Connect with us

Infrastruktur

3 Kementerian Bersatu, Tahun 2030 Tak Boleh Lagi Sedot Air Tanah

Published

on

Kolaborasi antar Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, dan Pemprov DKI Jakarta
Kolaborasi antar Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, dan Pemprov DKI Jakarta

Kolaborasi antar Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, dan Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan air perpipaan di Jakarta dan mengatasi penurunan muka tanah (land subsidence). Kementerian PUPR akan membangun tiga SPAM regional untuk memenuhi kebutuhan air perpipaan hingga tahun 2030.

Merespons penurunan muka tanah (land subsidence) Jakarta yang menjadi isu nasional dan memenuhi target melayani 100 persen warga Jakarta dengan air perpipaan pada 2030, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkomitmen membangun tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Kolaborasi pencegahan land subsidence dan pemenuhan kebutuhan air perpipaan ini dilakukan Kementerian PUPR bersama Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (MOU) Sinergi dan Dukungan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang dihadiri juga oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan.

Baca Juga:

  1. Demi Cegah Penyebaran Covid-19, Wagub Minta Warga Tak Nobar Timnas Indonesia
  2. Mampukah Timnas Balas Kekalahan Telak dari Thailand? Ini Jawaban Shin Tae-yong
  3. Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Menurut Luhut, kolaborasi antar pemangku kepentingan seperti ini sangat penting untuk merespons isu tenggelamnya Jakarta karena penggunaan air tanah terus menerus oleh masyarakat. Pemerintah merespons hal tersebut dan mengambil inisiatif untuk mengurangi dan menghentikan pemanfaatan air tanah di Jakarta dengan penyediaan air minum perpipaan yang mencukupi bagi masyarakat Jakarta.

“Untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah Pusat berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta telah menyusun sebuah perencanaan bersama yang menyinergikan proyek inisiatif SPAM dan dituangkan dalam Nota Kesepakatan yang mencakup rincian program, jangka waktu, serta skema pembiayaan yang tepat,” katanya.

Saat ini kondisi cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta baru bisa memenuhi cakupan layanan seluas 64 persen dan menyuplai 20.725 liter per detik air untuk 908.324 sambungan pelanggan. Akibatnya masyarakat yang tidak memiliki akses air minum perpipaan cenderung menggunakan air tanah secara terus menerus sehingga menjadi salah satu penyebab penurunan muka tanah secara cepat.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk menjawab kebutuhan air warga Jakarta, Kementerian PUPR akan membangun tiga SPAM regional yang meliputi SPAM regional Jatiluhur I berkapasitas 4.000 liter/detik yang akan menambah 13 persen layanan, SPAM Karian-Serpong berkapasitas 3.200 liter/detik menambah 10 persen layanan, dan SPAM Juanda II berkapasitas 2.054 liter/detik yang menambah 7 persen layanan.

“Mudah-mudahan pada 2030 semua penduduk di Jakarta bisa dilayani dengan air minum perpipaan. Dengan begitu harapan kita semua untuk bisa mengendalikan pemanfaatan air tanah yang lebih terkendali dan mengurangi laju land subsidence bisa dilaksanakan,” katanya.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, kebutuhan air minum masih banyak dipenuhi dari air tanah yang menyebabkan penurunan permukaan tanah sehingga kehadiran SPAM ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat melainkan juga dapat berpengaruh pada penyelamatan lingkungan.

Gubernur DKI Anies Baswedan sendiri optimistis pelayanan air perpipaan bagi masyarakat di Jakarta bisa terpenuhi sebelum 2030. “Ditandatanganinya MoU ini merupakan langkah untuk memenuhi target melayani 100 persen masyarakat Jakarta dapat tercapai bahkan bisa lebih awal. Kita tangani bersama-sama ketidaktersediaan air minum perpipaan ini dan harapannya land subsidence juga bisa tertangani,” tandasnya.

Infrastruktur

Keren, Indonesia Resmikan Industri Bahan Peledak Terbesar se-Asia Tenggara

Published

on

PT Dahana

Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi), beberapa waktu lalu meluncurkan Holding dan Program Strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Pertahanan yang dinamakan Defence Industry Indonesia atau disingkat Defend ID di PT PAL Indonesia (Persero), Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Dalam sambutannya kala itu, Presiden menekankan bahwa Indonesia harus segera membangun kemandirian sekaligus mendorong industri pertahanan dalam negeri agar sepenuhnya siap memasuki era persaingan baru dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan pokok untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kemandirian industri pertahanan harus kita wujudkan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri, tidak bisa parsial, enggak bisa. Kita harus perkuat industrinya, kita juga harus bangun ekosistemnya agar tumbuh dan berkembang semakin maju,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara pun mengapresiasi langkah konsolidasi dan pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN industri pertahanan Defend ID yang sudah lama dinantikan ini.

