Connect with us

Internasional

Hamas: Darah Para Syuhada Palestina Tidak Akan Diinjak!

Published

on

Wakil kepala kantor politik gerakan Hamas, menekankan bahwa darah para syuhada Palestina tidak akan diinjak-injak dan Harga darah para syuhada adalah pembebasan Palestina, Quds dan Masjid Al-Aqsha.

Mengutip Palestine Today, Senin (27/9/2021), Saleh Al-Arouri, wakil kepala biro politik gerakan Hamas, mengatakan bahwa darah para martir rakyat Palestina tidak akan diinjak-injak di Yerusalem dan Jenin.

Baca Juga :

  1. Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB Sepakat Bentuk Pemerintahan Inklusif di Afghanistan
  2. Taliban Menunggu Tanggapan PBB untuk Ikuti Sidang Majelis Umum
  3. Kacau! Mobil Ajudan Presiden Ditembak Orang Tak Dikenal

Dia menyatakan belasungkawa atas kesyahidan sejumlah warga Palestina menyusul serangan brutal rezim Zionis di dua kota Jenin di Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki. , yaitu Masjid Martir Al-Aqsha.

Al-Arouri menambahkan bahwa harga darah para syuhada adalah pembebasan Palestina, Quds dan Masjid Al-Aqsha, dan setiap tetes darah para syuhada Palestina ada harganya.

Wakil kepala kantor politik gerakan Hamas menyatakan para martir Palestina adalah martir seluruh umat Islam dan mereka berperang atas nama seluruh umat.

Selama bentrokan bersenjata pada hari Minggu pagi di Jenin dan Quds, 5 warga Palestina menjadi syahid, termasuk tiga pejuang Brigade Qassam, Ahmad Ibrahim Zahran (dari Komandan Qassami), Zakaria Ibrahim Badwan dan Mohammad Mustafa Hamidan.

Brigade Martir Izz al-Din al-Qassam, cabang militer Hamas, turut berduka cita atas gugurnya 5 pejuang Palestina, termasuk 3 Mujahidin dari batalyon ini dalam konflik bersenjata dengan penjajah Israel di Jenin dan Quds, untuk melanjutkan jalan jihad dan perlawanan. Dia bersikeras untuk mengusir Zionis Israel dari tanah Palestina.

Sambil memuji ketangguhan teladan rakyat Yerusalem dan Tepi Barat melawan Zionis, batalyon meminta rakyat Palestina untuk melawan dan menghadapi musuh dengan segala cara.

Internasional

Bangun Kerjasama dengan ASEAN, Biden Kucurkan Dana Rp14 Triliun

Published

on

Presiden AS Joe Biden

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menegaskan negaranya berkomitmen penuh untuk mempererat kemitraan dengan Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Untuk merealisasikannya, Biden akan menggelontorkan dana sebesar 102 juta dolar AS atau sekitar Rp4,1 triliun untuk mendukung komitmen tersebut. Penegasan itu disampaikan Biden setelah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN secara virtual, pekan ini.

“Presiden Biden mengumumkan Amerika Serikat bermaksud untuk memberikan hingga 102 juta dolar dalam bentuk inisiatif baru untuk memperluas Kemitraan Strategis AS-ASEAN guna mendukung pemulihan kawasan dari COVID-19, mengatasi krisis iklim, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengembangkan sumber daya manusia,” Demikian pernyataan Kedutaan Besar (Kedubes) AS untuk Indonesia.

Baca Juga :

  1. Kasus Covid-19 Menurun, Jokowi Ajak ASEAN Bangkit Bersama
  2. Dukung Pemulihan Pariwisata Indonesia, Wapres: Prioritaskan Kesehatan dan Keselamatan
  3. Indonesia Bakal Jadi Raja Panel Surya di Tahun 2050

Biden juga enyoroti upaya baru untuk memperluas kerja sama tingkat tinggi AS-ASEAN dalam bidang kesehatan, iklim, energi, transportasi, dan pemberdayaan gender.

Tidak hanya itu, Biden juga menegaskan kembali komitmen AS untuk mengakhiri pandemi virus Corona (COVID-19) dan membangun kembali dengan lebih baik untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pandemi di masa depan.

