Connect with us

Otomotif

2025, Mobil Terbang Bakal Jadi Transportasi Umum di Jepang

Published

on

Mobil terbang

Selain mobil listrik, mobil terbang menjadi salah satu inovasi yang diharapkan bisa digunakan secara massal dalam waktu dekat. Jepang menargetkan tahun 2025 sudah melegalkan penggunaan mobil terbang secara umum.

Satu di antara perusahaan yang mempersiapkan penggunaan mobik terbang secara umum adalah SkyDrive. Saat ini mereka terus melakukan pengujian. Demikian dilansir dari Mainichi, Kamis (29/7/2021).

Perusahaan asal Jepang ini telah berhasil melakukan uji coba mobil terbang berawak di dalam ruangan pada tahun 2019. Mobil terbang tersebut bernama SD-03 SkyDrive yang hanya menampung satu orang saja.

Baca Juga :

  1. Pengusaha Asal Aceh Beri Bantuan Sosial Senilai Rp2 Triliun
  2. Eko Yuli Irawan Raih Medali Perak Olimpiade Tokyo 2020
  3. Bersikap Diskriminatif di Olimpiade 2020, Stasiun Televisi Korea Selatan Keluarkan Permintaan Maaf Ketiga

SD-03 SkyDrive memiliki panjang 4 meter dan tinggi 2 meter, mobil terbang SD-03 ini diklaim dapat terbang selama sekitar 10 menit dengan kecepatan mencapai 50 km/jam. Mobil terbang ini hadir dengan delapan baling-baling yang terpasang pada empat titik sudut.

SkyDrive yang telah dibentuk sejak 2018 silam terus melakukan uji coba SD-03 dalam beberapa waktu mendatang. CEO SkyDrive, Tomohiro Fukuzawa mengatakan jika mobil terbang ini dapat digunakan secara praktis dan bisa terbang lebih jauh.

Pemerintah Jepang saat ini memang gencar dalam mengembangkan teknologi mobil terbang. Jepang menargetkan pada tahun 2025 mobil terbang sudah hadir dan bisa digunakan sebagai alat transportasi.

Pada gelaran Osaka Kansai Expo 2025, pemerintah Jepang sudah berencana untuk menghadirkan mobil terbang sebagai alat transportasi antara Bandara Internasional Kansai dengan lokasi acara. Dengan menempuh jarak 30 km, mobil terbang bisa menjadi solusi agar memudahkan pengunjung mendatangi acara lebih cepat.

Otomotif

Cerdas, Pria Ini Tambang Kripto Pakai Mobil Tesla

Published

on

Siraj Raval
Siraj Raval

Pria bernama Siraj Raval mencoba beragam cara untuk menambah aset kripto dari mobil Tesla Model 3 keluaran tahun 2018 miliknya.

Raval menjalakankan bitcoin mining secara gratis melalui Mac mini M1 buatan Apple dan menyalakan komputer. Tak lupa untuk mncolokkan inverter ke soket listrik 12 volt yang terletak di konsol tengah mobilnya. Demikian dilansir dari Carscoops, Selasa (18/1/2022).

Di samping itu, dia juga menghubungkan ke graphics processing units (GPU) yang saling terkoneksi ke “funk” Tesla-nya. Alat ini dapat berjalan karena mendapat daya dari baterai internal mobil.

Baca Juga:

  1. Inilah 6 Pasar Tertua di Indonesia
  2. Gunung Semeru: Tempat Bersemayam Para Dewa & Catatan Sejarah Panjang Letusannya
  3. Jejak Peradaban Sejarah Berusia Ribuan Tahun di Ibu Kota Negara Baru

Walaupun berisiko membatalkan garansi mobilnya, Raval menilai modifikasi pada mobilnya sepadan. Ketika harga ether melambung sampai ke puncak pada 2021, dia mengklaim berhasil meraup uang sebanyak USD 800 atau sekitar Rp 11,44 juta (asumsi kurs Rp 14.310 per dolar AS) sebulan.

Tak hanya itu saja, beberapa penambang kripto juga kini mengikutsertakan mobil listrik produksi Tesla sebagai fasilitas kegiatan mereka. Mobil Tesla ini digunakan sebagai sumber daya listrik oleh para penambang karena satu dan lain hal.

Penggunaan mobil listrik Tesla sebagai komponen tambahan untuk menambang cryptocurrency dikarenakan biaya listrik yang digunakan untuk mengecas mobil tersebut lebih murah ketimbang mereka harus menggunakan listrik di rumah mereka.

Bahkan, ada juga fasilitas pengisian baterai listrik yang dimanfaatkan oleh pemilik mobil Tesla ini untuk mengisi baterai mobil. Nilai plusnya, mereka tidak perlu keluar uang sepeser pun dalam mengecas baterai tersebut.

Tentunya ini menjadi sebuah keuntungan bagi mereka para penambang cryptocurrency untuk terus menggali uang secara digital dengan menyambungkan rig mereka ke mobil listrik tersebut.

