Connect with us

Arsitektur

6 Tips Memilih Coworking Space yang Nyaman & Tepat

Published

on

coworking space

Banyak orang yang memilih bekerja dari coworking space karena suasananya yang berbeda dengan bekerja di kantor pada umumnya. Namun, ada tips tersendiri untuk memilih coworking space yang tepat untuk kebutuhan kerjamu.

Ya, biaya sewa gedung perkantoran yang mahal, menjadi beban bagi Anda yang baru merintis bisnis dengan modal yang terbatas.

Namun, kini masalah tersebut sudah bisa diatasi. Di kota-kota besar, sudah banyak co-working space atau ruang kerja bersama yang disewakan harian, bulanan, dan tahunan dengan harga terjangkau.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

Bagi Anda yang sedang memulai usaha, Anda bisa lebih berhemat dengan menyewa co-working space untuk tempat kerja Anda bersama tim Anda. Fasilitas yang disediakan juga banyak dan akan membuat Anda merasa seperti memiliki kantor sendiri.

MyCity telah merangkum cara memilih coworking space yang nyaman dan tepat.

Sesuaikan Budget

Menyewa coworking space memang tidak terlalu menggelontorkan banyak dana atau dapat dikatakan cenderung murah dibanding menyewa unit-unit ruang pada gedung perkantoran konvensional. Beberapa coworking space di Jakarta diketahui memiliki harga murah mulai dari Rp50 ribu per harinya dengan periode sewa mulai dari harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan.

Bagi Anda para perintis perusahaan startup di ibu kota, Anda diwajibkan untuk mengkalkulasikan kebutuhan harga sewa coworking space di Jakarta dengan periode-periode waktu operasional yang dibutuhkan. Hal ini berfungsi untuk mengefisiensikan biaya pengeluaran di waktu-waktu Anda membutuhkan kebutuhan pembiayaan operasional lainnya.

Lokasi Strategis

Meskipun penyebaran coworking space di Jakarta kini telah merambah ke seluruh penjuru ibu kota, lokasi coworking yang strategis bisa dikatakan lebih baik diantara yang lainnya. Lokasi strategis bisa diartikan sebagai lokasi di pusat perkantoran dan bisnis atau kawasan-kawasan yang berisikan target konsumen perusahaan Anda.

Lokasi strategis dikatakan sangat penting karena sangat berhubungan dengan branding perusahaan startup Anda. Rata-rata calon konsumen atau klien yang menjadi target market akan memperoleh impresi awal baik hanya dengan melihat letak kantor perusahaan tersebut. Semakin strategis lokasinya, perusahaan Anda akan semakin diklaim sebagai perusahaan yang menjanjikan. Praktik ini juga berlaku untuk lembaga atau perusahaan pendanaan yang akan berinvestasi pada perusahaan Anda.

Pilih Manajemen Coworking space Berpengalaman

Salah satu poin tambahan yang bisa menjadi patokan Anda dalam memilih coworking space adalah menyurvei manajemen atau perusahaan penyedia tempat bekerja modern tersebut. Beberapa faktor yang dapat Anda pertimbangkan dalam menyeleksi penyedia coworking space misalnya jumlah cabang, kelengkapan fasilitas untuk bekerja, hingga aspek operasional dalam pengelolaan coworking space.

Perhatikan fasilitas yang ditawarkan

Setiap coworking space menawarkan fasilitas yang berbeda-beda. Umumnya, coworking space menawarkan fasilitas esensial seperti meja kerja, ruang rapat, jaringan internet, serta listrik.

Namun, banyak coworking space juga menawarkan berbagai fasilitas seperti ruangan khusus untuk teleconference, layanan printer, hingga katering.

Selain fasilitas-fasilitas tersebut, tidak jarang pengelola coworking menawarkan program pengembangan diri dan karier sebagai salah satu fasilitas yang ditawarkannya.

Mempertimbangkan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan bisa menjadi salah satu tips memilih coworking space yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Perhatikan desain area kerja di coworking space

Setiap coworking space memiliki desain kreatif dan lingkungan yang unik.

