Connect with us

CityView

Dijual di Situs Asing, Inilah Ragam Potensi Wisata Kepulauan Widi

Published

on

Kepulauan Widi di Halmahera Selatan dijual di seitus asing. (Antara)
Kepulauan Widi di Halmahera Selatan dijual di seitus asing. (Antara)

mycity.co.id – Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kabar pelelangan Kepulauan Widi yeng terletak di Maluku Utara di situs lelang asing Sotheby’s Concierge Auctions di New York, Amerika Serikat.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengaku kaget ketika tahu Kepulauan Widi akan dilelang di situs lelang asing Sotheby’s Concierge Auctions yang berbasis di New York, AS.

Untuk itu, Pemkab Halmahera Selatan akan melayangkan surat secara resmi pada Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kementerian Dalam Negeri.

“Kedua, kita juga akan memanggil pengelola izin PT LII (Leadership Islands Indonesia) dan ketiga mempertegas ke pemerintah provinsi untuk membatalkan atau mencabut izin pengelolaan dari PT LII,” kata Saiful.

“Sehingga, kami merasa bahwa untuk mendapatkan izin ini hanya untuk mencari investor dari luar, terkesan sebagai broker karena mencari pasar melalui orang lain/investor lain, bukan langsung bersangkutan,” tegas dia.

Sebelumnya, Kepulauan Widi dari Halmahera Selatan akan dilelang dalam situs Amerika Serikat, Sotheby’s Concierge Auctions. Bertajuk Widi Reserve, lebih dari 100 pulau kecil di dalamnya dengan luas 10.000 hektare, akan dilelang pada 8-14 Desember 2022 dari pukul 04.00 EST.

Baca Juga :  TNI AU Kibarkan Bendera Raksasa di HUT RI ke-76

Harga cadangan bakal ditiadakan, tapi penawar diminta untuk menyerahkan deposit senilai 100.000 dolar AS untuk membuktikan keseriusan mereka, demikian laporan dari CNN.

Potensi Wisata Kepulauan Widi

Kepulauan Widi di Halmahera Selatan dijual di seitus asing. (Antara)
Kepulauan Widi di Halmahera Selatan dijual di seitus asing. (Antara)

Selama bertahun-tahun, para nelayan Maluku Utara menggantungkan mata pencarian di Kepulauan Widi. Mereka setiap hari menangkap ikan di pulau-pulau kosong.

Dalam hal ini, jika Kepulauan Widi lepas ke tangan pemenang lelang, mereka ibarat mendapatkan surga, sementara warga setempat mungkin akan sangat dirugikan. Terlebih lagi apabila kebebasan memancing dibatasi.

Soal popularitas, Widi memang tak setenar pulau lain. Lokasinya cukup terpencil dan agak sulit dijangkau. Orang hanya bisa mencapainya dengan pesawat terbang.

Tapi, kalau bicara potensi wisata, Kepulauan Widi punya segalanya. Keindahan lautnya bahkan membuat Kepulauan Widi kerap disebut sebagai Maldives-nya Indonesia.

Baca Juga :  Wah, Indra Kenz Punya Tim Khusus untuk Sembunyikan Isi Rekening

Kepulauan Widi berada di Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku utara. Dari 100 lebih pulau di dalam sana, hanya satu yang berpenghuni, yakni Pulau Daga Kecil.

Sekeliling pulau Widi ditumbuhi hutan bakau. Alam bawah lautnya pun kaya akan terumbu karang. Pasir putih terhampar di sepanjang pantai dan air lautnya sangat jernih seperti kristal. Benar-benar surga tersembunyi.

Sejumlah fasilitas sempat dibangun di kepulauan ini pada 2018 silam untuk menyambut turnamen memancing internasional (Widi International Fishing Turnamen).

Ada beberapa rumah panggung juga gazebo di atas laut. Namun, setelah acara selesai, fasilitas itu rusak dan tak pernah diperbaiki lagi.

Sebuah penelitian terbitan Unimed.ac.id menemukan, sejumlah pulau kecil yang terletak di gugusan Kepulauan Widi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata.

Baca Juga :  Ibu Kota Pindah ke Nusantara, Gimana Nasib Jakarta?

