Connect with us

CityView

5 Tanaman Hias yang Cocok untuk Cuaca Panas Indonesia

Published

on

Tanaman Hias

Dimasa pandemi ini pemerintah mengajurkan untuk tidak melakukan kegiatan diluar rumah, namun cityzen jangan khawatir, Menanam dan merawat tanaman hias merupakan kegiatan yang menyenangkan untuk mengisi waktu anda di rumah.

Dalam memilih tanaman, salah satu faktor yang harus Cityzen perhatikan adalah ketahanannya terhadap cuaca. Untuk negara tropis seperti Indonesia, tentu tanaman hias terbaik adalah yang tahan panas. Terlebih jika rumah Cityzen banyak terpapar sinar matahari langsung. Cityzen harus memilih benar benar yang cocok dengan cuaca dir umah Anda.

Membuat Jajaran tanaman hias memberikan banyak manfaat, salah satunya tentu mempercantik pemandangan rumah Mycity telah merangkum beberapa tanaman yang cocok dengan cuaca yang panas.

Baca Juga :

  1. Menyedihkan Korban Pendaki Gunung Rian Meninggal di Bawakareng Hanya Ditutupi Jaket
  2. Pesepakbola Afganistan Tewas Jatuh dari Pesawat Akibat Hindari Taliban
  3. Pantai Private Srakung di Gunung Kidul

1. Kaktus

Kaktus menjadi salah satu tanaman hias yang banyak dipilih lantaran mudah dalam perawatan, bahkan bisa tahan terhadap panas matahari. Seperti yang kita ketahui, kaktus merupakan tanaman yang habitat aslinya memiliki cuaca panas yang sangat mumpuni, selain itu perawatan tanaman ini juga tidak menguras biaya yang sangat tinggi.

2. Lidah Mertua.

Lidah mertua sangat mudah dipelihara. Tanpa perlu sering-sering disiram, ia akan tetap tumbuh. Diletakkan di dalam ruangan maupun di luar ruangan pun cocok. Manfaat dari tanaman hias ini mampu menyaring polutan di sekitarnya.

3. Lili Paris

Tanaman ini merupakan tanaman yang popular sekali di Indonesia pasalnya tanaman ini memiliki pertumbuhan yang cukup cepat, lili paris bisa tahan baik dalam cuaca dingin maupun cuaca panas. Karena biasa disimpan sebagai tanaman hias gantung, kamu bisa menjadikannya dekorasi baik di dalam dan luar ruangan.

4. Cemara Norfolk

Tanaman yang dapat tingginya bisa mencapai 6 meter. Tanaman ini dapat bertahan di cuaca panas, pastikan rumah anda mendapat sinar matahari yang cukup.

5. Palem

Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang sangat mudah di rawat, pasalnya Palem mendapatkan sendiri asupan airnya dari tanah sehingga kamu tidak perlu terlalu sering untuk menyiramnya.

CityView

Ini Rencana Proyek Aerotropolis di Ibu Kota Negara Baru

Published

on

Ibu Kota Negara Baru
Ibu Kota Negara Baru

Penyesuaian sektor transportasi di proyek kawasan aerotropolis dilakukan Pemerintah dalam rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru ke Kalimantan Timur.

Kepala Puslitbang Transportasi Udara, Capt. Novyanto Widadi menyampaikan bahwa wilayah di sekitar Provinsi Kalimantan Timur termasuk provinsi lainnya di Pulau Kalimantan diharapkan akan mendukung konektivitas dan pengembangan IKN salah satu caranya melalui pengembangan bandar udara di sekitar wilayah IKN tersebut dengan penerapan konsep aerotropolis.