“Sudah lama ini saya tunggu-tunggu dan saya kejar-kejar terus agar BUMN industri pertahanan kita jauh lebih terkonsolidasi, ekosistemnya semakin kuat, mampu bersaing secara sehat dan menguntungkan. Dan, ini saya catat janjinya, janji ini saya catat, Defend ID akan menjadi TOP50 perusahaan pertahanan dunia,” ujar Presiden.

Tak hanya itu, Presiden juga mengingatkan Defend ID untuk terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan (alpalhankam).

“Saya minta agar TKDN produk-produk pertahanan unggulan terus ditingkatkan dari angka yang telah dicapai saat ini yaitu 41 persen, agar bisa terus naik dan meningkat, dan nanti pada akhirnya 100 persen. Kita harus bergerak cepat, lincah, dan juga jeli melihat peluang, proaktif menjawab peluang agar bisa menjadi bagian dari rantai pasok global. Ini penting sekali, dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri,” tegasnya.

Pusat Industri Bahan Peledak Terbesar di Asia Tenggara

Bukan saja peresmian entitas Defend ID, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan peresmian salah satu fasilitas berupa pusat industri untuk mewujudkan tujuan yang telah disebutkan di atas. Yakni berupa pusat industri sekaligus pabrik peledak atau elementated detonator milik Dahana.

Yang istimewa, tidak hanya menjadi pabrik peledak terintegrasi pertama di Indonesia, namun fasilitas ini digadang-gadang sebagai pabrik bahan peledak terbesar yang ada di kawasan Asia Tenggara.

Mengutip keterangan resmi Dahana, disebutkan bahwa proyek pembangunan pabrik peledak terbesar di ASEAN ini sebarnya sudah dijajaki sejak tahun 2018, dengan menggandeng perusahaan terkait asal Korea Selatan, yakni Hanwha Corporation selaku pihak yang memasok peralatan detonator elemented.

Pembangunan pabrik yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini memulai tahap groundbreaking pada tahun 2019 dan prosesnya sendiri berjalan sesuai dengan target, di mana kala itu diharapkan dapat mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2022.

Dalam rancangannya, pabrik peledak ini kedepannya ditargetkan akan mampu memproduksi elemented detonator, dengan kapasitas hingga 8 juta unit per tahun.

Sedikit informasi, selain banyak digunakan di bidang pertahanan untuk industri militer, elemented detonator merupakan salah satu bahan utama peledak yang terdiri dari high explosives serta mengandung delay element untuk mengatur waktu tunda detonator, yang banyak digunakan di industri pertambangan, kuari, dan konstruksi.

Disebutkan jika nilai investasi Hanwha pada pembangunan fasilitas ini mencapai angka 13,62 juta dolar AS, atau sekitar Rp199 miliar.

Saat peresmian fasilitas dilakukan, Suhendra Yusuf selaku Direktur Teknologi dan Pengembangan Dahana menyebut jika keberadaan pabrik elemented detonator ini merupakan salah satu strategi untuk mewujudkan kemandirian bahan peledak dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan akan impor, terutama pada sektor inititating device.

Lebih dari itu, Suhendra juga menyebut jika fasilitas ini dapat membuat Indonesia berhemat devisa negara hingga mencapai puluhan miliar per tahunnya.

“Merupakan strategi backward integration dari hilir ke hulu, serta mewujudkan kemandirian teknologi bahan peledak sehingga mengurangi impor, dan menghemat devisa negara sebesar 6 juta dolar AS per tahun atau setara Rp87 miliar per tahun,” paparnya.

Continue Reading

Infrastruktur

Buat Kawasan Industri Batang, Kementerian PUPR Bangun 10 Tower Rusun

Published

on

tower rusun batang

Kementerian PUPR terus memperbanyak pembangunan rusun yang diperuntukan bagi kalangan pekerja di kawasan industri. Di KIT Batang sebanyak 10 tower rusun lima lantai dibangun yang ditargetkan akan diselesaikan pertangahan tahun 2022.

Pemenuhan kebutuhan hunian terus didorong khususnya untuk kalangan pekerja untuk memudahan segmen ini mendapatkan sarana hunian yang sehat dan nyaman. Salah satu program perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yaitu pembangunan rumah susun (rusun).

Untuk kalangan pekerja industri di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, saat ini Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan 10 tower rusun yang dilaksanakan menjadi tiga paket pekerjaan dengan anggaran senilai Rp351 miliar. Ke-10 rusun ini diperuntukan bagi kalangan pekerja di KIT Batang.