Pulau Dodawe Gane, misalnya, terdapat laguna atau danau air asin di tengahnya berwarna hijau toska. Kemudian, pulau Lolanga Kecil dan Tofuwidi terbentuk dari atol (karang koral berbentuk lingkaran), keberadaanya dipengaruhi pasang surut air laut.

Tak hanya itu, Kepulauan Widi menjadi hunian bagi keanekaragaman hayati. Di Daga Besar dan beberapa pulau lain, hidup bermacam spesies burung unik, di antaranya: elang laut perut putih (haliaeetus leucogaster), maleo (marcochepalon maleo), dan nuri bayan (electus roratus).

Kemudian, lumba-lumba hidung botol (stenella longirostis) juga dapat ditemukan di perairan Widi.

Masih banyak lagi harta karun tersembunyi di Kepulauan Widi yang perlu ditelusuri dan diungkap. Untuk itu, surga ini butuh pengelolaan yang tepat dan nyata untuk dapat maju sebagai pusat ekowisata.

Kekayaan alamnya tentu berpotensi besar menjadi destinasi unggulan Maluku Utara dan Indonesia. Jadi, sangat disayangkan jika Maldives lokal ini berpindah tangan ke orang asing.

Advertisement

CityView

Begini Mitigasi Bencana di IKN Nusantara

Published

on

Mitigasi bencana di IKN Nusantara. (Kementerian PUPR)
Mitigasi bencana di IKN Nusantara. (Kementerian PUPR)

mycity.co.id – IKN Nusantara di Kalimantan Timur dikembangkan dengan konsep mitigasi kebencanaan yang menyeluruh. Ada tiga faktor yang diusung untuk mitigasi baik struktural maupun non struktural.

Pertimbangan pemerintah dalam menetapkan titik pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur adalah lokasinya yang aman dan minim ancaman bencana. Namun demikian, IKN Nusantara bukanlah kawasan yang seluruhnya bebas dari bencana. Namun, risiko itu bisa diminimalisir dengan upaya struktural maupun non struktural sesuai kerentanan wilayahnya.

Upaya mitigasi bencana kawasan IKN Nusantara sendiri telah diatur dalam Peraturan Presiden No. 64 Tahun 2022 tentang rencana tata ruang kawasan strategis nasional IKN Nusantara Tahun 2022-2042.

Baca Juga :  Wajib Paham, Ini Dia 5 Rukun dan Syarat Menikah dalam Islam

Selanjutnya, mitigasi IKN Nusantara dilakukan dengan memerhatikan tiga aspek yaitu menjamin kualitas, menjaga kelestarian lingkungan, dan memerhatikan estetika.

“Terkait menjamin kualitas, dalam membangun jalan tol yang menuju kawasan IKN Nusantara itu harus lebih baik dari jalan tol di tempat lain,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

“Kami juga meminta dukungan dari Japan International Corporation Agency (JICA) untuk mensupervisi pekerjaan ini. Kita tidak mau main-main untuk kualitas,” dia menambahkan.

Dalam menjaga kelestarian lingkungan, Basuki menyebut mitigasi dilakukan terkait potensi bencana longsor. Antisipasinya, mempertahankan ruang hijau lebih dari 75 persen dari 6.600 hektar luas area kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP).

Baca Juga :  Wah, Indra Kenz Punya Tim Khusus untuk Sembunyikan Isi Rekening

Kemudian, memasang sensor monitoring pergerakan tanah. Serta, membangun dengan mengikuti topografi dan kontur, hingga merancang jalan dengan kemiringan kurang dari 10 persen.

Selanjutnya juga dilakukan mitigasi terkait potensi bencana banjir dan smart water management. Caranya dengan menampung air hujan dalam tanki bawah tanah yang diolah dan dimanfaatkan untuk penyiraman taman, pengurasan saluran, hingga pembersihan jalan. Pendekatannya dengan mengembalikan ke lingkungan sehingga tidak semua area dibetonisasi.

Sementara untuk menjamin estetika lingkungan Basuki menjelaskan, dalam pembangunan infrastruktur IKN dilakukan dengan seminimal mungkin menebang pohon. Sebaliknya, menanam pohon dengan kanopi lebar dan luas, menata lansekap dan taman, dan sebagainya untuk mewujudkan kota dalam hutan (smart forest city).

