Connect with us

Properti

Rumah Tapak dengan Fitur Pandemi Laris Manis

Published

on

Rumah tapak dengan fungsi post pandemic. (PT Adhi Commuter Properti Tbk)
Rumah tapak dengan fungsi post pandemic. (PT Adhi Commuter Properti Tbk)

mycity.co.id – Rumah tapak yang menerapkan berbagai adaptasi untuk menghadirkan hunian yang sehat masih sangat diminati.

Pengembang terus menghadirkan konsep rumah post pandemic seperti ini yang menghadirkan fitur lantai mezanin untuk ruang serba guna, bukaan optimal, taman di dalam, dan sebagainya.

Pengembang terus mencatatkan kinerja bisnis yang baik untuk produk rumah tapak (landed house). Hal ini tidak terlepas dari perkembangan infrastruktur yang membuat aksesibilitas ke berbagai wilayah kian mudah. Sehingga, pilihan rumah tapak di kawasan sub urban juga kian diminati. Itu karena kendati di pinggiran kota namun fasilitasnya lengkap dan aksesibilitas ke manapun relatif mudah.

Salah satu yang menuai kesuksesan penjualan produk rumah tapaknya yaitu township Adhi City Sentul. Perumahan ini adalah hasil pengembangan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

Melanjutkan kesuksean penjualan di dua tipe rumah yaitu Aruna dan Asoka di Klaster Bhumi Anvaya, Adhi City Sentul menghadirkan klaster ketiga Bhumi Svarga.

Baca Juga :  Depresi Tangani Pasien Covid-19, Dokter Muda di India Bunuh Diri

“Minat masyarakat yang tinggi dengan sold out-nya Aruna dan Asoka kembali kami hadirkan Klaster Bhumi Svarga dengan tipe Asana 45/72 yang dikonsep minimalis resort living,” ujar Putu Praditya, Project Marketing Manager Adhi City Sentul.

“Kelebihan tipe baru ini dihadirkan multifunctional mezzanine, inner court, dan inner garden untuk mengusung hunian sehat post pandemic seiring tuntutan masyarakat,” sambung dia.

Tipe lain yang dihadirkan yaitu 60/90 dengan konsep resort living villa house dua lantai. Konsep rumah sehat yang dihadirkan di tipe dua lantai ini antara lain pencahayaan natural, optimum cross ventilation, hingga pool option untuk penghuni yang ingin menyempurnakan huniannya dengan pilihan kolam renang.

Adhi City Sentul sendiri dengan dua klaster sebanyak 700-an unit yang telah sold out terus menghadirkan beragam sarana maupun fasilitas pendukung di kawasannya. Saat ini telah dihadirkan juga Commercial Lot tahap pertama seluas 6 hektar untuk menjadi fasilitas utama di kawasan.

Baca Juga :  Kembangkan Smart City di BSD, Pengembangan Ini Gandeng Perusahaan Abu Dhabi

Masih mengusung kawasan dengan penerapan new normal untuk kawasan hunian yang sehat, Commercial Lot Adhi City Sentul mengusung konsep ruang terbuka berbasis komunitas yang akan banyak menghadirkan event untuk diselenggarakan di kawasannya.

Konsep utama kawasannya sendiri yaitu menerapkan prinsip transit oriented development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi public LRT Jabodebek yang akan beroperasi tahun 2023. Di kawasan pengembangan seluas 120 hektar, Adhi City Sentul akan menghadirkan area komersial, sekolah, universitas, rumah sakit, ruang terbuka hijau, clubhouse, thematic garden, organic walkways, dan sebagainya.

Project Director Adhi City Sentul Nanang Safruding Salim menambahkan, konsep integrated future city yang menjadi visi Adhi City Sentul diterapkan dengan pengembangan kota baru yang menyelaraskan konsep natural living dan mixed use development dengan menghadirkan sebuah kawasan residensial, low-rise vertical, pusat bisnis dan finansial, leisure, fasilitas sosial, sarana transportasi publik, dan sebagainya.

Baca Juga :  Ayo Serbu, Ada Rumah Sehat di Jakarta Timur

“Secara lokasinya Adhi City Sentul juga merupakan New Gate of Sentul dengan rencana pengembangan ke depan kawasannya yang menjadi CBD baru di Kabupaten Bogor. Aksesnya sangat mudah karena berada di mulut tol Sirkuit Sentul (tol Jagorawi). Konsep yang kami terapkan juga diapresiasi dengan meraih Highly Commended of Best Connectivity Housing Development dari PropertyGuru Indonesia Property Awards 2022,” tandasnya.

Saat ini Adhi City Sentul juga ikut berpartisipasi di ajang Indonesia Property Expo di JCC Senayan hingga 27 November 2022.

Di event ini ditawarkan berbagai kemudahan dan promo seperti subsidi depe, cicilan ringan, instant approval, libur bayar dua tahun, hingga berbagai hadiah seperti trip ke Bali, gratis gadget, kanopi, dan sebagainya.

