Connect with us

CityTechnology

Tuai Protes, Indihome Tambah Bentuk Ganti Rugi ke Pelanggan

Published

on

Indihome mengalami gangguan layanan internet sejak hari Minggu (19/9). Kejadian tersebut membuat banyak pelanggan mengajukan protes dan menuntut adanya tindakan.

PT Telkom menyampaikan bahwa pihaknya akan membuka semua channel TV kabel pelanggan yang terdampak sebagai bentuk ganti rugi. Nantinya, seluruh saluran TV dapat ditonton oleh pelanggan meskipun tidak berlangganan paket tersebut.

Vice President Marketing Management Telkom, E. Kurniawan, menyatakan semua channel TV Indihome akan dibuka pada hari ini, Minggu (26/9).

Baca Juga:

  1. Kisah Cucu, Wanita Asal Bandung Yang Tidak Bisa Tidur Sejak 2014
  2. Puncak Berlakukan Ganjil-Genap Pekan Ini
  3. 5 Urutan Skincare Untuk Kulit Berminyak

“Untuk aktivasi pembukaan all-channel, pelanggan hanya perlu melakukan restart STB,” kata Kurniawan.

Kompensasi berbentuk pembukaan channel itu berlangsung dalam waktu yang terbatas, yaitu hanya sampai tanggal 15 Oktober 2021.

Sebelumnya, Telkomsel memberi kompensasi dalam bentuk penundaan tenggat biaya berlangganan hingga 25 September 2021 dan penghapusan denda keterlambatan bayar.

Atas kompensasi yang diberikan tersebut, para pelanggan menilai itu kurang memuaskan. Media sosial pun kembali dibanjiri dengan keluhan pada Indihome.

Kurniawan menegaskan bahwa layanan internet Indihome sudah membaik sepenuhnya.

“Saat ini, layaan Indihome 100 persen normal,” tegasnya.

Ia pun menyatakan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh para pelanggan, serta ungkapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

Informasi terkait kompensasi tagihan yang diperoleh menyesuaikan dengan service level guarantee setiap pelanggan dan juga mempertimbangkan daerah yang terdampak. Pelanggan Indihome dapat menghubungi call center 147 atau datang langsung ke Plasa Telkom terdekat.

Berita Utama

Telkom Gandeng Kaum Milenial untuk Digitalisasi Petani

Published

on

Telkom digitalisasi pertanian

Telkom melalui aplikasi digital agrikultur, Agree, berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, untuk menyulap masyarakatnya jadi petani digital.

Prinsipnya utama aplikasi ponsel pintar ini adalah memungkinkan pemangku kepentingan, seperti petani, offtaker (pembeli), pasar, penyedia saprotan, pembeli, dan pemodal dapat saling terhubung melalui platform digital.

Agree juga menyediakan layanan dalam mendata petani beserta, kemudian menghubungkan dengan perbankan guna peroleh dukungan pemodalan.

Baca Juga:

  1. Pulang dari Rumah Sakit, Tukul Jalani Fisioterapi
  2. Ikuti Tren, Kepolisian Mumbai Bikin Iklan Layanan Masyarakat Pakai Boneka Squid Game
  3. Rachel Vennya Bakal Dijadikan Duta Covid-19, Satgas: Itu Tak Benar!

Contohnya, digitalisasi Kampung Patin di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, di mana offtaker bukan sekadar membeli hasil perikanan, namun sekaligus mendampingi peternak ikan dari proses pra-tanam hingga pasca-panen, termasuk menyediakan sarana produksi perikanan.

Offtaker bisa memonitor proses budidaya di aplikasi Agree berdasarkan data yang diinput oleh peternak, seperti kapan tanam, kapan kasih nutrisi, kapan panen, serta menyerap hasil panen.

“Pemerintah tidak hanya memikirkan produksi tetapi juga memikirkan industri hilirnya, seperti menghasilkan filet ikan patin dan nugget ikan. Kalau pengelolaan budi daya Kampung Patin ini baik dan sukses, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga akan membantu pemasaran industri hilirnya,” tutur Bupati OKU Timur, Lanosin Hamzah, dalam siaran persnya.

Sebelumnya, Agree fokus ke digitalisasi pertanian dan perkebunan yang tersebar di 30 sentra pertanian mulai dari Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Pemanfaatan Agree memungkinkan pemangku kepentingan seperti petani, off taker (pembeli), pasar, penyedia saprotan, pembeli, pemodal, dan lainnya untuk dapat saling terhubung melalui platform digital.

Agree juga menyediakan layanan dalam mendata petani, kemudian menghubungkan dengan perbankan guna peroleh dukungan pemodalan.

Program digitalisasi Kampung Patin dilakukan antara lain pembeli bukan sekedar membeli hasil perikanan, namun sekaligus mendampingi peternak ikan dari proses pra-tanam hingga pasca-panen, termasuk menyediakan sarana produksi perikanan.

