Connect with us

CityHealth&Beauty

Ragam Manfaat Bawang Hitam untuk Kesehatan, Bisa Melawan Kanker

Published

on

Bawang Hitam

Black garlic alias bawang hitam termasuk makanan hasil fermentasi dari bawang putih dalam suhu dan kelembapan tertentu. Bawang Hitam memiliki segudang manfaat.

Kebanyakan dari kita mungkin masih asing dengan bawang hitam, padahal ada beragam manfaatnya yang sayang untuk dilewatkan. Selain dari warnanya yang hitam, bawang ini juga memiliki ciri khas lain, yakni teksturnya yang lembut dan kenyal, juga rasanya yang manis dan asam.

Bawang hitam adalah hasil dari proses fermentasi bawang putih segar yang disimpan pada suhu 60–70 derajat Celsius selama 30–40 hari. Perubahan warna, tekstur, dan rasanya didapatkan dari proses fermentasi ini.

Baca Juga:

  1. Tak Terkenal di Negeri Sendiri, 4 Musisi Indonesia Hujan Emas di Negeri Orang
  2. Resmi Bercerai, Tyas Mirasih Diisukan Selingkuh
  3. Akhirnya Ada Titik Terang Perseteruan Hotman Paris dan Hotma Sitompoel

Manfaat bawang hitam paling banyak didapatkan dari berbagai senyawa bioaktif di dalamnya yang memiliki sifat antioksidan, seperti polifenol, fenol, alkaloid, flavonoid, dan s-allylcysteine (SAC).

Selain itu, bawang hitam juga mengandung berbagai nutrisi, seperti asam amino, karbohidrat, serat, zat besi, zinc, kalium, sulfur, magnesium, fosfor, kalsium, serta vitamin C, B1, B2, B3, dan B6.

MyCity telah merangkum lima manfaat dari Bawang Hitam.

Antioksidan

Mengutip Healthline, proses fermentasi menyebabkan bawang putih hitam mengandung lebih banyak antioksidan daripada bawang putih mentah.

Hal ini terjadi karena allicin, senyawa yang memberikan bau menyengat pada bawang putih dihancurkan saat fermentasi. Senyawa ini diubah menjadi antioksidan seperti alkaloid dan flavonoid.

Satu studi 2014 menemukan bahwa aktivitas antioksidan total meningkat secara signifikan dalam bawang putih hitam selama penuaan. Dalam penelitian tersebut, bawang putih mencapai kandungan antioksidan puncaknya pada 21 hari fermentasi

Mengatur gula darah

Dalam sebuah studi tahun 2019 pada tikus yang diberi diet tinggi lemak dan gula, pengobatan dengan ekstrak bawang putih hitam menghasilkan perbaikan metabolisme seperti menurunkan kolesterol, mengurangi peradangan dan pengaturan nafsu makan.

Tingkat antioksidan yang lebih tinggi dalam bawang putih hitam juga dapat membantu mencegah komplikasi yang berhubungan dengan diabetes.

Hanya saja ini masih butuh penelitian lebih lanjut karena manfaat bawang hitam yang diteliti masih kebanyakan berasal dari penelitian hewan.

Hal ini terjadi karena allicin, senyawa yang memberikan bau menyengat pada bawang putih dihancurkan saat fermentasi. Senyawa ini diubah menjadi antioksidan seperti alkaloid dan flavonoid.

Satu studi 2014 menemukan bahwa aktivitas antioksidan total meningkat secara signifikan dalam bawang putih hitam selama penuaan. Dalam penelitian tersebut, bawang putih mencapai kandungan antioksidan puncaknya pada 21 hari fermentasi

Mengurangi risiko penyakit jantung

Penelitian telah menunjukkan bahwa bawang putih hitam dapat mengurangi indikator penyakit jantung, termasuk kadar kolesterol total, kolesterol LDL (jahat), dan trigliserida dalam darah. Ini juga dapat meningkatkan kolesterol HDL.
Selain itu para peneliti menemukan bahwa bawang putih mentah dan hitam membantu membuka sirkulasi untuk melindungi jantung dari kerusakan.

Sebuah studi berbeda memberi 60 orang dengan kolesterol tinggi 6 gram ekstrak bawang putih hitam tua atau plasebo setiap hari selama 12 minggu. Bawang putih hitam meningkatkan kolesterol HDL (baik) dan mengurangi potensi penanda penyakit jantung.

Melawan kanker

Mengutip WebMD, Banyak penelitian menunjukkan bahwa sifat antioksidan bawang putih hitam dapat membantu melawan kanker. Satu studi menemukan bahwa itu dapat membantu mengurangi pertumbuhan sel kanker usus besar. Senyawa dalam black garlic juga dapat memblokir radikal bebas di dalam tubuh.

Kesehatan otak

Bawang putih hitam dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan mencegah kondisi kognitif seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson. Ini juga dapat membantu meningkatkan memori dan bagian lain dari fungsi kognitif manusia.

