Connect with us

Edukasi

6 Perbedaan Antara Lebah dan Tawon.

Published

on

Gambar Lebah (kiri) dan Tawon (kanan). Foto: berbagai media.

Foto Lebah (kiri) dan Tawon (kanan). Foto: berbagai media.

mycity.co.id – Jika mendengar kata ‘Lebah’ dan ‘Tawon’ yang teringat dalam pikiran kita adalah hewan kecil dengan sengatannya yang menyakitkan. Selain itu sarangnya yang sering berada di pohon menjadi ciri khas dari lebah ataupun tawon.

Pembaca mycity tahu nggak sih, walaupun terlihat sama, ternyata lebah dan tawon memiliki beberapa perbedaan. Dirangkum mycity.co.id dari berbagai laman media, berikut adalah perbedaan dari lebah dan tawon.

1. Ukuran Badan
Jika melihat dari ukuran badannya, lebah terlihat lebih kecil dari tawon. Secara umum, ukuran badan lebah madu hanya sekitar 1/2 inch, ramping dan memiliki warna kekuningan dengan garis hitam dan kuning. Sedangkan tawon memiliki ukuran lebih besar dari lebah, dengan rata-rata panjang tubuh sekitar 1 cm (1/3 inch) hingga 2.5 cm (1 inch) dan tidak memiliki bulu.

Baca Juga :  5 Racikan Masker Wajah Susu Beruang

2. Sarang
Sarang lebah berbentuk heksagonal yang terbuat dari beeswax atau lilin lebah. Berbeda dari lebah, sarang tawon terbuat dari bahan kertas berpartikel kayu yang dikunyah dan air liur tawon sendiri. Lebah dan tawon memiliki siklus hidup tahunan, sehingga mereka hanya menggunakan sarangnya selama satu tahun. Namun, ada juga tawon yang kembali menggunakan sarang lamanya.

Foto Sarang Lebah (kiri) dan Sarang Tawon (kanan). Foto: berbagai sumber

Foto Sarang Lebah (kiri) dan Sarang Tawon (kanan). Foto: berbagai sumber.

3. Makanan
Tawon dan lebah sama-sama memakan nektar yang berasal dari tanaman di sekitar tempat tinggalnya. Walaupun sebagian besar tawon merupakan serangga herbivora yang memakan buah-buahan dan nektar, ada juga beberapa jenis tawon merupakan serangga omvivora yang memakan daging dari serangga lain.

Baca Juga :  Mengapa Butuh Berpikir Kritis? Begini Penjelasannya

4. Sengatan
Sengatan merupakan senjata bagi lebah dan tawon untuk melindungi diri jika merasa terancam. Namun berbeda dari tawon yang dapat menyengat musuhnya berkali-kali, lebah hanya dapat menyengat sekali lalu mereka akan mati. Hal itu karena sengatan lebah akan menempel pada musuhnya yang menyebabkan tubuh lebah pun ikut terluka.

Baca Juga :  Unik! Angpao Bermotif Daging Wagyu Sambut Tahun Kerbau Logam

5. Madu
Meski sama-sama memakan nektar, tawon tidak memproduksi madu seperti lebah. Lebah memakan nektar untuk dijadikan madu, sedangkan tawon memberikan netar yang diambil kepada tawon muda untuk dijadikan sumber energi.

6. Koloni
Koloni lebah populasinya terdiri dari 75.000 ekor lebah, sedangkan koloni tawon populasinya terdiri dari 10 ribu ekor tawon.

Edukasi

Ngeri, Para ilmuwan Hidupkan Lagi Virus Purba Berumur 48.500 Tahun

Published

on

Peneliti bekerja di dalam laboratorium. Foto/REUTERS

Mycity.co.id – Permafrost yang mencair dapat menimbulkan bahaya bagi umat manusia. Para ilmuwan memperingatkan itu setelah menghidupkan kembali virus kuno yang membeku selama puluhan ribu tahun.

“Virus semacam itu masih mampu menginfeksi organisme hidup,” ungkap tim internasional setelah mereka mengamati total sembilan virus purba yang ditemukan di permafrost Siberia yang menginfeksi amuba di laboratorium.

“Virus paling kuno yang baru ditemukan berusia hampir 50.000 tahun,” ujar tim tersebut.

