Connect with us

International

Tentara Yaman Kuasai Pangkalan Senjata Arab Saudi di Marib

Published

on

Rudal Yaman serang pangkalan senjata Arab Saudi

Mengutip Al-Masira, Senin (27/9/2021), pasukan tentara Yaman dan komite populer menguasai barak Al-Khashina, salah satu depot senjata terpenting Saudi di selatan Provinsi Marib, Yaman. Depot senjata milik milisi bersenjata afiliasi Pasukan Koalisi Arab Saudi di Selatan Provinsi Marib dihantam dua rudal.

Bentrokan antara pasukan tentara Yaman dan komite populer melawan pasukan koalisi Saudi yang menyerang di gurun Umm Rish di bagian Al-Juba selatan Marib telah meningkat, dengan posisi Saudi di bagian Al-Juba menjadi target serangan yang meluas sejak Minggu (26/09/2021). Pagi hari, puluhan pasukan Saudi tewas dan terluka dalam bentrokan tersebut.

Tentara Yaman telah mencapai banyak keuntungan keamanan dalam beberapa hari terakhir, sehingga telah mampu menguasai daerah-daerah penting di provinsi Marib, Shabwa dan Al-Bayda.

Dengan kemajuan ini, telah dipersiapkan untuk pembebasan Marib lebih dari sebelumnya, dan untuk alasan ini, tentara bayaran Saudi telah menyatakan kesiapan mereka dan memperkuat benteng mereka.

Baca Juga :

  1. Brimob Tewas Usai Baku Tembak dengan KKB di Papua
  2. Badan Kurus Disebut Pakai Narkoba, Dikta: Gue Freedive!
  3. Anak Nia Daniaty Dipolisikan Akibat Tipu CPNS Hingga Rp9,7 M

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Sari sebelumnya mengatakan bahwa pasukan Sanaa telah berhasil sepenuhnya membebaskan provinsi al-Bayda.

Provinsi Al-Bayda Yaman memiliki kepentingan strategis yang besar secara geografis karena lokasinya di pusat Yaman dan kedekatannya dengan delapan provinsi penting Sanaa, Dhamar, Marb, Ib, Lahj, Abyan, Shabwa dan Dhala.

Berita Utama

Usai Covid-19, Kini Kiamat Babi Mengancam AS

Published

on

krisis babi di AS

Amerika Serikat (AS) saat ini tengah berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19. Namun, kini Negeri Paman Sam mendapatkan masalah baru bernama kiamat babi.

Seperti dilansir CNBC International, Rabu (20/10/2021), kiamat babi terjadi akibat harga babi di AS mengalami kenaikan tajam. Hal itu dipicu pandemi Covid-19 dan Undang-Undang baru soal kesejahteraan hewan di AS.

Setidaknya UU itu berlaku di negara bagian California. Wilayah itu merupakan pasar daging babi terbesar di AS.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Sejak 1 Januari, produk daging babi harus mematuhi standar khusus terkait induk si babi. Para induk babi masing-masing harus diberi ruangan memadai, setidaknya 24 kaki persegi dalam kandangnya.

Produsen sudah memperingatkan ini akan menambah biaya tambahan di seluruh rantai pasokan makanan. Yang pada akhirnya membuat warga California dan wilayah lain di AS memiliki hanya sedikit stok dan tentunya dengan harga lebih mahal.

“Beberapa percaya rantai pasokan daging babi sedang tertatih-tatih di tepi ancaman besar,” demikian keterangan dari CNN International.

“‘Krisis Bacon Terbesar di California’ bisa berarti akhir dari Bacon yang membawa ‘Kiamat Daging Babi’ atau membuat sarapan pokok menghilang dari meja orang-orang California.”

Menurut beberapa ekonom, kenaikan memang tak bisa dipungkiri. Harga daging babi bisa saja naik sekitar 8 dolar AS atau sekitar Rp112 ribu untuk pembelian daging secara tahunan.

“Pada umumnya, akan ada dampak jangka panjang dari ini, apa pun yang terjadi,” kata Trey Malone, asisten profesor di Departemen Pertanian, Pangan, dan Ekonomi Sumber Daya Michigan State University.

“Ini adalah sesuatu yang menjadi perhatian seluruh industri pertanian.”

Sebelumnya induk babi yang hamil hanya ditempatkan dalam kandang berukuran 7 kali 2 kaki. Kandang ini dapat memberi ruang untuk induk babi itu makan, berdiri, duduk, dan berbaring.

Namun babi tidak memiliki ruang untuk berjalan, bergerak bebas, bersosialisasi, dan berbalik. Ini dianggap kejam.

Continue Reading

International

Eropa Krisis Energi, Peta Kekuatan Dunia Akan Berubah?

Published

on

Continue Reading

International

Bom Meledak di Pakistan, Satu Orang Tewas

Published

on

Ilustrasi : ledakan bom di Pakistan

Terjadi ledakan bom di Pakistan. Ledakan bom terjadi di luar Universitas Balochistan pada Senin (18/10/2021) menewaskan seorang petugas dan 15 lainnya terluka.

Petugas palang merah membawa korban tewas dan luka-luka ke rumah sakit pemerintah. Dalam peristiwa tersebut tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Baca Juga :

  1. Wajib Kunjungi, Ini 5 Spot Terbaik Melihat Sunrise di Yogyakarta
  2. Waspada Gelombang Ketiga Covid-19, Jokowi Minta Masyarakat Indonesia Jangan Abai Prokes
  3. Panjat Bahu Correa, Ramos: Hanya Bercanda!

Wilayah Balochistan selalu menjadi tempat pemberontakan yang telah berlangsung lama oleh kelompok separatis Baloch yang dalam beberapa tahun terakhir secara khusus menargetkan pasukan keamanan untuk menekan mereka mencari kemerdekaan.

Pakistan terus bersikeras untuk menekan pemberontakan dan kekerasan terus berlanjut.

Continue Reading

Trending