Connect with us

CityKids

4 Tips Jitu Supaya Anak Mau Disuntik Vaksin Covid-19

Published

on

Vaksin Covid-19 untuk anak

Vaksin hingga saat ini masih menjadi kunci utama untu melindungi diri dari Virus Covid-19. Anak-anak juga harus terindungi dari virus ini. Lantas, bagaimana tips dan trik agar anak mau divaksin?

Berdasarkan panduan yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), anak-anak berusia 12 tahun sudah bisa mendapatkan suntikan Vaksin Covid-19.

Meski demikian, menyuntikkan Vaksin Covid-19 ke anak bukanlah perkara mudah. Pasalnya, mereka memiliki beragam ketakutan seperti takut jarum suntik, takut sakit, hingga takut dengan banyaknya berita hoax.

Baca Juga:

  1. 5 Tren Jilbab Tahun 2021, Bikin Kamu Makin Fashionable
  2. Tradisi Omed-Omedan Bali yang Sakral dan Sarat Makna
  3. 5 Fakta Menarik Drakor “The Witch’s Dinner”

“Tapi anak-anak ini adalah orang yang sangat aktif, mereka bergerak dan bertemu orang, ketika mereka bertemu berbagai macam orang kemungkinan mereka tertular dari lingkungan itu bisa sekali. Maka dari itu mereka tetap harus divaksin Covid-19,” kata dokter spesialis anak RSAB Harapan Kita, Eva Devita Harmoniati, dalam siaran Radio Kemenkes, Kamis (22/7/2021).

Berikut tips dan trik agar anak mau disuntik Vaksin Covid-19:

Berikan Edukasi

Eva mengatakan beberapa anak enggan menerima vaksin Covid-19 karena hoaks yang beredar di media sosial. Mereka bisa jadi membaca berita bohong dari media sosial sehingga tak percaya akan khasiat vaksin Covid-19.

Oleh sebab itu, orang tua harus memberikan edukasi pada anak agar mereka mau divaksin Covid-19 tanpa paksaan. Orang tua bisa mulai dengan memberitahu bahwa Covid-19 berbahaya dan mereka butuh perlindungan lebih, salah satunya dengan vaksin Covid-19.

Kemudian, beritahu bahwa vaksin Covid-19 aman untuk anak. Orang tua harus menjelaskan bahwa komponen pembuat vaksin adalah virus yang sudah dilemahkan sehingga tidak berbahaya bagi tubuh. Edukasi juga anak soal kemungkinan timbulnya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) agar mereka tidak panik saat timbul gejala usai vaksinasi.

“Edukasi soal vaksin Covid-19 pada anak itu penting agar anak memahami apa yang akan mereka lakukan saat itu. Ketika mengerti akan pentingnya vaksinasi Covid-19, maka anak akan mau divaksin tanpa paksaan,” kata Eva.

Berikan contoh


Anak biasanya meniru apa yang dilakukan orang tua atau orang sekitarnya. Ketika anak melihat orang tuanya mendapat vaksin, maka mereka juga akan menginginkan hal tersebut.
Maka dari itu, para orang tua dan orang dewasa di rumah sebaiknya memberikan contoh dengan sudah mendapatkan vaksin Covid-19 sebelum meminta anak divaksin.

“Makanya orang tua juga kalau bisa ikut divaksin biar anak melihat ‘oh ayah bunda divaksin, kok aku enggak?’ Akhirnya mereka mau divaksin Covid-19 juga,” ucap Eva

Anak yang melihat orang tuanya divaksin Covid-19 cenderung akan bertanya-tanya kapan mereka juga akan dapat suntikan vaksin Covid-19. Apalagi jika seluruh orang dewasa di rumah sudah mendapat vaksin Covid-19, anak akan merasa ingin mendapat hal yang sama.

Jangan ditakut-takuti


Anak usia 12-17 tahun masih memiliki emosi yang belum stabil. Mereka bisa memiliki ketakutan tersendiri pada berbagai hal termasuk vaksin. Oleh sebab itu, penting agar orang tua dan orang dewasa di rumah memberikan edukasi dan juga memupuk keberanian anak.