Menurut The Other Work Space, saat ini banyak coworking space yang menerapkan desain yang aestetik untuk menarik minat pengguna

Namun, desain yang diterapkan tidak selalu menghasilkan pengalaman pengguna yang diharapkan. Untuk itu, pastikan area kerja kamu yang sebenarnya, tempat yang akan kamu gunakan, sesuai dengan kebutuhanmu.

Tips memilih coworking space dengan desain area kerja yang telat adalah dengan memperhatikan desain meja kerjanya.

Pastikan meja kerja yang akan kamu gunakan dapat menopang badanmu dan tidak menyebabkan badanmu sakit.

Cari tahu apakah ada komunitas pengguna coworking space tersebut

Biasanya, setiap coworking space memiliki komunitas penggunanya tersendiri. Komunitas ini akan memberikan banyak manfaat untukmu.

Mulai dari koneksi, berbagi ilmu, hingga kesempatan untuk mengembangkan karier, kamu akan mendapatkan banyak keuntungan jika bergabung dengan komunitas seperti ini.

Bergabung dengan komunitas juga akan memberikanmu beberapa kemudahan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas yang dikhususkan pengelola coworking space untuk anggota komunitas.

Komunitas seperti ini juga biasanya akan mengadakan berbagai acara yang bermanfaat untuk pengembangan diri dan karier kamu.

Advertisement

Arsitektur

Pentingnya Menanamkan Pemahaman Mengenai Bangunan Hijau Sejak Dini

Published

on

Bangunan Hijau
Bangunan Hijau

Institusi pendidikan digandeng oleh IFC (World Bank) untuk program bangunan hijau. Dengan kolaborasi ini diharapkan ada pemahaman sejak dini untuk pengembangan infrastruktur dan bangunan hijau sehingga bisa terus mendorong desain bangunan hijau untuk mewujudkan lingkungan yang lebih baik.

International Finance Corporation (IFC), bagian dari Kelompok Bank Dunia (World Bank), memperluas jalinan kemitraan dengan enam universitas baru untuk melaksanakan program Design for Greater Efficiency (DfGE) yang bertujuan memberikan panduan bagi mahasiswa dan profesional muda dalam membangun dan mengembangkan desain bangunan yang disertai dengan efisiensi sumber daya.

Kerja sama ini dilakukan dengan Universitas Trisakti, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Universitas Widya Kartika. Dengan kerja sama ini para calon arsitek Indonesia akan menerima manfaat dari kelas desain bangunan hijau yang akan membantu mereka mendorong pertumbuhan ekonomi rendah karbon dan menciptakan lapangan kerja terampil di tengah pesatnya laju urbanisasi di Indonesia.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Menurut Country Manager IFC untuk Indonesia dan Timor Leste Azam Khan, pihaknya sangat terhormat mendapatkan dukungan dan komitmen dari berbagai universitas untuk terus melatih generasi baru khususnya di bidang spesialis bangunan hijau.

“Dengan menjalin kerja sama seperti ini kami dapat terus mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan standar keberlanjutan diantara para profesional muda. Hal ini untuk terus membawa perubahan pada sektor konstruksi Indonesia ke jalur rendah karbon untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Bangunan hijau dapat berfungsi sebagai solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur maupun bangunan negara yang terus meningkat serta meningkatkan ketahanannya terhadap perubahan iklim. Hal ini juga makin penting seiring dengan pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, kurangnya tenaga profesional yang terampil menjadi salah satu rintangan terbesar untuk meningkatkan bangunan hijau di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Menanggapi hal ini, sebagai bagian dari Program Transformasi Pasar Bangunan Hijau, IFC mengembangkan program DfGE yang ditujukan bagi mahasiswa guna memajukan pertumbuhan dan desain bangunan hijau tersebut.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti Hadi Prabowo mengatakan, sebagai institusi pendidikan Universitas Trisakti perlu terus meningkatkan kesadaran dan juga meningkatkan penyerapan praktik bangunan hijau di kalangan mahasiswa.