Baca Juga :  5 Negara Ini Tidak Memiliki Bandara

Selanjutnya untuk mitigasi non struktural, langkah-langkah yang dilakukan antara lain perencanaan dan desain pembangunan IKN. Acuannya ada pada norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK) infrastruktur tahan gempa, pengurangan emisi karbon. Kemudian, menjaga iklim mikro kawasan dengan menerapkan prinsip-prinsip bangunan gedung hijau.

“Saya ingin kita semua turut bertanggung jawab atas kualitas, kondisi lingkungan dan estetika di IKN Nusantara. Oleh karena itu saya mengajak para insinyur untuk berperan aktif baik sebagai perencana, pelaksana konstruksi, maupun pengawas pekerjaan konstruksi secara profesional. Caranya dengan menerapkan berbagai inovasi dan menjadi bagian dari sejarah pembangunan IKN,” pungkasnya.

Continue Reading

CityView

Mengenang Jajanan Jadul Sunda

Published

on

Surabi Omcom: detikcom

Surabi Omcom: detikcom

mycity.co.id Jawa Barat pasti sudah tidak asing di dengar oleh masyarakat, daerah dengan mayoritas tinggal disana. Budaya dan adat istiadatnya pun sudah banyak dikenal oleh banyak orang bahkan hampir seluruh dunia. Namun Jawa barat tidak hanya dikenal dengan budayanya, tetapi juga dikenal dengan makanan-makanan khas Sunda. Makanan sunda pasti terkenal dengan rasa pedasnya, namun jika Kamu tidak menyukai rasa pedas masih ada makanan khas Sunda yang manis. Seperti beberapa makanan jadul Sunda yang pasti sangat dirindukan dan dapat menggoyang lidah bagi konsumennya.

1. Surabi

Surabi Omcom: detikcom

Surabi Omcom: detikcom

Berbicara tentang kue manis khas Jawa Barat pasti tak akan lepas dari yang namanya surabi. Surabi yang dimaksud adalah surabi Bandung tentunya. Surabi Bandung memiliki bentuk yang mirip dengan pancake, yakni bulat ceper. Cara memasaknya di bakar di atas tungku sehingga aromanya jadi sangat wangi. Meski aslinya surabi Bandung menggunakan topping oncom di atasnya, tapi sekarang surabi Bandung sudah banyak yang memiliki campuran topping keju, fla, cokelat meises, hingga buah-buahan.

Baca Juga :  Momen Aksi Damai Bela Palestina di Kedubes AS

Garang Asem, Kuliner Viral Jawa Tengah yang Dulunya Makanan Bangsawan

2. Wajit Cicilin

Wajit Cililin Bandung : Merdeka.com

Wajit Cililin Bandung : Merdeka.com

Kue ketan manis yang satu ini bisa kamu temukan di toko oleh-oleh yanga da di tempat wisata Jawa Barat karena sering dijadikan sebagai buah tangan untuk orang terdekat. Bentuknya memang sangat unik karena berbentuk seperti limas. Wajir cicilin terbuat dari campuran beras ketan, gula merah, dan kelapa parut yang kemudian dimasak lalu dibungkus dengan kulit jagung yang sudah dikeringkan terlebih dahulu.

3. Bandros

Kue Bandros/Pancong : DetikFood

Kue Bandros/Pancong : DetikFood

Kue khas Jawa Barat yang satu ini memang sekilas bentuknya mirip dengan kue pukis dan kue rangi karena berbentuk setengah lingkaran. Padahal  rasa kue ini sangat berbeda dari keduanya. Meski dibuat dari cetakan yang sama, bandros memiliki citarasa manis gurih karena terbuat dari campuran tepung terigu yang dicampur dengan santan kelapa, dan garam lalu dimasak dalam cetakan. Saat sudah matang, bandros disajikan dengan taburan gula pasir atau cokelat meises.

Baca Juga :  Jakarta dan Permukiman Kumuh Bagian 1: Pembangunan Kota Jelang Asian Games

4. Colenak

Colenak Khas Bandung : TheAsianparent

Colenak Khas Bandung : TheAsianparent

Colenak adalah singkatan dari dicocol enak. Jajanan khas Sunda ini terbuat dari peyeum yang dibakar. Hidangan ini sangat cocok disantap dengan cara dicocolkan pada gula jawa cair yang dicampur dengan serutan kelapa. Hal inilah yang menyebabkan makanan ini disebut Colenak. Colenak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1930.