Jangan menakut-nakuti anak dengan berita hoaks, sakit akibat KIPI, rasa ngilu saat jarum suntik masuk tubuh, dan hal-hal lain yang menyeramkan. Orang tua juga harus meminta setiap orang di rumah agar tidak menakut-nakuti anak yang mau divaksin Covid-19.

Dampingi anak saat vaksinasi


Saat anak mau divaksin, jelaskan pada anak alur vaksinasi Covid-19. Mulai dari keberangkatan dari rumah, pendaftaran, suntik vaksin, saat menunggu KIPI selama 30 menit, dan kepulangan. Menjelaskan semua itu bisa membantu anak lebih siap mendapat vaksin Covid-19.

Pastikan pula orang tua atau pengasuh selalu mendampingi anak dan memberikan dukungan saat proses vaksinasi berlangsung.

Itulah cara membujuk anak agar mau divaksin Covid-19 yang bisa dilakukan orang tua di rumah.

CityKids

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Makin Tinggi, Menteri PPA Optimalkan Layanan Terpadu dan Komprehensif

Published

on

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) kasus kekerasan terhadap perempuan periode 2019-September 2020 sebanyak 24.325 kasus dengan jumlah korban sebanyak 24.584 orang.

Adapun kekerasan terhadap anak sebanyak 31.768 kasus. Korban yang tercatat sebanyak 35.103 anak dengan rincian 10.694 anak laki-laki dan 24.409 anak perempuan (sekitar 2,3 kali lipat anak laki-laki).

“Tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak seyogyanya menjadi perhatian bersama. Perempuan dan anak sangat rentan mengalami kekerasan, karena itu semua pihak harus melakukan gerakan bersama mencegah semua tindak kekerasan itu,” tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga :

  1. Menkeu: Kasus Covid-19 Menurun, Masyarakat Tetap Waspada
  2. Menkominfo Bertemu Dubes Prancis Bahas Perkembangan Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur TIK
  3. Pertamina Kembali Adakan Pelatihan Las Untuk Tingkatkan Kompetensi Pemuda Indramayu

Berdasarkan sumber data yang sama, jenis kekerasan yang paling banyak dialami perempuan adalah kekerasan fisik (41,7%), kekerasan psikis (29,1%), penelantaran (11,0%) dan kekerasan seksual (10,5%). Sedangkan eksploitasi dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang tercatat melalui SIMFONI PPA sebanyak 0,3% dan 1,5%, dan kekerasan lainnya sebanyak 5,8%.

“Lebih memprihatinkan, jenis kekerasan paling banyak dialami anak-anak adalah kekerasan seksual mencapai 45,4%. Ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat dampak kekerasan seksual yang dialami anak-anak, akan sangat berdampak pada tumbuh kembang dan kehidupan mereka di saat dewasa,” tegas Menteri Bintang.

Jenis kekerasan lain yang juga banyak dialami anak-anak adalah kekerasan fisik sebanyak 20,4%, kekerasan psikis 18,1%, penelantaran 5,6% dan kekerasan lainnya 8,2%, sedangkan eksploitasi dan TPPO masing-masing di bawah 2%.

Menteri Bintang mengatakan Kemen PPPA melakukan langkah penanganan dengan menyusun mekanisme pelayanan tingkat nasional yang terpadu dan komprehensif, serta mendorong perluasan pelayanan ke daerah-daerah.

Melalui Perpres No. 65 Tahun 2020 dibentuk mekanisme layanan berjenjang yang terstandar untuk 5 jenis layanan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Di tingkat pusat mulai diluncurkan pada 2021 layanan rujukan akhir berupa Ruang Layanan SAPA 129 melalui Hotline 129 dan WhatsApp 08111-129-129 yang beroperasional 24 Jam. 

Melalui layanan SAPA 129,  pengaduan anak, periode Maret – 20 September 2021 mencapai 14.459 pengaduan sedangkan pengaduan lewat telepon sebanyak 6.396 pengaduan. Adapun pengaduan perempuan periode Januari – September sebanyak 594 pengaduan. KDRT menempati urutan pertama kasus paling banyak yang dilaporkan untuk kemudian ditindaklanjuti. 