“Design for Greater Efficiencies dari IFC ini merupakan program yang tepat bagi para mahasiswa kami untuk mempraktikkan desain hijau sehingga bisa diharapkan akan meningkatkan peran mereka sebagai pemimpin masa depan dalam urbanisasi yang berkelanjutan,” katanya.

Upaya IFC dalam mempromosikan DfGE di Indonesia juga dilakukan atas kerja sama dengan Switzerland’s State Secretariat for Economic Affairs (SECO). Program ini mencakup berbagai topik dari standar bangunan hijau, manajemen, hingga alat evaluasi desain yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di enam universitas.

DfGE saat ini telah menjangkau delapan kota di Indonesia yaitu Jakarta, Tangerang, Bandung, Surakarta, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Targetnya, lebih dari 1.000 mahasiswa bisa bergabung dalam program ini pada tahun 2024 dan akan menargetkan lebih banyak kota di masa mendatang.

Sejak tahun 2011, program bangunan hijau IFC telah membantu menetapkan landasan pada pembuatan peraturan bangunan hijau di Jakarta, Bandung, dan Semarang hingga mengkatalisasi pasar melalui pembiayaan bangunan hijau. Hal ini untuk terus meningkatkan edukasi dan kesadaran akan bangunan hijau serta mengembangkan sistem sertifikasi bangunan hijau milik IFC yang dikenal sebagai Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).

Hingga saat ini EDGE telah mensertifikasi 1,4 juta meter persegi lahan bangunan di Indonesia dengan potensi pengurangan sebesar 41.639,46 ton CO₂ yang setara dengan penanaman 688.510 bibit pohon.

Continue Reading

Arsitektur

Jelang MotoGP 2022, Sirkuit Mandalika Bakal Dihiasi Rumah Sasak

Published

on

Rumah lumbung sasak
Rumah lumbung sasak

Rumah-rumah masyarakat di sekitaran Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, mendapatkan program bedah rumah. Setiap rumahnya didesain mengusung desain khas Lombok yaitu lumbung sasak untuk mempercantik kawasan sirkuit saat nanti ada ajang MotoGP.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengebut penataan rumah-rumah di sekitar kawasan koridor Sirkuit MotoGP Mandalika. Sejumlah rumah yang kondisinya kurang layak huni mendapatkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) serta dibangun dengan mengedepankan ciri khas rumah adat sasak agar lebih menarik para pengunjung ajang balap motor bertaraf internasional yang akan dihelat bulan Maret 2022 mendatang.

“Kami siap menata rumah-rumah di sekitar kawasan Sirkuit MotoGP Mandalika, Lombok, ini. Tentu masyarakat juga dilibatkan dalam proses pembangunannya melalui Program BSPS atau bedah rumah sehingga lebih cantik dan tertata,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Baca Juga:

  1. Tren Baru, Orang Kaya Ramai-Ramai Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Akui Tak Tertarik dengan Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

Menurut Basuki, penataan rumah-rumah sangat diperlukan untuk memperindah kawasan di sekitar area sirkuit apalagi rumah-rumah tersebut berada di sekitar depan pintu gerbang Sirkuit MotoGP Mandalika. Basuki juga sempat berbincang dengan masyarakat penerima bantuan program bedah rumah ini.

Selain itu pesan lainnya yang disampaikan untuk masyarakat penerima bantuan yaitu agar bisa menjaga rumah maupun kawasannya yang telah direvitalisasi sehingga tetap nyaman dan asri. Hal ini penting karena rumah-rumah masyarakat di sekitaran sirkuit internasional ini juga menjadi wajah untuk pengunjung bisa menikmati suasana khas Lombok.

Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, saat ini progres program bedah rumah yang dilaksanakan di sekitaran kawasan Sirkuit Mandalik aini telah mencapai 40 persen untuk pekerjaan fisik tahap pertama di lapangan.

“Jumlah rumah yang dibangun melalui program peningkatan kualitas rumah ini sebanyak 196 unit yang tersebar di dua klaster besar di Desa Kuta Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Setiap unit rumah mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta berupa bahan material dan upah tenaga kerja,” katanya.

