Connect with us

National

Satlantas Polres Sukabumi Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Aturan Lalu Lintas di Masa PPKM

Published

on

polisi imbau masyarakat di masa PPKM tetap mematuhi aturan lalu lintas

Jajaran Satlantas Polres Sukabumi Kota, terhitung Januari hingga saat ini sudah melakukan penindakan tilang sebanyak 4.000.

Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota, AKP Sujana mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 angka tilang di Polres Sukabumi Kota mengalami penurunan. Bagai mana tidak, saat ini jajaran Satlantas Polres Sukabumi Kota lebih mengedepankan himbauan dan teguran dibanding penindakan dengan cara menilang.

“Ya, jumlah tilang saat ini mengalami penurunan drastis apabila dibandingkan tahun sebelumnya karena memang sekarang kami lebih mengedepankan persuasif,” kata Sujana, Senin (11/10/2021).

Sujana menjelaskan, pada 2020 lalu Satlantas Polres Sukabumi Kota melakukan tilang sebanyak 8.000. Namun, karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga pada tahun ini mengalami penurunan.

Baca Juga :

  1. Mantap, Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Turun 25% dalam Sepekan
  2. Desa Wisata Pandanrejo Dapat Penghargaan ADWI 2021 & Dijuluki Sandiaga Uno The New Zealand van Java
  3. Kupas Tuntas Fast Fashion, Penghasil Limbah Perusak Lingkungan

“Karenakan saat ini tidak ada operasi sehingga jumlah tilang mengalami penurunan. Saat operasi kemarin juga kami labih melakukan himbauan dan teguran dibandingkan penilangan,” paparnya.

Kendati demikian, sambung Sujana, di masa Pandemi Covid-19 ini bukan berarti petugas membiarkan pengendara yang melanggar lalu lintas dengan begitu saja. Karena, ketika pengendara yang melanggar lalu lintas dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan akan ditindak secara tegas dengan penilangan.

“Kalau pengendaranya sengaja tidak menggunakan helm atau kendaraan yang menggunakan knalpot bising kami berikan tindakan tegas dengan cara penilangan,” ungkapnya.

Guna meningkatkan kesadaran para pengendara, jajaran Satlantas Polres Sukabumi Kota setiap hari rutin melakukan himbauan dan wawar di jalan agar para pengendara dapat mematuhi aturan lalu lintas.

“Setiap hari, petugas rutin melakukan imbauan saat mengatur lalu lintas. Hal ini, dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran para pengendara dan juga menekan jumlah kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

National

The Power of Emak-Emak! Bubarkan Demo yang Blokir Jalan

Published

on

Inilah detik-detik saat seorang emak-emak hendak membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 21 Oktober 2021.

Ibu ini terlihat geram lantaran aksi mahasiswa tersebut membuat jalan Sultan Alauddin mengalami kemacetan yang panjang.

Continue Reading

Berita Utama

Gawat, Gempa Berkekuatan 3,3 Magnitudo Guncang Salatiga

Published

on

Gempa bumi di Salatiga

Gempa bumi dengan kekuatan magnitude 3,3 mengguncang Salatiga, Jawa Tengah, hari ini, Sabtu (23/10/2021), pukul 9:51 WIB.

Seperti dilansir MyCity dari laman resmi Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi gempa berada di darat, 9 kilometer dari barat laut kota tersebut. “Lok:7.33 LS, 110.41 BT.

Kedalaman gempa berada di 5 kilometer. Gempa ini merupakan susulan setelah hal serupa mengguncang Ambarawa dini hari.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Hingga kini belum diketahui apakah gempa menyebabkan korban dan kerusakan tertentu.

“Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat,” terang BMKG dalam situs resminya.

Berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), gempa tersebut masuk kategori III. Sebagai catatan, skala MMI adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, dengan rentang paling lemah (I)-paling kuat (XII).

Skala MMI II mencerminkan kondisi di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Continue Reading

Berita Utama

Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama Hindu di Bali

Published

on

Sukmawati Soekarnoputri

Putri Presiden pertama Indonesia, Soekarno, Sukmawati Soekarnoputri, akan melakukan ritual pindah agama dari Islam ke Hindu di Bali.

Rencananya, Sukmawamati akan melaksanakan ritual pindah agama di Kawasan Sukarno Center Heritage di Bale Agung Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa (26/10/2021). Lokasi tersebut merupakan tempat leluhur ibunda Bung Karno, Nyoman Rai Sirimben.

“Iya, benar itu. Acaranya di Bali pada tanggal 26 Oktober 2021, Minggu depan,” kata Arya Wedakarna, Kepala Sukarno Center di Bali.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Arya merupakan penanggung jawab pada acara nanti. Dia menyatakan kepindahan agama Sukmawati dari Islam ke Hindu diartikan sebagai kembalinya ia ke agama leluhurnya. Pasalnya, nenek Sukmawati, Ida Ayu Nyiman Rai Srimben merupakan penduduk asli Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali yang beragama Hindu.

“Karena nenek beliau Nyoman Rai Srimben asal Singaraja juga seorang Hindu. Jadi, beliau (Sukmawati) juga menginginkan tempatnya bukan di Jakarta tapi di Bali. Tapi, di Bali harus di balai agung adalah tempat leluhur beliau yaitu Ibunda Bung Karno Nyoman Rai Sirimben,” kata Arya.

Arya menjelaskan perpindahan agama Sukmawati ke Hindu sudah melalui proses yang panjang. Sebelumnya, Sukmawati disebut sering berdiskusi dengan para pendeta, biksu dan pemangku agama serta suka membaca kitab suci Hindu.

Tak hanya itu, Arya juga mengungkapkan bahwa pindahnya Sukmawati Soekarnoputri ke agama Islam ke Hindu sudah melalui proses persetujuan keluarga, mulai dari putra-putrinya sampai saudara-sarudanya seperti Megawati Soekarnoputri dan Guntur Soekarnoputra.

“Kalau saya sebagai saksi perjuangan beliau. Melihat beliau itu sepertinya kok selama ini suka dengan Hindu, dengan Bali. Selalu minta datang ke Pura-pura, udah puluhan tahun ini dan suka membaca kitab suci Hindu. Suka berdiskusi dengan para biksu para pendeta-pendeta, pemangku kami,” demikian dia.

Continue Reading

Trending