“Termasuk menyediakan lebih dari 40 juta dosis vaksin dan lebih dari 200 juta dolar dalam bentuk bantuan kesehatan dan kemanusiaan darurat untuk negara-negara anggota ASEAN untuk memerangi COVID-19,” sambung pernyataan Kedubes AS.

Tak lupa, Biden juga menyinggung soal situasi terkini di Myanmar, atau yang disebut AS sebagai Burma. Biden mendukung upaya-upaya ASEAN dalam mengatasi krisis di Myanmar.

“Ia juga menyatakan keprihatinan mendalam terkait kudeta militer dan kekerasan mengerikan di Burma dan meminta rezim militer Burma untuk segera mengakhiri kekerasan, membebaskan mereka yang ditahan secara tidak adil, dan memulihkan jalan Burma menuju demokrasi,” sebut keterangan pers Kedubes AS.

Continue Reading

Berita Utama

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Tempur Yaman

Published

on

Koalisi Saudi mengklaim menembak jatuh dua drone pasukan Yaman yang hendak menyerang selatan Arab Saudi.

 Dinukil dari IRNA pada Rabu, 27 Oktober 2021, Arab Saudi telah mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak bermuatan bom yang mencoba menargetkan Bandara Internasional Abha. Pertahanan udara Saudi juga mencegat dan menghancurkan drone bermuatan bom yang dimaksudkan untuk menyerang kota Najran (Arab Saudi selatan).

Baca Juga :

  1. Israel Gusur Makam Bersejarah Muslim di Yerusalem
  2. Ini Penyebab Kapolres Nunukan Aniaya Brigadir SL
  3. Pemerintah Indonesia Studi Banding ke Township Serpong untuk Bangun Ibu Kota Negara Baru

Pejabat Yaman,  berulang kali memperingatkan koalisi Saudi bahwa tentara dan komite rakyat Yaman akan terus menargetkan pangkalan militer Saudi, fasilitas dan bandara sebagai pembalasan atas serangan koalisi Arab di negara itu.

Pada tanggal 26 April 1994, Arab Saudi, dalam bentuk koalisi beberapa negara Arab dan dengan bantuan Amerika Serikat, melancarkan perang skala penuh melawan Yaman dengan dalih untuk kembali.

Badan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia dan UNICEF, telah berulang kali mengatakan bahwa rakyat Yaman terus menghadapi kelaparan dan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam satu abad terakhir.

Continue Reading

Internasional

Israel Gusur Makam Bersejarah Muslim di Yerusalem

Published

on

Makam Muslim bersejarah di Yerusalem

Ketua Komite Pelestarian Pemakaman Islam di Yerusalem, Mustafa Abu Zahra, mengungkapkan bahwa Israel berencana melanjutkan penggusuran makam muslim bersejarah di tempat itu.

Seperti dinukil dari Reuters, Selasa (26/10/2021), otoritas Israel menggusur kuburan muslim yang ada di kota itu dalam dua pekan terakhir. Mereka membuka kembali makam tentara Yordania yang terbunuh dalam perang tahun 1967.

Otoritas Israel juga berencana meratakan makam Al-Yusufiyah untuk membuat jejak alkitab, yang dikabarkan akan menjadi taman nasional di kota itu.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Mengutip dari kantor berita Palestina, WAFA, ini bukan pertama kalinya Israel menggusur makam umat muslim.

Pada Desember 2020, otoritas Israel sempat meruntuhkan tembok makam Al-Yusufiyah tadi.

Pada 2014, otoritas Israel di wilayah itu juga memindahkan 20 korban tentara Yordania yang mati kala perang ke Monumen Tentara yang Tak Dikenal dan Pemakaman Syuhada.

Sebelumnya, Israel mengumumkan rencana pembangunan hingga 1.355 rumah baru Yahudi untuk menjadi pemukiman di Tepi Barat yang telah diokupasi dari Palestina sejak Perang 6 Hari 1967 pada Oktober.

Pengumuman pembangunan pemukiman baru ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Israel Naftali Bennett.

Continue Reading

Trending