Connect with us

Internasional

Harta Cadangan Dibekukan, Rusia Bakal Lawan Negara Barat

Published

on

Bendera Rusia/Ist

Bendera Rusia/Ist

Rusia akan melakukan perlawanan terhadap Barat atas dibekukannya harta cadangan mereka.

Cadangan internasional milik Rusia dengan nilai lebih dari USD300 miliar atau sekira Rp466 triliun) dibekukan oleh negara barat.

Baca Juga: Makin Mesra, Iran & Rusia Jalin Kerja Sama Energi

Pembekuan tersebut dilakukan atas persetujuan resolusi Majelis Umum PBB, Senin (14/11/2022).

Baca Juga :  5 Cendera Mata khas Bali, Layak Dibawa Pulang Peserta KTT G20

Menurut negara barat, Rusia harus membayar ganti rugi atas invasi yang dilakukan ke Ukraina pada 24 Februari 2022.

Baca Juga: Mengenal Perang Kota, Strategi Rusia untuk Lumpuhkan Ukraina

Namun, Rusia menilai jika tindakan yang dilakukan negara barat tersebut merupakan bentuk penjarahan.

Baca Juga :  Ngeri, Libanon Luncurkan 6 Roket ke Israel

“Rusia akan melakukan segala kemungkinan untuk melawan upaya barat menjarah cadangan miliknya,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Langkah yang dilakukan negara Barat dinilai Rusia sama seperti melakukan pemerasan dan pelanggaran semua penetapan dan aturan kepemilikian pribadi dan hukum internasional.

Baca Juga :  WHO Bantah Flu Babi G4 Sebagai Virus Baru

Baca Juga: Bayraktar Tb 2, Drone Pengubah Jalannya Konflik Rusia Vs Ukraina

“Langkah di Majelis Umum PBB merupakan upaya untuk memandfaatkan forum global dalam memformalkan perampokan. Rusia tidak mungkin terlibat dalam pemulihan kerusakan infrastruktur di Ukraina selama konflik,” ujar Dmitry Peskov dikutip mycity.co.id dari Reuters.

Internasional

Sesuai Janji, Anwar Ibrahim Tak Akan Ambil Gaji Perdana Menteri

Published

on

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan, telah mendapatkan mayoritas di parlemen untuk membentuk pemerintahan baru (DW)

Mycity.co.id – Pemilihan umum ke-15 Malaysia telah berakhir. Datuk Seri Anwar Ibrahim dari Pakatan Harapan (PH) sekarang menjadi Perdana Menteri ke-10 negara tersebut. Sesuai janji yang ia ucapkan ketika berkampanye, Anwar tidak akan mengambil gajinya sebagai perdana menteri.

Hal ini tertuang dalam pernyataan pers pertama Anwar sebagai Perdana Menteri Malaysia yang ia rilis pada Kamis (24/11/2022). Pada poin ke-7 pernyataan pers itu, Anwar mengaku tetap menolak untuk menerima gaji sebagai Perdana Menteri.

Ada 8 poin yang termuat dalam pernyataan pers pertama Anwar ini. Yang pertama adalah komitmen mempertahankan Bahasa Melayu, agama Islam sebagai agama resmi negara dan kedudukan Raja-Raja Melayu, hak keistimewaan kaum Melayu tanpa meminggirkan hak kaum Cina, India, suku kaum Sabah dan Sarawak serta Orang Asli.

Baca Juga :  Konser Virtual Khusus Digelar Peringati Hari Perempuan Sedunia

Poin kedua, pemerintahan dibentuk dengan dukungan padu dan mantap dari tiga gabungan terbesar yakni Harapan, Barisan Nasional, dan Gabungan Parti Sarawak. Poin ketiga, kerajaan akan menjamin dan menjaga hak semua rakyat Malaysia, khususnya golongan yang terpinggir dan melarat tanpa kira bangsa dan agama Poin 4, fokus nomor satu saat ini adalah agenda pengukuhan ekonomi.

Poin ke-5 melawan rasuah dan penyelewengan secara serius dan habis-habisan dengan menggerakkan agenda reformasi tatakelola pemerintahan. Dan yang terakhir, Anwar memutuskan Senin (28/11/2022) sebagai hari libur nasional.

Baca Juga :  INKA Tangani Proyek Kereta Api Mali-Senegal di Afrika

Setelah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia, sejumlah musuh politiknya menyampaikan selamat pada Anwar. Di antara mereka adalah presiden MCA Datuk Seri Dr Wee Ka Siong, presiden Pejuang Datuk Seri Mukhriz Tun Dr Mahathir, ketua Sabah Barisan Nasional (BN) Datuk Seri Bung Moktar Radin, sekretaris jenderal UMNO Datuk Seri Ahmad Maslan dan wakil Parti Sosialis Malaysia (PSM) ketua S. Arutchelvan.

Dia juga mengatakan menghormati keputusan Yang Mulia untuk pembentukan pemerintah persatuan untuk mengembangkan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat. “Mudah-mudahan, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri yang baru, kita bisa memberantas politik balas dendam dan menghindari perpecahan dalam masyarakat majemuk,” katanya, seperti dikutip dari Bernama.