Kemen PPPA juga mengeluarkan kebijakan standar pelayanan, yakni Prosedur Standar Operasional (PSO) Penyediaan Layanan Rujukan Akhir Perempuan Korban Kekerasan mencakup: tata kelola perlindungan; kewenangan dan peran pusat, provinsi dan kabupaten/kota; penentuan kriteria kasus; pelaku dan korban yang ditangani oleh pusat; cakupan layanan mulai dari pengaduan, pendampingan, penjangkauan kasus, bantuan hukum, penyediaan rumah aman; serta alur layanan rujukan akhir.

Selain itu, mendorong terbentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA)melalui Kerjasama dengan Kemendagri, sehingga  dalam waktu dua tahun terbentuk di 30 provinsi dan 165 kabupaten/kota.

Menteri Bintang mengatakan Kemen PPPA telah mengalokasikan anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik Perlindungan Perempuan dan Anak (DAK NF PPA) mulai tahun 2021 sebesar Rp 101,2 miliar di 34 provinsi dan 216 Kabupaten/Kota mempercepat layanan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

DAK NF PPA direncanakan berlanjut di tahun anggaran 2022, dengan alokasi anggarannya meningkat menjadi Rp120 miliar dengan target sasaran tetap 34 provinsi dan 216 Kabupaten/Kota.

Berdasarkan data SIMFONI PPA, dari seluruh laporan yang masuk sejak tahun 2019 sampai September 2021, korban yang mendapat 1 jenis layanan sebanyak 54,1%, yang mendapatkan 2 jenis layanan 25,0%, 3 jenis layanan 6,8%, 4 jenis layanan 5,6% dan lebih dari 4 jenis layanan sebanyak 8,4%.

Dalam penanganan kasus kekerasan, langkah awal yang dilakukan adalah dengan memberikan layanan pengaduan. Jenis layanan yang paling banyak diterima korban adalah layanan kesehatan sebanyak 22,7%, bantuan hukum 16,9%, rehabilitasi sosial 8,5%, dan penegakan hukum 4,7%, sedangkan layanan reintegrasi sosial, pemulangan dan pendampingan tokoh agama masing-masing di bawah 2%.

Sama seperti korban kekerasan terhadap perempuan, korban kekerasan terhadap anak juga telah mendapatkan layanan. Dari seluruh laporan yang masuk sejak tahun 2019 sampai September 2021, korban yang mendapat 1 jenis layanan sebanyak 55,0%, yang mendapatkan 2 jenis layanan 24,1%, 3 jenis layanan 8,5%, 4 jenis layanan 5,1% dan lebih dari 4 jenis layanan sebanyak 7,3%.

Jenis layanan yang paling banyak diterima korban adalah layanan pengaduan sebagai langkah awal dalam penanganan kasus kekerasan. Selain layanan pengaduan, jenis layanan lain yang banyak diterima anak korban kekerasan adalah layanan kesehatan sebanyak 22,7%, bantuan hukum 14,4%, rehabilitasi sosial 11,0%, penegakan hukum 7,3%, reintegrasi sosial 2,3%, pemulangan 1,3% dan pendampingan tokoh agama 0,9%.

Continue Reading

CityKids

Saluran Anak dan Film di IndiHome Resmi Dihentikan

Published

on

Saluran Anak dan Film di IndiHome Resmi Dihentikan – unsplash.com (@parktroopers)

PT Telkom Indonesia mengumumkan rencana penghentian sejumlah siaran saluran anak dan film di saluran TV kabel IndiHome TV per tanggal 1 Oktober 2021.

Vice President Corporate Communication Telkom, Pujo Pramono, menerangkan bahwa penghentian saluran TV tersebut merupakan kebijakan dari pihak Disney.

“Terkait penutupan channel-channel TV tersebut, merupakan kebijakan dari The World Disney Company. Untuk keterangan lebih lanjut bukan menjadi kewenangan kami,” kata Pujo, dikutip dari CNNIndonesia.com, Jumat (01/10).

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

Berikut ini daftar lengkap saluran TV kabel Disney yang dihentikan penayangannya di Indihome:

  1. Fox
  2. Fox Crime
  3. Fox Life
  4. Channel V
  5. Fox Action Movies
  6. Fox Family Movies
  7. Fox Movies
  8. Star Chinese Movies Legend
  9. Fox Sports
  10. Fox Sports 2
  11. Fox Sports 3
  12. Disney
  13. Disney Junior
  14. Nat Geo People

Sebelumnya, Disney merilis pernyataan tentang penutupan akses seluruh saluran di kawasan Asia mulai 18 Oktober. Sebab, layanan itu akan fokus pada platform streaming Disney+.

