NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo
5 Rekomendasi Tempat Street Food Terkenal di Korea Selatan - mycity.co.id
Connect with us

CityView

5 Rekomendasi Tempat Street Food Terkenal di Korea Selatan

Published

on

Kawasan Myeongdong merupaka tempat populer bagi para turis dan terdapat banyak yang menjual street food, fashion, skincare, dan kosmetik/IVisitKorea.

Kawasan Myeongdong merupaka tempat populer bagi para turis dan terdapat banyak yang menjual street food, fashion, skincare, dan kosmetik/IVisitKorea.

mycity.co.id – Akhir-akhir ini tren dari Korea Selatan ramai digemari oleh semua kalangan terutama kalangan remaja.

Mulai dari musik korea (KPOP), drama korea (drakor) maupun fashion yang dapat menjadi inspirasi dalam hal berpakaian.

Bukan hanya itu, makanan korea pun sekarang mulai digemari oleh banyak orang. Terinspirasi dari makanan yang ada pada drakor ataupun video makan banyak (mukbang) yang ada di sosial media.

Jajanan (street food) khas korea juga tak luput dari penggemar, bahkan di Korea sendiri terdapat wilayah khusus yang menjual macam-macam street food.

Baca juga:10 Tempat Wisata Bagi Para Wibu

Ketika berlibur ke Negeri Ginseng, tidak lengkap rasanya jika tidak mendatangi tempat street food yang menjual banyak jajanan khas yang mungkin jarang ada di tempat lain.

Dilansir mycity.co.id dari berbagai laman media, berikut rekomendasi tempat street food yang terkenal di Korea Selatan:
1. Myeongdong
Myeongdong menjadi salah satu tempat street food di Korea Selatan yang kerap dikunjungi oleh para pelancong. Kawasan ini menyajikan beragam street food khas Korea Selatan dan kekinian, seperti tteokbokki, odeng, bunggeopang, gyeranppang, dan masih banyak lagi.

Bukan hanya makanan, toko kosmetik dan fashion juga banyak ditemui di Myeongdong, sehingga pengunjung tidak perlu jauh berpindah tempat jika ingin shopping.

Kawasan Myeongdong ini memang menjadi kawasan turis, sehingga tidak heran jika banyak ditemukan street food halal yang dijual pada kawasan ini.

2. Dongdaemun Market

Dongdaemun Market merupakan pasar yang menjual berbagai street food dan kebutuhan/Busy Tourits.

Dongdaemun Market merupakan pasar yang menjual berbagai street food dan kebutuhan/Busy Tourits.

Dibuka pada tahun 1905, Dongdaemun Market menjadi salah satu pasar terbesar di Korea Selatan yang menawarkan berbagai kebutuhan.

Selain itu, terdapat aneka street food khas Korea Selatan yang rasanya sangat lezat dan harganya terjangkau. Pasar ini juga dikenal sebagai pusat grosir dan eceran, sehingga cocok untuk mencari oleh-oleh atau kebutuhan lainnya.

Baca juga: Sister City, Kota Kembar Antara Jepang dan Indonesia

3. Namdaemun Market
Namdaemun Market merupakan pasar yang menjual banyak ragam street food khas Korea. Mulai dari yang asin atau pedas seperti, tteokbokki, odeng, corndog, hingga yang manis seperti hotteok yang merupakan pancake goreng berisi kacang-kacangan dan gula.

Namdaemun Market buka pada pagi dan malam hari. Pasar ini juga cocok untuk mencari oleh-oleh karena bisa menemukan beragam hal tentang Korea.

Salah satu stan street food korea yang ada di Namdaemun Market/Alamy.

Salah satu stan street food korea yang ada di Namdaemun Market/Alamy.

4. Hongdae
Kawasan Hongdae terletak di pusat kota Seoul, dan menjadi tempat yang cukup popular, karena tempat ini merupakan kawasan anak muda di Seoul.

Di sepanjang jalan Hongdae banyak terdapat stan makanan yang menjual street food khas Korea.

Mulai dari makanan tradisional Korea seperti tteokbokki, odeng, hingga makanan yang lebih kekinian. Selain itu juga terdapat street food yang terbuat dari daging maupun seafood seperti udang kepiting, cumi-cumi dan masih banyak lagi.

Tak hanya menjadi pusat kuliner yang terdiri dari street food dan kafe-kafe berkonsep lucu dan unik. Kawasan Hongdae menjadi pusat anak muda untuk berkreasi dengan seni yang sering ditampilkan di jalanan.

Di sekitar kawasan Hongdae juga banyak berdiri kampus, sehingga Hongdae dipenuhi oleh kalangan muda-mudi Korea.

Kawasan Hongdae merupakan kawasan anak muda di Seoul dan menjual banyak street food/Creatrip.

Kawasan Hongdae merupakan kawasan anak muda di Seoul dan menjual banyak street food/Creatrip.

Baca juga: Kampung Tokyo, Desa Wisata Rasa Jepang di Bogor

5. Gwanjang Market

Gwanjang Market merupakan salah satu pasar tertua di Seoul yang menjual berbagai Street food/SilveKris.

