Connect with us

Traveling

5 Destinasi Wisata ‘Hidden Gems’ Bali di Film “A Perfect Fit”

Published

on

Film terbaru karya sutradara Hadrah Daeng Ratu dan penulis Garin Nugroho berjudul “A Perfect Fit” mengambil latar tempat di Bali. Kisahnya menceritakan tentang seorang fashion blogger Bali bernama Saski (Nadya Arina) yang tanpa sengaja megubah takdirnya saat bertemu dengan pemilik toko sepatu bernama Rio (Refal Hady).

“A Perfect Fit” menjadi sebuah film romansa ringan yang mendebarkan dan meyejukkan hati dengan menyajikan sisi Bali yang jarang terekspos. Berikut adalah lima hidden gems Bali yang dapat dinimati secara virtual melalui film yang ditayangkan di Netflix itu.

1. Desa Jatiwuluh

Desa Jatiluwuh menjadi latar ketika Saski dan Rio naik motor dan hendak bertolak ke rumah Pak Ketut. Adegan dengan berlatarkan pemandangan sawah itu berlokasi di Desa Jatiluwuh, Tabanan. Persawahan dengan sistem terasering itu kini dikelola oleh Subak, sebuah organisasi kemasyarakatan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga:

  1. Kim Jae Wook dan Krystal Jung Dapat Tawaran Bintangi Drama Romantis “Crazy Love”
  2. 5 Soundtrack Drama Korea dengan Penonton Terbanyak di YouTube
  3. Keponakan Perempuan Putri Diana, Lady Kitty Spencer Menikah dengan Miliarder Asal Afrika Selatan

UNESCO menetapkan Subak Desa Jatiwuluh sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2012. Area persawahan dengan sistem terasering telah menjadi ciri khas Balik sejak abad ke-20.

2. Pantai Melasti

Pantai Melasti merupakan destinasi wisata yang terbilang baru di Bali. Pada film “A Perfect Fit”, ada banyak scene yang menggunakan pantai Melasati sebagai latar cerita, yaitu saat adegan peragaan bussan dan untuk adegan-adegan yang penuh emosi.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menjelaskan, “Kami memilih Melasti untuk adegan-adegan yang emosional karena kami merasa perpaduan tebing yang kokoh dengan indahnya pantai dapat menjadi dua hal yang ambigu, layaknya pilihan sulit yang harus Saski ambil dalam hidupnya.”

3. Desa Tenganan

Lokasi rumah Saksi berada di sebuah desa asri bernama Desa Tenganan. Desa Tenganan adalah desa tertua yang menjadi tempat bermukim suku Bali tua yang disebut Bali Aga.

Masyarakat Bali Aga hidup dengan mempertahankan aturan adat  istiadat dan menjaga warisan budaya secara turun-temurun, termasuk dalam hal membangun rumah.

“Desa Tenganan kami pilih untuk merepresentasikan adat istiadat Bali yang masih terjaga dengan baik, termasuk arsitektur bangunannya yang khas dengan bata merah berukuran kecil. Selain itu, kami juga memilih desa ini untuk menggambarkan orang tua Saski yang menjaga warisan budaya sekaligus pembaca lontar, karena desa Tenganan sendiri terkenal dengan pembuat dan pembaca Lontar,” terang penulis Garin Nugroho.

4. Jalan Gootama

Jalan Gootama merupakan jalan yang pouler di Ubud. Ciri khas dari jalanan tersebut adalah toko-toko kecil yang menjual produk lokal berkelas.

Film “A Perfect Fit” menjadikan jalan tersebut sebagai tempat pengambilan gambar dengan maksud untuk merepresentasikan Bali yang modern, tetapi penuh keberagaman dan kehangatan.

“Dalam film ini, kami tidak hanya ingin memperlihatkan Bali dengan budaya aslinya saja, tetapi juga budaya yang multikultural dan modern. Oleh karena itu, Jalan Gootama menjadi salah satu pilihan kami,” ujar Hadrah.

5. Tradisi Gulat Lumpur (Mepantigen)

Film “A Perfect Fit” tidak hanya memanjakan mata dengan lokasi-lokasi yang indah, tetapi juga menampilkan kebudayaan Bali yang jarang terlihat. Salah satu budya Bali yang terdapat di film tersebut adalah tradisi Mepantigen. Tradisi Mepantigen biasa diselenggarakan di wilayah Ubud dan Batubulan.

