Connect with us

CityProperty

Rumah di Kawasan Elite Diobral, Pondok Indah Cuma Rp15 M

Published

on

rumah di Pondok Indah

Pandemi Covid-19 memunculkan fenomena obral rumah mewah. Hal itu terjadi di kawasan yang terkenal elite seperti Kemang, Pondok Indah, Permata Hijau, Menteng, dsb.

“Turun Harga!!! Jual Cepat Smart Home Semi Furnished di kawasan elit Pondok Indah,” demikian bunyi judul tawaran rumah yang dilihat di situs Lamudi.

Harganya pun amat miring yakni Rp20 miliar di kawasan Pondok Indah. Harga yang tertera di situs Lamudi adalah Rp 18 miliar. Namun, harga bisa nego sampai Rp15 miliar.

Baca Juga:

  1. Lawang Sakepeng, Tradisi Dayak Ngaju untuk Putus Malapetaka Pernikahan
  2. Iran Bertekad Cegah Israel Rusak Hubungan Antar Negara Tetangga
  3. Taliban Ancam Balik Amerika Serikat

Sebelumnya, situs rumah.com memosting iklan rumah seharga Rp3,8 miliar yang berlokasi di Andara Residence, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Bahkan, iklan tersebut disertai gimmick bahwa pembeli rumah bakal menjadi tetangga Raffi Ahmad.

Iklan yang telah terpajang selama sepekan ini menyatakan kediaman berada di kompleks Green Andara Residence dengan luasan 215 meter persegi kali 94 meter persegi.

“Mau jadi tetangga Sultan Andara Raffi Ahmad? Baliman Green Andara Residences,” demikian keterangan mengenai rumah tersebut.

Menurut pantauan MyCity, ada 13 properti serupa yang dijual untuk kawasan Green Andara Residence, harganya pun bervariasi dari kisaran Rp2 miliar hingga Rp5,8 miliar.

Selain itu, rumah mewah lainnya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan juga terpantau dijual di lamudi.co.id dengan harga Rp45 miliar. Rumah seluas 620 meter persegi tersebut memiliki 6 kamar tidur dan 5 kamar mandi dan disertai dengan kolam renang.

Ketua DPD Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) DKI Jakarta Clement Francis menyebut fenomena jual rumah mewah di tengah pandemi sudah terjadi sejak tahun lalu atau sejak pandemi masuk RI.

Ia menyebut lesunya sektor ekonomi dan bisnis membuat banyak pemilik properti mau tak mau harus melepas asetnya untuk bertahan, maka tak heran ia menyebut banyak dipasarkan rumah-rumah mewah.

Clement menilai karena tingginya pasokan atau mereka yang ingin menjual tidak seimbang dengan permintaan di pasar, maka banyak pemilik rumah yang jual murah. Secara rata-rata ia melihat penjualan rumah di masa pandemi ini diskon 10 persen-15 persen.

CityProperty

Ini Konsep Gedung Perkantoran New Normal di Kawasan TOD

Published

on

MTH 27 Office Suites

Sektor perkantoran menjadi salah satu instrumen properti yang terus membaik terlebih dengan banyaknya penerapan new normal. Perkantoran MTH 27 Office Suites yang merupakan kawasan TOD di MT Haryono menawarkan banyak penerapan new normal dengan konsep green yang kuat.

Seiring pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan keyakinan pasar terkait pandemi Covid-19 mulai bisa ditangani dengan baik, bisnis properti untuk sektor ruang perkantoran maupun ritel komersial terus merangkak naik. Optimisme lainnya juga karena program vaksinasi yang terus meningkat sehingga akan segera membentuk herd immunity yang kian menambah confident para pelaku pasar.

Berdasarkan riset Savills Indonesia hingga periode September 2021, beberapa sektor seperti teknologi dan e-commerce terus mendorong permintaan ruang-ruang perkantoran maupun ritel komersial. Permintaan untuk menyewa ruang besar di gedung-gedung baru juga semakin menonjol.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Indikator lainnya, kebutuhan ruang kantor untuk bidang keuangan, minyak dan gas, barang konsumsi, hingga perdagangan sangat aktif mencari ruang-ruang baru dengan fasilitas yang jauh lebih baik untuk kebutuhan ekspansi dan relokasi seiring peningkatan bisnis di masa mendatang.

Sejalan dengan perkembangan itu, PT Adhi Commuter Properti (ADCP) mulai memperkenalkan gedung perkantoran dan area ritel komersial yaitu MTH 27 Office Suites di salah satu proyek TOD-nya yaitu LRT City MTH-MTH 27 Office Suites yang berlokasi di koridor bisnis (CBD) MT Haryono, Jakarta.