Gwanjang Market merupakan salah satu pasar tertua di Seoul yang menjual berbagai Street food/SilverKris.

Gwangjang Market merupakan salah satu pasar tertua yang terletak di Seoul dan masih beroperasi sampai saat ini. Gwangjang Market dipenuhi oleh berbagai macam makanan serta budaya nasional Korea.

Beberapa street food Korea dapat ditemukan di Gwanjang Market, salah satunya adalah mayak kimbap. Mayak kimbap merupakan makanan yang paling terkenal dan favorit di pasar ini.

Mayak kimbab terdiri dari nasi yang dibumbui dengan minyak wijen, diisi wortel, acar lobak, kemudian digulung dengan rumput laut.

Selain mayak kimbap, makanan lain yang terkenal di Gwangjang Market adalah bindaetteok, yaitu pancake gurih yang terbuat dari kacang hijau serta berbagai macam sayuran dan daging.

Advertisement

CityView

Banjir Pakistan Rusak Kota Kuno Mahenjo-daro

Published

on

Situs Mohenjo-daro di Pakistan/CNN


Situs Mohenjo-daro di Pakistan/CNN

mycity.co.id Salah satu permukiman manusia tertua di dunia rusak parah oleh hujan deras hingga banjir yang melanda Pakistan. Sebagian museum juga digunakan untuk tempat tinggal sementara warga.

Moenjodaro (juga disebut Mohenjo-daro), sebuah situs Warisan Dunia di Lembah Sungai Indus 508 kilometer dari Karachi, dibangun pada Zaman Perunggu, sekitar 5.000 tahun yang lalu.

“Sayangnya yang terjadi adalah penghancuran massal di situs itu,” bunyi surat dari Departemen Kebudayaan, Pariwisata, & Purbakala negara bagian Singh yang dikirim ke UNESCO dan ditandatangani oleh kurator Ihsan Ali Abbasi dan arsitek Naveed Ahmed Sangah, seperti dikutip dari CNN, SEnin (6/2/2022).

Surat itu juga menyebut bahwa kawasan kuno itu digunakan sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya terendam banjir. Banjir yang melanda Pakistan kali ini memang dahsyat. Tercatat sebagai banjir terburuk dalam sejarahnya.

“Atas dasar kemanusiaan, kami memberi mereka perlindungan di tempat tinggal kami, area parkir, toko (dan) lantai dasar museum,” surat itu menjelaskan.

Saat ini, diperkirakan sepertiga dari Pakistan terendam air setelah hujan monsun dikombinasikan dengan air dari gletser yang mencair.

Sebagian besar bangunan Moenjodaro yang ditemukan pada tahun 1920-an berada di atas tanah dan rentan terhadap kerusakan lingkungan. Gambar yang disertakan dalam surat dari penjaga situs menunjukkan dinding bata yang runtuh dan lapisan lumpur menutupi situs.

Surat tersebut menjelaskan beberapa tindakan segera yang telah diambil oleh tim lokasi untuk mengurangi kerusakan akibat banjir, seperti membawa pompa air, memperbaiki tembok bata, dan membersihkan saluran air.

Abbasi dan Sangah mengakhiri surat mereka dengan meminta 100 juta rupee Pakistan atau sekitar Rp 668, 25 miliar untuk menutupi biaya perbaikan. Situasi itu sangat disayangkan sebab para ahli konservasi Moenjodaro telah mengetahui sejak lama bahwa banjir dapat menimbulkan risiko serius bagi situs tersebut.

Daftar resmi UNESCO mencatat bahwa negara bagian Singh, yang secara resmi ditugaskan untuk memelihara Moenjodaro, telah menandai masalah ini sebelumnya dan memperingatkan bahwa “adanya kesalahan pada bendungan di hulu akan menyebabkan kerusakan besar.”

Signifikansi Moenjodaro sebagai situs sejarah dan arsitektur tidak bisa diremehkan. Ketika ditambahkan ke daftar UNESCO pada tahun 1980, organisasi tersebut menulis bahwa Moenjodaro “memberikan kesaksian luar biasa tentang peradaban Indus,” yang terdiri dari “kota terencana paling kuno di anak benua India.”

Pada masa kejayaannya, kota ini merupakan kota metropolitan yang ramai. Ada pasar, pemandian umum, sistem pembuangan kotoran, dan stupa Buddha, sebagian besar dibangun dari batu bata yang dibakar matahari.

Dalam surat mereka, Abbasi dan Sangah menyatakan keprihatinannya bahwa Moenjodaro dapat ditambahkan ke daftar situs UNESCO dalam bahaya, yang diperbarui oleh badan pelestarian secara berkala untuk menyoroti tempat-tempat bersejarah yang berisiko tinggi mengalami kehancuran.

Situs yang saat ini ada dalam daftar ini termasuk Taman Nasional Everglades Florida, yang menghadapi tantangan lingkungan yang signifikan, dan kota Liverpool, Inggris, yang pusat kota bersejarahnya dianggap berisiko dari urbanisasi.