Pembeli bisa memonitor proses budidaya di aplikasi Agree berdasarkan data yang diinput oleh peternak, mulai dari informasi kapan tanam, waktu pemberian nutrisi, panen, menyerap hasil panen, dan lainnya

Adapun cara Agree dengan menghubungkan petani dan offtaker ini diklaim mampu menarik para milenial bisa bergabung untuk mendigitalkan petani dan offtaker.

Saat ini, Agree sudah memiliki beberapa fitur kemitraan dengan perusahaan pertanian, permodalan, penjualan dan peningkatan wawasan (agree knowledge) yang ke depannya akan dilengkapi pendukung produktivitas dan kualitas guna menciptakan satu data pertanian.

Continue Reading

CityTechnology

XL Axiata Gelar Beragam Aksi Sosial

Published

on

XL Axiata

Manajemen dan karyawan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar berbagai aksi sosial guna merayakan HUT ke-25 perusahaan. Melalui program “XL Axiata Baik” aksi sosial dilaksanakan di berbagai daerah dalam beragam bentuk, mulai bedah rumah warga, hingga donasi akses internet dan laptop untuk pesantren.

Sementara itu, melalui Majelis Taklim XL Axiata (MTXL), donasi karyawan juga disalurkan berupa sejumlah fasilitas umum bagi masyarakat di beberapa daerah. Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini akan dilaksanakan mulai bulan Oktober 2021 dan diperkirakan akan rampung pada Juni 2022.

Chief Human Capital Officer XL Axiata, M. Hira Kurnia, mengatakan,”XL Axiata berkomitmen untuk terus memperbesar kontribusi kepada masyarakat melalui program-program CSR yang berkelanjutan melalui Program XL Axiata Baik yang telah berjalan selama sekitar setahun terakhir,” ujarnya.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

“Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia kami tidak mungkin menutup mata atas adanya berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, dan untuk itu kami dan karyawan ingin selalu bisa membantu. Manajemen juga ingin menciptakan culture karyawan untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan semoga hal baik ini dapat menginspirasi dan menciptakan domino effects untuk hal-hal baik lainnya,” sambung dia.

Hira Kurnia menambahkan, manajemen XL Axiata mencoba menggalang dana dari karyawan untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan. Keterlibatan karyawan dalam program CSR juga berupa secara sukarela mengerahkan tenaga dan waktu dalam aksi sosial, serta mengajarkan ilmu pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki kepada komunitas-komunitas masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu aksi sosial yang saat ini dilaksanakan adalah bedah rumah warga yang membutuhkan di Desa Sumbersari, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Sebuah rumah berukuran 7,5 meter x 5 meter yang dihuni seorang lansia yang sudah kurang layak huni dipugar dan dibangun lagi menjadi layak huni serta dilengkapi peralatan rumah tangga seperti tempat tidur, lemari, kursi dan kompor.

Selain membangun kembali rumah tersebut, manajemen dan karyawan XL Axiata juga memberikan donasi 100 paket sembako kepada warga dhuafa sekitar bedah rumah.

Aksi sosial lain yang juga mulai dilaksanakan pada Oktober 2021 adalah kegiatan karyawan mengajar bagi para santri, donasi router, akses internet gratis selama satu tahun dan donasi laptop/gadget layak pakai dari karyawan kepada Pondok Pesantren AL-IBTIDA di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, pengadaan depot air isi ulang di Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, sehingga membantu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya di Madura dan pengadaan water station untuk filterisasi air siap minum bagi lima masjid di Bandung.

Kegiatan ini sebagai bagian dari implementasi komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya Membangun Indonesia Digital.

Beberapa aktivitas CSR dalam XL Axiata Baik lain yang dilakukan karyawan selama tahun 2021, seperti donor darah konvalesen untuk penyitas Covid-19, relawan pada Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI, Depok, dan RSUP H Adam Malik, Medan. Selain itu juga edukasi dan donasi ke yayasan edukasi/non profit di berbagai daerah.

Karyawan Bangun Masjid di Aceh

Donasi karyawan untuk masyarakat juga disalurkan melalui Majelis Taklim XL Axiata (MTXL). Pada Oktober 2021 ini, wakaf karyawan tersebut diwujudkan dalam sejumlah kegiatan, antara lain berupa pembangunan masjid di Kabupaten Aceh Barat, serta penyediaan sarana air bersih di Desa Talang Lubuk, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Selanjutnya, pembuatan jembatan di kampung nelayan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Ketua MTXL Axiata, Yanuar Tirta Kumaya, mengatakan,”MTXL Axiata berupaya memfasilitasi karyawan dan pimpinan yang khususnya beragama Islam untuk mendonasikan sebagian rizkinya guna membantu mencarikan jalan keluar bagi permasalahan masyarakat di berbagai daerah. Bagaimanapun juga, kami karyawan selama ini hidup di tengah masyarakat dan mengetahui beberapa problematika sosial yang muncul. Karena itu pula, sudah seharusnya kami pun siap untuk membantu mancarikan jalan keluar atas problem sosial yang dihadapi masyarakat sesuai dengan kemampuan kami.”