“48.500 tahun adalah rekor dunia,” ungkap Jean-Michel Claverie, anggota tim dan peneliti di Universitas Aix-Marseille di Prancis, kepada New Scientist.

Baca Juga :  5 Manfaat Masker Madu yang Jarang Diketahui

Timnya mempelajari total tujuh virus purba dalam studi terbarunya. Grup tersebut menerbitkan pracetak karya mereka pada awal November.

Kelompok yang beranggotakan ilmuwan dari Rusia, Prancis, dan Jerman itu sebelumnya telah berhasil menghidupkan kembali dua virus purba lainnya, yang berusia 30.000 tahun.

Virus yang ditemukan dan dihidupkan kembali oleh tim tersebut dianggap sebagai yang paling kuno yang pernah dihidupkan kembali.

Meski demikian, beberapa peneliti lain mengklaim telah menghidupkan kembali bakteri, yang dikatakan berusia hingga 250 juta tahun.

Semua virus yang dihidupkan kembali oleh tim termasuk jenis pandoravirus, sekelompok virus raksasa yang hanya mampu menginfeksi organisme bersel tunggal seperti amuba.

Baca Juga :  Setelah 140 Tahun Dianggap Punah, Merpati Tengkuk Hitam Ditemukan di Papua Nugini

“Namun, fakta bahwa kesembilan virus purba masih mampu menginfeksi sel hidup setelah menghabiskan puluhan ribu tahun di permafrost berarti bahwa virus lain yang berpotensi menularkan tumbuhan, hewan, atau bahkan manusia, yang terperangkap di sana dapat dilepaskan, dan dihidupkan kembali, juga,” papar para ilmuwan memperingatkan.

“Ada bahaya yang nyata,” ujar Claverie. Dia menambahkan, “Ada bakteri dan virus yang keluar setiap hari.”

“Namun, tidak mungkin untuk secara tepat menentukan tingkat potensi bahaya saat ini,” papar ilmuwan tersebut.

Baca Juga :  4 Jurusan Kuliah Ini Paling Langka di Indonesia

Rusia telah memperingatkan tentang bahaya yang mungkin timbul akibat pencairan permafrost yang terus berlanjut akibat perubahan iklim.

“Mencairkan tanah yang telah sangat beku selama berabad-abad, jika tidak selama ribuan tahun, masih dapat mengandung beberapa spora bakteri dan virus ‘zombie’ yang layak,” papar Nikolay Korchunov, perwakilan senior Rusia untuk Dewan Arktik kepada RT pada tahun 2021.

Moskow menganggap bahayanya cukup serius untuk meluncurkan proyek keamanan hayati dan meminta semua negara Dewan Arktik lainnya untuk bergabung. Selain Rusia, organisasi antar pemerintah termasuk AS, Kanada, Denmark, Norwegia, Islandia, Finlandia, dan Swedia.

Continue Reading

Edukasi

Kenapa Minggu Jadi Hari Libur dalam Sepekan? Ini Sejarahnya

Published

on

Tiap negara memang punya hari libur sendiri, tapi Minggu jadi yang paling umum. Meski begitu, ada juga beberapa negara yang menetapkan libur sekali dalam sepekan di hari Jumat atau Sabtu/Repro

Tiap negara memang punya hari libur sendiri, tapi Minggu jadi yang paling umum. Meski begitu, ada juga beberapa negara yang menetapkan libur sekali dalam sepekan di hari Jumat atau Sabtu/Repro

mycity.co.id – Hari Minggu jadi salah satu hari yang ditunggu-tunggu karena merupakan hari libur dalam setiap pekan.

Tiap negara memang punya hari libur sendiri, tapi Minggu jadi yang paling umum. Meski begitu, ada juga beberapa negara yang menetapkan libur sekali dalam sepekan di hari Jumat atau Sabtu.

Baca Juga :  Fitur Roboguru Hadirkan Inovasi Baru

Tahukah kamu, di balik penentuan Minggu sebagai hari libur yang diterapkan di banyak negara, ternyata ada sejarah yang menarik untuk diketahui.

Melansir Bobo.id, penetapan libur sekali setiap pekan di hari Minggu berasal dari tradisi Romawi Kuno, yang menguasai banyak negara di Eropa.

Baca Juga :  Kebiasaan Sebelum Tidur Berdasarkan Zodiak

Dalam perumusan kalender Romawi Kuno, hari pertama dalam satu pekan bukan jatuh di hari Senin, melainkan hari Minggu.