Berita Utama

Menteng, Buah yang Jadi Nama Jalan & Kaya Manfaat

Published

on

Buah Menteng

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam jenis buah. Sayangnya ada beberapa buah yang keberadaannya kini semakin sulit ditemukan dan menjadi langka. Salah satunya adalah buah menteng.

Jika mendengar kata menteng, kebanyakan orang mungkin akan langsung mengingat sebuah kawasan elite di Jakarta Pusat. Namun, menteng juga merupakan nama buah, yang kini semakin sulit dicari dan banyak generasi muda mungkin malah tidak mengetahui jenis buah satu ini. Wajar saja, mengingat pohon buah menteng pun sudah langka dan penjualnya di pasar pun jarang.

Nama menteng lebih dikenal di Jakarta dan Pulau Jawa, sedangkan di Sumatra buah ini lebih populer dengan nama rambai. Di beberapa daerah lain, penyebutan buah ini pun berbeda-beda, beberapa di antaranya adalah kepundung, kapundung, kemundung, mundung, kapungpung, rambe, kayu masam, kokonau, kunyi, jinten merah, dan bencoy.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Bila dilihat sekilas, penampilan menteng agak mirip duku. Namun, perbedaannya akan semakin nyata bila telah dikupas dan dicicipi.

Manfaat Buah Menteng

Buah Menteng

Meski rasanya kecut, jangan ragu untuk membeli buah ini bila Anda menemukannya. Sebab, buah menteng dapat memberikan sejumlah manfaat yang sayang untuk dilewatkan.

Sumber antioksidan yang baik

Buah menteng mengandung komponen seperti flavonoid dan fenolat yang dapat menunjukkan aktivitas antioksidan. Antioksidan merupakan zat yang sangat berguna untuk memerangi radikal bebas, keberadaannya dapat membantu mencegah penyakit-penyakit kronis.

Radikal bebas dapat ditemui dalam berbagai bentuk dan ukuran. Radikal bebas akan mencuri elektron dari zat-zat yang ada di sekitarnya.

Bila jumlahnya terlalu banyak, radikal bebas dapat merusak sel dan DNA yang ada di dalam tubuh. Sehingga menimbulkan stres oksidatif yang bisa berujung pada penyakit-penyakit kronis seperti sakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Maka dari itu, tubuh memerlukan jumlah antioksidan yang seimbang. Karena memiliki kandungan antioksidan, buah menteng punya khasiat tersebut. Anda juga bisa menemukan kandungan antioksidan asam galat pada bagian kulit dan sedikit dagingnya.

Membantu menjaga kesehatan tulang dan sel darah

Buah Menteng

Dalam 100 gram penyajiannya, buah menteng mengandung kalsium sebanyak 13 miligram dan zat besi sebanyak 0,8 miligram yang masing-masing memiliki khasiat tersenidiri.

Zat besi termasuk mineral penting untuk tubuh. Tubuh memerlukan hemoglobin dalam jumlah cukup agar bisa mengirim oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Bila kadar zat besi rendah, tubuh akan mengalami anemia dan gangguan fungsi tubuh lainnya.

Sementara itu, kandungan kalsium dalam buah menteng berfungsi menjaga kesehatan tulang, membantu pembekuan darah, kontraksi otot, serta membantu jantung berdetak.

Jumlah kandungan kedua zat ini mungkin tidak terlalu banyak, tapi buah menteng bisa menjadi sumber tambahan selain susu dan makanan tinggi zat besi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Membantu mengatasi diare dan melancarkan haid

Buah menteng memiliki potensi untuk bantu mengatasi diare dan melancarkan haid. Biasanya orang-orang menggunakan bagian daun dan kulitnya yang memiliki kandungan asam galat sebagai obat. Sayangnya, manfaat tersebut perlu diteliti lebih lanjut.

Asam galat memang memiliki fungsi sebagai antibakteri, analgesik, dan antivirus. Meski begitu, berdasarkan penelitian pada 2017, asam galat tidak menunjukkan reaksi terhadap beberapa bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.

Maka dari itu, bila Anda ingin menggunakan daun atau suplemen ekstraknya, lebih baik konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

Bagaimana, Cityzen tertarik untuk mencoba buah menteng?

Continue Reading

Berita Utama

3 Tips Ampuh Perawatan Kulit untuk Wanita Berhijab

Published

on

wanita berhijab

Seiring dengan pertambahan usia, kerutan dan flek di wajah akan terus bertambah.

Banyak wanita menginginkan tetap memiliki kulit yang sehat dan glowing di usianya yang tak lagi muda.

Ingat, kulit bukan hanya sekadar pada wajah tapi juga leher. Perawatan kulit leher ini kerap diabaikan. Padahal, kulit leher juga mengalami penuaan dan bisa memperburuk penampilan.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Bagi Cityzen yang menggunakan hijab, perawatan kulit bakal lebih sulit lagi. Pasalnya, kadar keringat juga tak langsung muncul ke permukaan. Dia justru akan berdiam di bawah hijab yang menyebabkan tubuh terasa lembap, lengket dan berujung iritasi. Berikut cara merawat dan menjaga kulit agar tidak menimbulkan bau keringat dan tetap sehat.