Baca Juga:

  1. Tradisi Mudik yang Lebih dari Mudik, Cuci Parigi Sebagai Penyucian Jiwa Masyarakat Maluku
  2. Awal Mula Suku Tengger dan Tradisi Unan-Unan
  3. Binarundak, Tradisi Makan Bersama Pakai Bambu untuk Reuni Lebaran di Sulawesi Utara

“Pembangunan fasilitas rusun ini juga diharapkan bisa terus mendorong perkembangan KIT di Jawa Tengah. Dengan adanya rusun ini kalangan pekerja memiliki alternatif tempat tinggal yang layak dan nyaman tinggal nanti diatur bagaimana pemanfaatan rusun ini supaya fungsinya bisa optimal,” ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Direktur Rumah Susun Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Aswin Grandiarto Sukahar menerangkan, pembangunan sarana rusun untuk pekerja KIT Batang ini dibagi menjadi tiga paket. Untuk paket pertama dibangun empat tower rusun dengan ketinggian lima lantai dengan model barak yang mencakup 88 unit untuk bisa menampung banyak pekerja.

“Untuk paket kedua akan dibangun sebanyak tiga tower lima lantai dengan jumlah unit 66 barak. Sementara untuk paket ketiga juga sama akan dibangun tiga tower lima lantai. Pembangunan rusun di KIT Batang ini menerapkan pola baru karena menggunakan tanah negara dan fasilitasnya juga disediakan oleh pemerintah seperti jalan lingkungan, jaringan listrik, air, sanitasi, dan berbagai sarana perumahan lainnya,” imbuhnya.

Rusun KIT Batang ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat ibadah, sarana olahraga, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Keberadaan rusun ini juga diharapkan bisa terus mendukung perkembangan kawasan industri hingga mempercepat pertumbuhan ekonomi khususny di wilayah Jawa Tengah.

Berdasarkan progres di lapangan, saat ini pembangunan rusun paket pertama telah mencapai 93,34 persen, paket kedua 86,15 persen, dan paket ketiga 85,36 persen. Proyek ini dibangun dengan proses percepatan untuk mengejar target operasional pada pertengahan tahun ini juga.

Continue Reading

Infrastruktur

Anies: Trek Sirkuit Formula E Telah Rampung 100 Persen

Published

on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden RI Joko Widodo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa trek utama sirkuit Formula E Jakarta telah rampung 100 persen.

Anies menyampaikan hal itu saat mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kala meninjau persiapan Formula E di Ancol, Jakarta Utara, Senin (25/1/2022).

“Kalau untuk treknya sudah 100 persen selesai, sekarang yang sedang dalam proses pembangunan, seperti disampaikan Bapak Presiden, adalah paddock, grand stand, kemudian juga pagar nanti di atas beton-beton ini akan ada pagar yang itu untuk melindungi,” kata Anies.

Baca Juga:

  1. Cabai Jawa: Primadona Jamu, Dianggap Sebagai Harta Karun Tanaman Obat di Indonesia
  2. Jamur Tudung Pengantin, Cantik Namun Berbau Busuk
  3. Menparekraf Sandiaga Uno Bakal Siapkan Pendampingan Bisnis untuk Pelaku UMKM Jamu

“Itu semua yang akan dikerjakan sama persiapan untuk fasilitas bagi tamu-tamu yang menggunakan mal di sebelah ini. Tapi secara umum treknya sudah 100 persen selesai,” beber Anies lagi.

Formula E Jakarta rencananya bakal berlangsung pada 4 Juni 2022 nanti. Pihak panitia penyelenggara bakal menyediakan setidaknya 50 ribu lembar tiker Formula E Jakarta dengan banderol mulai dari Rp 350 ribu.

“Jadi sudah disepakati, bahwa tiket Formula E berjumlah minimal 50 ribu, dengan rentang harga Rp 350.000 sampai jutaan rupiah,” terang Ketua Panitia Organizing Committee (OC) dari Formula E, Ahmad Sahroni, melalui keterangan tertulisnya (5/4/2022).

Sahroni mengatakan tiket Formula E memiliki sebaran kelas yang beragam dan bisa dibeli mulai bulan Mei mendatang. Dia menuturkan panitia tak hanya menyuguhkan balapan semata, melainkan berbagai ajang hiburan untuk para penonton maupun pengunjung Ancol.

“Acaranya nanti juga akan sangat meriah, di mana kita mengadakan konser musik yang diisi oleh musisi dan grup musik ternama. Kita akan memiliki tiga panggung yang akan menampilkan hiburan dari pagi hingga malam,” ucapnya.

Continue Reading

Trending