragama No.2/OEM-1946 yang salah satunya menyoal hari raya orang Tionghoa, segera setelah kemerdekaan Indonesia.

Ada empat perayaan yang masuk dalam penetapan tersebut, yaitu Tahun Baru Imlek, hari wafatnya Khonghucu pada tanggal 18 bulan 2 Imlek, Ceng Beng, dan hari lahirnya Khonghucu pada tanggal 27 bulan 2 Imlek.

Pada masa itu, orang-orang Tionghoa juga bisa berekspresi secara bebas, seperti berbahasa Mandarin, bahasa lokal, memeluk agama Konghucu, punya surat kabar berbahasa Mandarin, menyanyikan lagu Mandarin, dan memiliki nama Cina. Sekolah, toko, restoran, dan bengkel bisa memasang plang bertulisan Mandarin.

Pelarangan Imlek di masa pemerintahan Soeharto

Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.14/1967 tentang pembatasan Agama, Kepercayaan dan Adat Istiadat Cina pada 6 Desember 1967. Instruksi tersebut menetapkan seluruh upacara agama, kepercayaan, dan adat istiadat Tionghoa hanya boleh dirayakan di lingkungan keluarga dan dalam ruangan tertutup. Karena itu, perayaan imlek saat masa Soeharto umumnya tidak dilakukan, atau berlangsung tersembunyi.

Imlek kembali bebas dirayakan di masa pemerintahan Gus Dur
KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengeluarkan Keppres No.6/2000 tentang pencabutan Inpres No.14/1967 pada 17 Januari 2000. Sejak dicabutnya Inpres tersebut, masyarakat Tionghoa mendapatkan kebebasan lagi untuk menganut agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya termasuk merayakan upacara-upacara agama seperti imlek, Cap Go Meh, dan sebagainya secara terbuka.

Hari Raya Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional
Pada 19 Januari 2001, Menteri Agama RI mengeluarkan Keputusan No.13/2001 tentang penetapan Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional Fakultatif. Hari libur fakultatif adalah hari libur yang tidak ditentukan pemerintah pusat secara langsung, melainkan oleh pemerintah daerah setempat atau instansi masing-masing.

Kini, penetapan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional yang ditentukan langsung pemerintah melalui SKB Menteri.

Continue Reading
Advertisement

Trending