Bangsa Romawi Kuno meyakini kalau hari Minggu merupakan hari yang baik untuk beribadah, sehingga segala aktivitas pada hari Minggu diliburkan.

Pengaruh ini kemudian menyebar juga ke berbagai wilayah kekuasaan bangsa Romawi, sehingga peraturan yang menetapkan Minggu sebagai hari libur ini diikuti oleh banyak negara yang menggunakan kalender Masehi, termasuk Indonesia.

Baca Juga :  Inilah 10 Negara Penghasil Madu Terbesar di Dunia, Iran Kelima

Selain Minggu, libur dalam sepekan juga umumnya diberikan di hari Sabtu. Melansir BBC, Sabtu dan Minggu yang dinikmati sebagai hari libur akhir pekan oleh para pekerja saat ini, diperjuangkan gerakan buruh pada abad ke-19.

Aturan ini kemudian menjadi popular dan diterapkan di berbagai negara di dunia, sebab libur pada Sabtu dan Minggu membuat para pekerja menjadi lebih segar dan lebih semangat bekerja di hari Senin.

Continue Reading

Edukasi

Bayi Kembar ‘Tertua’ di Dunia Lahir dari Pembekuan Embrio 30 Tahun

Published

on

Bayi kembar Lydia dan Timothy Ridgeway yang lahir dari embrio yang dibekukan selama 30 tahun ((National Embryo Donation Center))

Ada yang tak biasa dari kelahiran kembar Lydia dan Timothy Ridgeway yang lahir ke dunia pada 31 Oktober 2022.

Mereka rupanya menjadi bayi “tertua” yang lahir berkat pembekuaan embrio yang dilakukan 30 tahun yang lalu. Embrio itu pun menjadi embrio beku terlama yang berhasil lahir dengan selamat.

Sementara itu, pemegang rekor bayi “tertua” sebelumnya adalah Molly Everette Gibson yang lahir pada 26 Oktober 2020 dari embrio yang telah dibekukan selama 28 tahun.

Baca Juga :  Mengenal Ragam Jenis Lebah yang Dikembangkan di Indonesia

Mengutip Science Alert, Kamis (24/11/2022); embrio si kembar tersebut berasal dari pasangan suami istri anonim yang melakukan fertilisasi in vitro (IVF). Embrio yang sudah dibuahi itu kemudian disimpan pada suhu -196 derajat Celcius dalam nitrogen cair pada tanggal 22 April 1992.

Proses IVF memang dapat menghasilkan lebih banyak embrio daripada yang dibutuhkan. Kelebihannya kemudian dapat disumbangkan untuk ilmu pengetahuan atau pasangan yang menginginkan anak.

Pada kasus ini, embrio yang berkembang menjadi si kembar disumbangkan ke Pusat Donasi Embrio Nasional (NEDC) di Knoxville, Tennessee, sebelum kemudian diteruskan ke Rachel dan Philip Ridgeway dari Portland, Oregon yang menjadi orangtua si kembar. Sebelumnya, dia dan istrinya telah memiliki empat anak yang semuanya berusia di bawah 10 tahun.

Baca Juga :  Jakarta Gelar Pameran Bertajuk "Hotel for Play", Edukasi Seks Khusus Usia 18+

Menariknya, Philip sendiri masih berusia lima tahun ketika embrio dibekukan. Embrio dapat dibekukan untuk waktu yang hampir tanpa batas, meskipun tingkat kelangsungan hidup setelah pencairan sekitar 80 persen dan hanya sebagian kecil dari embrio yang ditransfer menghasilkan kelahiran hidup.

Baca Juga :  Simak! Cara Menyimpan dan Waktu Terbaik Mengonsumsi Kurma

Dalam kasus ini, lima embrio dicairkan dan hanya tiga yang cukup layak untuk dipindahkan, setelah itu dihasilkan dua kelahiran hidup.

Terlepas dari proses pembekuan yang panjang, usia donor dan penerima embriolah yang menentukan keberhasilan prosedur sehingga mereka bisa lahir sehat seperti anak-anak yang lain.

Sekarang, setelah menunggu lama, kehidupan dapat dimulai dengan baik untuk Lydia (lahir dengan berat sekitar 2,6 kilogram) dan Timothy (sekitar 2,9 kilogram).

Continue Reading
Advertisement

Trending