Connect with us

Berita Utama

Tradisi Cari Kutu, Wahana Interaksi Sosial Wanita Indonesia

Published

on

Tradisi Cari Kutu atau Petan

Petan atau Dhidhis adalah salah satu tradisi yang dari dulu sering kita jumpai, terutama dikalangan masyarakat pedesaan. Tradisi ini amat unik karena para perempuan bergerombol mencari kutu.

Ya, dalam tradisi Petan, perempuan duduk berderet dalam satu baris menghadap ke arah yang sama. mereka memanjang ke belakang bisa tiga sampai empat orang  dan duduk di tempat terang.

Lalu yang paling depan akan duduk diam. Sementara yang duduk di belakang, tangannya akan terus menggerayangi kepala, memilah helai demi helai rambut lalu tangan akan menjimpit menggunakan kuku jari. Terkadang usaha itu membuahkan hasil.

Baca Juga:

  1. Tak Terkenal di Negeri Sendiri, 4 Musisi Indonesia Hujan Emas di Negeri Orang
  2. Resmi Bercerai, Tyas Mirasih Diisukan Selingkuh
  3. Akhirnya Ada Titik Terang Perseteruan Hotman Paris dan Hotma Sitompoel

Terkadang juga sia-sia. Karena kalah cepat dengan pergerakan makhluk yang sedang diburu. Mereka terlebih dahulu mengetahui kedatangan musuh dan menyaru dengan warna rambut sehingga persembunyiannya tidak diketahui .

Kalau penangkapan itu berhasil, nyawa sang makhluk akan berakhir di atas kertas bukti pembantaian, atau malah berakhir di ujung gigi para pemburu dengan bunyi “klethuk”

Petan adalah tradisi lawas perempuan Indonesia sebagai media  interaksi dengan  sesama perempuan. Bisa dengan anak-anak, sesama orang tua atau para gadis yang rambutnya tumbuh memanjang. Kebiasaan mencari kutu ini sudah ada jauh sebelum obat pemusnah kutu rambut ditemukan.

Tradisi Cari Kutu atau Petan

Dalam melakukan kegiatan ini, rambut disibak secara pelan-pelan. Kemudian, helai demi helai rambut diurut. Alhasil, banyak telur kutu yang berhasil tertangkap.

Tradisi petan memang sangat unik. Kebiasaan ini menjadi sarana saling berbagi informasi yang paling tepat. Saat para perempuan bergerombol mencari kutu, akan ada hubungan akrab yang terbangun. 

Mereka biasanya membicarakan tentang hal-hal sederhana, mengenai harga gas yang akan melambung, harga beras di pasar eceran yang sudah mulai naik. 

Atau terkadang membicarakan tentang masalah keluarga yang lain. Tak jarang saat petan para perempuan terjebak dalam ghibah, membicarakan orang lain. Dan ini saya pikir hanya ekses dari sebuah pertemuan.

Hal ini berbeda dengan zaman sekarang di mana orang-orang lebih memilih berkomunikasi dengan telepon seluler. Terkadang, pesan yang disampaikan agak meleset dari niat semula.

Berita Utama

Tabrakan Beruntun TransJakarta di MT Haryono, Sopir Tewas Puluhan Orang Terluka

Published

on

Tabrakan beruntun antara dua bus TransJakarta di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021), menyebabkan dua orang tewas dan puluhan orang mengalami luka-luka. Satu dari dua orang yang tewas adalah sopir dari armada TransJakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, menyatakan bahwa sopir langsung meninggal dunia di tempat beberapa saat setelah peristiwa tabrakan beruntun itu terjadi.

“Satu orang meninggal dunia di TKP itu adalah sopir kendaraan yang menabrak dari belakang,” kata Sambodo di lokasi, Senin (25/10/2021).

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Sambodo menyatakan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal di tempat kejadian perkara, kendaraan yang ditabrak dari belakang terseret hingga 15 meter.

“Kendaraan yang ditabrak dari belakang terseret cukup jauh kurang lebih 15 meter dan kelihatannya enggak ada upaya pengereman,” ujarnya.

Sambodo mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki dugaan penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Misalnya, apakah murni human eror atau adanya kerusakan pada bagian rem.

“Kami akan panggil ahli atau teknisi yg sesuai dengan jenis kendaraan ini,” tegas dia.

Kasi Laka Lantas Polda Metro Jaya Komisaris Eko Setio Budi Wahono mengatakan peristiwa ini terjadi pada pagi tadi. Beberapa dari korban di antaranya telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.

“Ngantuk yang belakang, jadi tabrak yang depan,” kata Eko.