Lokasi yang strategis membuat tempat ini menjadi community and meeting hub yang dipusatkan di lantai dasar dan lantai dua yang dibuat menjadi food & beverage sambil menikmati view Stasiun LRT maupun Kota Jakarta. Di sini juga akan disediakan co-working space untuk bekerja, meeting, dan kegiatan lain sambil ngopi di kafe.

“MTH 27 Office Suites dihadirkan sebagai respon kawasan yang terus berkembang khususnya untuk berbagai kebutuhan bisnis. Menyediakan 13 lantai strata title office building seluas 26.600 m2, gedung ini juga dilengkapi dengan empat lantai basement ATM center, dan berbagai fungsi untuk kafe, restoran, pertokoan, dan sebagainya,” ujar Aan Susanto, Project Director LRT City MTH dan MTH 27 Office Suites.

Aan juga menyebut kalau proyek ini merupakan pionir untuk office building yang berkonsep transit oriented development (TOD) terlebih koridor Cawang-MT Haryono telah menjadi koridor bisnis favorit mengingat lokasinya juga tidak jauh dari CBD Jakarta lain seperti Sudirman-Thamrin-Gatot Subroto-Rasuna Said.

Diantara kelebihan terkait lokasi maupun konsepnya, MTH 27 Office Suites ini menempel dengan Stasiun LRT dan integrasi dengan transportasi publik lain yang lengkap yaitu kereta komuter dan Transjakarta selain dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma. Dikembangkan dengan konsep green yang kuat, gedung ini menawarkan ruang kerja yang nyaman untuk meningkatkan produktivitas pekerja.

Berbagai upaya pemerintah untuk terus memperbanyak kawasan TOD di perkotaan juga diwujudkan pada kawasan ini. TOD di Gedung MTH 27 Office Suites akan mengintegrasikan dan mendekatkan transportasi publik ke kantor dan ini akan terus berkembang dan menjadi tren yang terus berlanjut. Konsep ini akan mengurangi waktu yang terbuang di perjalanan dan meningkatkan kualitas hidup maupun produktivitas kerja.

Keseluruhan konsep kawasannya akan mengusung gaya ‘bekerja dari mana saja dan kapan seja, lebih cepat dan lebih pintar’. Seluruh fasilitas yang dihadirkan hingga konsep mix tenant-nya juga dibuat untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kegiaan usaha sebagai penunjang gedung ini.

“Para pekerja maupun yang beraktivitas di gedung ini akan menikmati pedestrian plaza dengan green landscape yang berbeda untuk sebuah pusat bisnis. Ambience dan hal penunjang lainnya juga dimaksimalkan untuk mewujudkan konsep green yang berkelanjutan seperti bicycle parking plus fasilitas shower, point grab & go, nursery room, rooftop, dan sebagainya yang akan mengakomodasi tempat ini sebagai kawasan bisnis dengan efisiensi tinggi,” bebernya.

Continue Reading

CityProperty

Ini Tugas & Fungsi Bank Tanah

Published

on

Bank Tanah

Berbagai proses untuk pembentukan badan bank tanah terus dikebut supaya bisa operasional awal tahun depan. Selama ini negara berfungsi sebagai land regulator dan dengan adanya bank tanah bisa menjadi land manager sehingga bisa mengatur peruntukan tanah untuk kemaslahatan masyarakat yang lebih besar.

Berbagai aturan teknis untuk terbentuknya lembaga bank tanah terus dikebut. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah mempercepat penyusunan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) tentang struktur dan penyelenggaraan badan bank tanah.

Raperpres ini untuk menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) No. 64 Tahun 2021 tentang badan bank tanah sebagai turunan dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK). Bank tanah ini akan mendukung pemanfaatan tanah bagi kepentingan umum, sosial, pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan, serta Reforma Agraria.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Menurut Menteri ATR/BPN Sofyan Abdul Djalil, pembentukan badan bank tanah merupakan salah satu langkah strategis untuk memperbaiki kelembagaan pertanahan di Indonesia dan berdasarkan peraturan yang ada selama ini Kementerian ATR/BPN menjadi land regulator dan dengan bank tanah ini diharapkan bisa menjalankan fungsi sebagai land manager negara.

“Bank tanah ini harusnya melengkapi lembaga Kementerian ATR/BPN dan ditambah kewenangannya. Untuk itu dibutuhkan bank tanah untuk menjadi land keeper dan land manager yang semuanya ditata dan dikelola untuk kepentingan masyarakat, sosial, reforma agraria, dan sebagainya,” katanya.