Ngeliwet, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Sunda yang Sarat Makna

5. Leupeut

Leupeut ketan : Fimela.com

Leupeut ketan : Fimela.com

Leupeut ini mungkin agak sulit diucapkan bagi seseorang yang tidak terbiasa berbahasa Sunda. Leupeut adalah jajanan khas Sunda yang terbuat dari beras atau ketan yang dibungkus dengan daun kelapa atau daun pisang yang dilipat kemudian diikat. Leupeut biasanya berisi kacang atau oncom. Panganan khas Sunda ini sekilas mirip lontong namun rasanya lebih asin. Hal yang membedakan leupeut dengan lontong adalah cara membungkusnya dan adanya isian kacang tanah.

6. Tutut

Tutut adalah keong sawah atau siput air tawar. Keong sawah ini akan diolah dengan cara direbus dan dibumbui dengan rempah yang agak pedas. Tutut adalah jajanan asli Tanah Sunda rasanya yang pedas dan gurih akan membuat kamu ketagihan.

Baca Juga :  Menengok Potensi Kampung Lawas Maspati

Upacara Seren Taun, Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Kala Bersyukur pada Alam

7. Kue Balok

Kue Balok Cokelat : Kompas.com

Kue Balok Cokelat : Kompas.com

Kue balok adalah jajanan khas Bandung yang sudah ada sejak tahun 1960-an. Kue bercita rasa manis ini terbuat dari adonan tepung terigu yang dicampur dengan susu dan gula pasir lalu dipanggang di atas cetakan berbentuk balok sehingga dinamakan kue balok. Kue manis ini banyak ditemukan di pinggir jalan karena termasuk dalam jajanan kaki lima. Kue balok ada yang dijual polos alias tanpa topping dan dengan topping meises.

8. Awug/Dodongkal

Awug/Dodongkal : SUKABUMIUPDATE.com

Awug/Dodongkal : SUKABUMIUPDATE.com

Awug merupakan salah satu jajanan khas Bandung yang terbuat dari tepung beras dan kelapa yang dikukus dengan gula merah sekilas mirip dengan kue putu. Awug ini biasanya dikukus dalam wadah yang berbentuk kerucut (mirip nasi tumpeng). Rasanya manis legit dan lebih enak bila disantap saat masih hangat.

Makanan-makanan tersebut masih bisa kalian temukan di kota-kota Jawa Barat, biasanya makanan-makanan ini di jumpai pada pedagang kaki lima.

 

Continue Reading

CityView

Mengulas Sekolah Dewi Sartika, Sekolah Wanita Pertama di Indonesia

Published

on

Sekolah Dewi Sartika menjadi sekolah wanita pertama di Indonesia. (Tribun Wiki)
Sekolah Dewi Sartika menjadi sekolah wanita pertama di Indonesia. (Tribun Wiki)

mycity.co.id – Sekolah Dewi Sartika merupakan sekolah bersejarah di Kota Bandung. Ini merupakan sekolah pertama wanita di Indonesia.

Sekolah yang awalnya bernama Sakola Istri, didirikan oleh Raden Dewi Sartika, pada 16 Januari 1904, di Paseban Kulon Pendopo Kabupaten Bandung.

Setahun berikutnya, 1905, Dewi Sartika membangun gedung sekolah di tempat yang kini dikenal SD dan SMP Dewi Sartika.

Dikutip dari sejumlah sumber, pada waktu berdirinya sekolah itu hanya memiliki dua ruangan untuk belajar.

Muridnya berjumlah dua puluh orang, dengan tiga orang tenaga, yaitu Raden Dewi Sartika, Ibu Purma, dan Ibu Uwit.

Kurikulum yang diberikan di sekolah pimpinan Raden Dewi Sartika itu disesuaikan dengan kurikulum Sekolah Kelas Dua (Tweede Klasse Inlandsche School) milik pemerintah, tetapi ditambah dengan mata pelajaran keterampilan, seperti memasak, mencuci, menyetrika, membatik, menjahit, menisik, merenda dan menyulam, yang ada hubungannya dengan kepentingan rumah tangga.

