Connect with us

Religi

6 Agama yang Diakui di Indonesia

Published

on

Gambar Ilustrasi Keberagaman Agama di Indonesia.

Agama yang diakui di Indonesia ada enam, yaitu Agaman Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Negara Indonesia merupakan salah satu negara demokratis dengan memiliki agama mayoritas adalah agama Islam.

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki beragam suku dan kepercayaan. Agama yang diakui di negara Indonesia ada enam dan memiliki perbedaan serta ciri khas tersendiri.

Dinukil dari Pasal 28E ayat (1) UUD 1945, negara menjamin kebebasan beragama untuk semua orang menurut keyakinannya sendiri. Setiap masyarakat Indonesia harus memiliki sikap toleransi dan saling menghormati guna menjaga kerukunan seluruh umat beragama.

Baca Juga :

  1. Lagi, Jokowi Beri Jabatan Baru untuk Luhut Binsar Pandjaitan
  2. Pantai Marunda, Lokasi Asyik Melihat Migrasi Burung di Utara Jakarta
  3. Asal Usul Sagu Porno dari Kepulauan Sangihe

Keyakinan seseorang terhadap Tuhan juga dikatakan dalam sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Setiap orang Indonesia diwajibkan untuk memilih salah satu agama sesuai kepercayaannya. Karena hal ini juga akan dimasukkan ke dalam data pribadi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), paspor, atau dokumen penting lainnya.

Berikut 6 Agama yang Diakui di negara Indonesia:

1.Agama Islam
Islam adalah agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat di Indonesia. Penganut agama Islam di Indonesia saat ini mencapai 207 juta orang. Apabila dipersenkan, maka keseluruhan penduduk Muslim yang ada di Indonesia sekitar 87,2%.

Kitab suci umat Islam adalah Al Quran dan untuk tempat ibadahnya adalah masjid. Seluruh umat Islam biasanya merayakan hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Maulid Nabi Muhammad, Isra’ Miraj, dan Tahun Baru Hijriah.

2. Agama Kristen Protestan
Agama Kristen Protestan merupakan sebuah denominasi yang muncul sejak protes Marthin Luther pada tahun 1517. Penganut agama Kristen Protestan merupakan penganut agama kedua terbanyak di Indonesia dengan total populasi sebanyak 16.5 juta jiwa atau jika dipersenkan mencapai 6,9%.

Umat Kristen Protestan memiliki Alkitab sebagai kita suci mereka dan mereka melakukan ibadah di gereja. Umat Kristiani memiliki hari-hari besar seperti Natal dan Paskah.

3. Agama Katolik
Agama Kristen Katolik di Indonesia muncul ketika bangsa Portugis mendatangi pulau Maluku, dan orang Maluku yang pertama kali menganut agama Katolik di Indonesia. Agama Katolik merupakan agama ketiga terbanyak dengan jumlah pemeluk mencapai 6,9 juta orang atau jika dipersenkan mencapai 2,9%.

Katolik memiliki memiliki Alkitab sebagai kitab suci mereka. Agama Katolik memiliki gereja sebagai tempat beribadahnya. Selain itu, agama Katolik juga memiliki hari-hari besar dalam keagamannya seperti Hari Natal, Kenaikan Isa Almasih, Hari Jumat Agung, dan Hari Paskah.

4. Agama Hindu
Agama Hindu memiliki sejarah yang cukup panjang apabila dibandingkan dengan agama lain di Indonesia. Bali merupakan daerah dengan penganut agama Hindu terbesar di Tanah Air. Jumlah pemeluk agama Hindu mencapai 4 juta orang dan jika dipersenkan mencapai 1,7%.

Pemeluk agama Hindu memiliki kitab suci yang bernama Veda / Weda. Mereka juga memiliki tempat ibadah yang bernama Pura. Agama Hindu biasa merayakan hari-hari besar seperti Nyepi, Pagerwesi, dan Saraswati.

5.Agama Buddha
Buddha adalah agama tertua yang ada di dunia dan juga di Indonesia. Agama Buddha berasal dari India dan berkembang cukup baik di wilayah Asia. Jumlah penganut agama Buddha di Indonesia mencapai 1.7 juta jiwa dan bila dipersenkan mencapai 0.7%.

