Connect with us

International

Uni Eropa Beri Bantuan Kemanusiaan Senilai 1 miliar Euro ke Afganistan

Published

on

Foto: Bendera Eropa

Komisaris Uni Eropa Ursula von der Lane mengumumkan telah mengalokasikan 1 miliar euro untuk bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan.

“Kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mencegah keruntuhan kemanusiaan dan sosial-ekonomi besar-besaran di Afghanistan. Rakyat Afghanistan tidak harus membayar harga atas tindakan Taliban. “Itulah mengapa bantuan ekonomi ini milik rakyat Afghanistan dan negara-negara tetangga, yang berada di garis depan membantu mereka,” ujarnya.

Menurut kepala Komisi Eropa, selain 300 juta euro yang diumumkan sebelumnya, bantuan itu juga akan mencakup vaksinasi terhadap penyakit Covid-19, pembangunan tempat penampungan dan perlindungan hak asasi manusia. Di luar ini, Uni Eropa mengalokasikan 250 juta euro untuk biaya langsung warga Afghanistan. Negara-negara tetangga yaitu Iran dan Pakistan akan mendapat manfaat dari bantuan dukungan ini untuk membantu para pengungsi warga Afganistan.

Baca Juga :

  1. Kupas Tuntas Fast Fashion, Penghasil Limbah Perusak Lingkungan
  2. Indomie Goreng Dinobatkan Jadi Mi Instan Terenak di Dunia Versi New York Magazine
  3. Desa Wisata Pandanrejo Dapat Penghargaan ADWI 2021 & Dijuluki Sandiaga Uno The New Zealand van Java

KTT G20 diadakan di Roma pada hari Selasa atas undangan Perdana Menteri Mario Draghi, dengan fokus pada tantangan membantu Afghanistan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya mengatakan bahwa 18 juta warga Afghanistan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan Afganistan, isu melanjutkan bantuan kemanusiaan ke Afganistan tanpa adanya pengakuan resmi dari penguasa baru. Hal ini menjadi tantangan serius bagi Negara-negara Eropa, Amerika Utara dan organisasi internasional.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Utama

Serangan Drone Udara AS Tewaskan Pimpinan Al-Qaeda

Published

on

Serangan drone Amerika Serikat (AS).

Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pemimpin senior Al-Qaeda, Abdul Hamidl al-Matar, tewas dalam serangan drone yang dilakukan militer Paman Sam di Suriah, Jumat (22/10/2021) waktu setempat.

Hal itu disampaikan juru bicara Komando Pusat Mayor John Rigsbee. Dia juga menegaskan tidak ada laporan korban sipil terbunuh akibat serangan tersebut.

“Sebuah serangan udara AS hari ini di barat laut Suriah menewaskan pemimpin senior al-Qaeda Abdul Hamid al-Matar,” ujarnya seperti dinukil dari AFP, Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Rigsbee menyebut terbunuhnya pemimpin senior Al-Qaeda ini bakal menganggu kestabilan organisasi tersebut.

“Kehilangan pemimpin senior Al Qaeda ini akan mengganggu kemampuan organisasi teroris untuk merencanakan lebih lanjut dan melakukan serangan global yang mengancam warga AS, mitra kami, dan warga sipil tak berdosa,” kata Rigsbee.

Serangan ini terjadi dua hari setelah pos terdepan AS di Suriah selatan diserang. Rigsbee tidak menyebut apakah serangan pesawat tak berawak AS dilakukan sebagai pembalasan.

“Al-Qaeda menggunakan Suriah sebagai tempat berlindung yang aman untuk membangun kembali, berkoordinasi dengan afiliasi eksternal, dan merencanakan operasi eksternal. Al-Qaeda juga menggunakan Suriah sebagai basis untuk ancaman yang menjangkau Suriah, Irak, dan sekitarnya,” kata Rigsbee.

Rigsbee juga mengatakan AS akan terus menargetkan anggota Al-Qaeda dan organisasi teroris lainnya yang mengancam keamanan AS.