Mepantigen adalah tradisi gulat di lumpur yang bertujuan meredakan aksi kekerasan dan memiliki belas kasih kepada lawan. Kata ‘Mepantigen’ memiliki arti saling membanting.

Tradisi Mepantigen diselipkan pada sebuah adegan menarik antara Deni dan Rio ketika persaingan mereka measuki puncaknya.

“Kami memilih Bali karena daya tariknya yang unik, termasuk warisan budaya yang kaya. Melalui “A Perfect Fit”, kami ingin memperkenalkan sisi Bali yang belum banyak dijelajahi dalam budaya pop sebelumnya,” terang Garin.

Traveling

Pesona Pulau Dodola, Surga Indah di Maluku Utara

Published

on

By

Pulau Dodola

Pesona dari Pulau Dodola tidak bisa dipungkiri lagi. Meski hanya sekedar pulau kecil yang ada di Maluku Utara, pulau ini menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi.

Pulau Dodola terletak di Kabupaten Pulau Moraotai, Provinsi Maluku Utara. Membutuhkan perjalanan panjang, untuk bisa mencapai Dodola. Wisatawan harus menaiki pesawat lagi untuk bisa sampai ke Morotai, setelah sebelumnya telah tiba di Ternate melalui jalur udara.

Setelah di Morotai, wisatawan kembali harus melanjutkan perjalan dengan speedboat, atau perahu nelayan untuk menuju Dodola. Walau begitu, Pulau ini merupakan salah satu tempat wisata di wilayah Morotai, yang begitu banyak orang minati.

Pulau tersebut menjadi incaran para wisatawan lokal maupun manca negara, terlebih untuk mereka yang menggemari dunia fotografi. Hal itu dikarenakan diseluruh area perairan ini begitu mempesona, dan menakjubkan mata. Pulau tersebut biasanya dijadikan tujuan island shopping, yang artinya untuk menjelajari pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Moratai.

Baca Juga:

  1. Pemandangan Bawah Laut Raja Ampat, Surga Dunia di Papua
  2. Surga Tersenyembunyi di Taman Laut Olele
  3. Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut

Pulau Dodola terbagi menjadi dua kawasan, yaitu Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil. Hal ini membuat Pulau Dodola memiliki dua pulau, yang bisa dieksplorasi keindahannya. Pasir yang terhampar di pulau ini terkenal sangat putih cemerlang dan begitu bersih.

Pasir putih itu pun menghubungkan antara Pulau Dodola Besar, dan Pulau Dodola Kecil. Mereka saling terhubung satu dengan yang lain. Unik bukan? selain itu juga, wisatawan bisa mendatangi keduanya dengan mengikuti alur pasir tersebut yang menjalar saat air laut sedang surut. Sementara kalau dilihat dari atas, garis pasir putih ini terlihat seperti benar-benar jembatan yang membelah lautan.

Pulau ini menjadi salah satu pulau di Indonesia, yang terkenal akan sejuta keindahan lautnya. Snorkeling atau diving, merupakan hal yang wajib wisatawan lakukan saat liburan ke pulau ini. Sebab Dodola, banyak menyimpan kecantikan alam bawah lautnya yang begitu beragam. Wisatawan juga bisa bercengkerama dengan para hiu, dan fauna bawah laut lainnya yang lucu dan unik, saat menyelam di sekitar pulau Dodola.

Di pulau ini, para wisatawan juga bisa membangun tenda untuk bercamping bersama teman, kerabat, atau pun keluarga. Hal ini akan menjadi momen yang indah dan takkan terlupakan. Jika tidak membawa perlengkpan tenda, tidak perlu khawatir. Kalian masih bisa menginap di pulau cantik ini, dengan menyewa homestay yang telah disediakan oleh pulau Dodola.

Continue Reading

Traveling

Pemandangan Bawah Laut Raja Ampat, Surga Dunia di Papua

Published

on

By

Kepulauan Raja Ampat

Berjuta keindahan pemandangan bawah laut Raja Ampat sudah sangat mendunia. Terletak di kepulauan yang ada di Papua Barat, tempat ini menjadi incaran bagi para petualang.