Gunakan pelembap yang mudah meresap

Wanita berhijab mudah berkeringat. Keringat juga tidak mudah terserap dan akan berdiam di atas kulit. Gunakan pelembab yang mudah meresap sehingga kulit yang berkeringat tidak lengket akibat percampuran keringat dengan pelembab.

Gunakan setelah mandi

Aplikasikan serum atau pelembap setelah mandi, agar kulit juga masih mengandung kadar air dari sisa mandi.

Untuk kulit kering aplikasikan setiap habis wudhu

Jika Anda memiliki jenis kulit yang mudah kering atau memang menggunakan pelembab yang tidak mudah terserap tubuh, sebaiknya aplikasikan setiap habis bersentuhan dengan air atau wudhu.

Continue Reading

Berita Utama

Waspada! 5 Makanan Ini Bisa Memicu Kanker

Published

on

Makanan pemicu kanker

Kanker merupakan penyakit yang menyebabkan kematian utama di seluruh dunia. Nah, salah satu pemicu kanker adalah makanan. Oleh karena itu, menjauhi makanan pemicu kanker jadi salah satu solusinya.

Mengutip World Health Organization (WHO), sekitar 9,6 juta jiwa meninggal karena kanker pada tahun 2018.

Adapun jenis kanker yang paling umum adalah kanker paru-paru dengan 2,09 juta kasus. Diikuti kanker payudara (2,09 juta kasus), kolorektal (1,80 juta kasus), prostat (1,28 juta kasus), kanker kulit (non-melanoma) (1,04 juta kasus), dan kanker perut (1,03 juta kasus).

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Makanan dan minuman tertentu dapat meningkatkan risiko berkembangnya kanker di dalam tubuh, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.

MyCity telah merangkum beberapa makanan yang bisa memicu kanker.

Makanan Kaleng

Meskipun makanan kaleng yang disajikan mungkin sehat, bahan kaleng tersebut bisa menjadi salah satu makanan pemicu kanker karena banyak kaleng dilapisi dengan bisphenol.

“Ini adalah pengawet yang telah terbukti bersifat karsinogenik pada hewan,” kata Anton Bilchik, MD, PhD, profesor bedah dan kepala penelitian gastrointestinal di Institut Kanker John Wayne di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica.

Bisphenol yang juga dikenal sebagai BPA (bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik dan resin tertentu), berhubungan dengan kanker payudara dan prostat, menurut jurnal Annals of the National Institute of Hygiene Polandia.

Makanan dengan Kadar Garam Tinggi

Jika Cityzen suka makan camilan asin, sebaiknya mulai dikurangi ya karena makanan-makanan dengan kadar garam tinggi termasuk dalam makanan pemicu kanker.

Menurut Victoria Manax, MD, kepala petugas medis di Pancreatic Cancer Action Network dan ahli onkologi, terlalu banyak mengonsumsi garam menyebabkan tekanan darah tinggi dan hal ini berhubungan dengan risiko kanker tertentu.

“Orang-orang yang paling berisiko terkena masalah kesehatan karena pola makan gemar makan sesuatu yang asin termasuk orang-orang yang berusia di atas 50 dan penderita diabetes,” katanya.

Daging Olahan

Beberapa jenis daging olahan seperti sosis, hot dog, nugget, pepperoni, dendeng dan daging yang diawetkan dengan diasinkan, daging yang diasap, atau menggunakan bahan pengawet kimia, adalah bagian dari makanan pemicu kanker.

Menurut studi dalam jurnal The Lancet Oncology, disebutkan bahwa mengonsumsi 50 gram daging olahan setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker usus sebesar 18%.

Jika hendak membeli dan mengonsumsi daging olahan, carilah produk yang bebas kandungan nitrat dan nitrit, serta tidak ditambahkan bahan pengawet untuk opsi yang lebih baik.

Gula yang Diproses dan Pemanis Sintetis

Ada beberapa alasan penting yang perlu diketahui kenapa gula dapat menjadi makanan penyebab kanker. Gula memberi makanan pada sel kanker. Gula melemahkan sistem daya tahan tubuh dengan melemahkan kesanggupan tubuh dalam memerangi infeksi. Gula dapat menjadi racun kimiawi.

Contoh spesifik gula atau pemanis yang dapat menaikkan risiko kanker, yakni: Gula halus Pemanis buatan Soda pop Siklamat.

Biji-bijian yang Telah Diproses

Apabila biji-bijian digiling, maka lapisan luar yang disebut endosperm dan lapisan dalamnya akan keluar. Ini artinya, lebih dari 24 macam mineral, vitamin, serat dan zat gizi yang penting lainnya dalam biji-bijian akan terbuang dan hanya akan membebani tubuh.

Contoh spesifik biji-bijian yang telah diproses dan dapat menjadi makanan penyebab kanker, yakni: Tepung putih yang diproses Keripik kentang Mi yang dicampur bahan pengawet, Popcorn microwave.

Continue Reading

Trending