Agama Buddha juga memiliki kitab suci yang bernama Tripitaka. Mereka memiliki tempat ibadah yang bernama Vihara. Sama halnya dengan agama lain, Buddha juga memiliki hari-hari besar seperti Waisak, Kathina, dan Asadha.

6. Agama Konghucu
Agama terakhir yang diakui di Indonesia adalah Konghucu. Agama Konghucu berasal dari orang-orang Tionghoa yang merantau ke Indonesia. Sampai saat ini, penganut agama Konghucu di Indonesia mencapai 135 ribu orang atau sekitar 0,05%.

Umat Konghucu memiliki kitab suci yang bernama Si Shu Wu Ching. Mereka juga memiliki tempat untuk beribadah yaitu Li Tang atau Klenteng dan mereka memiliki hari-hari besar seperti Cap Go Meh dan Tahun Baru Imlek.

Meski banyak-nya 6 agama yang ada di negara Indonesia, masyarakat tetap hidup damai dan rukun. Hal itu dapat dilihat, salah satunya dari berhadapannya bangunan rumah Ibadah umat Islam dan Kristen di Jakarta Pusat, Antara bangunan Masjid Istiqlal berhadapan dengan Gereja Katedral.

Religi

Pemerintah Putuskan Ibadah Umrah Ditunda Hingga Tahun 2022

Published

on

Umrah 2021
Umrah 2021

Pemerintah Indonesia memutuskan menunda pemberangkatan jemaah Umrah 2021. Merebaknya Covid-19 varian Omicron menjadi penyebabnya.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekenomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa jemaah Umroh baru diberangkatkan setelah penanganan libur akhir tahun. Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah fokus mengantisipasi potensi peningkatakn kasus Covid-19 di akhir tahun.

“Tentu konsentrasi pada Natal dan tahun baru, baru sesudah itu kita akan melihat buka untuk kegiatan umrah,” kata Airlangga dalam jumpa pers daring di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (6/12/2021).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Airlangga menyampaikan penundaan juga mengikuti kebijakan di sejumlah negara. Menurutnya, beberapa negara masih menerapkan karantina 10 hari untuk pelaku perjalanan luar negeri.

Meski demikian, Airlangga memastikan Pemerintah Indonesia menyambut baik kebijakan Arab Saudi kembali membuka pintu umrah. Dia berkata Indonesia akan mengirim jemaah setelah masa libur akhir tahun.

“Pemerintah masih melihat dan menyambut Saudi sudah menerima Sinovac untuk melakukan umrah,” ujarnya.

Sebelumnya, Arab Saudi membuka pembatasan kedatangan dari Indonesia mulai 1 Desember 2021. Di saat bersamaan, jemaah umrah asal Indonesia boleh kembali mendatangi Tanah Suci.

Awalnya, Kementerian Agama telah merencanakan keberangkatan umrah mulai Desember 2021. Pemberangkatan umrah pascapenularan varian Delta ini disebut akan menjadi uji coba Indonesia memberangkatkan jemaah haji pada 2022.

Continue Reading

Religi

Arab Saudi Berikan Izin Masuk Tanpa Karantina 14 Hari untuk Orang Indonesia, Ini Komentar Menag

Published

on

Ibadah Haji
Ibadah Haji

Kabar baik terkait pelaksanaan ibadah haji datang kepada Indonesia. Pemerintah Arab Saudi memberikan izin masuk langsung untuk wisatawan dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India mulai 1 Desember nanti tanpa harus karantina selama 14 hari di negara ketiga.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Jumat (26/11/2021), meski demikian, wisatawan diharuskan untuk menjalani karantina selama lima hari di akomodasi yang telah disetujui pemerintah Arab Saudi begitu mereka tiba.