Nama Raja Ampat berasal dari legenda yang tercipta di masyarakat, yaitu pada zaman dulu dipercaya ada seorang wanita yang menemukan tujuh telur di tempat ini. Empat telur diantaranya menetas, dan menjadi raja yang berkuasa di empat pulau besar. Untuk tiga telur yang lain menjadi batu, sedangkan duanya lagi ada yang menjadi makhluk gaib dan satunya menjadi wanita. Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam Indonesia.travel.

Terdapat pulau-pulau besar di wilayah Raja Ampat ini, sebut saja seperti Pulau Misool, Bantara, Salawati, dan Waigeo. Tidak hanya itu saja, pulau-pulau kecil juga turut menghiasi keindahan alam yang ada di Raja Ampat. Sekitar ada 1.847 pulau kecil yang tersebar di sana.

Kepulauan Raja Ampat terkenal dengan pemandangannya yang begitu indah dan memanjakan mata. Layaknya sebuah lukisan pemandangan yang terdapat dalam galeri, hal itu benar-benar nyata bisa kalian lihat langsung di perairan ini. Suasananya yang tenang, dengan hembusan aingin, mampu menyegarkan pikiran.

Baca Juga:

  1. Desa Wisata Namatota, Surga Bahari Tersembunyi dari Tanah Papua
  2. Pantai Napabale, Kepingan Surga Sulawesi Tenggara yang Menyimpan Cerita Bajak Laut
  3. Pulau Samalona, Surga Mungil dari Makassar

Terlebih di pulai ini menyimpan banyak sejuta kekayaan laut seperti lumba-lumba yang berloncat dengan ceria, menyambut setiap wisatawan yang menyelusuri pulau ini. Selain itu juga banyak terdapat terumbu karang yang cantik, ikan-ikan kecil berwarna-warni menari kesana kemari dikedalaman pulau tersebut.

Tak ayal kalau pulau ini menjadi destinasi wajib para petualang dunia. Penyelam mengenal pulau ini dengan sebutan, surga bawah laut yang ada di dunia. Keadaan alam sekitar pun masih sangat terjaga di wilayah ini. Hamparan pasir putih, dan deburan ombak, berhasil membuat setiap para wisatawan jatuh cinta oleh pulau Raja Ampat.

Raja Ampat memiliki sekitar 75% spesies laut yang ada di seluruh manca negara. Denga wilayah laut seluas 4,6 juta hektar, dihiasi oleh 540 jenis karang, dan 1.511 spesies ikan, serta ribuan biota laut lainnya. Hal ini diungkapkan dari laporan badan konservasi internasional.

Continue Reading

Traveling

Desa Wisata Namatota, Surga Bahari Tersembunyi dari Tanah Papua

Published

on

Kampung Namatota
Kampung Namatota

Wilayah timur Indonesia seolah selalu memiliki tempat yang indah dan pantas untuk dijelajahi. Salah satunya adalah desa wisata Namatota di Kabupaten Kaimana Papua Barat yang juga masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Kampung Namatota adalah sebuah kampung kecil di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, yang berbatasan langsung dengan Teluk Triton dan berada di depan Teluk Bicari.

Laut sekitar Kampung Namatota menjadi rumah bagi beragam biota laut sehingga menjadi surga para penyelam setelah Raja Ampat. Keragaman jenis karang dan ikannya tidak berbeda jauh dengan Raja Ampat karena genetik biota laut ini memiliki konektifitas yang tinggi (Conservation Internasional, 2004).

Baca Juga:

  1. Tengkleng, Simbol Semangat Bertahan Hidup Wong Solo
  2. Mie Caluk, Spaghetti Asli Aceh
  3. Kenalan dengan Puthu Lanang Legendaris Malang, Sudah Ada dari Zaman Penjajahan

Para turis juga didukung dengan akomodasi homestay yang dikelola oleh masyarakat asli.

Untuk mencapai kampung tersebut, orang dapat menggunakan perahu motor, atau sering disebut dengan bodi, selama satu jam dari kota Kaimana. Kampung ini dikenal sebagai ibu kota Kerajaaan Namatota. Salah satu peninggalan sejarah yang menjadi obyek wisata dan pengetahuan adalah situs atau bekas Kerajaan Namatota di Kampung Namatota.