“Sopirnya kendaraan yang di belakang masih kegencet,” dia menambahkan.

Jenazah sopir dan dua korban meninggal serta puluhan korban luka telah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Continue Reading

Berita Utama

Menteng, Buah yang Jadi Nama Jalan & Kaya Manfaat

Published

on

Buah Menteng

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam jenis buah. Sayangnya ada beberapa buah yang keberadaannya kini semakin sulit ditemukan dan menjadi langka. Salah satunya adalah buah menteng.

Jika mendengar kata menteng, kebanyakan orang mungkin akan langsung mengingat sebuah kawasan elite di Jakarta Pusat. Namun, menteng juga merupakan nama buah, yang kini semakin sulit dicari dan banyak generasi muda mungkin malah tidak mengetahui jenis buah satu ini. Wajar saja, mengingat pohon buah menteng pun sudah langka dan penjualnya di pasar pun jarang.

Nama menteng lebih dikenal di Jakarta dan Pulau Jawa, sedangkan di Sumatra buah ini lebih populer dengan nama rambai. Di beberapa daerah lain, penyebutan buah ini pun berbeda-beda, beberapa di antaranya adalah kepundung, kapundung, kemundung, mundung, kapungpung, rambe, kayu masam, kokonau, kunyi, jinten merah, dan bencoy.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Bila dilihat sekilas, penampilan menteng agak mirip duku. Namun, perbedaannya akan semakin nyata bila telah dikupas dan dicicipi.

Manfaat Buah Menteng

Buah Menteng

Meski rasanya kecut, jangan ragu untuk membeli buah ini bila Anda menemukannya. Sebab, buah menteng dapat memberikan sejumlah manfaat yang sayang untuk dilewatkan.

Sumber antioksidan yang baik

Buah menteng mengandung komponen seperti flavonoid dan fenolat yang dapat menunjukkan aktivitas antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang sangat berguna untuk memerangi radikal bebas, keberadaannya dapat membantu mencegah penyakit-penyakit kronis.

Radikal bebas dapat ditemui dalam berbagai bentuk dan ukuran. Radikal bebas akan mencuri elektron dari zat-zat yang ada di sekitarnya.

Bila jumlahnya terlalu banyak, radikal bebas dapat merusak sel dan DNA yang ada di dalam tubuh. Sehingga menimbulkan stres oksidatif yang bisa berujung pada penyakit-penyakit kronis seperti sakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Maka dari itu, tubuh memerlukan jumlah antioksidan yang seimbang. Karena memiliki kandungan antioksidan, buah menteng punya khasiat tersebut. Anda juga bisa menemukan kandungan antioksidan asam galat pada bagian kulit dan sedikit dagingnya.

Membantu menjaga kesehatan tulang dan sel darah

Buah Menteng

Dalam 100 gram penyajiannya, buah menteng mengandung kalsium sebanyak 13 miligram dan zat besi sebanyak 0,8 miligram yang masing-masing memiliki khasiat tersenidiri.

Zat besi termasuk mineral penting untuk tubuh. Tubuh memerlukan hemoglobin dalam jumlah cukup agar bisa mengirim oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Bila kadar zat besi rendah, tubuh akan mengalami anemia dan gangguan fungsi tubuh lainnya.

Sementara itu, kandungan kalsium dalam buah menteng berfungsi menjaga kesehatan tulang, membantu pembekuan darah, kontraksi otot, serta membantu jantung berdetak.

Jumlah kandungan kedua zat ini mungkin tidak terlalu banyak, tapi buah menteng bisa menjadi sumber tambahan selain susu dan makanan tinggi zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Membantu mengatasi diare dan melancarkan haid

Buah menteng memiliki potensi untuk bantu mengatasi diare dan melancarkan haid. Biasanya orang-orang menggunakan bagian daun dan kulitnya yang memiliki kandungan asam galat sebagai obat. Sayangnya, manfaat tersebut perlu diteliti lebih lanjut.

Asam galat memang memiliki fungsi sebagai antibakteri, analgesik, dan antivirus. Meski begitu, berdasarkan penelitian pada 2017, asam galat tidak menunjukkan reaksi terhadap beberapa bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Maka dari itu, bila Anda ingin menggunakan daun atau suplemen ekstraknya, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Bagaimana, Cityzen tertarik untuk mencoba buah menteng?

Continue Reading

Berita Utama

Mengenal Lebih Dalam PLTP Kamojang, Pembangkit Listrik Panas Bumi Tertua di Indonesia

Published

on

PLTP Kamojang

Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Kamojang merupakan yang terbaik di Indonesia, karena uap yang dikeluarkan sangat kering (very dry) dengan kelembaban yang sangat rendah sehingga uap dapat langsung masuk ke turbin.