Continue Reading

CityView

Nonton F1H2O di Danau Toba, Sekalian Cicipi 5 Makanan Khas Sumatera Utara

Published

on

F1H2O di Danau Toba/Net

F1H2O di Danau Toba/Net

mycity.co.idMeyaksikan F1H2O di bulan Maret mendatang menjadi salah satu pilihan bagi Anda untuk melepas penat sekaligus berwisata di Danau Toba.

F1H2O yang digelar di Danau Toba ini adalah sebuah acara kelas dunia dimana mencari pembalap terbaik dari perahu air yang kecepatannya setara dengan F1.

Anda yang berminat menyaksika F1H2O di Danau Toba, tidak ada salahnya untuk mencoba juga kuliner yag ada di Sumatera Utara.

Anda bisa menikmati berbagai makanan khas Sumatera Utara di daerah Danau Toba tempat dilaksanakannya F1H2O.

Jika Anda bingung kuliner apa saja yang menjadi khas di Danau Toba ini, berikut kami sajikan 5 daftar makanan yang cocok Anda nikmati jika mengunjungi Sumatera Utara untuk menyaksikan F1H2O.

1. Dekke Na Niarsik

Hidangan ini mirip dengan ikan pindang yang ada di Jawa Barat.

Bedanya Dekke Na Niarsik sudah memakai bumbu yang bermacam-macam

Dekke Na Niarsik juga jadi makanan khusus dalam pesta adat suku adat toba

2. Napinadar

Napinadar adalah makanan yang dibuat dari daging atau ikan panggang yang dicampur dengan bumbu.

Tidak berbeda dengan bumbu Dekke Na Niarsik, hanya saja di tambahkan dengan rasa asam dari jeruk.

Rasa dari makanan Napinadar dominan pedas.

3. Dekke Na Ni Ura

Ikan Na Ni Ura adalah jenis makanan yag bisa dimakan tanpa di masak.

Tidak jauh berbeda dengan makanan khas Jepang, meski tidak di goreng Dekke Na Ni Ura memiliki rasa gurih dan nikmat.

Sekarang Dekke Na Ni Ura menjadi makanan kesukaan masyarkaat Batak Toba.

4. Namartoga atau Saksang

Sebenarnya makanan ini dibuat dengan pemasakan bersama darah hewan.

Warnanya tampak agak merah tua.

Bahan dasarnya daging babi ataupun anjing.

5. Dali Ni Horbo

Sebenarnya makanan Dali Ni Horbo adalah susu kerbau yang sudah dikentalkan.

Warnanya kuning diakibatkan adanya kunyit yang digunakan untuk bumbunya.

Bentuknya seperti tahu dan makanan ini cukup mudah ditemukan di warung nasi sekitar Danau Toba.

Continue Reading

CityView

Pantai Lovina, Healing Sambil Main Bersama Lumba-Lumba

Published

on

Pantai Lovina/Tribun Travel

Pantai Lovina/Tribun Travel

Mycity.co.id – Pantai Lovina dikenal sebagai salah satu pantai yang banyak dikunjungi lumba-lumba di Indonesia. Kemunculan lumba-lumba menjadi salah satu daya tarik utama pantai ini.

Jika kalian menyukai lumba-lumba, kunjungan ke Pantai Lovina adalah tempat yang tepat untuk. Sebab ada lebih dari ratusan lumba-lumba yang tersedia untuk diajak bermain.

Untuk melihat lebih dekat, sewa perahu dan pergi ke laut sebelum matahari terbit. Lumba-lumba biasanya muncul sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Waktu yang tepat adalah 06.00-08.00 pagi.

Untuk menyewa perahu cukup membayar Rp150 ribu per orang. Perahu ini dapat menampung lima orang dan waktu penggunaan dua jam. Pemandu atau tukang perahu akan membawa kalian langsung untuk melihat lumba-lumba.

Pantai Lovina terletak di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali. Pantai Lovina berjarak kurang lebih sepuluh kilometer dari kota Singaraja, atau sekitar 20 menit dengan mobil.

Jika berangkat dari Kuta, perjalanan memakan waktu dua jam 53 menit atau sekitar 89 kilometer. Selain itu, dibutuhkan waktu dua jam 31 menit dari Denpasar ke Pantai Lovina atau sekitar 81 kilometer.

Untuk rutenya, bila berangkat dari Singaraja, kalian bisa mengambil Jalan Ahmad Yani pergi ke Jalan Singaraja kemudian ke Seririt. Setelah itu akan menemukan papan nama jalan yang bertuliskan Pantai Lovina.

Kalian akan senang mengunjungi Pantai Lovina kapan saja untuk melihat lumba-lumba bebas. Karena tidak ada biaya alias gratis untuk mengunjungi pantai Lovina yang indah ini. Pantai ini pun juga buka 24 jam sehari. Sehingga cityzen selalu bisa menikmati suasana pantai.

Continue Reading
Advertisement

Trending