Properti

Konsep Rumah Sehat Makin Diminati di Daerah Penyangga Jakarta

Published

on

Rumah Sehat di Sentosa Par Tangerang. (Yiho Jakarta)
Rumah Sehat di Sentosa Par Tangerang. (Yiho Jakarta)

mycity.co.id – Perkembangan infrastruktur memudahkan aksesibilitas ke berbagai wilayah Jabodetabek. Hal ini mendorong pengembang untuk menghadirkan hunian premium yang menyasar keluarga muda di kawasan yang berkembang seperti koridor barat Jakarta.

Di tengah situasi ekonomi yang cukup sulit karena pandemi Covid-19, sektor properti terus menunjukan kinerja yang baik. Bahkan, memasuki fase pemulihan khususnya pada tahun ini.

Hal ini menjadi momentum bagi kalangan perusahaan developer untuk lebih agresif masuk ke pasar. Caranya dengan menyediakan produk yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Wow, Ada Ruko Inovatif di Summarecon Serpong

Salah satu yang terus menguat saat situasi pandemi yaitu hunian berupa rumah tapak. Bukan hanya sekadar hunian tapi mengusung konsep sehat secara luas atau hunian post pandemic. Hal lainnya lagi terkait lokasi dengan aksesibilitas mudah dan fasilitas serta sarana yang lengkap.

Menjawab kebutuhan ini, PT Yiho Jakarta Real Estate Development menghadirkan konsep rumah sehat ala Singapura di Sentosa Par. Konsep itu ada di dalam kawasan Tangerang New City, Cikupa, Tangerang, Banten.

Untuk tahap pertama ini dihadirkan 212 unit rumah dua lantai dengan harga Rp900 juta-Rp1,2 miliar untuk menyasar segmen keluarga muda.

Baca Juga :  Depresi Tangani Pasien Covid-19, Dokter Muda di India Bunuh Diri

Menurut CEO Yiho Jakarta Real Estate Development Mr. Richard Oh, pengembangan Sentosa Park sesuai dengan timeline yang ditentukan. Juga, dibangun jalan utama bulevar sejak bulan Oktober 2022 lalu untuk mengejar target serah terima tahap satu bulan Maret 2023.

“Sentosa Park berlokasi di dalam kawasan Tangerang New City seluas 2.600 hektar. Dikonsep sebagai rumah sehat keluarga muda milenial dengan jarak tempuh 30 menit ke pusat kota Jakarta. Kawasannya bisa diakses melalui empat jalan tol dan future MRT barat-timur untuk rute Balaraja-Cikarang,” ujarnya.

Baca Juga :  Plus & Minus Ruang Perkantoran di Masa Pandemi Covid-19

Kawasannya juga berada di titik paling strategis bulevar Tangerang New City dengan lebar jalan mencapai 40 meter. Pengembangan akses, infrastrktur, maupun berbagai fasilitas lainnya akan kian meningkatkan nilai kawasan di sini sebagai hunian, investasi, bisnis, dan komersial.

Konsep lain yang dihadirkan yaitu empat zona aktivitas dengan 29 fasilitas salah satunya clubhouse untuk memenuhi lifestyle penghuni. Kelengkapan clubhouse-nya antara lain kolam renang, jogging track, camping ground, area bermain anak, lapangan basket, thematic garden, dan sebagainya.

Continue Reading

Properti

Mantap, Program Sejuta Rumah Hampir Rampung

Published

on

Program Sejuta Rumah hampir rampung. (Sekretariat Kabinet RI)
Program Sejuta Rumah hampir rampung. (Sekretariat Kabinet RI)

Hingga akhir Oktober 2022 Kementerian PUPR mengklaim capaian program sejuta rumah sudah hampir tercapai. Hingga 31 Oktober sudah tercapai hingga 979.592 unit sehingga dipastikan pada tahun ini capaian program sejuta rumah bisa tercapai lebih dari satu juta unit.

Program sejuta rumah yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir April 2015 lalu merupakan program utama yang terus didorong capaiannya. Untuk periode tahun ini hingga 31 Oktober 2022, program sejuta rumah sudah hampir mencapai jumlah satu juga unit.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), capaian program sejuta rumah hingga akhir Oktober lalu tepatnya sudah mencapai 979.592 unit di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Inilah Pentingnya Asuransi Rumah

Baca Juga: Wayang Kulit, Jadi Aset Budaya Nasional dan Refleksi Kehidupan

“Dengan capaian ini tentunya hal ini membuat optimistis kalau pada tahun ini capaian program sejuta rumah bisa tercapai bahkan hingga lebih dari satu juta. Pelaksanaan program sejuta rumah ini merupakan salah satu prioritas pemeinrtah dalam rangka penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat,” ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.

