Connect with us

Bisnis

5 Tempat Wisata Tutup, Terbengkalai dan Beralih Fungsi

Published

on

Snow Bay saat tutup dan terbengkalai

Setiap hari libur sekolah, Idul Fitri ataupun Natal dan Tahun Baru, banyak keluarga yang memilih menikmati taman bermain. Di Indonesia sendiri, cukup banyak tempat rekreasi atau taman bermain.

Tak hanya itu, taman bermain tersebut bukan hanya yang memacu adrenalin, melainkan juga ada wisata air. Sayangnya, saat pandemi Covid melanda dunia pada 2020 lalu, banyak bisnis taman bermain yang harus tutup.

Baca juga: Daya Tarik Wisata Keluarga di Lembang Wonderland

Bahkan beberapa diantaranya tutup permanen karena tak sanggup untuk biaya operasional saat sepi pengunjung. Berikut ini ada beberapa taman bermain yang harus tutup di beberapa wilayah Indonesia.

Snowbay Water Park
Di masa jayanya, waterpark ini menjadi salah satu favorit selain Atlantis di Ancol. Karena Covid, kolam renang ini harus tutup selama dua tahun. Ketika dilihat, kondisi fisiknya cukup terbengkalai seperti pintu masuk tiket, rak tempat penitipan barang hingga sejumlah kolam renang yang dibiarkan begitu saja hingga airnya keruh. Bahkan saat ini ketika TMII renovasi, Snowbay Water Park menjadi tempat parkir.

Baca Juga :  Boleh Dicontek! Ini 5 Langkah Tepat Agar Tak Telat Bangun Sahur

Depok Fantasi Waterpark
Sebagai salah satu wahana hiburan di Depok, Aladin Waterpark harus gulung tikar dan berganti dengan pembangunan cluster baru. Tutupnya Aladin Waterpark sendiri karena pandemi Covid. Padahal bisa dikatakan, Aladin Waterpark ini menjadi pioneer wisata air di Depok. Namun kini wisata air bernuansa Timur Tengah itu berubah menjadi cluster baru perumahan.

Baca Juga :  Kastel Megah di Kaki Gunung Tangkuban Perahu, Florawisata D'Castello

Baca juga: 10 Tempat Wisata Bagi Para Wibu

Kampung Gajah
Waktu jaya, tempat wisata ini sangat terkenal dan menjadi salah satu tujuan keluarga untuk berlibur karena jaraknya yang tidak jauh dari Jakarta. Berlokasi di Bandung Barat, area wisata keluarga dengan luas 60 hekatare tersebut kini tampak tidak terawat dan terlihat angker. Dulu berjejer patung gajah di pinggir jalan sebagai ikon. Tak hanya itu selain wahana permaianan juga ada taman air untuk rekreasi.

Taman Remaja Surabaya
Berdiri sejak 1971 ini ditutup oleh pemerintah kota setempat lantaran kerja sama dengan pengelola sudah habis. Eksistensinya bahkan seolah pudar sejak 2018. Karena terlihat mistis, banyak warga masyarakat yang kerap kali mendengar suara keramaian dan bunyi musik dari sana.

Baca Juga :  Pulau Tulang, Lokasi Horror yang Kini Jadi Tempat Wisata

Baca juga: Traveling ke Lombok, Inilah 5 Oleh-Oleh yang Wajib Cityzen Beli

Taman Festival Bali
Menjadi destinasi terfavorit bagi pelancong domestik dan internasional, Bali dikenal dengan berbagai macam tempat wisatanya. Namun salah satunya harus tutup dan letaknya tidak jauh dari Pantai Sanur, Bali. Di kepopulerannya, taman festival bali sangat diminati pengunjung. Tetapi karena krisis, taman festival tersebut haru tutup tahun 1999 lalu dan baru dibuka dua tahun sebelumnya. Meski tutup, tetapi pada kenyataanya kini dibuka menjadi wisata horor karena suasana yang cukup mencekam.

 

Bisnis

Khong Guan Sang Biskuit Legendaris Lebaran Ternyata Buatan Singapura

Published

on

Biskuit Khong Guan ternyata bukan buatan Indonesia. (Tribun)

mycity.co.id – Kita sudah tidak asing lagi dengan biskuit kalengan Khong Guan. Biskuit ini sering kali ditemukan di rumah masyarakat Indonesia, terlebih ketika lebaran.

Khong Guan Biscuit Company adalah produsen biskuit yang berkembang menjadi grup perusahaan multinasional. Perusahaan ini memiliki beragam kepentingan, termasuk properti, distribusi produk makanan, dan perdagangan komoditas.

Khong Guan berdiri sejak 1947 dengan pabrik pertama berlokasi di Jalan 18 Howard, Singapura. Khong Guan didirikan oleh Chew Choo Keng dan Chew Choo Han.