Menurut sejarah, kerajaan di Papua berada di Semenanjung Bomberai dan Semenanjung Onin. Kerajaan Namatota atau juga dikenal Kerajaan Kowiai berada di Semenanjung Bomberai ini. Kerajaan tradisional Namatota tidak memiliki istana yang megah sebagaimana kerajaan lainnya tetapi memiliki sebuah Rumah Raja yang disebut sebagai Rumah Adat.

Rumah Raja saat ini tidak lagi dihuni oleh raja tetapi hanya digunakan untuk menyimpan pernak-pernik atau assesoris raja-raja Namatota. Selain itu, yang bisa disaksikan dari sisa kerajaan ini adalah berupa makam keluarga yang terletak di samping masjid atau tepat berada di depan Rumah Raja.

Kampung Namatota
Kampung Namatota

Selain peninggalan kerajaan, Namatota juga memiliki kawasan pantai yang indah, yaitu Pantai Sangnus Worait yang terletak di timur laut Kampung Namatota.

Pantai Sangnus Worait memiliki pasir yang putih dan air yang tenang serta dikelilingi oleh pulau-pulau karst. Biasanya setelah wisatawan melakukan perjalanan panjang ke Teluk Triton, wisatawan akan mampir sebentar untuk menikmati keindahan pantai dan air yang jernih di pantai ini. Ada dua homestay yang dibuat oleh masyarakat dan dikelola sendiri oleh masyarakat lokal.

Kaimana memiliki kekayaan budaya dan potensi pantai yang indah serta modal kemauan masyarakat untuk mengembangkan wisata. Melihat potensi tersebut, pemerintah melakukan pendampingan, bahkan menjadikan kampung Namatota sebagai prioritas untuk pengembangan kampung wisata oleh sejumlah OPD seperti Dinas parawisata, dan Dinas pemberdayaan masyarakat dan kampung.

Menyelami keindahan perairan Namatota merupakan kegiatan yang wajib dilakukan. Anda bisa memilih antara snorkeling atau diving dan menikmati panorama bawah laut yang mengagumkan. Di perairan Namatota ada beberapa jenis ikan unik dan merupakan spesies baru Papua, seperti belut kebun mercy (Heteroconger mercyae), Pentapodus numberii, Pseudochromis jace, Siphamia stenotes, Paracheilinus nursalim, hiu berjalan di pasir (Hemiscyllium henryi), dan Pomacentrus fakfakensis.

Kampung Namatota
Kampung Namatota

Selain itu, Anda bisa melihat Paus Bryde’s, hiu paus, pari manta, dan lumba-lumba bungkuk Indopasifik. Tentunya akan menjadi pengalaman menyenangkan bila Anda berhasil berenang bersama hiu paus.

Wilayah perairan Namatota juga merupakan bagian dari taman laut dan segitiga karang dunia. Menyelami bawah lautnya, wisatawan bisa bertemu penyu sisik dan penyu hijau yang sering berada di antara padang lamun. Di sana juga banyak pilihan spot menyelam dengan karang lunak warna-warni.

Selain berenang dan menyelam, wisatawan juga bisa berkeliling perairan dengan perahu tradisional. Aktivitas di darat pun tak kalah seru karena Anda bisa berjalan-jalan ke puncak bukit menunggu matahari terbit dan berkeliling kampung dan melihat kegiatan masyarakat setempat, misalnya para perempuan yang sedang menganyam tomang atau noken khas Papua Selatan.

Anda juga bisa menyusuri hutan bakau, mengamati burung, melihat soa-soa, mengunjungi laguna tersembunyi, dan melihat situs prasejarah berupa lukisan di dinding batuan karst. Tentunya Anda juga bisa bersantai menikmati keindahan pemandangan kampung ini sambil minum kelapa muda di tepi pantai.

Untuk penginapan, di Kampung Namatota terdapat lima rumah warga yang dijadikan homestay dengan harga terjangkau dan ada pula bungalow di Pantai Raja. Anda juga bisa berkemah di Pantai Temaumum.

Continue Reading

Trending