Akibatnya, penutupan saluran Disney tidak hanya terjadi pada Indihome mulai 1 Oktober 2021, tetapi seluruh penyedia layanan TV kabel di Asia.

Meski begitu, pelanggan fixed broadband IndiHome dapat menikmati lebih dari 500 film dan konten eksklusif, serta 7.000 episode konten hiburan global dan lokal yang tersedia di Disney+ Hotstar melalui aplikasi yang tersedia di smartphone berbasis Android dan iOS, tablet, web, smart-TV, dan PC.

Pujo turut menjelaskan bahwa mulai 1 Oktober 2021 IndiHome akan menjalin kemitraan dengan Rewind Networks yang menghadirkan channel HITS dan HITS Movies. Program tersebut rencananya akan tersedia di IndiHome TV maupun aplikasi USeeTV Go.

Continue Reading

CityKids

4 Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan Bareng Anak Selama PPKM

Published

on

Orang tua dan anak

Kasus harian Covid-19 di Indonesia saat ini masih tinggi, meskipun sudah melandai dalam beberapa hari terakhir. Hal itu membuat banyak tempat wisata tutup dan kegiatan pergi ke luar rumah menjadi tak aman, terutama untuk anak-anak.

Berada terlalu lama di rumah tentunya membuat anak bosan. Terkait hal itu, MyCity telah menyiapkan beberapa kegiatan asyik yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah anak merasa bosan.

Kegiatan ini bersifat senang-senang sampai edukasi. Namun, sebelum memilih aktivitas, pastikan anak setuju dengan pilihan kegiatan yang akan dilakukan.

Baca Juga:

  1. AS Rencanakan Buka Izin Kedatangan dari Luar Negeri
  2. 4 Orang Positif Covid-19, Macau Tes Seluruh Warganya
  3. Perban di Kepala Kim Jong Un Picu Perdebatan

Masak bersama

Kalau di hari biasa kamu masak untuk si kecil, kali ini ajak anak untuk masak bersama. Tentunya tidak semua anak pasti mau masak bersama. Supaya anak semangat mencoba, kamu bisa pilih resep makanan favoritnya. Meskipun resep sudah tersedia, izinkan anak untuk berkreasi.

Menambahkan beberapa bahan tambahan selagi masih dalam batas wajar seharusnya tidak jadi masalah. Hal ini bisa melatih kreatifitas anak yang tentunya akan berguna bagi masa depan.

Main video game

Di hari sekolah kamu pasti tegas dalam membatasi waktu bermain si kecil. Namun, saat liburan sekolah tidak ada salahnya mengizinkan anak bermain video game. Terlebih anak tidak bisa leluasa keluar rumah karena pandemi. Agar tidak berlebihan, kamu bisa mengawasi secara langsung. Mengatur gadget melalui pengaturan juga bisa menjadi solusi lainnya.

Piknik

Kalau rumah kamu memiliki halaman luas, piknik bisa menjadi alternatif kegiatan liburan sekolah di rumah. Melakukan aktivitas di luar rumah sambil menikmati kudapan favorit pasti menyenangkan. Selain sore hari, pagi menjelang siang merupakan waktu terbaik untuk piknik. Kualitas sinar matahari masih sangat sehat dan membantu untuk meningkatkan kesehatan.

Melakukan percobaan ilmiah

Liburan sekolah identik dengan bersenang-senang. Setelah lelah belajar online selama pandemi, anak tentu butuh istirahat. Namun, beberapa anak memiliki semangat belajar tinggi. Oleh karena itu, melakukan percobaan ilmiah di rumah bisa jadi solusi untuk anak dengan rasa ingin tahu yang tanpa batas.


Percobaan ilmiah yang dilakukan tidak perlu rumit. Selain karena sulit, bisa jadi berbahaya. Cukup lakukan percobaan ilmiah sederhana. Contohnya adalah membuat balon mengembang menggunakan soda kue.

Continue Reading

Trending