Dia juga menegaskan, aerotropolis pada dasarnya adalah daerah yang terintegrasi dengan bandar udara, dan disekitarnya terdapat kluster hotel, kantor, fasilitas distribusi dan logistik dimana semua jenis aktivitas tersebut disediakan dan ditingkatkan oleh bandar udara.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

“Untuk mendukung pengembangan bandara-bandara di sekitar wilayah Ibu Kota Negara melalui konsep Aerotropolis, maka diperlukan adanya analisis kriteria sebagai acuan dan berbagai tahapan pengembangan bandara dan wilayah sekitarnya agar tepat sasaran dan sesuai dengan perencanaan daerah,” ujarnya melalui siaran pers

Di sisi lain, Tim Ahli Pustral UGM, Ikaputra, menyebutkan bahwa secara prinsip ada tiga ilmu besar di dalam Aerotropolis, yakni Urban Planning, Airport Planning dan Business Site Planning yang merupakan kesatuan yang penting.

“Konsep Aerotropolis IKN pun harus memiliki global and national link, yang masing-masing memiliki peran besar dalam mendukung IKN, juga ada Hub integrasi berupa Borneo Forest link yang menjadikan hubungan antar Aero City yang ada di Balikpapan terkoneksi dan lengkap,” tuturnya.

Jenis kegiatan yang akan dikembangkan di Aerotropolis sendiri dibagi menjadi tiga wilayah, yang pertama yaitu wilayah terminal, baik terminal penumpang maupun terminal kargo, yang kedua adalah Airport City, yang masuk ke dalam kawasan bandara namun berada di luar terminal, dan ketiga adalah area Aerotropolis yang berada di luar kawasan properti bandara.

Continue Reading

CityView

Pemerintah Jual Aset DKI Jakarta Demi Bangun Ibu Kota Negara Baru

Published

on

aset DKI Jakarta
aset DKI Jakarta

Pemerintah terus berupaya untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur. Setelah menentukan lokasi, pemerintah terus berupaya untuk menngelontorkan dana.

Tak pelak, salah satu cara yang dilakukan Pemerintah dalah mengoptimalkan sejumlah aset negara di DKI Jakarta.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI akan mengoptimalisasi sejumlah aset negara di Jakarta. Nilainya Rp1.000 triliun.

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Semua aset ini akan dijual atau dikerjasamakan. Saat ibu kota negara pindah ke Kalimantan Timur.

“Uangnya nanti akan digunakan untuk pembangunan di ibu kota negara baru,” kata Direktur BMN DJKN Kemenkeu Encep Sudarwan dalam media briefing di Jakarta, Jumat 26 November 2021.

Menurut dia, optimalisasi aset negara di Jakarta itu tak hanya dilakukan melalui penjualan saja, namun bisa juga melalui kerja sama dengan jangka waktu sekitar 30 tahun.

Aset negara di Jakarta antara lain meliputi tanah dan bangunan, sehingga sedang dipilah mana aset yang bisa dimonetisasi nantinya.

“Tapi tidak terburu-buru, kami harus mengatur terlebih dahulu,” ujar Encep.

Jika optimalisasi terburu-buru, ia menilai harga aset negara di Jakarta kemungkinan akan menjadi rendah, sehingga pihaknya tak mau menganggu pasar.

Kemenkeu mencatat aset negara pada 2020 mencapai Rp11.098,67 triliun, yang di antaranya sebesar Rp6.595,77 triliun berupa barang milik negara (BMN) seperti tanah, gedung, bangunan, dan sebagainya.

Adapun nilai BMN selama 10 tahun terakhir rata-rata mengalami kenaikan, tetapi khusus pada 2013 terjadi penurunan nilai BMN karena penerapan penyusutan pertama kali dengan nilai Rp387 triliun sebagai pengurang aset tetap.

Continue Reading

CityView

Indonesia Masuk Daftar Negara Pemilik Taman Nasional Terbanyak di Dunia

Published

on

Taman Nasional
Taman Nasional

Keanekaragaman hayati Indonesia kembali mendapatkan pengaluan dunia internasional. Indonesia masuk jajaran pemilik taman nasional terbanyak du dunia.

Safaris Africana merilis laporan mengenai negara-negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia. Di mana setidaknya terdapat 10 negara pemilik taman nasional terbanyak, salah satunya Indonesia.