Adapun capaian program sejuta rumah yang mencapai 979 ribuan unit terdiri dari 721.559 unit untuk kalangan berpenghasilan rendah (MBR) atau porsi 74 persen. Sementara itu 26 persennya atau 258.033 unit merupakan rumah non MBR.

Baca Juga :  Rumah MBR Bakal Mendukung Perekonomian Nasional

Pemerintah juga akan terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan di bidang perumahan seperti pemerintah daerah, pengembang, perbankan, masyarakat serta sektor swasta untuk terus mendorong program sejuta rumah.

Berbagai program perumahan serta bantuan pembiayaan perumahan serta kemudahan perizinan pun terus didorong untuk menggeliatkan investasi di sektor properti yang terbukti mampu bertahan di masa pandemi.

Bila dirinci lagi, pembangunan rumah sebanyak 721.559 unit untuk kalangan MBR dibangun oleh Kementerian PUPR sebanyak 251.644 unit, kementerian maupun lembaga lain 496 unit, pemerintah daerah 51.572 unit, kalangan pengembang 330.562 unit, program CSR perumahan 1.358 unit, dan masyarakat 85.927 unit.

Baca Juga :  Depresi Tangani Pasien Covid-19, Dokter Muda di India Bunuh Diri

“Sementara itu rumah non MBR sebanyak 258.033 unit dibangun pengembang sebanyak 210.560 unit dan masyarakat 47.473 unit. Angka capaian program sejuta rumah ini juga terus bergerak dan kami optimistis sebelum tutup tahun 2022 ini capaiannya bisa tembus lebih dari satu juta unit,” tandas Iwan.

Continue Reading

Properti

KPR Jadi Penopang Peningkatan Laba Bank

Published

on

KPR rumah. (Suara)

Penyaluran pembiayaan perumahan (KPR) dari bank menjadi salah satu penopang peningkatan laba.

Sektor properti menjadi salah satu bisnis yang masih mencatatkan pertumbuhan kinerja baik saat situasi pandemi.

Hal ini juga berdampak langsung pada bisnis perbankan khususnya pada penyaluran kredit perumahan yang juga terus meningkat dengan banyaknya masyarakat yang mengakses perumahan.

Baca Juga: Wayang Kulit, Jadi Aset Budaya Nasional dan Refleksi Kehidupan

Bank CIMB Niaga misalnya, berhasil menorehkan kinerja yang solid pada periode sembilan bulan pertama (Januari-September) tahun 2022. Mereka meraih laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp5 triliun atau naik 22,5 persen secara tahunan (yoy). Peningkatan lab aini seiring dengan pertumbuhan bisnis yang baik, biaya yang terkendali, dan tren kualitas underlying asset yang lebih baik.

Baca Juga :  Rumah MBR Bakal Mendukung Perekonomian Nasional

Menurut Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Lani Darmawan, Bank CIMB Niaga akan selalu menjaga kinerja yang positif hingga akhir tahun 2022.

Khususnya untuk menjaga pertumbuhan di segmen-segmen utama bank yaitu kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan mobil (KPM), Emerging Business Banking (EBB) atau usaha kecil menengah (UKM), dan korporasi.

“Dengan posisi permodalan dan likuiditas bank yang kuat serta implementasi strategi bisnis yang secara konsisten kami jalankan. Kami yakin akan terus bisa mencapai target-target finansial yang telah kami tetapkan di tahun 2022,” tegas dia.

“Capaian ini juga kian memperkuat posisi perusahaan sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp307 triliun,” ujarnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19, Kaveling Residensial Jadi Primadona di Bali

Indikator positif lainnya ditunjukan dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 21 persen dan 86,9 persen. Sementara itu return on equity (ROE) sebesar 12,9 persen yang menunjukkan kemampuan Bank CIMB Niaga untuk mencetak laba semakin kuat.

Capaian bisnis yang baik ini ditopang dari berbagai segmen yang saling menunjang. Pertumbuhan corporate banking meningkat hingga 12,8 persen dan consumer banking 14,7 persen. Pada segmen consumer banking, pertumbuhan yang utama berasal dari KPR yang naik sebesar 8,6 persen secara tahunan.

Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp221,9 triliun. Rasio current account and saving account (CASA) meningkat menjadi 67,7 persen.

Baca Juga :  Rumah Premium di Bekasi Semakin Banyak Selama Pandemi Covid-19

Hal ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan Bank CIMB Niaga untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan para nasabah. Ini sekaligus meningkatkan pengalaman nasabah dalam memanfaatkan layanan digital CIMB Niaga.

“Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan yang terbaik kepada para nasabah. Kami juga meluncurkan kampanye Customer Experience bertajuk ‘Anda #YangUtama’,” sambung dia.

Baca Juga: Wayang Kulit, Jadi Aset Budaya Nasional dan Refleksi Kehidupan

“Inisiatif ini menegaskan komitmen kami untuk para nasabah. Untuk terus memberikan solusi finansial yang up to date dan relevan,” pungkas Lani.

Continue Reading
Advertisement

Trending