Continue Reading

International

Jet Tempur Arab Saudi Serang Gudang Obat di Sana’a

Published

on

Ilustrasi Jet tempur Arab Saudi

Jet tempur koalisi Arab Saudi membombardir gudang obat di daerah Sa’wan di utara Sana’a, Yaman pada Kamis (21/10/2021).

Jet tempur koalisi Saudi berulang kali menargetkan sebuah gudang obat di daerah Sa’wan dalam enam kali serangan. Hal ini bukan pertama kalinya koalisi Arab Saudi menyerang warga sipil Yaman. Pasukan aggressor Saudi juga melancarkan tiga serangan udara di daerah Qahza, provinsi Saada dan satu serangan di daerah al-Ammar di distrik al-Safra.

Baca Juga :

  1. 10 Tentara Arab Saudi Tewas Akibat Serangan Yaman
  2. Rusia Minta Taliban Tepati Janji ke Warga Afganistan
  3. UNICEF: 10.000 Anak Tewas & Terluka dalam Perang Yaman

 Kementerian Kesehatan Yaman mengutuk kejahatan koalisi Saudi dan mengumumkan bahwa koalisi agresor Saudi berusaha membunuh rakyat Yaman dengan menargetkan sektor kesehatan. Kementerian menyalahkan PBB atas tanggung jawab moral dan hukum atas serangan koalisi agresi Saudi terhadap warga sipil dan tempat-tempat sipil.

Arab Saudi, bersama dengan UEA, Bahrain, Sudan, Qatar, dan Amerika Serikat, memulai agresinya di Yaman pada Maret 2015, dengan membentuk apa yang disebut koalisi Arab-Amerika. Agresi ini telah menewaskan puluhan ribu warga Yaman dan menelantarkan jutaan orang lainnya. 

Puluhan ribu warga Yaman tewas kebanyakan terdiri dari wanita dan anak-anak dalam serangan Saudi-Amerika selama bertahun-tahun.

Continue Reading

Berita Utama

10 Tentara Arab Saudi Tewas Akibat Serangan Yaman

Published

on

Ilustrasi Perang Yaman

Puluhan tentara Saudi, termasuk beberapa perwira, tewas dan terluka dalam serangan roket oleh pasukan Ansarullah Yaman terhadap tentara Saudi di selatan negara itu.

Menurut media Yaman, aktivis Saudi memposting di Twitter bahwa 12 tentara tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan oleh tentara Yaman pada Rabu (21/10/2021) pagi waktu setempat di sebuah pangkalan militer Saudi di Abu Arish, Provinsi Jazan.

Penduduk di daerah itu juga mengumumkan kematian beberapa perwira dan tentara mereka dengan memposting nama beberapa dari mereka di Twitter.

Baca Juga :

  1. Perang dengan Israel, Hizbullah Bertekad Tembak 2.000 Roket
  2. PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan yang Memburuk di Yaman
  3. Menteri Luar Negeri Taliban Kunjungi Turki

Menurut laporan itu, Kapten Abdullah Nasser al-Wahibi, Letnan Faisal Fahd al-Ajian, Letnan Abdullah Aliyan Motarb al-Harbi, Letnan Nasser Awad al-Dhayabi al-Atibi dan Sersan Mohammad Atoudi termasuk di antara tentara Saudi yang tewas dalam serangan itu.

Pada tanggal 26 April 1994, Arab Saudi, dalam bentuk koalisi beberapa negara Arab dan dengan bantuan Amerika Serikat, melancarkan serangan besar-besaran terhadap Yaman, dengan dalih kembali terguling. Presiden Abd al-Mansour Hadi berkuasa untuk mencapai tujuan dan ambisi politiknya.

Badan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF, telah berulang kali memperingatkan bahwa rakyat Yaman terus menghadapi kelaparan dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu abad terakhir.

Continue Reading

Trending