Hal lainnya yang menarik, rumah yang direvitalisasi ini mengedepankan desain tradisional khas Lombok yaitu lumbung sasak. Rumah-rumah dibuat dengan atap dari Jerami kering yang disusun rapat di bagian depan atau halaman rumah.

“Kami harap seluruh pekerjaan bangunan rumah ini bisa selesai tepat waktu sebelum ajang MotoGP nanti. Kami juga menerjunkan tenaga ahli bidang perumahan untuk mendampingi masyarakat dalam proses pembangunannya,” tandas Iwan.

Continue Reading

Arsitektur

Keren, Ada Kantin Layang di Kementerian PUPR

Published

on

Kantin Layang di Kementerian PUPR
Kantin Layang di Kementerian PUPR

Keberadaan kantin yang merupakan usaha kecil di Kantor Kementerian PUPR direvitalisasi dengan dibuat semacam skybride di atas jalur pedestrian. Ini juga untuk merevitalisasi kawasan sehingga jalur pedestrian bisa kembali digunakan dan kawasannya menjadi lebih tertata.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meresmikan Kantin Higienis di lingkungan Kantor Kementerian PUPUR, Jalan Raden Patah, Kebayoran Baru, Jakarta. Kantin ini merupakan revitalisasi deretan kios pedagang kaki lima (PKL) yang berlokasi di pinggiran Jalan Raden Patah dengan dinaikan (melayang) sehingga fungsi pedestrian di bawahnya juga bisa digunakan.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, karena itu kantin ini dinamakan Kantin Layang (Kalayang) untuk memfungsikan kembali jalur pejalan kaki dan di sisi lain menyejahterakan para PKL. “Penataan Kalayang ini juga untuk meningkatkan estetika, kenyamanan, dan kebersihan kawasan kuliner selain meningkatkan pendapatan para PKL di sini,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. Ada yang Laku Hingga Rp61 Miliar, Begini Cara Beli Tanah di Metaverse
  2. Elon Musk Kirim Sindiran Pedas untuk Metaverse
  3. Bill Gates: Bakal Banyak Orang Berkantor di Metaverse

Dengan telah hadirnya Kalayang ini Basuki berharap bisa ditingkatkan juga kualitas makanan dan lingkungan kantin. Kalayang ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana seperti air mengalir untuk cuci piring sehingga menjamin kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan karena mayoritas konsumen kantin ini para pegawai Kementerian PUPR.

Kalayang ini juga mendapatkan apresiasi dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki. Menurutnya, kantin layang ini bisa menjadi contoh untuk kantor kementerian maupun instansi lainnya sekaligus untuk menata kawasan menjadi lebih baik dan tidak menggusur keberadaan para pelaku usaha kecil.

“Selama ini terjadi ironi, di sekitaran perkantoran PKL tempat makan para pegawai kurang terjaga kebersihan maupun kawasannya. Di sini PKL tidak diusir tapi dirangkul, diberdayakan, dan diberi tempat yang layak sehingga menciptakan kawasan yang bersih, fasilitas lengkap, hingga jadi nilai tambah kawasan dengan adanya kantin layang ini,” katanya.

Kalayang PUPR ini dibangun sejak bulan Oktober 2020 lalu oleh Ditjen Cipta Karya dengan anggaran senilai Rp24,4 miliar. Kontraktor pelaksananya oleh PT Ganiko Adiperkasa dan konsultan supervise PT Sava Bintang Padang. Lingkup pekerjaannya antara lain pondasi bore pile, pekerjaan struktur bawah, struktur atas, pekerjaan arsitektur, dan mekanikal elektrikal plumbing (MEP).

Kalayang memiliki luas mencapai 1.512,35 m2 yang terbagi menjadi tiga kawasan: kawasan utara dari Gerbang Bina Marga hingga Gerbang Raden Patah dengan panjang 121,1 meter, jembatan sepanjang 44,5 meter, dan kawasan selatan dari Gerbang Raden Patah hingga Gerbang Sumber Daya Air sepanjang 146,63 meter. Kapasitas tempat ini mencapai 480 pengunjung dan telah dilengkapi dengan delapan toilet.

Continue Reading

Trending