Dua bersaudara ini meninggalkan desa mereka di Fujian, China menuju Singapura untuk mencari nafkah pada 1935.

Di negeri Singa, kakak beradik tersebut mendapatkan pekerjaan di pabrik biskuit lokal. Namun, saat Jepang menginvasi Singapura, keduanya pindah ke Perak, Malaysia pada 1940 untuk mencari perlindungan.

Baca Juga :  Ini Dia 5 Tempat Wisata Keluarga Terbaik Pilihan MyCity

Di Malaysia, mereka membuat biskuit sendiri untuk dijual. Biskuit mereka sebenarnya cukup laku, namun terkendala pasokan bahan baku hingga akhirnya beralih menjual garam dan sabun. Ini dilakukan untuk bertahan hidup.

Awal Proses Pembuatan Biskuit Khong Guan

Terobosan besar mereka datang ketika Chew Choo Han menemukan beberapa mesin pembuat kue tua yang rusak akibat perang yang dijual sebagai skrap dari pabrik lama tempat mereka bekerja. Dia membelinya dan segera memperbaikinya.

Dia memasang lini produksi biskuit semi-otomatis yang menggunakan rantai sepeda untuk memindahkan biskuit melalui tungku pembakaran batu bata pada sistem konveyor.

Baca Juga :  5 Tanaman Hias Ini Dipercaya Membawa Rezeki Menurut Feng Shui

Hingga akhirnya pada tahun 1947 Khongguan Biscuit Factory (Singapore) Pte Ltd resmi berdiri. Pada 1950-an hingga 1960-an, Khong Guan berekspansi ke Malaysia.

Pabrik di Singapura memproduksi 10.000 toples kue setiap hari dan mempekerjakan sekitar 200 orang. Khong Guan di Malaysia kini memproduksi 40 ribu kaleng biskuit setiap harinya dan memiliki 1.000 karyawan.

Sekitar 70 persen produk Khong Guan dijual di Singapura dan Malaysia, sedangkan sisanya dijual ke berbagai negara seperti Indonesia, Hong Kong, Afrika, dan Timur Tengah.

Pada tahun 1970, pabrik Singapura pindah ke lokasi yang lebih besar karena permintaan konsumen yang tinggi. Pabrik dipindahkan ke Jurong, Singapura.

Baca Juga :  Jokowi: Tahun Ini, Indonesia Punya 250 Koperasi Digital & 20 Juta UMKM

Pada 1980-an, Khong Guan kemudian diekspor ke negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Sejak itu, perusahaan telah mengekspor produknya ke lebih dari 40 negara.

Namun di tahun 2001, Chew Choo Keng meninggal pada usia 86 tahun. Pada saat kematiannya, pabrik biskuit yang ia dirikan telah berkembang menjadi multinasional dengan produsen dan perusahaan afiliasi di Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Hong Kong, Cina dan Amerika Serikat.

Pada Januari 2007, Chew Choo Han memutuskan untuk pensiun dan meninggal pada November 2007. Hingga saat ini Khong Guan tetap berkomitmen untuk menyediakan biskuit yang berkualitas.

Continue Reading

Bisnis

Tak Berizin, Mie Gacoan Bogor Barat Disegel Satpol PP!

Published

on

Mie Gacoan di Bogor, disegel oleh Saatpol PP. Foto: Dita Nurul

Mie Gacoan di Bogor, disegel oleh Saatpol PP. Foto: Dita Nurul

mycity.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor menyegel gerai Mie Gacoan yang berlokasi di Jalan Raya Cilendek, Bogor Barat, (24/11).

“Betul (disegel), dokumen perizinannya enggak ada,” ungkap Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach.

Agustian mengatakan dokumen yang tak dilengkapi yakni Keterangan Rencana Kota (KRK) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Sebelumnya Satpol PP Kota Bogor  juga sudah pernah melayangkan surat peringatan kepada pengelola dan sayangnya kekurangan dokumen tak kunjung dilengkapi.

Baca Juga :  Simak! Tips Tampil Kece dengan Balutan Hijab Nude di Hari Raya

“SP1 sampai SP3, terus pemberitahuan penyegelan sudah kita layangkan,” jelas Agustian lagi.

Aksi penyegelan gerai Mie Gacoan oleh Satpol PP Kota Bogor itu viral di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @bogor_update. Dalam video yang diunggah, terlihat sejumlah petugas Satpol PP mendatangi lokasi dan menempelkan kertas penyegelan di bangunan gerai Mie Gacoan tersebut.

“Satpol PP Kota Bogor menyegel restoran Mie Gacoan yang berlokasi di Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Kamis (24/11),” demikian keterangan dalam unggahan itu.

Baca Juga :  The Bucketlist, Tempat Wisata Internasional Asal Bogor

Agustian juga menyebut ada dua gerai Mie Gacoan lainnya di Kota Bogor yang juga telah diberikan surat peringatan untuk segera melengkapi dokumen.