Pada Sabtu (16/10/2021) kemarin, Ketua MTXL Axiata melakukan peletakan batu pertama pembangunan Wakaf Masjid di Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Dana pembangunan masjid yang berukuran 19 meter X 21 meter ini sepenuhnya berasal dari donasi karyawan XL Axiata. Untuk mewujudkan pembangunan ini, XL Axiata bekerjasama dengan Yayasan Rumah Zakat Indonesia. Pembangunan diperkirakan selesai pada bulan April 2022.

Continue Reading

CityTechnology

Telkom Jadi Satu-satunya Perusahaan Indonesia di Jajaran Forbes 2021 Worlds Best Employer

Published

on

Telkom Indonesia

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali meraih pengakuan yang bergengsi dari institusi internasional. Kali ini, Telkom menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke dalam jajaran Forbes 2021 World’s Best Employer. Telkom menempati peringkat ke-299 dari 750 perusahaan terpilih yang berasal dari seluruh dunia dan beragam sektor industri.

Ini merupakan pencapaian yang baik karena Telkom berhasil masuk dalam daftar tempat bekerja terbaik mengungguli perusahaan-perusahaan besar lainnya. Adapun untuk kategori industri telecommunication & services, Telkom menempati urutan ke #7 dunia di atas Nokia, KT, Erricson, dan Vodafone, sekaligus menjadi satu-satunya perusahaan telekomunikasi asal Asia Tenggara yang masuk dalam kategori ini.

Forbes Global bekerja sama dengan Statista, lembaga market research dunia, untuk melakukan survei kepada 150.000 karyawan full-time dan part-time yang bekerja di perusahaan/instansi multinasional dari 58 negara di dunia. Para responden diminta untuk mengevaluasi tempat kerja berdasarkan image (employer branding), economy footprint, talent development, gender equality and social responsibility.

Baca Juga:

  1. NATO Pecat Setengah Diplomat Rusia
  2. Israel Akan Bangun 10 Ribu Unit Rumah di Yerusalem Timur
  3. Pemerintah India Berikan Santunan Rp9,5 Juta untuk Korban Meninggal Akibat Covid-19

Responden juga diminta untuk memberikan rating seberapa besar mereka merekomendasikan perusahaan tempat mereka bekerja kepada kerabat maupun kolega. Hasilnya, ada 750 perusahaan dengan nilai tertinggi yang berhasil menjadi bagian dalam daftar Forbes 2021 World’s Best Employer.

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan Forbes Global. “Merupakan kebanggaan bagi kami dapat menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang diakui sebagai tempat kerja terbaik oleh media yang kredibel di kancah internasional seperti Forbes Global.

Kami menyadari bahwa people adalah aset yang sangat penting dalam keberhasilan dan keberlangsungan suatu perusahaan. Untuk itu, di tengah langkah transformasi yang dilakukan, Telkom juga fokus dalam mengelola human capital khususnya dalam mencetak talenta digital terbaik yang profesional dengan berlandaskan core values AKHLAK. Pengakuan sebagai World’s Best Employer dapat menjadi salah satu bukti bahwa apa yang kami lakukan sudah benar dan on the track.”

Komitmen Telkom dalam bertransformasi dan serius mengelola talenta digital ini sejalan dengan arahan Presiden RI kepada seluruh Direktur utama BUMN pada Kamis lalu (14/10), bahwa pentingnya untuk membangun profesionalisme dan kultur kerja yang baik untuk memperkuat BUMN dalam menghadapi persaingan, baik nasional maupun internasional.

Presiden RI meminta BUMN untuk beradaptasi pada model bisnis dan teknologi baru, sehingga bisa dapat melangkah lebih cepat lagi seperti yang ia lihat pada sektor perbankan dan telekomunikasi tanah air, salah satunya Telkom.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Human Capital Management Telkom Afriwandi menambahkan bahwa hasil survey tersebut menandakan Telkom menjadi tempat bekerja yang nyaman dan produktif bagi karyawan dan juga dipersepsi oleh talent di luar sebagai tempat bekerja positif dan kondusif. Hal ini tak terlepas dari peran serta manajemen dan karyawan yang telah mendukung terciptanya employee experience yang baik.

“Semoga pengakuan ini dapat memotivasi Telkom untuk semakin adaptif lagi menghadapi segala disrupsi dan tantangan yang ada. Dengan berlandaskan core values AKHLAK, kita terus lahirkan inovasi dan kembangkan model bisnis baru serta percepat digitalisasi untuk memberikan kontribusi terbaik demi Indonesia yang lebih baik,” tutup Afriwandi.

Continue Reading

Trending