Continue Reading

Otomotif

Perahu Listrik Pertama Indonesia Resmi Meluncur di Perairan Lombok

Published

on

eBoat PLN
eBoat PLN

Pemerintah terus berupaya untuk membangun kendaraan listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) sukses menciptakan kapal listrik atau boat electric.

Dalam membangung boat electric (eBoat) ini, PLN menggandeng Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Nusa Tenggara Barat selama beberapa bulan terakhir, sebagai upaya untuk meningkatkan ekosistem kendaraan listrik yang ada di Indonesia.

Kemunculan eBoat garapan PLN dan IKM NTB bernama Sasak Speedboat pertama kali diperlihatkan ke publik pada hari Selasa (28/12/2021) lalu, di kawasan Pantai Senggigi, Pulau Lombok.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

Mengutip keterangan resmi, penggarapan eBoat ini pada dasarnya merupakan bentuk tanggung jawab PLN dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat dan industri sekitar di bawah binaan Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Dalam pembuatannya, dijelaskan bahwa dana yang digelontorkan untuk membuat kendaraan laut tersebut mencapai Rp500 juta.

“Ini peluang bagus PLN menangkap industrialisasi. Bagian langkah kecil yang apabila dikawal akan memberikan dampak yang besar bagi NTB di masa depan”, ujar Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi.

eBoat
eBoat

Sementara itu Lasiran, selaku General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB mengungkap, pembuatan eBoat ini merupakan salah satu bentuk komitmen PLN terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terus berjalan setelah rangkaian dukungan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Ini merupakan satu lompatan besar di NTB untuk teknologi kendaraan listrik. Setelah sebelumnya berkolaborasi untuk sepeda listrik matrik, PLN kembali meluncurkan eBoat,” tuturnya.

Sementara itu dalam keterangan berbeda, pimpinan IKM Sasak Speedboat yakni Muhammad Kamil mengungkap, jika dalam proses pembuatannya semua material yang digunakan berasal dari bahan lokal dan dibuat dalam waktu yang cukup singkat.

“Semua bahan bakunya juga lokal dan lama pengerjaannya makin singkat tiga atau empat bulan”, jelas Kamil.

Berbicara mengenai spesifikasi, eBoat memiliki dimensi panjang 7,5 meter, lebar 2 meter dan tinggi 2,25 meter. Dengan mengandalkan mesin motor AC, daya yang dihasilkan dapat mencapai angka 20 kilowatt.

Lebih detail, baterai yang dipakai berjumlah 10 boks dengan masing masing boks memiliki 15 sel. Jika ditotal, rangkaian baterainya memiliki kapasitas 96 Volt/500Ah yang tahan untuk digunakan selama dua jam di laut.

Continue Reading

Otomotif

Ford Tahun Depan Siap Kembali Jualan Mobil di Indonesia

Published

on

mobil Ford
mobil Ford

Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat (AS), Ford, kembali ke pasar otomotif Indonesia melalui RMA Group Indonesia. Penjualan mobil Ford di Tanah Air akan dimulai pada tahun 2022.

Ford bakal memasarkan dua produknya di Indonesia, yakni keluarga pikap Ranger termasuk Raptor sebagai varian teratas dan unit mobil penumpang pada segmen Sport Utility Vehicle (SUV), yakni Everest.

“Jadi mulai tahun depan ini kami akan mulai melakukan penjualan unit,” kata Marketing Manager Ford RMA Group Indonesia Muhammad Irvan Mustafa.

Baca Juga:

  1. 5 Rekomendasi Pantai Terindah di Pulau Jawa Pilihan MyCity
  2. Pesona Taman Nasional Aketajawe Lolobata, Maluku Utara
  3. Desa Torosiaje, Kampung Indah di atas Teluk Tomini

a menjelaskan dengan keputusan ini RMA Group akan menempatkan diri sebagai distributor Ford. Produk lain yang juga dipegang kendalinya oleh perusahaan ini yaitu merek mobil asal India, Mahindra.

Mahindra diketahui mulai mengaspal di Tanah Air melalui RMA sejak 2019 melalui produk pikap Scorpio. Sejauh ini belum ada mobil penumpang Mahindra yang dipasarkan di Indonesia.

“Ya kami distributor [Ford] dan merek Mahindra juga,” kata dia.

Ia mengatakan pihaknya memutuskan untuk memulai kembali bisnis mobil baru Ford karena berbagai pertimbangan. Salah satunya, perusahaan melihat peluang lantaran masih banyak pecinta mobil Ford di Tanah Air.

“Jadi kami banyak melakukan analisa inside terhadap market otomotif terutama pengguna kendaraan mobil Ford. Jadi meski APM sudah tidak di Indonesia, ya mereka masih ingin Ford hadir,” ungkapnya.

Ford Motor Indonesia diketahui resmi undur diri dari seluruh kegiatan operasi di Indonesia pada semester kedua 2016. Langkah ini termasuk menutup dealer dan menghentikan penjualan serta impor resmi semua kendaraan Ford.

Continue Reading

Trending