Baca Juga :  Deklarasi G20 Disahkan, Desak Rusia Angkat Kaki dari Ukraina

Sementara itu, Mukhriz berharap pembentukan pemerintahan baru yang terdiri dari Pakatan Harapan, BN, Gabungan Parti Sarawak dan partai-partai lain akan menstabilkan situasi setelah lebih dari dua tahun gejolak politik. “Pejuang berdoa agar pemerintah di bawah kepemimpinan Anwar mendorong Malaysia keluar dari gejolak ini dan menghidupkan kembali negara ini, sehingga mengembalikannya ke jalurnya,” katanya dalam sebuah pernyataan hari ini.

Continue Reading

Internasional

Anwar Ibrahim Minta Suku Melayu, China, dan India Tak Pecah Belah

Published

on

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022/AFP

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022/AFP

mycity.co.idPerdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta agar tidak ada perpecahan suku di negaranya. Ucapan itu diberikan usai ada retorika negatif terkait suku-suku setelah pemilu Malaysia 2022.

Anwar Ibrahim yang unggul dalam pemilu meminta agar tidak ada lagi retorika yang bisa memecah kerukunan suku Melayu, suku China, suku India, maupun suku dari wilayah Sabah dan Sarawak.

Baca Juga :  Respons Jokowi Saat Namanya Dijadikan Jalan di Abu Dhabi

Lebih lanjut, politisi senior itu menyebut retorika itu dipanas-panasi oleh orang-orang yang kepentingannya terdesak di tengah pemilu. Retorika itu dinilai mengganggu upaya membangun pemerintahan.

“Saya bimbang melihat sentimen dan retorik perkauman yang terus diapikan oleh segelintir pihak yang terdesak dan berkepentingan terutamanya di saat penting seperti sekarang,” ungkap Anwar Ibrahim melalui Facebook resminya, dikutip mycity.co.id, Jumat (25/11/2022).

Baca Juga :  Deklarasi G20 Disahkan, Desak Rusia Angkat Kaki dari Ukraina

Ia pun menegaskan agar pemilu tidak berakhir dengan kekacauan antar-suku, dan bahwa semua suku di Malaysia adalah bersaudara.

“Usaha dan ikhtiar dalam menubuhkan kerajaan yang bertanggungjawab dan stabil tidak seharusnya berakhir dengan kekacauan kerana kaum Melayu, China, India, Orang Asli, suku kaum Sabah dan Sarawak adalah bersaudara sebagai manusia dan rakyat Malaysia yang cintakan keamanan,” tegas Anwar Ibrahim.

Baca Juga :  Presiden Ukraina: Ayo Berdamai Rusia

Anwar lantas meminta agar pemimpin kepolisian Malaysia bersikap tegas agar retorika SARA tersebut tidak digunakan di perpolitikan Malaysia.

Aliansi politik Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim berhasil unggul di pemilu Malaysia dengan 83 kursi di parlemen. Namun, ia belum pasti menjadi perdana menteri, sebab partainya belum meraih mayoritas. Muhyiddin Yassin pun masih terus membangun koalisi agar menjadi mayoritas.

Continue Reading

Internasional

PM Malaysia Sempat Trending di Medsos

Published

on

Anwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik,/AFP

Anwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik,/AFP

mycity.co.idAnwar Ibrahim telah resmi menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10, Kamis (24/11/2022). Setelah negosiasi berhari-hari dan di tengah-tengah ketidakpastian politik, akhirnya Raja Malaysia memutuskan untuk menunjuk perdana menteri baru setelah bertemu dengan konferensi penguasa.

Melansir Malaysia Kini, sosok Anwar Ibrahim pun resmi menggantikan Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob dan menjabat menjadi Perdana Menteri ke-10.

Baca Juga :  Jamu Ibu Negara Korsel, Iriana Joko Widodo Berkeliling Hotel Ajak Nikmati Kebudayaan Bali

Pelantikan pun digelar di Istana Negara dan di depan Raja Malaysia yaitu Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Dalam pelantikan tersebut, Anwar juga membacakan sumpah jabatan sebagai PM Malaysia pada sore hari waktu setempat.

“Saya, Anwar Ibrahim setelah ditunjuk untuk memegang jabatan Perdana Menteri, bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya akan dengan jujur menjalankan tugas jabatan saya dengan segala upaya saya dan bahwa saya akan mengabdikan kesetiaan saya yang sejati kepada Malaysia,” kata Anwar ketika membaca sumpah jabatan.

Baca Juga :  34 VIP Delegasi KKT G20 Tiba di Bali

Terpilihnya Anwar menjadi Perdana Menteri Malaysia juga disambut baik oleh publik terutama warganet yang bersyukur dengan terpilihnya dia sebagai Perdana Menteri Malaysia saat ini.

“Saya suka bagaimana Anwar Ibrahim tidak menghabiskan waktu untuk mengganti bio Twitternya yang menyatakan bahwa dia sekarang adalah PM ke-10 Malaysia,” tulis akun Twitter @sadhosays.

Baca Juga :  Deklarasi G20 Disahkan, Desak Rusia Angkat Kaki dari Ukraina

“Siapapun yang jadi PM Malaysia harini, itu akan menjadi situasi yang sulit baginya untuk bermanuver,” kata @karmenlunarx.

“Salam dan selamat dato, semoga dilimpahkan kesehatan sehingga bisa melayani kami dengan kemampuan terbaik buat kerja biar setara dengan gaji pls!! Juga skrng takde kabinet lagi, tapi saya harap Anda dan tim dapat melakukan sesuatu tentang ini,” tulis akun @brskaaa___.

Continue Reading
Advertisement

Trending