Terkait hal itu, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik aturan baru yang diterbitkan Otoritas Penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), tertanggal 25 November 2021 itu. Keputusan ini bertepatan usai kunjungan kerja Yaqut ke Arab Saudi.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Alhamdulillah, jelang kepulangan kunjungan kerja dari Arab Saudi, saya mendapat informasi resmi bahwa mulai pukul satu dini hari, pada Rabu 1 Desember 2021, warga Indonesia sudah diperbolehkan masuk ke Arab Saudi tanpa perlu melalui negara ke-3 selama 14 hari,” jelas Yaqut.

Yaqut mengatakan, izin masuk WNI ke Arab ini juga dilakukan tanpa perlu syarat vaksinasi booster atau vaksinasi dengan dosis ketiga.

“Tidak lagi ada persyaratan booster, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menjalani karantina institusional selama lima hari. Ini harus dipatuhi dan menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dia mengatakan, selain Indonesia, ada lima negara lain yang juga sudah mendapatkan izin masuk Saudi, yaitu Pakistan, Brazil, India, Vietnam, dan Mesir.

Larangan terbang atau suspend diberlakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak Februari 2021. Ketentuan ini sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021. Penerbangan dari Indonesia diperbolehkan langsung ke Saudi, tetapi hanya dikhususkan bagi orang-orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi, baik mukimin atau ekspatriat.

“Semoga ini juga akan menjadi kabar baik buat jemaah umrah Indonesia yang sudah tertunda keberangkatannya sejak Februari 2021. Semoga jemaah Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ke Tanah Suci. Namun, harus disiplin protokol kesehatan sesuai ketentuan Arab Saudi,” pesannya.

Gus Menteri, sapaan akrab Menag Yaqut, mengapresiasi respons cepat dari otoritas Arab Saudi atas sejumlah pembahasan yang dilakukannya beberapa hal ini di Jeddah dan Makkah, baik dengan Menteri Urusan Agama Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Syekh Abdullatif bin Abdulaziz, Gubernur Makkah Khalid bin Faisal Al Saud, maupun Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi H.E Tawfiq F. Al-Rabiah.

“Dalam tiap kesempatan, saya sampaikan kepada mereka tentang kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bersama tim Kemenag sudah saya minta untuk menyusun skenario dan teknis penyelenggaraan yang akan dibahas bersama dengan Wakil Menteri Urusan Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arabia Dr. Abdulfatah Suliman Hashat bersama jajarannya,” tutur Menag.

Continue Reading

Religi

Kabar Baik, Arab Saudi Berikan Izin Masuk Tanpa Karantina 14 Hari untuk Orang Indonesia

Published

on

Ibadah Haji
Ibadah Haji

Kabar baik terkait pelaksanaan ibadah haji datang kepada Indonesia. Pemerintah Arab Saudi memberikan izin masuk langsung untuk wisatawan dari Indonesia, Pakistan, Brasil, Vietnam, Mesir dan India mulai 1 Desember nanti tanpa harus karantina selama 14 hari di negara ketiga.

Seperti dilansir dari Al-Arabiya, Jumat (26/11/2021), meski demikian, wisatawan diharuskan untuk menjalani karantina selama lima hari di akomodasi yang telah disetujui pemerintah Arab Saudi begitu mereka tiba.

Dikutip dari pejabat kementerian, persyarakat bagi wisatawan yang hendak ke Arab Saudi tersebut tidak melihat status vaksinasi Covid-19 mereka.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Sumber tersebut menekankan akan pentingnya penerapan untuk semua tindakan pencecegahan yang diadopsi ini dipatuhi,” ujarnya.

Sumber tersebut menjelaskan kalau semua prosedur dan tindakan masih harus dilakukan evaluasi terus menerus oleh pihak otoritas Arab Saudi yang kompeten.

Ditambahkan juga bahwa keputusan dari persyaratan bagi wisatawan ini sudah disesuaikan dengan perkembangan situasi epidemiologis secara global.

Selain itu, pengumuman yang dikeluarkan ini berdasarkan pembaruan terus-menerus terhadap situasi epidemiologis, baik secara lokal maupun global.

Dan juga menurut laporan yang disampaikan oleh otoritas kesehatan Saudi tentang perkembangan pandemi dan situasi kesehatan di beberapa negara.

Continue Reading

Trending