Fungsi yang besar dan strategis dari bank tanah ini harus bisa memberikan kemakmuran kepada masyarakat. Negara sendiri melalui bank tanah, jelas Sofyan, bukan untuk memiliki tanah itu tapi untuk membawa kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat sebagaimana amanat konstitusi.

Dengan adanya bank tanah, negara bisa mengatur berbagai kebutuhan pembangunan yang tujuannya untuk kemaslahatan dan kemakmuran masyarakat. Di dalam UUCK tentang bank tanah juga telah diatur fungsi maupun peran yang sangat jelas dengan tujuan akhir memberikan kemakmuran kepada masyarakat.

Karena itu percepatan Raperpres ini dilakukan dengan komitmen supaya badan bank tanah ini bisa segera terbentuk dan efektif bekerja pada tahun depan. Untuk mendapatkan modal awal bank tanah ini nantinya akan ditetapkan oleh presiden dan berbagai permasalahan tanah selama ini salah satunya bisa diselesaikan dengan mekanisme bank tanah.

Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto menambahkan, harmonisasi berbagai aturan untuk pembentukan bank ini akan dituntaskan khususnya untuk penentuan penetapan tanah pemerintah yang bukan berasal dari barang milik negara (BMN).

“Dalam hal ini tujuan dibentuknya bank tanah supaya negara bisa menampung fungsi sebagai land keeper tanah-tanah yang bisa dimanfaatkan nantinya untuk berbagai kepentingan. Perpres dan kebijakan ini memang harus keluar sekarang mengingat waktunya sudah terbatas untuk mengejar operasional bank tanah awal tahun depan,” jelasnya.

Continue Reading

Berita Utama

Ibu Kota Negara Pindah, Begini Nasib Properti Jabodetabek

Published

on

Ibu Kota Negara baru

Pemindahan ibukota negara (IKN) ke Kalimantan Timur terus membuka berbagai pendapat terkait kondisi pasar properti di wilayah Jakarta dan Bodetabek. Berbagai pengamat menyebut Jabodetabek tetap memiliki potensinya sendiri dan tidak lantas berkurang pamornya karena pemindahan IKN.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menggodok proses pemindahan ibukota negara (IKN) ke wilayah Kalimantan Timur. Babak baru pemindahan ibukota negara ini juga berjalan dengan telah diserahkannya rancangan undang-undang (RUU) IKN oleh pemerintah ke DPR-RI.

Berbagai pendapat yang pro maupun kontra tentu terus disampaikan berbagai kalangan. Salah satu hal yang menarik dari sisi industri properti, bagaimana dengan nasib Jakarta maupun kawasan Bodetabek lainnya dengan dipindahkannya ibukota negara dari Jakarta ke wilayah baru nantinya.

Menurut Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia, perusahaan konsultan dan manajemen properti global, pasar properti di wilayah Jabodetabek tidak lantas menurun dengan pindahnya ibukota nantinya. Masih ada banyak potensi selain pemindahan ibukota akan dilakukan secara bertahap sehingga berbagai dampak yang terjadi juga tidak akan sekaligus.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

“Dari sisi sektor properti, untuk wilayah Jabodetabek tetap akan memiliki potensi yang besar karena pemindahan ibukota negara ini untuk tahap awal akan fokus pada sektor pemerintahan terlebih dulu. Artinya masih ada potensi lain yang masih terus berjalan dan berkembang di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Terlebih kawasan Jabodetabek merupakan pusat bisnis dan target utama investor untuk melakukan investasi dengan berbagai infrastruktur maupun sarana lainnya yang sudah sangat matang. Begitu juga dengan sektor-sektor lain seperti perkantoran, perhotelan, pergudangan, logistik, dan lainnya yang masih berpusat di Jabodetabek termasuk banyaknya properti residensial yang sudah sangat menyebar di kawasan ini.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, pemindahan IKN ke Kalimantan Timur juga tidak akan membuat properti di Jabodetabek kehilangan pamornya apalagi hingga menurunkan harga karena masih ada banyak potensi yang ditawarkan kawasannya. IKN tentunya akan membuat pusat pertumbuhan dan berbagai potensi baru tapi tidak akan membuat pasar properti di Jabodetabek turun.

“Justru yang harus dipikirkan itu bagaimana kawasan di sekitar IKN baru nanti bisa menyediakan berbagai zona untuk kebutuhan perumahan yang terjangkau maupun fasilitas lainnya. Pemerintah harus mulai memikirkan untuk menguasai lahan sehingga lokasi baru nanti bisa diatur dan ditata dengan baik untuk berbagai peruntukan dan bukan dijadikan mainan oleh kalangan investor yang ingin mengambil keuntungan sesaat,” tandasnya.

Continue Reading

Trending