PLTP Kamojang sudah beroperasi selama 39 tahun. PLTP Kamojang menjadi tonggak penting dalam sejarah pengembangan panas bumi di Indonesia. Jejak kehadirannya dimulai pada 1918, tahun di mana wabah flu Spanyol mengguncang dunia seperti pandemi Covid-19 saat ini.

Kala itu, JB Van Dijk, seorang guru di HBS Bandung, Jawa Barat, merupakan sosok penting yang menandai jejak PLTP Kamojang. Ia merupakan penggagas awal energi panas bumi di era kolonial yang kemudian melahirkan PLTP Kamojang.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!


Gagasannya dimulai dengan satu tulisan berjudul ‘Krachtbronnen in Italie’ atau ‘Kekuasaan di Italia’ yang terbit di majalah Koloniale Studien. Keberhasilan Italia memanfaatkan panas bumi untuk energi listrik di Larnderello, Italia Tengah, menginspirasi Van Dijk untuk mendorong Pemerintah Hindia Belanda melakukan hal yang sama.

Keberhasilan Italia menghasilkan energi panas bumi di tahun itu, menurutnya bisa diikuti oleh Hindia Belanda. Sayangnya, tulisan Van Dijk ditanggapi dingin oleh Pemerintah Hindia Belanda saat itu.

Bahkan tulisannya dikritik oleh berbagai pihak yang menganggap idenya tidak masuk akal untuk dipakai di Indonesia. Setidaknya butuh waktu sewindu, hingga pada 1926 akhirnya Pemerintah Hindia Belanda menggelontorkan dana untuk melakukan pengeboran di lapangan Kamojang.

PLTP Kamojang

The Netherland East Indies Vulcanologycal Survey, perusahaan milik Hindia Belanda, ditugasi untuk melakukan pengeboran. Beberapa tahun kemudian, bersama dengan Geothermal Energy New Zealand Ltd, perusahaan asal Selandia Baru, memulai eksplorasi pengembangan panas bumi.

Perjalanan menghadirkan energi panas bumi ini di Kamojang pun tak singkat. Butuh waktu panjang hingga akhirnya PLTP Kamojang unit 130 megawatt (MW) berhasil beroperasi pada 1982 silam. Menandai keberhasilan Indonesia yang telah berdaulat sebagai negara merdeka dalam mengikuti jejak Italia yang menginspirasi tulisan Van Dijk.

Dalam 5 tahun kemudian, PLTP Kamojang unit 2 dan unit 3 pun beroperasi mendukung sistem kelistrikan Indonesia di Jawa Barat.

Penghargaan yang Diterima PLTP Kamojang

Head of Corporate Communication PT Indonesia Power, Rahmi Sukma mengatakan bahwa PLTP Kamojang berkomitmen untuk tidak mengesampingkan aspek pencapaian kinerjanya. Terbukti hingga Juli 2019, Kamojang POMU telah menunjukan kinerja baik dengan berhasil mendapatkan pencapaian EAF (Equivalent Availability Factor) dan EFOR (Equivalent Force Outage Rate) sampai dengan Juli 2019 berada di angka 96,44 dan 0,68.

Beberapa penghargaan dalam bidang lingkungan maupun Corporate Social Responsibility (CSR) juga diraih oleh Kamojang POMU. Misalnya Penghargaan Proper Emas yang diterima dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia dan penghargaan Mitra Pembangunan Jawa Barat Program CSR/PKBL dari Gubernur Jawa Barat.

Rahmi juga menyebutkan bahwa sistem tata kelola yang baik dengan mengedepankan aspek keselamatan dan lingkungan, salah satu kunci prestasi PLTP Kamojang.

PLTP Kamojang

PLTP Kamojang juga memiliki berbagai program CSR, misalnya budidaya tanaman kopi pelag yang ditanam di kaki Gunung Papandayan. Program ini dilakukan oleh mitra binaan, fungsinya sebagai tanaman penyangga longsor di daerah pegunungan dan sebagai area tangkapan air.

Program CSR lainnya adalah pemberdayaan pada nelayan ikan di Situ Bagendit yang merupakan area obyek wisata di wilayah Garut, dan penanaman 1000 pohon hingga 2021 untuk mengurangi emisi karbondioksida.

Keberhasilan PLTP Kamojang menjadi bukti bahwa potensi sumber energi panas bumi di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi utama, khususnya untuk menggantikan sumber energi fosil. Hal ini juga menjadi langkah untuk beralih ke energi hijau yang lebih ramah lingkungan demi kemandirian energi Indonesia di masa mendatang.

Continue Reading

Trending