Australia tercatat sebagai negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia dengan koleksi mencapai 685. Banyaknya jumlah taman nasional tersebut dipengaruhi oleh wilayah Australia yang tergolong luas mencapai 7.741.220 kilometer persegi (km2).

Baca Juga:

  1. Kerugian Lebih dari Rp2 Miliar, Perempuan Ditangkap atas Dugaan Arisan Online Palsu
  2. Video Nyanyi Tanpa Masker di Acara Nikahan Viral, Bupati Jember Minta Maaf
  3. Satlantas Polres Dairi Amankan 5 Motor Bising

Salah satu taman nasional di Australia yang terkenal akan keindahannya adalah Great Barrier Reef Marine Park atau deretan terumbu karang terbesar di dunia dengan luas 344.400 km2.

Negeri Gajah Putih, Thailand, menempati posisi berikutnya dengan 147 taman nasional. Kemudian, India memiliki 116 taman nasional. Brasil dan Israel masing-masing memiliki 72 taman nasional dan 69 taman nasional.

Indonesia sendiri masuk jajaran negara pemilik taman nasional terbanyak di dunia dengan menempati peringkat ke-9. Koleksi taman nasional di Indonesia tercatat sebanyak 54 yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Sebagian besar taman nasional di Indonesia berada di Pulau Jawa dan Bali dengan koleksi 13, kemudian Pulau Sumatra dengan koleksi 10, sementara paling sedikit berada di Pulau Papua dengan koleksi 3 taman nasional.

Meskipun memiliki koleksi yang tergolong minim, namun Pulau Papua menjadi rumah bagi salah satu taman nasional paling terkenal di Indonesia, yaitu taman nasional Lorentz. Taman nasional ini dikenal memiliki beragam catatan dan keunikan, salah satunya dinobatkan sebagai taman nasional terbesar di Asia Tenggara oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO.

Menurut indonesiabaik.id, predikat tersebut diperoleh setelah menimbang luas area Taman Nasional Lorentz yang mencapai 2.505.600 hektare, sesuai dengan surat penunjukan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 154/Kpts-II/1997.

Selanjutnya, UNESCO juga menyinggung bahwa Taman Nasional Lorentz merupakan satu-satunya kawasan lindung di dunia yang menggabungkan transek utuh dan berkelanjutan dari lapisan salju ke lingkungan laut tropis, dan juga lahan basah dataran rendah yang luas.

“Ini adalah satu dari tiga wilayah tropis di dunia yang memiliki gletser dan mosaik sistem daratan, dari puncak gunung yang tertutup salju hingga lahan basah dataran rendah yang luas dan daerah pesisir,” ungkap UNESCO, melansir mongabay.co.id.

Selain UNESCO, World Wide Fund for Nature (WWF) juga menetapkan Taman Nasional Lorentz Papua sebagai kawasan konservasi terluas dan memiliki ekosistem terlengkap di Asia Pasifik.

Dengan menyandang label sebagai Daerah Burung Endemik atau Endemic Bird Area (EBA), selain memiliki 45 spesies burung sebaran terbatas dan sembilan spesies burung endemik, Taman Nasional Lorentz juga melindungi ragam spesies lainnya yang berada di Papua termasuk 1.200 tumbuhan berbunga, 123 spesies mamalia, 411 spesies burung, dan 150 spesies reptil dan amfibi.

Taman Nasional Lorentz merupakan satu dari sekian taman nasional di Indonesia yang memiliki keunikan, keindahan, dan memiliki manfaat bagi ekosistem makhluk hidup di dalamnya.

Daftar Negara Pemilik Taman Nasional Terbanyak di Dunia:

Australia: 685 Taman Nasional
Thailand: 147 Taman Nasional
India: 116 Taman Nasional
Brasil: 72 Taman Nasional
Israel: 69 Taman Nasional
Meksiko: 67 Taman Nasional
Amerika Serikat: 62 Taman Nasional
Kolombia: 60 Taman Nasional
Indonesia: 54 Taman Nasional
Rusia: 48 Taman Nasional

Continue Reading

Trending