“Dua titik yang lain kita akan lihat perkembangannya. Kita lakukan SP3 pada dua lokasi tersebut. Kalau emang sampai hari H-nya mereka belum dapat bukti perizinan, kita akan segel juga,” tegasnya.

Agustian menyebutkan, penyegelan terhadap restoran Mie Gacoan Cilendek akan dilaksanakan selama 14 hari ke depan. Jika KRK tidak keluar atau dalam artian tidak sesuai dengan rencana tata ruang kota, maka akan ada pembongkaran terhadap restoran tersebut.

Baca Juga :  Museum Nasional Latakia, Wisata di Barat Suriah

Agustian menambahkan, jika KRK keluar maka ada tahap pendukung yang bisa ditempuh oleh pengelola. Satpol PP Kota Bogor juga akan memperpanjang masa penyegelan hingga izin secara lengkap sudah keluar.

“Kondisinya belum beroperasi. Nanti kira monitor lagi progres perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

Untuk diketahui, Mie Gajoan tengah viral dan harga yang tawarkan untuk perporsinya pun cukup murah. Selain itu pembeli secara langsung maupun menggunakan aplikasi online pun bisa dikatakan cukup mengantre saat akan memesan Mie Gacoan.

Continue Reading

Bisnis

BI MoU dengan Thailand, Singapura, Malaysia dan Filipina, Rupiah Bisa Digunakan di ASEAN

Published

on

 

BI tanda tangan MoU deng

Impian Presiden Joko Widodo agar mata uang Rupiah bisa digunakan di negara lain akhirnya terwujud. Pasalnya Bank Indonesia (BI) bersama bank Sentral Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand menandatangani dokumen kerja sama (MoU) untuk mengimplentasikan sistem pembayaran lintas negara di kawasan ASEAN.

Penandatanagan MoU dilakukan oleh Deputi Bank Sentral ng Pilipinas Mamerto E Tangonan dan Deputi Gubernur Bank of Thailand Ronaldo Numnonda. Dilansir mycity.co.id dari berbagai laman sumber, Jokowi dalam sambutannya menilai ASEAN kini lebih maju dalam hal mengimplementasikan interkoneksi pembayaran lintas batas karena sistem pembayaran yang akan saling terhubung.

Baca Juga :  Ini Mitos Gerhana Bulan pada Ibu Hamil

Baca juga: Inggris Siapkan Regulasi untuk Mata Uang Kripto

“Sudah saatnya kerjasama ini diformalkan dalam regional payment connectivity sebagai wujud konkrit implementasi G20 road map for enhancing cross border payment,” jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, agenda transformasi ekonomi digital di sektor keuangan merupakan prioritas bersama. Ini menjadi kunci ekonomi berkelanjutan yang sangat bermanfaat bagi pemulihan ekonomi agar lebih kuat, inklusif dan kolaboratif. Jokowi menambahkan, di Indonesia sendiri, guna mempercepat transformasi sudah dilakukan berbagi langkah terobosan sistem pembayaran.

Baca juga: IHSG Gagal Bangkit, Nilai Tukar Rupiah Ikut Melemah

Baca Juga :  Ini Dia 5 Tempat Paling Romantis di Bandung Versi MyCity

Di mana sudah melalui pengembangan QRIS, BI FAST dan tim percepatan perluasan digitalisasi daerah untuk mempercepat digitalisasi transaksi pemerintah. Perry Warjiyo Gubernur BI menjelaskan bahwa penandatangan yang dilakukan bukanlah hanya sekedar kerja sama. Ini dilakukan guna menciptakan warisan dan mengukir sejarah baru di dunia digitalisari.

“Ini adalah mimpi yang telah lama ada, diantara kita dari pemerintah dan bank sentral untuk memudahkan masyarakat,” jelas Perry.

Perry menambahkan, saat ini Indonesia dan negara ASEAN telah berkomitmen untuk memiliki multilateralisme dan konektivitas payment regional yang bergerak secara bilateral. Payment regional yang dimaksud meliputi Standard QR, fast payment, serta penggunaan mata uang lokal atau local currency settlement yang akan segera terkoneksi satu sama lain.

Baca Juga :  Mengulik Pasar Seni dan Pusat Kuliner To Pao, Primadona Toraja

“Kemana pun kita pergi kita bisa menggunakan QR kita, bisa menggunakan QRIS yang saat ini sudah terjalin dengan Thailand,” jelas Perry.

Baca juga: Rupiah Menguat Jelang Rilis Data Neraca Perdagangan

Ke depan akan juga terjalin lintas pembayaran QRIS dengan Malaysia, Singapura, dan Filipina yang akan menjadi pembayaran lintas batas tercepat, yang dijanjikan Perry proses transaksinya tidak akan sampai memakan waktu 2-3 hari.

Continue Reading
Advertisement

Trending