Baca Juga :  Rentetan Audit Picu Penarikan Kembali Pengelolaan TMII

Pada masa pendudukan Jepang, sekolah-sekolah tersebut banyak yang ditutup. Selain karena keuangan yang sulit, hal itu terjadi akibat ketatnya aturan Jepang dalam memantau pergerakan kaum intelektual Indonesia. Dewi Sartika termasuk tokoh perempuan yang berada dalam pengawasan Jepang.

Selanjutnya, pada masa perang mempertahankan kemerdekaan, Fungsi sekolah Raden Dewi berubah menjadi area pendidikan bagi para pejuang perempuan. Walau serba terbatas dan situasi yang mencekam, Dewi Sartika tetap memberi kaum wanita pendidikan.

Kini cerita beralih ke agresi militer Belanda I. Banyak sekolah yang dibangun Dewi Sartika, diduduki pasukan Belanda. Beberapa di antaranya bahkan dihancurkan. Peristiwa itu menandai akhir pertarungan Dewi dalam dunia pendidikan. Akibat sakit yang dideritanya, Dewi pun wafat setelah mengungsi ke Tasikmalaya.

Meski perang telah usai, tapi perjuangan Dewi Sartika tidaklah punah. Sekolah-sekolah yang pernah ia bangun dulu, dihidupkan kembali pada 1951 oleh aktivis Yayasan Raden Dewi Sartika. Pendidikan di sana jauh lebih matang, dilengkapi kurikulum yang jelas sesuai kebutuhan perempuan.

Baca Juga :  Wajib Paham, Ini Dia 5 Rukun dan Syarat Menikah dalam Islam

Sekolah itu kembali mengalami pergantian nama menjadi Sekolah Guru Bawah, Sekolah Kepandaian Puteri (1961), Sekolah Kejuruan Kepandaian Puteri (1963), lalu SD dan SMP Dewi Sartika sampai saat ini.

Sebanyak 142 siswa bersekolah di SMP Dewi Sartika, sedangkan murid SD berjumlah 52 orang. Lokasinya ada di Jalan Keutamaan Istri No. 12, Kelurahan Balong Gede, Kecamatan Regol. Hingga kini, sekolah Dewi Sartika tetap mengajarkan pendidikan khusus perempuan, seperti menjahit, memasak, dan membuat kerajinan.

Sekolah Dewi Sartika Masih Eksis

Sekolah Dewi Sartika menjadi sekolah wanita pertama di Indonesia. (Tribun Wiki)

Sampai sekarang SD dan SMP Dewi Sartika, tetap melakukan proses belajar mengajarnya di gedung bersejarah itu.

Ruangan kelas di sekolah ini memiliki langit-langit tinggi dan jendela ram kawat. Bangunan utama berupa kelas-kelas dengan jendela ram kawat ini tak boleh diubah.

Baca Juga :  Ulang Tahun Jogja dan Asal-usul Nama Yogyakarta

Ada satu kelas yang masih mempertahankan meja kursi yang sama seperti dulu. Kelas tersebut juga dihiasi berbagai foto yang menunjukan kejayaan sekolah tersebut, pada tempo dulu.

“Ini ruangan legenda, mulai dari kursinya kita masih pertahankan yang lama. Kami hanya memugar sedikit saja, sisanya masih sama,” kata Kepala Sekolah SMP Dewi Sartika, Sri Rostinah, saat diwawancarai Golali.

Sekolah Dewi Sartika saat ini tetap mempertahankan pendidikan khusus bagi pelajar perempuan. Materi keputrian masih diajarkan, seperti menjahit, memasak, dan membuat produk kerajinan.

“Tadinya ekskul, sekarang dimasukan menjadi mata pelajaran. Walaupun hanya satu jam ya, mereka diajarkan untuk menjahit, membuat kerajinan. Siswa juga ikut pelajaran tersebut,” ujarnya.

“Mudah-mudahan sekolah ini tetap maju, siswanya semakin banyak serta mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak lainnya. Sekolah ini bersejarah, jadi harus kita lestarikan,” pungkas dia.

Continue Reading
Advertisement

Trending